وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ

Dan ketika para utusan Kami datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka berkata, "Sesungguhnya kami akan membinasakan penduduk negeri ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim."

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰwa-lammaa jaa'at rusulunaa ibraahiima bi-l-busyraadan ketika para utusan Kami datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira
  2. قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِqaaluu innaa muhlikuu ahli haadzihi l-qaryatimereka berkata, sesungguhnya kami akan membinasakan penduduk negeri ini
  3. إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَinna ahlahaa kaanuu zhaalimiinasesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
  2. جَاءَتْjaa'atdatang
  3. رُسُلُنَاrusulunaarasul-rasul Kami
  4. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  5. بِالْبُشْرَىٰbi-l-busyraadengan kabar gembira
  6. قَالُواqaaluumereka berkata
  7. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  8. مُهْلِكُوmuhlikuuyang membinasakan
  9. أَهْلِahlikalangan
  10. هَٰذِهِhaadzihiini
  11. الْقَرْيَةِl-qaryatinegeri
  12. إِنَّinnasesungguhnya
  13. أَهْلَهَاahlahaapenduduknya
  14. كَانُواkaanuumereka adalah
  15. ظَالِمِينَzhaalimiinaorang-orang yang zalim

Inti bacaan

Susunan (جَاءَتْ رُسُلُنَا, jaa'at rusulunaa) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:69, 11:77, 29:31, dan 29:33.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا, wa-lammaa jaa'at rusulunaa) yang berarti "dan ketika para utusan Kami datang". Susunan (وَلَمَّا جَاءَتْ, wa-lammaa jaa'at) muncul dua kali, yaitu di 11:77 dan 29:31. Bentuk (جَاءَتْ رُسُلُنَا, jaa'at rusulunaa) muncul empat kali di dua surah, yaitu 11:69, 11:77, 29:31, dan 29:33, dan keempatnya menuturkan kedatangan kepada Ibrahim atau kepada Lut. Di 11:69 susunan itu dibuka dengan (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh", sedangkan 29:31 memakai wa-lammaa yang membuka anak kalimat waktu, sehingga jawabannya baru datang pada kata kerja (قَالُوا, qaaluu) di tengah ayat. Kata (رُسُلُنَا, rusulunaa) berakar ر-س-ل dan tersusun dari rusul, bentuk jamak yang berarti "para utusan", ditambah akhiran -naa yang berarti "Kami". Pemilik para utusan itu disebut di 11:81, tempat mereka memperkenalkan diri kepada Lut dengan (إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ, innaa rusulu rabbika) yang berarti "sesungguhnya kami utusan-utusan Tuhanmu".

Kata (بِالْبُشْرَىٰ, bi-l-busyraa) yang berarti "dengan membawa kabar gembira" tersusun dari huruf (بِ, bi-) yang berarti "dengan", kata sandang al-, dan busyraa yang berakar ب-ش-ر. Sesudah kata kerja datang, huruf bi- menunjuk benda yang dibawa, seperti di 6:160, (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ, man jaa'a bi-l-hasanati) yang berarti "siapa yang membawa kebaikan". Kata busyraa muncul empat belas kali di dua belas surah, yaitu 2:97, 3:126, 8:10, 10:64, 11:69, 11:74, 12:19, 16:89, 16:102, 25:22, 27:2, 29:31, 39:17, dan 46:12, dan terjemahan memakai "kabar gembira" di semuanya. Kata sandang al- melekat pada busyraa di tiga ayat tentang Ibrahim. Di 11:69 bunyinya sama dengan 29:31, dan di 11:74 bunyinya (وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ, wa-jaa'at-hu l-busyraa) yang berarti "dan kabar gembira telah datang kepadanya". Isi kabar itu tidak ditulis di 29:31, sehingga terjemahan tidak menambahkan siapa yang digembirakan atau apa yang dikabarkan.

Kata (مُهْلِكُو, muhlikuu) yang berarti "yang akan membinasakan" berakar ه-ل-ك dan berupa bentuk pelaku dari kata kerja ahlaka, "membinasakan". Bentuk pelaku itu muncul enam kali di lima surah, yaitu 6:131, 7:164, 17:58, 28:59 (dua kali), dan 29:31. Di 6:131 dan 28:59 pelakunya Tuhanmu, dengan bunyi (مُهْلِكَ الْقُرَىٰ, muhlika l-quraa) yang berarti "yang membinasakan negeri-negeri". Di 28:59 bentuk jamaknya (مُهْلِكِي الْقُرَىٰ, muhlikii l-quraa) dipakai bersama "Kami". Di 29:31 pelakunya para utusan yang berbicara dengan "kami", dan sasarannya penduduk negeri itu, sedangkan di 6:131 dan 28:59 sasarannya negeri-negeri. Terjemahan memakai "akan membinasakan" karena 29:32 dan 29:34 masih menuturkan penyelamatan dan penurunan azab sebagai hal yang dijanjikan, antara lain (لَنُنَجِّيَنَّهُ, la-nunajjiyannahu) di 29:32 yang berarti "kami pasti akan menyelamatkan dia".

Kata (أَهْلِ, ahli) pada (أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ, ahli haadzihi l-qaryati) yang berarti "penduduk negeri ini" muncul bersama dua kata sesudahnya hanya dua kali, yaitu di 29:31 dan 29:34. Terjemahan memakai "penduduk" bila kata ahl bersandar pada sebuah negeri, seperti (أَهْلَ قَرْيَةٍ, ahla qaryatin) di 18:77 yang berarti "penduduk suatu negeri", dan memakai "keluarga" bila kata itu bersandar pada seseorang, seperti (وَأَهْلَهُ, wa-ahlahu) di 29:32. Kata ganti pada (أَهْلَهَا, ahlahaa) di ujung ayat ini kembali ke negeri itu, sehingga terjemahannya "penduduknya". Bunyi serupa muncul di tempat lain, yaitu (وَأَهْلُهَا, wa-ahluhaa) di 6:131, 11:117, dan 28:59, dan ketiganya diikuti sifat penduduk itu.

Pola sifat itu paling dekat dengan 29:31 di 28:59, (إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ, illaa wa-ahluhaa zhaalimuuna) yang berarti "kecuali penduduknya dalam keadaan zalim". Di 6:131 sifatnya (غَافِلُونَ, ghaafiluuna) yang berarti "lalai", dan di 11:117 sifatnya (مُصْلِحُونَ, mushlihuuna) yang berarti "orang-orang yang membangun kebaikan". Susunan (كَانُوا ظَالِمِينَ, kaanuu zhaalimiina) yang berarti "adalah orang-orang yang zalim" berakar ظ-ل-م dan muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:148, 8:54, dan 29:31. Di 7:148 sifat itu dikenakan pada kaum Musa yang membuat anak sapi, dan di 8:54 pada pengikut Firaun dan orang-orang sebelum mereka, dalam (وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَ, wa-kullun kaanuu zhaalimiina) yang berarti "dan semuanya adalah orang-orang yang zalim", sesudah kalimat yang menyebut Kami membinasakan mereka. Di 29:31 sifat itu menjadi alasan yang disampaikan bersama pemberitahuan pembinasaan, dan kata inna dipakai dua kali: yang pertama membuka pemberitahuan, yang kedua membuka alasan.

Tafsiran

Ayat ini memuat dua hal yang dibawa para utusan kepada Ibrahim: kabar gembira, yang disebut dalam anak kalimat waktu, dan keputusan atas penduduk sebuah negeri, yang menjadi ucapan pertama mereka. Isi kabar gembira itu dituturkan di ayat lain pada pertemuan yang sama. Di 11:71 bunyinya (فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ, fa-basysyarnaahaa bi-ishaaqa) yang berarti "maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang Ishaq", dan di 15:53 serta 51:28 bunyinya (بِغُلَامٍ عَلِيمٍ, bi-ghulaamin 'aliimin) yang berarti "dengan seorang anak yang berilmu". Ayat 29:27 dalam surah ini menyebut Ishaq dan Yakub diberikan kepada Ibrahim, tetapi 29:31 tidak menghubungkan kabar gembiranya dengan nama itu.

Di surah ini ayat tersebut berdiri sesudah tiga ayat tentang Lut. Pada 29:28 sampai 29:30 Lut menegur kaumnya, kaumnya menantang agar azab Allah didatangkan, dan Lut memohon pertolongan atas kaum yang berbuat kerusakan. Lalu 29:31 pindah ke Ibrahim, dan 29:33 menuturkan kedatangan yang sama susunannya kepada Lut. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa para utusan datang sebagai jawaban atas tantangan di 29:29 atau doa di 29:30, dan 29:31 hanya memakai kata "ketika" untuk menyambung waktu kedatangan dengan ucapan mereka.

Berbeda dari 11:69 sampai 11:70, ayat ini tidak memuat salam, hidangan, atau rasa takut Ibrahim, sehingga keputusan atas negeri itu diucapkan langsung. Penerima pesan yang sama disebut dengan beberapa nama di ayat lain: (إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ, ilaa qawmi luuthin) di 11:70 yang berarti "kepada kaum Lut", dan (إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ, ilaa qawmin mujrimiina) di 15:58 dan 51:32 yang berarti "kepada kaum yang berdosa". Surah ini sendiri memakai tiga sebutan untuk mereka, yaitu mufsidiin di 29:30, zhaalimiin di 29:31, dan faasiquun di 29:34. Ayat-ayat itu tidak menyatakan apakah ketiganya menunjuk perbuatan yang sama, dan 29:28 sampai 29:29 merinci perbuatan kaum itu sebagai perbuatan keji, mendatangi lelaki, memotong jalan, dan kemungkaran di majelis.

Alasan yang disebut di ayat ini sejalan dengan ayat 29:40, yang menyebut bahwa mereka yang dibinasakan menzalimi diri sendiri. Kedua ayat itu berbicara tentang kelompok yang lebih luas, dan 29:31 tidak menyebut apa yang dilakukan penduduk negeri itu sampai mereka disebut zalim.

Renungan dan Hikmah

  • Rombongan yang membawa kabar gembira kepada Ibrahim di 29:31 adalah rombongan yang sama yang membawa keputusan atas sebuah negeri, dan kedua pesan itu disampaikan pada pertemuan yang sama, dengan kabar gembira disebut lebih dulu dalam kalimatnya. Dua pesan yang berlawanan arah itu datang dari satu rombongan dan tidak saling menghapus. Pembaca yang pernah menerima kabar baik dan kabar buruk pada hari yang sama tahu bagaimana keduanya berdiam bersama dalam satu hari. Ayat ini tidak mencatat ucapan Ibrahim pada saat itu, dan baru di ayat berikutnya Ibrahim berbicara. Kabar gembira yang sudah tiba, apakah masih terasa gembira ketika di sebelahnya diletakkan kabar tentang orang lain?
  • Para utusan tidak berhenti pada pemberitahuan bahwa negeri itu akan dibinasakan, dan mereka menambahkan alasan dengan kata inna yang kedua: penduduknya zalim. Di 28:59 Kami disebut tidak membinasakan negeri-negeri kecuali penduduknya zalim, dan di 6:131 serta 11:117 Tuhanmu disebut tidak membinasakan negeri-negeri secara zalim selagi penduduknya lalai atau membangun kebaikan. Tiga ayat itu menyebut keadaan penduduk bersama keputusannya, tidak sesudahnya. Pembaca yang pernah menerima putusan tanpa alasan tahu betapa lama pikirannya mencari sebab sendiri. Seandainya yang disampaikan kepadanya hanya putusan, apa yang akan pembaca isi sendiri di tempat alasan seharusnya berada?
  • Para utusan menyebut sasaran keputusan itu dengan kata ahl, dan sifat zalim dikenakan pada penduduk sebagai satu kesatuan. Di ayat berikutnya satu nama langsung disebut, yaitu Lut, sehingga sebutan untuk kelompok dan sebutan untuk seorang di dalamnya berdiri berdampingan dalam satu adegan. Di 29:26 Lut digambarkan membenarkan Ibrahim, dan di 29:30 Lut berdoa kepada Tuhannya memohon pertolongan atas kaum yang berbuat kerusakan. Sebuah kelompok yang diringkas dalam satu kata menyisakan sedikit tempat bagi nama seseorang di dalamnya. Seandainya kampung atau kantor pembaca diringkas begitu, apakah namanya masih terdengar di dalam kata itu?
  • Ibrahim mendengar keputusan atas sebuah negeri, dan ayat ini tidak mencatat bahwa Ibrahim diminta menimbang atau membela. Di 11:74 tertulis bahwa Ibrahim berbantah dengan Kami tentang kaum Lut, dan di 11:76 Ibrahim diberi tahu bahwa ketetapan Tuhanmu telah datang. Ayat 29:31 sendiri tidak menyebut bantahan itu. Bila kabar buruk tentang orang lain sampai kepada pembaca, apa yang pertama keluar dari mulutnya: diam, pertanyaan, atau pembelaan?
  • Ayat 29:31 memakai zalim untuk penduduk negeri itu, 29:30 memakai kata perusak untuk kaum dalam kisah yang sama, dan 29:34 memakai fasik. Tiga sebutan itu diucapkan oleh dua pembicara, yaitu Lut dan para utusan. Ayat 29:40 menyebut bahwa mereka yang dibinasakan menzalimi diri sendiri. Tiga kata untuk satu kaum datang dari dua pembicara. Bila pembaca sendiri diringkas dengan tiga kata sekaligus, kata mana yang paling jauh dari kenyataannya dan kata mana yang paling dekat?
  • Para utusan di 29:31 berbicara dengan kata ganti kami, dan sekaligus disebut sebagai utusan Kami oleh pihak yang mengutus. Dua cara bicara itu terlihat bila 29:31 dibaca bersama 11:81: di sini mereka menyatakan "kami akan membinasakan", dan di sana mereka menyebut diri utusan-utusan Tuhanmu. Pembaca yang pernah ditugasi menyampaikan hal berat atas nama pihak lain tahu godaan untuk memakai kata saya, seakan keputusan itu miliknya. Ayat ini menaruh pembawa dan pengutus dalam satu kalimat tanpa menghapus salah satunya. Ketika kabar berat harus diucapkan dari mulutnya, kata ganti apa yang paling jujur menggambarkan kedudukannya?