وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Ia berkata, "Sesungguhnya kalian hanya menjadikan berhala-berhala selain Allah sebagai rasa sayang di antara kalian dalam kehidupan dunia. Kemudian, pada hari Kiamat sebagian kalian akan kufur terhadap sebagian yang lain dan saling melaknat. Tempat tinggal kalian adalah api dan sama sekali tidak ada penolong bagi kalian."

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاwa-qaala innamaa ttakhadztum min duuni llaahi awtsaanan mawaddata baynikum fii l-hayaati d-dunyaaia berkata, sesungguhnya kalian hanya menjadikan berhala-berhala selain Allah sebagai rasa sayang di antara kalian dalam kehidupan dunia
  2. ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًاtsumma yawma l-qiyaamati yakfuru ba'dhukum bi-ba'dhin wa-yal'anu ba'dhukum ba'dhankemudian pada hari Kiamat sebagian kalian akan kufur terhadap sebagian yang lain dan saling melaknat
  3. وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَwa-ma'waakumu n-naaru wa-maa lakum min naashiriinatempat tinggal kalian adalah api dan sama sekali tidak ada penolong bagi kalian

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
  3. اتَّخَذْتُمْttakhadztumkalian mengambil
  4. مِنْmindari
  5. دُونِduuniselain
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. أَوْثَانًاawtsaananberhala
  8. مَوَدَّةَmawaddatakasih sayang
  9. بَيْنِكُمْbaynikumdi antara kalian
  10. فِيfiidalam
  11. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  12. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  13. ثُمَّtsummakemudian
  14. يَوْمَyawmahari
  15. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  16. يَكْفُرُyakfurukufur
  17. بَعْضُكُمْba'dhukumsebagian kalian
  18. بِبَعْضٍbi-ba'dhindengan sebagian
  19. وَيَلْعَنُwa-yal'anudan melaknat
  20. بَعْضُكُمْba'dhukumsebagian kalian
  21. بَعْضًاba'dhansebagian
  22. وَمَأْوَاكُمُwa-ma'waakumudan tempat tinggal kalian
  23. النَّارُn-naaruapi
  24. وَمَاwa-maadan tidaklah
  25. لَكُمْlakumbagi kalian
  26. مِنْmindari
  27. نَاصِرِينَnaashiriinapara penolong

Inti bacaan

Rangkaian (مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا, min duuni llaahi awtsaanan) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:17 dan 29:25, dan hanya 29:25 yang memakai kata kerja (اتَّخَذْتُمْ, ttakhadztum).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ, wa-qaala) yang berarti "dan ia berkata". Nama pembicaranya tidak disebut di ayat ini. Di 29:16 Ibrahim berkata kepada kaumnya, dan 29:24 menyebut jawaban kaumnya, sehingga kata kerja ini terbaca sebagai lanjutan ucapan yang sama sesudah jawaban itu.

Kata (اتَّخَذْتُمْ, ttakhadztum) yang berarti "kalian mengambil" berakar أ-خ-ذ. Di 29:17 benda yang sama, (مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا, min duuni llaahi awtsaanan) yang berarti "selain Allah berhala-berhala", muncul bersama kata kerja lain, yaitu (تَعْبُدُونَ, ta'buduuna) yang berarti "kalian menyembah". Rangkaian "selain Allah berhala-berhala" itu hanya ada di dua ayat, yaitu 29:17 dan 29:25. Karena 29:25 memakai kata kerja yang lain, terjemahannya tidak memakai "menyembah", yang menjadi padanan kata kerja di 29:17. Kata kerja ini dengan pelaku "kalian" muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:51, 2:92, 11:92, 13:16, 23:110, 29:25, dan 45:35, dan tiga di antaranya, yaitu 13:16, 29:25, dan 45:35, tidak memuat kata ganti yang menempel di akhirnya.

Di 45:35 kata kerja itu diikuti dua kata benda berurutan, (اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا, ttakhadztum aayaati llaahi huzuwan) yang berarti "kalian menjadikan tanda-tanda Allah sebagai olok-olok". Di 23:110 bentuknya (فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا, fa-ttakhadztumuuhum sikhriyyan) yang berarti "lalu kalian menjadikan mereka bahan olokan". Di 29:25 susunannya sama, karena sesudah awtsaanan langsung datang (مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ, mawaddata baynikum) yang berarti "rasa sayang di antara kalian", tanpa kata penghubung di antaranya. Terjemahan karena itu membacanya "menjadikan berhala-berhala sebagai rasa sayang di antara kalian". Kata "untuk" tidak dipakai, sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Kata (مَوَدَّةَ, mawaddata) yang berarti "rasa sayang" berakar و-د-د. Kata benda ini muncul di tujuh ayat pada enam surah, yaitu 4:73, 5:82, 29:25, 30:21, 42:23, 60:1, dan 60:7. Di 30:21 bunyinya (وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً, wa-ja'ala baynakum mawaddatan) yang berarti "dan Dia menjadikan di antara kalian rasa sayang", dan di 60:7 kata kerja yang sama, (يَجْعَلَ, yaj'ala) yang berarti "menjadikan", berpelaku Allah. Terjemahan memakai "rasa sayang" di ketiga ayat itu.

Frasa (ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, tsumma yawma l-qiyaamati) yang berarti "kemudian pada hari Kiamat" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:27 dan 29:25. Kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" memisahkan dua waktu dalam ayat ini, yaitu (فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, fii l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "dalam kehidupan dunia" dan hari Kiamat sesudahnya.

Kata kerja (يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ, yakfuru ba'dhukum bi-ba'dhin) yang berarti "sebagian kalian akan kufur terhadap sebagian" berakar ك-ف-ر dan memakai huruf (بِ, bi-) yang berarti "terhadap". Huruf yang sama ada di 29:23, (كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ, kafaruu bi-aayaati llaahi) yang berarti "kufur terhadap tanda-tanda Allah". Di 29:23 sasaran kufur adalah tanda-tanda Allah, dan di 29:25 sasarannya sesama kalian. Di 35:14 sasarannya kemusyrikan, (يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ, yakfuruuna bi-syirkikum) yang berarti "mereka kufur terhadap kemusyrikan kalian", juga pada hari Kiamat. Bagian (وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا, wa-yal'anu ba'dhukum ba'dhan) yang berarti "dan sebagian kalian melaknat sebagian yang lain" berakar ل-ع-ن. Pelaku dan sasarannya sama-sama sebagian dari kalian, sehingga terjemahan memakai "saling". Kata kerja ini diterjemahkan "melaknat" juga di 2:159, (يَلْعَنُهُمُ, yal'anuhumu) yang berarti "melaknat mereka".

Dua kalimat penutup, (وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ, wa-ma'waakumu n-naaru) yang berarti "dan tempat tinggal kalian adalah api" dan (وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ, wa-maa lakum min naashiriina) yang berarti "dan sama sekali tidak ada penolong bagi kalian", muncul berurutan di dua ayat saja, yaitu 29:25 dan 45:34. Kata (مَأْوَاكُمُ, ma'waakumu) berakar أ-و-ي dan diterjemahkan "tempat tinggal kalian". Kata (نَاصِرِينَ, naashiriina) yang berarti "para penolong" muncul tujuh kali, yaitu di 3:22, 3:56, 3:91, 16:37, 29:25, 30:29, dan 45:34, dan di semuanya didahului (مِنْ, min). Terjemahan 29:25 menandai min itu dengan "sama sekali". Di 45:34 kedua kalimat didahului (وَقِيلَ, wa-qiila) yang berarti "dan dikatakan", sehingga di sana keduanya dikatakan kepada mereka pada hari itu, sedangkan di 29:25 keduanya diucapkan sebelum hari itu tiba.

Tafsiran

Ayat ini menyusun satu ucapan dalam tiga langkah menurut waktu. Langkah pertama menyebut dunia, tempat berhala dijadikan rasa sayang di antara kalian. Langkah kedua menyebut hari Kiamat, ketika sebagian kalian kufur terhadap sebagian yang lain dan saling melaknat. Langkah ketiga menyebut tempat tinggal berupa api dan ketiadaan penolong.

Ayat 29:17 menaruh berhala yang sama di sisi kuasa: apa yang disembah selain Allah tidak menguasai rezeki. Ayat 29:25 menaruhnya di sisi guna bagi para pemakainya, yaitu sebagai rasa sayang di antara mereka. Dua ayat itu berbicara tentang benda yang sama, dan keduanya tidak saling menggantikan. Rasa sayang itu sendiri tidak disebut sebagai kesalahan. Di 30:21 dan 60:7 Allah yang menjadikan rasa sayang di antara manusia, sedangkan di 29:25 pelakunya adalah kalian sendiri, dengan berhala sebagai sarananya. Dapat dibaca bahwa ayat ini mempersoalkan dari mana rasa sayang itu dibangun.

Hari Kiamat membalik hubungan itu. Kata (بَعْضُكُمْ, ba'dhukum) muncul dua kali di bagian ini, pertama sebagai pelaku kufur dan kedua sebagai pelaku laknat, sedangkan sasarannya juga sebagian dari kalian. Kelompok yang tadi diikat berhala menjadi kelompok yang saling berpaling. Di 16:27 hari yang sama memuat kata kerja (يُخْزِيهِمْ, yukhziihim) yang berarti "Dia menghinakan mereka", dengan pembicara yang menyebut sekutu-sekutu-Ku. Di 29:25 hari itu hanya memuat tindakan antar sesama kalian ditambah keadaan, yaitu api dan tanpa penolong. Ayat ini tidak menyebut sebab pembalikan itu. Ayat 29:22 sudah menyatakan bahwa tidak ada bagi kalian pelindung dan penolong selain Allah, sehingga kalimat penutup 29:25 terbaca sebagai pengulangan dengan nada yang lebih dekat ke hari itu. Ayat 29:26 menyambungnya dengan fa dan menyebut satu orang yang beriman.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 29:25 tidak menyebut rasa sayang di antara kalian sebagai kesalahan. Di 30:21 rasa sayang di antara kalian disebut sebagai salah satu pemberian dalam rangkaian tanda-tanda-Nya, dan di 60:7 Allah yang menimbulkannya di antara orang yang pernah bermusuhan. Yang disebut di 29:25 adalah cara membangunnya, yaitu lewat berhala yang dijadikan sendiri oleh kelompok itu. Pembaca dapat memandang lingkaran pergaulannya dengan pertanyaan yang tidak menyentuh rasa sayangnya sama sekali: ketika sekelompok orang merasa dekat, benda, kebiasaan, atau kepentingan apa yang mereka pegang bersama? Apakah dasar itu masih akan berdiri ketika pembicaraan beralih ke hal yang paling penting bagi masing-masing?
  • Pelaku dan sasaran di bagian kedua ayat ini berasal dari kelompok yang sama. Sebagian kalian kufur terhadap sebagian yang lain, dan sebagian kalian melaknat sebagian yang lain, tanpa pihak luar yang memisahkan. Ayat ini tidak mencatat adanya perselisihan di dunia sebelum hari itu, dan rasa sayang di dunia tetap disebut sebagai rasa sayang. Bagi pembaca, gambaran ini memperlihatkan bahwa kedekatan yang sama dapat berada di dua sisi hari, dengan isi yang berlawanan. Orang dapat membandingkan sebutannya hari ini untuk orang yang paling dekat dengannya dengan apa yang akan dikatakannya tentang orang itu ketika alasan untuk menjaga kedekatan sudah tidak ada.
  • Ayat ini memakai kata kemudian untuk memisahkan dua waktu: kehidupan dunia, lalu hari Kiamat. Rasa sayang yang dibangun lewat berhala ditempatkan di waktu pertama saja, dan ayat tidak menyebut bahwa rasa sayang itu ikut ke waktu kedua. Di 16:27 hari Kiamat juga datang sesudah kata kemudian, dan di sana Dia menghinakan mereka serta bertanya di mana sekutu-sekutu-Ku. Pembaca yang menimbang sebuah ikatan dapat memperhatikan ukuran waktunya. Sebuah hubungan yang hanya hidup selama kepentingan bersama masih ada akan tercatat sebagai milik waktu yang mana, dan adakah ikatan lain yang dibawa ke waktu yang berikutnya?
  • Ayat ini menutup dengan ketiadaan penolong. Di 29:22 kalimat serupa diawali (وَمَا لَكُمْ مِنْ, wa-maa lakum min) yang berarti "dan tidak ada bagi kalian dari", lalu menyebut pelindung dan penolong selain Allah. Kedua ayat berada dalam satu surah, dan kata untuk penolongnya berbeda bentuk. Ayat 29:25 menghitung penolong dari sisi orang-orang yang tadi saling menyayangi, dan hasilnya kosong. Pembaca dapat menaruh dua ayat itu berdampingan dan menanyakan siapa yang dihitungnya sebagai penolong dalam keadaan paling sulit. Bila daftar itu berisi orang-orang yang sama-sama menjadikan sesuatu selain Allah sebagai ikatan, pandangan pada hari itu tidak menemukan tempat untuk beralih.
  • Ayat ini memakai kata kalian dari kalimat pertama sampai kalimat terakhir, dan tidak sekali pun beralih ke mereka. Orang yang diajak bicara berada di ruang yang sama dengan orang yang digambarkan, sehingga peringatan itu sampai kepada pendengarnya sebagai sesuatu yang menyangkut dirinya. Kata selain Allah di awal kalimat menaruh Allah sebagai pembanding bagi apa pun yang dijadikan ikatan, dan Dia tidak disebut lagi sesudahnya. Pembaca dapat memeriksa cara sebuah teguran yang memakai kata kalian diterimanya: sebagai sesuatu yang dialamatkan kepada orang lain yang kebetulan terdengar, atau kepada dirinya sendiri yang sedang mendengarnya?
  • Ayat 29:25 diucapkan sebelum hari yang disebutnya, kepada orang yang masih berada dalam kehidupan dunia. Karena itu seluruh isinya berbentuk kabar tentang masa depan dan tidak berbentuk pengadilan. Ayat 29:24 menutup dengan tanda-tanda bagi kaum yang beriman, dan 29:23 menyebut mereka yang kufur terhadap tanda-tanda Allah dan pertemuan dengan-Nya berputus asa dari rahmat-Ku. Ucapan di 29:25 jatuh di antara dua hal itu, dan tidak mengunci siapa pun ke satu sisi. Pembaca dapat bertanya apa yang ia lakukan dengan sebuah peringatan yang disampaikan selagi pintu keputusan masih terbuka, dan kapan ia menganggapnya selesai dibaca?