وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
Dan Lut, ketika berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kalian benar-benar melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِwa-luuthan idz qaala li-qawmihidan Lut, ketika berkata kepada kaumnya
- إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَinnakum la-ta'tuuna l-faahisyata maa sabaqakum bihaa min ahadin mina l-'aalamiinasesungguhnya kalian benar-benar melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَلُوطًاwa-luuthandan Lut
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- لَتَأْتُونَla-ta'tuunasungguh kalian mendatangi
- الْفَاحِشَةَl-faahisyatakekejian
- مَاmaatidaklah
- سَبَقَكُمْsabaqakummendahului kalian
- بِهَاbihaapadanya
- مِنْmindari
- أَحَدٍahadinseorang pun
- مِنَminadari
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Rangkaian (مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ, maa sabaqakum bihaa min ahadin mina l-'aalamiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:80 dan 29:28.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلُوطًا إِذْ, wa-luuthan idz) yang berarti "dan Lut, ketika". Nama Lut di sini tidak didahului kata kerja apa pun, dan terjemahan karena itu tidak menambahkan "Kami utus" atau "ingatlah". Rangkaian (وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, wa-luuthan idz qaala li-qawmihi) yang berarti "dan Lut, ketika berkata kepada kaumnya" muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:80, 27:54, dan 29:28. Kata kerja (قَالَ لِقَوْمِهِ, qaala li-qawmihi) yang berarti "berkata kepada kaumnya" muncul enam kali dalam bentuk yang sama, yaitu di 7:80, 10:71, 27:54, 29:16, 29:28, dan 37:124. Di surah ini bentuk itu membuka ucapan dua orang, (إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, idz qaala li-qawmihi) yang berarti "ketika berkata kepada kaumnya" di 29:16 dan ucapan Lut di 29:28.
Bagian (إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ, innakum la-ta'tuuna) yang berarti "sesungguhnya kalian benar-benar mendatangi" memakai kata kerja (تَأْتُونَ, ta'tuuna) dari akar أ-ت-ي dalam bentuk yang sedang berlangsung. Bentuk (لَتَأْتُونَ, la-ta'tuuna) muncul empat kali, yaitu di 7:81, 27:55, 29:28, dan 29:29. Di 7:81, 27:55, dan 29:29 objeknya (لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ, la-ta'tuuna r-rijaala) yang berarti "para lelaki", sedangkan di 29:28 objeknya (الْفَاحِشَةَ, l-faahisyata) yang berarti "perbuatan keji". Terjemahan 29:28 memakai "melakukan" untuk objek perbuatan, seperti untuk (يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ, ya'tiina l-faahisyata) yang berarti "melakukan perbuatan keji" di 4:15.
Kata (الْفَاحِشَةَ, l-faahisyata) berakar ف-ح-ش dan bentuk persisnya muncul empat kali, yaitu di 4:15, 7:80, 27:54, dan 29:28. Di 7:80 dan 27:54 kata itu mengikuti (أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ, a-ta'tuuna l-faahisyata) yang berarti "apakah kalian mengerjakan perbuatan keji", dalam bentuk pertanyaan. Di tiga tempat, yaitu 7:80 dan 7:81, 27:54 dan 27:55, serta 29:28 dan 29:29, ayat yang menyebut perbuatan keji disusul ayat yang menyebut mendatangi lelaki. Ayat 29:28 sendiri tidak mengatakan apa isi perbuatan keji itu, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan.
Bagian ayat (مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ, maa sabaqakum bihaa min ahadin mina l-'aalamiina) yang berarti "yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam" hanya ada di dua ayat, yaitu 7:80 dan 29:28. Kata (سَبَقَكُمْ, sabaqakum) berakar س-ب-ق dan berarti "mendahului kalian", dan bentuk persis itu juga hanya ada di 7:80 dan 29:28. Di 7:80 bagian ayat itu mengikuti pertanyaan, dan di 29:28 bagian itu mengikuti pernyataan yang diperkuat dengan (إِنَّكُمْ, innakum) dan awalan la pada kata kerja. Kata (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) yang berarti "seisi alam" diterjemahkan sama di 7:80, yaitu "di antara seisi alam".
Tanda kutip ucapan Lut dibuka di ayat ini dan belum ditutup. Ucapannya berlanjut ke 29:29, yang dibuka dengan (أَئِنَّكُمْ, a-innakum) dan kata kerja yang sama.
Tafsiran
Ayat ini membuka bagian baru surah dengan teguran yang memuat dua pernyataan. Pernyataan pertama menyebut kaum itu mengerjakan perbuatan keji, dan pernyataan kedua menyebut bahwa tidak seorang pun sebelum mereka mengerjakannya. Ucapan ini belum selesai di 29:28, karena 29:29 melanjutkannya dengan pertanyaan yang menyebut apa yang dikerjakan kaum itu. Di 29:28 teguran itu berupa pernyataan umum, dan 29:29 menambahkan rincian dalam bentuk pertanyaan.
Di 7:80 bagian yang sama datang sesudah pertanyaan, sedangkan di 29:28 datang sesudah pernyataan. Di 29:28 dan 29:29 kedua bentuk itu berada dalam satu ucapan: pernyataan dulu, lalu pertanyaan. Perbandingan "sebelum kalian di antara seisi alam" memperlebar ukuran teguran. Kaum itu dibandingkan dengan semua yang mendahului mereka, tanpa menyebut kaum tertentu atau masa tertentu.
Dalam alur surah, 29:28 membuka kisah kedua tentang seorang pembicara dan kaumnya. Kisah pertama dibuka di 29:16 dengan pola yang sama, ketika Ibrahim berkata kepada kaumnya, dan kisah kedua dibuka dengan pola itu pula di 29:28. Kedua ucapan itu dijawab dengan pola yang sama pula, yaitu (فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا, fa-maa kaana jawaaba qawmihi illaa an qaaluu) yang berarti "maka tidak ada jawaban kaumnya kecuali mereka berkata", di 29:24 dan 29:29.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut perbuatan yang tidak pernah dilakukan seorang pun sebelum kaum itu, di antara seisi alam. Ukuran itu menutup sebuah pembelaan yang mudah diucapkan, yaitu bahwa orang lain sudah lebih dulu melakukannya. Teks ini tidak menyebut apakah ukuran yang sama berlaku bagi perbuatan lain. Pembaca dapat menimbang bagaimana sebuah kebiasaan dinilai ketika pendahulu yang bisa ditunjuk tidak ada. Bila alasan yang dipakai selama ini berbunyi orang lain juga mengerjakannya, apa yang tersisa sebagai alasan ketika daftar pendahulu itu kosong?
- Kata kerja di ayat ini berbentuk sedang berlangsung, sehingga teguran dapat dibaca menyangkut perbuatan yang sedang dikerjakan pada saat Lut berbicara. Ayat 29:28 tidak menyebut kapan perbuatan itu bermula atau berapa lama berjalan. Teguran seperti ini berbeda dari teguran atas satu kejadian, sebab yang ditegur dapat dibaca sebagai pola yang sedang berjalan. Pembaca dapat membedakan antara satu kesalahan yang sudah lewat dan kebiasaan yang berlangsung hari ini, dan memeriksa kebiasaan mana yang masih berjalan tanpa pernah ditegur. Pembaca dapat memeriksa kebiasaan yang masih berjalan dan belum pernah ditanyai alasannya.
- Ayat 29:28 dan 29:16 membuka ucapan dengan susunan yang sama, yaitu ketika berkata kepada kaumnya. Di 29:16 pembicaranya Ibrahim, yang menyeru kaumnya untuk mengabdi kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, dan di 29:28 pembicaranya Lut, yang menegur kaumnya. Dua pembicara itu berbicara kepada orang-orang yang disebut milik mereka, kaumnya. Pembaca dapat menimbang beratnya berbicara kepada lingkungan sendiri, tempat penerima dan pembicara saling mengenal. Kepada siapa teguran paling sulit disampaikan, dan apakah kedekatan membuatnya lebih mudah atau lebih berat?
- Teguran di ayat ini tidak menyebut nama Allah sama sekali. Nama itu baru hadir dalam jawaban kaum itu di 29:29, yang menyebut azab Allah, dan dalam doa di 29:30 yang menyebut Tuhanku. Ucapan yang menyentuh perbuatan manusia dan menyebut ukuran seisi alam dapat berjalan tanpa nama-Nya, dan kaum itu sendiri yang membawa nama itu masuk lewat jawabannya. Pembaca dapat memperhatikan kapan nama Tuhan masuk ke dalam percakapan tentang perilaku, dan siapa yang pertama menyebutnya. Dalam percakapannya sendiri, nama itu dapat hadir sejak awal, dan dapat pula baru muncul ketika seseorang menantang.
- Surah ini memuat dua ayat dengan akar kata yang sama untuk keji. Ayat 29:28 memakai l-faahisyata, dan 29:45 memakai (الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ, l-fahsyaa'i wa-l-munkari) yang berarti "perbuatan keji dan mungkar", yaitu hal yang dicegah oleh salat, lalu ditutup dengan pernyataan bahwa mengingat Allah itu lebih besar dan Allah mengetahui apa yang kalian perbuat. Kata mungkar muncul di 29:29 dan di 29:45, jadi dua kata itu berdampingan dalam surah yang sama di dua tempat. Pembaca dapat menaruh kedua tempat itu berdampingan: teguran Lut berhenti pada penyebutan, sedangkan 29:45 menyebut apa yang mencegah. Apa yang paling sering menahan dirinya dari perbuatan yang dinilai keji, teguran dari luar atau ingatan kepada Allah?
- Ayat ini berhenti di tengah ucapan, karena tanda kutipnya belum ditutup dan 29:29 melanjutkannya. Pembaca yang berhenti di 29:28 hanya mendengar dua pernyataan umum, tanpa rincian dan tanpa jawaban kaum itu. Sebuah teguran yang dipotong di tengah dapat meninggalkan kesan yang berbeda dari teguran yang diterima sampai tuntas. Pembaca dapat memperhatikan kapan ia menyimpulkan sesuatu tentang seseorang setelah mendengar separuh ucapannya. Seberapa sering penilaian itu berubah ketika separuh yang lain didengar, dan apakah pembaca itu menunggu sampai ayat berikutnya?