فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ ۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Maka Lut beriman kepadanya. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berhijrah kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَآمَنَ لَهُ لُوطٌfa-aamana lahu luuthunmaka Lut beriman kepadanya
- وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيwa-qaala innii muhaajirun ilaa rabbiiia berkata, sesungguhnya aku berhijrah kepada Tuhanku
- إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُinnahu huwa l-'aziizu l-hakiimusesungguhnya Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah
Terjemahan per kata (12 kata)
- فَآمَنَfa-aamanamaka beriman
- لَهُlahubaginya
- لُوطٌluuthunLut
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- مُهَاجِرٌmuhaajirunyang berhijrah
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- هُوَhuwaDialah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
Bentuk persis (مُهَاجِرٌ, muhaajirun) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:26.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (فَآمَنَ, fa-aamana) yang berarti "maka ia beriman" berakar أ-م-ن, dan sasarannya dipasang dengan huruf li, yaitu (لَهُ, lahu) yang berarti "baginya", sehingga terjemahan memakai "kepadanya". Susunan kata kerja beriman, li, dan kata ganti "dia" ada di dua ayat lain, yaitu 20:71 dan 26:49, (آمَنْتُمْ لَهُ, aamantum lahu) yang berarti "kalian beriman kepadanya". Dengan nama orang susunan itu ada di 10:83, (آمَنَ لِمُوسَىٰ, aamana li-muusaa) yang berarti "beriman kepada Musa". Di keempat ayat itu yang dipercayai adalah seseorang, dan terjemahan memakai "beriman kepada" di semuanya.
Nama (لُوطٌ, luuthun) yang berarti "Lut" muncul di empat ayat dalam surah ini, yaitu 29:26, 29:28, 29:32, dan 29:33. Di ayat ini namanya muncul pertama kali di surah ini, sebagai pelaku kata kerja beriman.
Kata (وَقَالَ, wa-qaala) yang berarti "dan ia berkata" tidak menyebut nama pembicaranya. Nama terdekat di ayat ini adalah Lut, sedangkan ucapan di 29:25 berasal dari pembicara yang kaumnya disebut di 29:24. Ayat ini tidak memilih salah satunya, dan terjemahan memakai "ia" tanpa nama, sama seperti Arabnya. Ucapan yang mirip tercatat di 37:99, (إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي, innii dzaahibun ilaa rabbii) yang berarti "sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku", dan pembicaranya di sana Ibrahim, yang disebut di 37:83.
Kata (مُهَاجِرٌ, muhaajirun) yang berarti "yang berhijrah" berakar ه-ج-ر dan dipakai di sini dengan makna "orang yang berhijrah", sehingga (إِنِّي مُهَاجِرٌ, innii muhaajirun) diterjemahkan "sesungguhnya aku berhijrah". Bentuk persis ini hanya ada di 29:26. Kata benda pelaku dari akar yang sama muncul di delapan ayat, yaitu 4:100, 9:100, 9:117, 24:22, 29:26, 33:6, 59:8, dan 60:10. Di 4:100 tujuan perpindahannya disebut dengan huruf yang sama, (مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ, muhaajiran ilaa llaahi) yang berarti "berhijrah kepada Allah". Di 29:26 tujuannya (إِلَىٰ رَبِّي, ilaa rabbii) yang berarti "kepada Tuhanku", dan tidak ada nama tempat di ayat ini.
Kata (رَبِّي, rabbii) yang berarti "Tuhanku" berakar ر-ب-ب dan dipakai sebagai tujuan perpindahan, lalu kata ganti -hu pada (إِنَّهُ, innahu) yang berarti "sesungguhnya Dia" menunjuk Tuhan yang disebut pada kalimat sebelumnya. Di kalimat itu kata (هُوَ, huwa) yang berarti "Dia" berdiri sendiri di antara innahu dan kedua nama, sehingga terjemahan memakai akhiran -lah, "Dialah".
Pasangan (الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, l-'aziizu l-hakiimu) yang berarti "Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah" muncul 29 kali di seluruh Al-Qur'an dengan akhiran kata menyesuaikan kalimatnya, 24 kali di antaranya berakhiran persis seperti di ayat ini, antara lain di 2:129, 3:6, dan 3:18. Rangkaian (إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, innahu huwa l-'aziizu l-hakiimu) yang berarti "sesungguhnya Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah" lengkap dengan innahu hanya ada di 29:26. Kedua nama itu dipakai lagi dalam surah yang sama di 29:42, (وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ, wa-huwa l-'aziizu l-hakiimu) yang berarti "dan Dialah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah".
Tafsiran
Ayat ini menaruh tiga hal berdampingan sesudah ucapan panjang di 29:16 sampai 29:25: seorang yang beriman, sebuah pernyataan berhijrah, dan dua nama Tuhan. Ayat sebelumnya memuat jawaban kaum itu berupa ancaman di 29:24 dan gambaran ikatan serta tempat tinggal mereka di 29:25. Ayat 29:26 menyambung dengan fa dan langsung menyebut satu orang yang beriman, tanpa kata yang menandai waktunya. Ayat ini tidak mengatakan apakah orang itu beriman sebelum atau sesudah jawaban di 29:24, dan tidak menyebut jumlah orang lain yang beriman.
Dua tujuan muncul berdekatan di ayat 29:25 dan 29:26. Di 29:25 tempat tinggal kaum itu adalah api, dan di 29:26 pembicara menyatakan sedang menuju Tuhannya. Dapat dibaca bahwa kedua ayat itu menaruh dua arah yang berlainan di sisi satu sama lain, meskipun ayat 29:26 tidak menyebut api dan tidak membandingkannya.
Pernyataan berhijrah di ayat ini tidak memuat permintaan apa pun. Isinya ada dua kalimat: aku menuju Tuhanku, dan Dia Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah. Ayat 29:30 memuat permintaan, (رَبِّ انْصُرْنِي, rabbi nshurnii) yang berarti "Tuhanku, tolonglah aku", sehingga di surah yang sama ada ucapan yang hanya menyatakan arah dan ada ucapan yang meminta pertolongan. Kedua nama penutup ayat ini kemudian dipakai lagi di 29:42 dengan pokok yang lain, yaitu pengetahuan Allah tentang apa yang disembah selain Dia.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:24 menutup dengan tanda-tanda bagi kaum yang beriman, dan 29:26 menyebut satu nama yang beriman, yaitu Lut. Sebelum itu ada jawaban berupa ancaman dan ucapan tentang ikatan yang akan berbalik, tetapi ayat ini tidak mencatat berapa banyak yang menyertainya. Satu nama sudah cukup untuk dicatat. Pembaca yang pernah berada di tengah orang yang tidak sependapat dapat menimbang bahwa catatan itu tidak mengukur jumlah pengikut. Bila seluruh lingkungannya memilih jawaban yang lain, apakah namanya akan tetap tercatat sebagai satu nama yang beriman, atau pembaca itu menunggu nama lain muncul lebih dulu?
- Pembicara di ayat ini menyebut tujuannya dengan kata Tuhanku dan tidak menyebut kota, negeri, atau jalan. Di 4:100 tujuan berhijrah disebut dengan nama Allah dan Rasul-Nya, juga tanpa nama tempat. Kata kepada di sini menunjuk sebuah pihak, sedangkan tempatnya tidak disebut. Pembaca yang berpindah dari sesuatu, entah pekerjaan, lingkungan, atau kebiasaan, dapat memperhatikan jawabannya atas pertanyaan tentang tujuan itu. Bila ditanya pindah ke mana, jawaban berupa alamat dan jawaban berupa pihak yang dituju terdengar berbeda di telinga orang yang bertanya.
- Sesudah menyatakan berhijrah, pembicara menutup dengan dua nama, Sang Digdaya dan Sang Penuh Hikmah, dan tidak dengan keluhan atau hitungan tentang apa yang ditinggalkan. Pasangan itu tercatat di 24 ayat dengan akhiran kata yang sama seperti ini, dan di 29:26 pasangan itu menutup pernyataan seseorang tentang perpindahan dirinya sendiri. Pembaca dapat memeriksa bagaimana kalimat-kalimatnya sendiri berakhir pada saat mengambil keputusan besar. Apakah kalimat itu ditutup dengan menyebut Dia, atau dengan menghitung apa yang hilang?
- Ayat ini menyebut Lut beriman kepada seseorang, dan tidak merinci apa yang didengar, dilihat, atau dialaminya sebelum itu. Di 10:83, 20:71, dan 26:49 susunan yang sama dipakai untuk iman kepada Musa, dan di tiga ayat itu pun sebabnya tidak dirinci. Kata kerjanya dicatat sebagai peristiwa, dan alasannya tidak ikut dicatat. Pembaca dapat menanyakan siapa saja yang ucapannya dipercayainya, dan apa yang dilihatnya pada mereka sebelum percaya. Alasan itu dapat diperiksa satu per satu, dan pemeriksaan itu memperlihatkan apakah kepercayaan bertumpu pada alasan atau sudah ada lebih dulu.
- Ayat 29:24 menyebut Allah menyelamatkan dia dari api, ayat 29:25 menyebut api sebagai tempat tinggal kaum itu, dan 29:26 menyebut seorang pembicara menuju Tuhannya. Tiga ayat berurutan menaruh api, tempat tinggal, dan Tuhan dalam jarak tiga kalimat. Teksnya tidak menyatakan bahwa Lut atau pembicara di ayat ini sedang menghindari api. Pembaca dapat menaruh ketiganya berdampingan dan menimbang bagaimana arah sebuah hidup dicatat ketika tiga pilihan itu bertetangga. Bila pilihan itu ditulis sebagai tiga alamat, mana yang dianggap miliknya sekarang?
- Pernyataan di 29:26 tidak meminta apa pun kepada Tuhan, hanya menyebut arah dan dua nama. Di 29:30 ada ucapan yang meminta, dan permintaan itu datang sesudah tantangan yang keras di 29:29. Kedua ucapan itu dicatat dengan isi yang berbeda, satu menyatakan dan satu memohon, dan keduanya diarahkan kepada Tuhan. Pembaca dapat melihat bahwa menyebut nama Tuhan tidak selalu berbentuk permintaan. Kapan terakhir kali pembaca berbicara kepada Tuhannya hanya untuk menyatakan ke mana langkahnya menuju dan siapa yang dituju?