وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ ۖ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Dan kalian sama sekali tidak dapat luput di bumi dan tidak di langit; dan tidak ada bagi kalian pelindung dan penolong selain Allah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِwa-maa antum bi-mu'jiziina fii l-ardhi wa-laa fii s-samaa'idan kalian sama sekali tidak dapat luput di bumi dan tidak di langit
  2. وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍwa-maa lakum min duuni llaahi min waliyyin wa-laa nashiirindan tidak ada bagi kalian pelindung dan penolong selain Allah

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَنْتُمْantumkalian
  3. بِمُعْجِزِينَbi-mu'jiziinaorang-orang yang melemahkan
  4. فِيfiidi
  5. الْأَرْضِl-ardhibumi
  6. وَلَاwa-laadan tidak pula
  7. فِيfiidi
  8. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  9. وَمَاwa-maadan tidaklah
  10. لَكُمْlakumbagi kalian
  11. مِنْmindari
  12. دُونِduuniselain
  13. اللَّهِllaahiAllah
  14. مِنْmindari
  15. وَلِيٍّwaliyyinpelindung
  16. وَلَاwa-laadan tidak pula
  17. نَصِيرٍnashiirinpenolong

Inti bacaan

Kalimat (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ, wa-maa antum bi-mu'jiziina fii l-ardhi) muncul 2 kali di Al-Qur'an (29:22, 42:31), dan hanya 29:22 yang menambahkan wa-laa fii s-samaa'i, 'dan tidak di langit'.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ, wa-maa antum bi-mu'jiziina) yang berarti "dan kalian tidak dapat luput". Rangkaian persis itu muncul 5 kali, yaitu di 6:134, 10:53, 11:33, 29:22, dan 42:31. Kata (بِمُعْجِزِينَ, bi-mu'jiziina) berakar ع-ج-ز dan arti harfiahnya "orang-orang yang melemahkan", tetapi objek yang dilemahkan tidak tertulis di sini. Terjemahan memakai "luput", seperti di 39:51 dan 42:31, sehingga tidak ada objek yang ditambahkan. Bentuk yang sama diterjemahkan "melemahkan" di 6:134 dan 10:53 dan "melepaskan diri" di 11:33, jadi padanan kata ini belum seragam di seluruh Al-Qur'an.

Hanya dua ayat yang memuat kedua bagian ayat ini sekaligus, yaitu 29:22 dan 42:31. Ayat 42:31 berbunyi (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ, wa-maa antum bi-mu'jiziina fii l-ardhi) lalu langsung disambung bagian tentang pelindung dan penolong yang sama dengan 29:22. Selisihnya satu kalimat, (وَلَا فِي السَّمَاءِ, wa-laa fii s-samaa'i) yang berarti "dan tidak di langit", yang hanya ada di 29:22. Pasangan (فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ, fii l-ardhi wa-laa fii s-samaa'i) yang berarti "di bumi dan tidak di langit" muncul 4 kali, yaitu 3:5, 10:61, 14:38, dan 29:22. Di 3:5 bunyinya (لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ, laa yakhfaa 'alayhi syay'un) yang berarti "tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu pun", dan di 14:38 (وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ, wa-maa yakhfaa 'alaa llaahi min syay'in) yang berarti "dan tidak ada yang tersembunyi bagi Allah sesuatu pun". Di 10:61 kata kerjanya (يَعْزُبُ, ya'zubu) yang berarti "luput", dalam (وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ, wa-maa ya'zubu 'an rabbika) yang berarti "dan tidak ada yang luput dari Tuhanmu". Ketiga ayat itu menyatakan sesuatu tidak tersembunyi atau tidak luput, sedangkan 29:22 menyatakan kalian tidak dapat luput.

Kalimat kedua, (وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ, wa-maa lakum min duuni llaahi min waliyyin wa-laa nashiirin) yang berarti "dan tidak ada bagi kalian selain Allah pelindung dan penolong", muncul 4 kali, yaitu di 2:107, 9:116, 29:22, dan 42:31. Kata (وَلِيٍّ, waliyyin) berakar و-ل-ي dan diterjemahkan "pelindung", sama dengan kata-kata akar itu di 5:51 dan 5:55. Kata (نَصِيرٍ, nashiirin) yang berarti "penolong" berakar ن-ص-ر dan muncul di 9 ayat, yaitu 2:107, 2:120, 9:74, 9:116, 22:71, 29:22, 35:37, 42:8, dan 42:31. Pasangan wali dan nashir, (مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ, min waliyyin wa-laa nashiirin), ada di 7 ayat, yaitu 2:107, 2:120, 9:74, 9:116, 29:22, 42:8, dan 42:31. Di 29:22 kedua kata itu dipisahkan oleh (وَلَا, wa-laa) yang berarti "dan tidak pula", sehingga terjemahan menyebut keduanya sebagai dua sebutan yang berdiri sendiri. Kata (دُونِ, duuni) yang berarti "selain" dalam (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) diterjemahkan "selain Allah", sejalan dengan "selain keduanya" di 55:62.

Tafsiran

Ayat ini terdiri dari dua penyangkalan yang masing-masing menutup satu kemungkinan. Penyangkalan pertama menutup kemungkinan luput di bumi dan di langit, dan penyangkalan kedua menutup kemungkinan mendapat pelindung dan penolong selain Allah. Ayat 42:31 memuat keduanya dengan bumi saja, dan 29:22 memperluas ruang pertama dengan menambahkan langit. Tiga ayat memuat bumi dan langit di dekat kalimat tentang pelindung dan penolong, yaitu 2:107, 9:116, dan 29:22. Di 2:107 dan 9:116 bumi dan langit disebut sebagai kerajaan milik Allah, (لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, lahu mulku s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "milik-Nya kerajaan langit dan bumi", sedangkan di 29:22 keduanya disebut sebagai ruang yang tak memberi jalan keluar bagi kalian. Susunan 29:22 tidak menyatakan kepemilikan itu, dan hubungan antara kedua cara menyebut bumi dan langit itu tidak dijelaskan di sana.

Dalam urutan ayat, 29:22 datang sesudah 29:21 yang menyebut kalian dibalikkan kepada-Nya, dan sebelum 29:23 yang beralih ke orang-orang yang kufur dengan kata mereka. Ayat 29:22 tetap memakai kata kalian, sehingga tiga ayat berturut-turut, 29:20, 29:21, dan 29:22, menyapa kalian, sedangkan 29:19 dan 29:23 berbicara tentang mereka. Tidak ada keterangan yang menyatakan apakah kalian dan mereka menunjuk kumpulan orang yang sama.

Objek yang tidak dapat dihindari tidak tertulis di ayat ini. Ayat 29:21 menyebut azab dan rahmat, tetapi 29:22 tidak menautkan penyebutan luput itu pada salah satunya. Ayat ini karena itu menarik batas di sekeliling kalian dengan dua ruang yang tertutup dan dua sebutan penolong yang dinyatakan tidak ada selain Allah, sehingga Allah berada di luar penyangkalan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut bumi dan langit sebagai dua ruang yang tidak memberi jalan keluar, dan tidak menyebut apa pun yang dicari orang ketika ingin luput. Pembaca dapat membuat daftar ruang yang selama ini dianggapnya di luar jangkauan, misalnya waktu yang tidak diketahui siapa pun, tempat yang jauh, atau isi pikiran yang tidak pernah dikatakan, lalu membaca daftar itu di samping dua kata yang tertulis. Ayat 29:22 tidak menyebut satu pun dari ruang-ruang itu, sehingga daftar tersebut berasal dari pembaca dan bukan dari ayat. Ruang mana dalam daftar itu yang masih dianggapnya tertutup bagi pembacaan ayat ini?
  • Pelindung dan penolong disebut sebagai dua kata yang dipisahkan kata dan tidak pula, dan keduanya dinyatakan tidak ada selain Allah. Pembaca dapat memisahkan dua peran dalam hidupnya: pihak yang melindungi sebelum bahaya datang dan pihak yang menolong sesudah bahaya terjadi. Tidak ada rincian di 29:22 tentang beda dua peran itu dan tidak ada nama kandidat, sehingga dua daftar itu sepenuhnya diisi pembaca. Siapa yang selama ini dipercaya sebagai pelindung, siapa sebagai penolong, dan apakah keduanya berada di luar yang disebut ayat ini sebagai selain Allah?
  • Kalimat kedua menyatakan ketiadaan pelindung dan penolong dari selain Allah, dan tidak menyatakan ketiadaan pelindung dan penolong sama sekali. Batas yang ditarik ayat ini ada pada kata selain, dan kata itu menyisakan satu sisi yang tidak disangkal. Pembaca dapat menangkap kekosongan dari kalimat penyangkalan, padahal susunannya menyebut satu pihak yang berada di luar penyangkalan. Bagaimana kalimat itu terbaca bila perhatian ditaruh pada pihak yang dikecualikan, dan bukan pada daftar yang dinafikan?
  • Kedua kalimat dalam ayat ini hanya berisi penyangkalan, dan tidak satu pun menyebut apa yang akan terjadi, baik berupa ancaman maupun penenang. Pembaca dapat memperhatikan apa yang diisinya sendiri ke dalam kekosongan itu: rasa takut, rasa tenang, atau sebuah pertanyaan. Isi yang masuk itu menunjukkan keadaan pembaca saat membaca, sedangkan kata-kata yang tertulis tidak berubah dari satu pembaca ke pembaca lain. Apa yang pertama kali terbit di dalam diri pembaca ketika kalimat tentang ketiadaan itu selesai dibaca?
  • Bumi dan langit di 2:107 dan 9:116 disebut sebagai kerajaan milik Allah, dan di 29:22 sebagai tempat yang tidak dapat ditinggalkan oleh kalian. Dua kata yang sama dipakai untuk dua sudut pandang, dan ayat 29:22 tidak menggabungkan keduanya. Pembaca dapat memperhatikan dari sudut mana bumi dan langit biasanya dipandang: sebagai tempat yang disediakan baginya, sebagai tempat yang ditinggali atas kemauannya sendiri, atau sebagai wilayah milik Allah. Dari sudut mana langit dan bumi dipandang ketika ayat ini dibaca?
  • Dalam satu ayat ada empat kata penyangkal berturut-turut: dan tidak, dan tidak di langit, dan tidak ada bagi kalian, dan tidak pula penolong. Pembaca yang membaca keempatnya berturut-turut dapat merasakan pintu ditutup satu per satu. Sesudah keempatnya tidak ada kalimat tentang apa yang masih terbuka, dan ayat sesudahnya, 29:23, langsung beralih ke orang lain dengan kata mereka. Bagaimana sisa yang masih terbuka ditentukan pembaca, dan dari ayat mana jawabannya diambil, bila 29:22 sendiri tidak memuatnya?