قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan. Kemudian, Allah menciptakan kejadian yang akhir. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu."

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَqul siiruu fii l-ardhi fa-nzhuruu kayfa bada'a l-khalqakatakanlah, berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Dia memulai penciptaan
  2. ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَtsumma llaahu yunsyi'u n-nasy'ata l-aakhiratakemudian Allah menciptakan kejadian yang akhir
  3. إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌinna llaaha 'alaa kulli syay'in qadiirunsesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. سِيرُواsiiruuberjalanlah kalian
  3. فِيfiidi
  4. الْأَرْضِl-ardhibumi
  5. فَانْظُرُواfa-nzhuruumaka perhatikanlah kalian
  6. كَيْفَkayfabagaimana
  7. بَدَأَbada'amemulai
  8. الْخَلْقَl-khalqapenciptaan
  9. ثُمَّtsummakemudian
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. يُنْشِئُyunsyi'umenumbuhkan
  12. النَّشْأَةَn-nasy'atapenciptaan
  13. الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
  14. إِنَّinnasesungguhnya
  15. اللَّهَllaahaAllah
  16. عَلَىٰ'alaaatas
  17. كُلِّkullisegala
  18. شَيْءٍsyay'insesuatu
  19. قَدِيرٌqadiirunberkuasa

Inti bacaan

Ajakan investigasi empiris: 'Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan', pembelajaran dari observasi langsung dianjurkan sebagai metode memperkuat keyakinan, bukan sekadar menerima klaim secara pasif.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(muka)', '(semua makhluk)', dan '(setelah mati di akhirat kelak)' dari sumber internal dihapus. 'Qadiirun' diterjemahkan 'berkuasa atas segala sesuatu', konsisten dengan disiplin no-Maha (bukan 'Mahakuasa') dan konvensi mapan di 16:77, 18:45, 22:6, 24:45.

Tafsiran

Ayat ini menutup kluster dengan ajakan pembuktian empiris: mengamati langsung pola penciptaan sebagai bukti kemudahan kebangkitan bagi Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan berjalan di bumi, baru memperhatikan. Kaki dahulu. Yang diminta mendatangi bukti, bukan merenungkannya dari tempat duduk.
  • Yang disuruh diperhatikan bagaimana Dia memulai penciptaan. Yang sudah lewat. Bukti untuk yang belum terjadi diambil dari yang sudah bisa dilihat.
  • Allah menyusulkan: kemudian Dia menciptakan kejadian yang akhir. Dua tahap. Yang kedua disebut dengan kata yang sama seperti yang pertama, dan itu argumennya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.