وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ وَآتَيْنَاهُ أَجْرَهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

Dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub, dan Kami jadikan pada keturunannya kenabian dan Kitab, dan Kami beri pahalanya di dunia; dan sesungguhnya di akhirat ia benar-benar termasuk orang-orang saleh.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَwa-wahabnaa lahu ishaaqa wa-ya'quubadan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub
  2. وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَwa-ja'alnaa fii dzurriyyatihi n-nubuwwata wa-l-kitaabadan Kami jadikan pada keturunannya kenabian dan Kitab
  3. وَآتَيْنَاهُ أَجْرَهُ فِي الدُّنْيَاwa-aataynaahu ajrahu fii d-dunyaadan Kami beri pahalanya di dunia
  4. وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَwa-innahu fii l-aakhirati la-mina sh-shaalihiinadan sesungguhnya di akhirat ia benar-benar termasuk orang-orang saleh

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَوَهَبْنَاwa-wahabnaadan Kami menganugerahkan
  2. لَهُlahubaginya
  3. إِسْحَاقَishaaqaIshaq
  4. وَيَعْقُوبَwa-ya'quubadan Yaqub
  5. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  6. فِيfiipada
  7. ذُرِّيَّتِهِdzurriyyatihiketurunannya
  8. النُّبُوَّةَn-nubuwwatakenabian
  9. وَالْكِتَابَwa-l-kitaabadan Kitab
  10. وَآتَيْنَاهُwa-aataynaahudan Kami memberinya
  11. أَجْرَهُajrahupahalanya
  12. فِيfiidi
  13. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  14. وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya ia
  15. فِيfiidi
  16. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  17. لَمِنَla-minasungguh termasuk
  18. الصَّالِحِينَsh-shaalihiinaorang-orang saleh

Inti bacaan

Kalimat (وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ, wa-innahu fii l-aakhirati la-mina sh-shaalihiina) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:130, 16:122, dan 29:27.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (وَوَهَبْنَا, wa-wahabnaa) yang berarti "dan Kami menganugerahkan" berakar و-ه-ب. Rangkaian (وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ, wa-wahabnaa lahu ishaaqa wa-ya'quuba) yang berarti "dan Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub" dengan huruf wa di depannya muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:84, 21:72, dan 29:27. Kata kerja yang sama dengan dua nama itu ada juga tanpa wa di 19:49, (وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ, wahabnaa lahu ishaaqa wa-ya'quuba) yang berarti "Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub", sehingga empat ayat memuat kata kerja ini bersama dua nama itu, yaitu 6:84, 19:49, 21:72, dan 29:27. Ayat 29:27 tidak menyebut nama penerimanya, dan kata ganti -hu pada (لَهُ, lahu) yang berarti "baginya" mengikuti ayat sebelumnya. Di 6:84 ayat sebelumnya, yaitu 6:83, menyebut Ibrahim, dan di 14:39 Ibrahim sendiri, yang berbicara sejak 14:35, berkata (الَّذِي وَهَبَ لِي, lladzii wahaba lii) yang berarti "yang telah menganugerahkan kepadaku", sebelum menyebut Ismail dan Ishaq.

Rangkaian (وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ, wa-ja'alnaa fii dzurriyyatihi n-nubuwwata wa-l-kitaaba) yang berarti "dan Kami jadikan pada keturunannya kenabian dan Kitab" hanya ada di 29:27. Pasangan (النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ, n-nubuwwata wa-l-kitaaba) yang berarti "kenabian dan Kitab" muncul di dua ayat, yaitu 29:27 dan 57:26. Ayat 57:26 memakai (ذُرِّيَّتِهِمَا, dzurriyyatihimaa) yang berarti "keturunan keduanya", dan keduanya Nuh dan Ibrahim yang disebut di awal ayat itu, sedangkan 29:27 memakai akhiran -hi untuk satu orang. Kata (النُّبُوَّةَ, n-nubuwwata) yang berarti "kenabian" berakar ن-ب-أ dan muncul lima kali, yaitu di 3:79, 6:89, 29:27, 45:16, dan 57:26.

Kata (أَجْرَهُ, ajrahu) yang berarti "pahalanya" berakar أ-ج-ر. Kata yang sama dengan kata ganti "mereka" diterjemahkan "pahala mereka" di 28:54, (أَجْرَهُمْ, ajrahum), dan di 39:10, (أَجْرَهُمْ, ajrahum), sehingga 29:27 memakai "pahalanya" dan tidak memakai "balasannya". Kata kerja (وَآتَيْنَاهُ, wa-aataynaahu) yang berarti "dan Kami memberinya" berpelaku "Kami", sama seperti dua kata kerja sebelumnya di ayat ini. Di 16:122 kata kerja yang sama memberikan (وَآتَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً, wa-aataynaahu fii d-dunyaa hasanatan) yang berarti "dan Kami memberinya kebaikan di dunia", sedangkan di 29:27 kata kerja itu memberikan pahalanya.

Kalimat penutup (وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ, wa-innahu fii l-aakhirati la-mina sh-shaalihiina) yang berarti "dan sesungguhnya di akhirat ia benar-benar termasuk orang-orang saleh" muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:130, 16:122, dan 29:27. Di 2:130 penerimanya Ibrahim, yang disebut dalam ayat yang sama, dan yang diberikan di dunia adalah (اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا, shthafaynaahu fii d-dunyaa) yang berarti "Kami telah memilihnya di dunia". Di 16:122 penerimanya juga Ibrahim, yang disebut di 16:120. Dalam ketiga ayat itu yang disebut di dunia berbeda, dan kalimat tentang akhiratnya sama. Ayat 29:27 menyambung tiga pemberian dengan wa dan tidak mengatakan apakah pahala di dunia mencakup Ishaq dan Ya'qub atau berdiri sendiri.

Tafsiran

Ayat ini memuat tiga pemberian dan satu pernyataan tentang akhirat yang disusun berurutan. Pemberian pertama adalah dua nama, Ishaq dan Ya'qub, pemberian kedua adalah kenabian dan Kitab yang diletakkan pada keturunan, dan pemberian ketiga adalah pahala di dunia. Pelaku ketiga kata kerja itu adalah Kami, dan penerimanya dirujuk dengan kata ganti -hu yang bersambung dari ayat sebelumnya. Pernyataan terakhir berbeda bentuknya karena tidak lagi memakai Kami dan berbicara tentang kedudukan penerimanya di akhirat.

Ayat ini menyusul pernyataan di 29:26 tentang berhijrah kepada Tuhan, dan dapat dibaca bahwa pemberian di 29:27 mengikuti pernyataan itu. Ayat 29:27 sendiri tidak menyebut sebab pemberian, dan tidak mengatakan bahwa hijrah itu yang menyebabkannya. Ayat 29:25 dan 29:27 sama-sama menyusun dunia lalu waktu sesudahnya. Di 29:25 dunia memuat rasa sayang yang dibangun lewat berhala dan hari Kiamat memuat pembalikannya, sedangkan di 29:27 dunia memuat pahala dan akhirat memuat kedudukan orang saleh. Dua ayat itu memakai kata dunia yang sama, dan waktu sesudahnya berisi hal yang berlawanan.

Ayat 29:27 memuat pemberian tanpa peringatan, sedangkan 29:25 memuat peringatan tanpa pemberian. Kedua ayat berada dalam satu rangkaian yang dibuka di 29:16, tempat Ibrahim berbicara kepada kaumnya, dan keduanya menyebut apa yang menunggu di sisi dunia dan di sisi sesudahnya. Sesudah 29:27, ayat 29:28 berpindah ke Lut dan kaumnya, sehingga kisah tentang pemberian kepada seseorang berhenti di ayat ini.

Renungan dan Hikmah

  • Pelaku tiga kata kerja di ayat ini adalah Kami, dan di 14:39 Ibrahim menyebut Allah sebagai yang menganugerahkan kepadanya anak pada usia tua, dengan kata kerja yang sama. Ayat 29:27 tidak menyebut jasa penerima sebagai harga bagi pemberian itu. Pembaca dapat memandang anggota keluarganya dengan pertanyaan yang sama dengan ayat ini: apakah mereka tercatat sebagai pemberian atau sebagai hasil usahanya? Dan bila sebagai pemberian, apa yang berubah dalam cara memperlakukan mereka hari ini, dan kepada siapa terima kasih itu diarahkan?
  • Ayat ini menaruh kenabian dan Kitab pada keturunan, dan 57:26 menambahkan bahwa di antara mereka ada yang mendapat petunjuk dan banyak yang fasik. Kedua ayat dapat dibaca berdampingan: sesuatu diletakkan pada sebuah keluarga, dan tidak setiap anggotanya memegang isinya. Kata keturunan di 29:27 menjadi tempat peletakan, sedangkan isinya dicatat di 57:26 sebagai sesuatu yang diterima orang per orang. Pembaca yang mewarisi nama, kebiasaan, atau keyakinan dari keluarganya dapat menimbang apa saja yang diterima begitu saja, dan apa saja yang harus dipegangnya sendiri. Apa yang dipegangnya hari ini, selain karena diwariskan kepadanya?
  • Ayat ini memuat pahala di dunia dan kedudukan di akhirat dalam dua kalimat terpisah yang disambung wa. Kalimat pertama berpelaku Kami, dan kalimat kedua berbicara tentang penerimanya. Pahala di dunia tidak ditulis sebagai pengganti kedudukan di akhirat, dan kedudukan di akhirat tidak ditulis sebagai kelanjutan pahala di dunia. Pembaca dapat melihat bahwa keduanya disebut tanpa saling menghapus. Orang yang menerima sesuatu yang baik hari ini dapat menimbang apakah hal itu diperlakukan sebagai seluruh yang diterimanya atau sebagai bagian dari catatan yang lebih panjang.
  • Ketiga pemberian di ayat ini memakai tiga kata kerja yang berbeda: menganugerahkan, menjadikan, dan memberi. Menganugerahkan untuk dua nama, menjadikan untuk kenabian dan Kitab, memberi untuk pahala. Ketiganya berpelaku Kami dan disambung dengan wa tanpa kata penghubung lain. Ayat ini tidak mengurutkannya dari yang kecil ke yang besar. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana hal-hal baik yang datang kepadanya disebut dalam hatinya: dengan satu kata yang sama untuk semuanya, atau dengan kata yang membedakan sifat tiap pemberian? Apakah ada saat Dia yang memberikannya ikut disebut ketika hal-hal itu dihitung?
  • Pernyataan tentang akhirat di ayat ini tidak memakai Kami, dan memakai kata sesungguhnya yang berbicara tentang penerimanya. Kalimat yang sama bunyinya di 2:130 dan 16:122 menaruh pernyataan itu sesudah pemberian lain di dunia, yaitu pilihan dan kebaikan. Tiga ayat itu menutup dengan kalimat yang bunyinya sama sesudah tiga pemberian yang berbeda. Pembaca dapat membandingkannya dengan cara menutup sebuah daftar syukur: dengan hitungan tentang apa yang sudah diperoleh, atau dengan kalimat tentang kedudukan yang menunggu sesudah semuanya? Bila hanya salah satunya yang diucapkan, separuh catatan tertinggal tanpa disebut.
  • Ayat 29:26 ditutup dengan ucapan seseorang yang menyebut Tuhanku dan dua nama-Nya, lalu 29:27 berganti pelaku menjadi Kami dan memuat tiga pemberian. Dua ayat berurutan itu tidak dihubungkan kata yang menyatakan sebab. Ucapan di 29:26 berisi arah, dan isi 29:27 berupa anugerah, kenabian, Kitab, dan pahala. Teksnya tidak menyebut bahwa pemberian itu jawaban atas ucapan. Pembaca dapat menaruh dua ayat itu berdampingan dan bertanya bagaimana sebuah ucapan kepada Tuhan terasa ketika jawabannya datang dalam bentuk yang tidak diminta, dan apakah pembaca itu akan mengenalinya sebagai jawaban atau sebagai peristiwa biasa yang kebetulan mengikutinya?