Ayat 29:19

أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya? Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُa-wa-lam yaraw kayfa yubdi'u llaahu l-khalqa tsumma yu'iiduhuapakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya
  2. إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌinna dzaalika alaa llaahi yasiirunsesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah
Aplikasi

Argumen dari siklus penciptaan: 'bagaimana Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya? Yang demikian itu mudah bagi Allah', kemampuan mencipta yang sudah terbukti menjadi dasar keyakinan terhadap kemampuan mengulang proses tersebut.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, k-y-f, b-d-a, a-l-h, kh-l-q, '-w-d, y-s-r): yubdi'u l-khalq diterjemahkan 'memulai penciptaan' (akar b-d-' + akar kh-l-q); yu'iiduhu diterjemahkan 'mengembalikannya' (akar '-w-d); yasiir diterjemahkan 'mudah' (akar y-s-r). gloss '(makhluk)/(menghidupkannya lagi)' dibuang.

Ayat 29:20

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan. Kemudian, Allah menciptakan kejadian yang akhir. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu."

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَqul siiruu fii l-ardi fa-nzhuruu kayfa bada'a l-khalqakatakanlah, berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Dia memulai penciptaan
  2. ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَtsumma llaahu yunshi'u n-nash'ata l-aakhiratakemudian Allah menciptakan kejadian yang akhir
  3. إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌinna llaaha alaa kulli shay'in qadiirunsesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu
Aplikasi

Ajakan investigasi empiris: 'Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan', pembelajaran dari observasi langsung dianjurkan sebagai metode memperkuat keyakinan, bukan sekadar menerima klaim secara pasif.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.