يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ

Dia mengazab siapa yang Dia kehendaki dan merahmati siapa yang Dia kehendaki. Kepada-Nyalah kalian dikembalikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُyu'adzdzibu man yasyaa'u wa-yarhamu man yasyaa'uDia mengazab siapa yang Dia kehendaki dan merahmati siapa yang Dia kehendaki
  2. وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَwa-ilayhi tuqlabuunakepada-Nyalah kalian dikembalikan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. يُعَذِّبُyu'adzdzibumengazab
  2. مَنْmanorang yang
  3. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  4. وَيَرْحَمُwa-yarhamudan Dia merahmati
  5. مَنْmanorang yang
  6. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  7. وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
  8. تُقْلَبُونَtuqlabuunakalian dikembalikan

Inti bacaan

Kalimat (وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ, wa-ilayhi tuqlabuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:21, sedangkan kalimat wa-ilayhi turja'uuna muncul 9 kali (2:245, 10:56, 11:34, 28:70, 28:88, 36:22, 36:83, 41:21, 43:85).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يُعَذِّبُ, yu'adzdzibu) yang berarti "mengazab", dari akar ع-ذ-ب, tanpa menyebut pelakunya dengan nama. Terjemahan menulis "Dia" karena 29:20 menutup dengan Allah sebagai subjek, (إِنَّ اللَّهَ, inna llaaha), dan 29:21 tidak membuka dengan kata sambung apa pun. Terjemahan memakai "mengazab" seperti di 2:284, 3:129, dan 48:14. Kalimat (يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ, yu'adzdzibu man yasyaa'u) yang berarti "mengazab siapa yang Dia kehendaki" muncul 6 kali, yaitu di 2:284, 3:129, 5:18, 5:40, 29:21, dan 48:14. Di lima ayat selain 29:21, pasangannya adalah ampun, (يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ, yaghfiru li-man yasyaa'u) yang berarti "mengampuni siapa yang Dia kehendaki". Di 29:21 pasangannya (وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ, wa-yarhamu man yasyaa'u) yang berarti "dan merahmati siapa yang Dia kehendaki", susunan yang hanya muncul di ayat ini. Kata ampun memakai huruf li sebelum man, sedangkan kata merahmati langsung memegang objeknya.

Kata kerja (يَرْحَمُ, yarhamu) berakar ر-ح-م, akar yang sama dengan kata benda (رَحْمَتِي, rahmatii) di 29:23. Terjemahan memakai "merahmati" karena kata kerjanya memuat akar rahmat dan tidak memuat akar ampun. Azab dan rahmat juga disandingkan di 17:54, (إِنْ يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِنْ يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ, in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu'adzdzibkum) yang berarti "jika Dia menghendaki, Dia merahmati kalian, atau jika Dia menghendaki, Dia mengazab kalian". Di 17:54 objeknya kalian dan kehendak berbentuk pengandaian, sedangkan di 29:21 objeknya man dan kehendak berbentuk keterangan, dan urutannya terbalik: azab disebut lebih dulu. Kata (يَشَاءُ, yasyaa'u) yang berarti "Dia kehendaki" berakar ش-ي-ء dan muncul dua kali dalam ayat ini, satu kali sesudah tiap kata kerja. Tidak ada ukuran di 29:21 untuk menentukan siapa yang termasuk dalam kata man pada tiap anak kalimat.

Kata kerja (يُعَذِّبُ, yu'adzdzibu) dan (يَرْحَمُ, yarhamu) berbentuk perbuatan yang belum selesai dan tidak memakai awalan penanda masa depan. Terjemahan menulis keduanya tanpa kata "akan", sama dengan 2:284, 3:129, 5:18, 5:40, dan 48:14 untuk kalimat yang mirip, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkan kata "akan".

Kalimat (وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ, wa-ilayhi tuqlabuuna) yang berarti "dan kepada-Nya kalian dikembalikan" hanya muncul di 29:21. Kata kerja (تُقْلَبُونَ, tuqlabuuna) berakar ق-ل-ب dan berbentuk pasif untuk "kalian". Dari seluruh kata kerja akar ق-ل-ب, bentuk pasif dasar hanya ada di sini. Pasif lainnya, (تُقَلَّبُ, tuqallabu) di 33:66, menggandakan huruf tengahnya, (يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ, yawma tuqallabu wujuuhuhum fii n-naari) yang berarti "pada hari wajah-wajah mereka dibolak-balik dalam api". Di 24:44 akar yang sama dipakai untuk Allah, (يُقَلِّبُ, yuqallibu) yang berarti "membalikkan", dengan objek malam dan siang. Akar ق-ل-ب karena itu menyebut pembalikan, dan terjemahan "dikembalikan" mengikuti arah yang ditunjuk (إِلَيْهِ, ilayhi) yang berarti "kepada-Nya". Terjemahan yang sama dipakai untuk (تُرْجَعُونَ, turja'uuna) dari akar lain, ر-ج-ع, di seluruh 19 ayat yang memuatnya, yaitu 2:28, 2:245, 2:281, 10:56, 11:34, 21:35, 23:115, 28:70, 28:88, 29:17, 29:57, 30:11, 32:11, 36:22, 36:83, 39:44, 41:21, 43:85, dan 45:15. Perbedaan akar antara tuqlabuuna dan turja'uuna karena itu terbaca dari Arabnya, bukan dari terjemahannya.

Tafsiran

Ayat ini menyebut dua perbuatan yang masing-masing bergantung pada kehendak, yaitu mengazab dan merahmati, lalu menutup dengan kembalinya kalian kepada-Nya. Ayat 29:19 dan 29:20 membicarakan memulai dan menumbuhkan kejadian yang akhir, dan 29:21 membuka tanpa kata sambung dengan dua kalimat tentang azab dan rahmat. Pembicaraan karena itu berpindah dari apa yang dapat diamati ke apa yang dikenakan pada manusia. Sapaannya juga bergeser di dalam satu ayat: dua kalimat pertama berbicara tentang Dia dan siapa yang Dia kehendaki, sedangkan kalimat terakhir menyapa kalian. Kata kalian itu sudah dipakai oleh perintah berjalan di 29:20 dan akan dipakai lagi oleh (وَمَا أَنْتُمْ, wa-maa antum) yang berarti "dan kalian tidak" di 29:22, sedangkan 29:19 memakai kata mereka.

Azab disandingkan dengan rahmat di sini, padahal di lima ayat lain kalimat azab yang sama dipasangkan dengan ampun. Pilihan kata itu tidak dijelaskan oleh 29:21 sendiri. Kata rahmat baru muncul lagi di 29:23 sebagai (رَحْمَتِي, rahmatii) yang berarti "rahmat-Ku", sehingga 29:21 menaruh kata itu lebih dulu sebagai sesuatu yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.

Kriteria siapa yang dimaksud tidak diberikan di 29:21. Ayat 5:18 memuat kalimat azab yang sama sesudah pertanyaan tentang mengapa Dia mengazab kalian karena dosa-dosa kalian, dan 33:24 menyebut azab bagi orang-orang munafik jika Dia menghendaki, atau tobat mereka diterima. Kedua ayat itu berbeda konteksnya dari 29:21 dan tidak dipakai di sini untuk menetapkan siapa yang dimaksud.

Kalimat penutup memakai kata kerja pasif, sedangkan perintah di 29:20 memakai kata kerja aktif, (سِيرُوا, siiruu) yang berarti "berjalanlah kalian". Dalam dua ayat berurutan kalian pertama diminta berjalan sendiri, lalu disebut dibalikkan kepada-Nya, sehingga arah gerak berpindah dari gerak kalian sendiri ke gerak yang dikenakan pada kalian.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut azab dan rahmat, masing-masing bagi siapa yang Dia kehendaki, tanpa menyebut siapa yang termasuk di kalimat mana. Pembaca dapat menaruh dirinya di salah satu sisi sebelum ayat selesai dibaca. Seseorang dapat memperhatikan sisi mana yang otomatis ditempatinya dan atas dasar apa penempatan itu dilakukan, sebab 29:21 sendiri tidak memberi dasar apa pun. Bila dasar itu dicabut, di mana pembaca berdiri terhadap kehendak Allah yang disebut dua kali dalam ayat yang sama?
  • Di lima ayat lain azab disandingkan dengan ampun, dan di ayat ini azab disandingkan dengan rahmat, sehingga kedua kata terbaca berdampingan dalam satu kalimat. Pembaca yang lebih sering mengingat salah satu dari dua kata itu dapat memeriksa kata mana yang menjadi kebiasaannya, dan apa yang terjadi pada gambarannya tentang Allah bila kedua kata dibaca berdampingan. Ayat ini tidak mengatakan mana yang lebih sering atau lebih besar, dan susunan kalimatnya menaruh keduanya dalam bentuk yang sejajar. Gambar apa yang tersisa ketika salah satunya dicoret dari ingatan?
  • Dua kalimat pertama berbicara tentang Dia, lalu kalimat terakhir langsung menyapa kalian. Pembaca yang tadinya mengamati dua pernyataan tentang pihak lain mendadak menjadi pihak yang disebut. Perpindahan itu terjadi di tengah satu ayat. Apa yang berubah pada cara membaca ketika pembicaraan beralih dari Dia kepada kalian, dan sejak kata mana pembaca merasa dirinya yang sedang dibicarakan?
  • Kata siapa dalam ayat ini tidak diberi ukuran. Seseorang yang ingin kepastian dapat mencari ukuran itu di ayat lain, dan ayat lain memang memuat keterangan tersendiri, misalnya 5:18 dan 33:24, tetapi keterangan itu bagian dari ayat tersebut dan tidak dipindahkan ke 29:21. Pembaca dapat memeriksa cara memperlakukan sebuah pernyataan yang sengaja tidak memberi ukuran: menambalnya dengan ukuran sendiri atau membiarkannya terbuka. Apa yang terjadi pada kepercayaan seseorang bila kehendak Allah dibaca tanpa ukuran tambahan dari dirinya?
  • Di 29:20 kalian diperintah berjalan, kata kerja yang menempatkan kalian sebagai pelaku, dan di 29:21 kalian dibalikkan kepada-Nya, kata kerja pasif yang menempatkan kalian sebagai pihak yang dikenai. Pembaca dapat memisahkan dua daftar, urusan yang dijalankan dengan kakinya sendiri dan urusan yang tidak dapat dijalankannya sendiri. Ayat 29:21 tidak merinci isi daftar kedua dan tidak menyebut kapan pembalikan itu terjadi. Bagaimana pembaca menjalani hari-harinya bila disadarinya bahwa tujuan akhir tidak termasuk dalam daftar yang dikerjakannya sendiri?
  • Kata kehendak diulang tanpa perubahan, sekali sesudah mengazab dan sekali sesudah merahmati. Pembaca dapat memeriksa apakah kehendak pada dua kalimat itu dibayangkannya dengan nada yang sama atau berbeda, sebab teks memakai kata yang identik untuk keduanya. Nada yang dibayangkan dapat berasal dari ingatan dan tidak dari ayat: tegas pada kalimat pertama, lembut pada kalimat kedua, atau sebaliknya. Bila nada itu dilepas dan hanya kata yang tertulis dibaca, apa yang tersisa dari gambaran tentang kehendak Allah?