قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan. Kemudian, Allah menciptakan kejadian yang akhir. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu."

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَqul siiruu fii l-ardi fa-nzhuruu kayfa bada'a l-khalqakatakanlah, berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Dia memulai penciptaan
  2. ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَtsumma llaahu yunshi'u n-nash'ata l-aakhiratakemudian Allah menciptakan kejadian yang akhir
  3. إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌinna llaaha alaa kulli shay'in qadiirunsesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu
Catatan pilihan kata (ringkas)

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit passthrough. Lih..

Aplikasi

Ajakan investigasi empiris: 'Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan', pembelajaran dari observasi langsung dianjurkan sebagai metode memperkuat keyakinan, bukan sekadar menerima klaim secara pasif.