قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا ۚ قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا ۖ لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ
Ia berkata, "Sesungguhnya di negeri itu ada Lut." Mereka berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di negeri itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya; ia termasuk orang-orang yang tertinggal."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًاqaala inna fiihaa luuthania berkata, sesungguhnya di negeri itu ada Lut
- قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَاqaaluu nahnu a'lamu bi-man fiihaamereka berkata, kami lebih mengetahui siapa yang ada di negeri itu
- لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَla-nunajjiyannahu wa-ahlahu illaa mra'atahu kaanat mina l-ghaabiriinakami pasti akan menyelamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya, ia termasuk orang-orang yang tertinggal
Terjemahan per kata (16 kata)
- قَالَqaalaberkata
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيهَاfiihaadi sana
- لُوطًاluuthanLut
- قَالُواqaaluumereka berkata
- نَحْنُnahnukami
- أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
- بِمَنْbi-manterhadap siapa
- فِيهَاfiihaadi sana
- لَنُنَجِّيَنَّهُla-nunajjiyannahusungguh Kami akan menyelamatkannya
- وَأَهْلَهُwa-ahlahudan keluarganya
- إِلَّاillaakecuali
- امْرَأَتَهُmra'atahuistrinya
- كَانَتْkaanatadalah
- مِنَminadari
- الْغَابِرِينَl-ghaabiriinaorang-orang yang tertinggal
Inti bacaan
Susunan (أَعْلَمُ بِمَنْ, a'lamu bi-man) muncul tujuh kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:125, 17:55, 17:84, 28:37, 29:32, 53:30, dan 68:7.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا, qaala inna fiihaa luuthan) yang berarti "ia berkata, sesungguhnya di negeri itu ada Lut". Kalimat itu muncul satu kali, di 29:32. Kata ganti pada (فِيهَا, fiihaa) tersusun dari (فِي, fii) yang berarti "di" dan (هَا, -haa) yang berarti "-nya" untuk satu pokok berjenis perempuan. Dalam rangkaian 29:31 sampai 29:34, kata benda berjenis itu yang menjadi pokok pembicaraan adalah (الْقَرْيَةِ, l-qaryati) di 29:31 dan 29:34. Karena itu terjemahan membaca -haa kembali ke sana dan memakai "negeri", sama dengan terjemahan qaryah di kedua ayat itu, supaya sambungan kata ganti ini ke 29:31 tetap terlihat. Pembicara tunggalnya tidak disebut namanya. Terjemahan memakai "ia" karena kata kerja (قَالَ, qaala) menunjuk satu laki-laki, dan laki-laki yang disebut namanya di 29:31 hanya Ibrahim, sedangkan 11:74 menyebut Ibrahim berbantah dengan Kami tentang kaum Lut.
Kata (أَعْلَمُ, a'lamu) yang berarti "lebih mengetahui" berakar ع-ل-م dan berupa bentuk perbandingan dari kata yang berarti "pengetahuan". Susunan (نَحْنُ أَعْلَمُ, nahnu a'lamu) yang berarti "Kami lebih mengetahui" muncul enam kali di enam surah, yaitu 17:47, 19:70, 20:104, 23:96, 29:32, dan 50:45. Di lima ayat lainnya kata "Kami" diucapkan dalam firman, dan di 29:32 diucapkan para utusan. Susunan (أَعْلَمُ بِمَنْ, a'lamu bi-man) yang berarti "lebih mengetahui siapa" muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 16:125, 17:55, 17:84, 28:37, 29:32, 53:30, dan 68:7. Di enam ayat lainnya Tuhan yang disebut lebih mengetahui, yaitu "Tuhanmu" di 16:125, 17:55, 53:30, dan 68:7, "Tuhan kalian" di 17:84, dan "Tuhanku" di 28:37. Bunyi terdekat dengan 29:32 ada di 17:55, (أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ, a'lamu bi-man fii s-samaawaati) yang berarti "lebih mengetahui siapa yang di langit". Bunyi (أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا, a'lamu bi-man fiihaa) hanya muncul di 29:32. Terjemahan memakai "lebih mengetahui" di semua ayat itu, dan 29:32 tidak menyebut dari mana para utusan memperoleh pengetahuan tersebut.
Kata (لَنُنَجِّيَنَّهُ, la-nunajjiyannahu) yang berarti "kami pasti akan menyelamatkan dia" tersusun dari (لَ, la-) dan (نَّ, -nna), dua penguat yang mengapit kata kerja, lalu (نُنَجِّيَ, nunajjiya) yang berarti "kami menyelamatkan", dan akhiran (هُ, -hu) yang berarti "dia". Akarnya ن-ج-و, dan bentuk lengkap ini hanya muncul di 29:32. Bentuk lain dari akar yang sama, (فَأَنْجَيْنَاهُ, fa-anjaynaahu), muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 7:64, 7:72, 7:83, 21:9, 26:119, 27:57, dan 29:15, dan terjemahan memakai "menyelamatkan" untuk keduanya. Di 7:83 dan 27:57 bunyinya diikuti (وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ, wa-ahlahu illaa mra'atahu) yang berarti "dan keluarganya, kecuali istrinya", dengan urutan yang sama seperti 29:32. Susunan itu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:83, 27:57, dan 29:32, dan bentuk yang lebih pendek (إِلَّا امْرَأَتَهُ, illaa mra'atahu) muncul empat kali di empat surah, yaitu 7:83, 15:60, 27:57, dan 29:32. Kata ahl pada (وَأَهْلَهُ, wa-ahlahu) bersandar pada Lut dan diterjemahkan "keluarganya", berbeda dari (أَهْلَهَا, ahlahaa) di 29:31 yang bersandar pada negeri dan diterjemahkan "penduduknya". Kata (امْرَأَتَهُ, mra'atahu) yang berarti "istrinya" berakar م-ر-أ.
Kata (الْغَابِرِينَ, l-ghaabiriina) yang berarti "yang tertinggal" berakar غ-ب-ر dan berupa bentuk pelaku jamak. Bentuk itu muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 7:83, 15:60, 26:171, 27:57, 29:32, 29:33, dan 37:135, dan semuanya menyangkut penyelamatan keluarga Lut dengan satu perempuan dikecualikan. Di lima ayat perempuan itu disebut istri, sedangkan di 26:171 dan 37:135 ia disebut perempuan tua. Tiga bentuk kalimat dipakai. Di 7:83, 29:32, dan 29:33 bunyinya (كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ, kaanat mina l-ghaabiriina) yang berarti "ia termasuk orang-orang yang tertinggal", dan susunan itu muncul tiga kali di dua surah. Di 15:60 dan 27:57 sebuah kata kerja penetapan mendahuluinya, seperti (قَدَّرْنَاهَا, qaddarnaahaa) di 27:57 yang berarti "Kami menentukannya". Di 26:171 dan 37:135 bunyinya (إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ, illaa 'ajuuzan fii l-ghaabiriina) yang berarti "kecuali seorang perempuan tua yang termasuk golongan yang tertinggal". Ayat 29:32 tidak memuat kata kerja penetapan, dan tidak menyebut tertinggal dari apa.
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga ucapan dalam urutan yang rapat: Ibrahim menyebut satu nama, para utusan menjawab dengan pengetahuan dan janji, lalu janji itu diberi satu pengecualian. Ucapan Ibrahim tidak berisi permintaan atau bantahan, dan hanya menyatakan bahwa di negeri itu ada Lut. Nama itu sudah dikenal dari 29:26, (فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ, fa-aamana lahu luuthun) yang berarti "maka Lut membenarkannya", dan dari 29:28 yang membuka kisah Lut kepada kaumnya. Ayat 29:32 tidak menyebut hubungan lain antara kedua orang itu.
Jawaban para utusan tidak menolak yang disebut Ibrahim. Mereka lebih dulu menyatakan pengetahuan mereka tentang isi negeri, lalu menjanjikan penyelamatan bagi Lut dan keluarganya, sehingga nama yang disebut Ibrahim termasuk dalam janji itu. Di 11:74 Ibrahim digambarkan berbantah dengan Kami tentang kaum Lut, tetapi 29:32 tidak memuat bantahan, dan dari yang tertulis di sini hanya terlihat satu nama dan satu jawaban.
Pengecualian atas istri Lut ditaruh di dalam kalimat yang sama dengan penyelamatan, tanpa jeda dan tanpa alasan. Kalimat itu diulang kepada Lut di 29:33 dengan perubahan hanya pada akhiran: (وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ, wa-ahlahu illaa mra'atahu) menjadi (وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ, wa-ahlaka illaa mra'ataka), sedangkan bunyi (كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ, kaanat mina l-ghaabiriina) tetap sama. Pengecualian itu karenanya diumumkan dua kali dalam surah yang sama, sekali kepada Ibrahim dan sekali kepada Lut, dengan kata-kata yang nyaris seragam.
Dalam alur surah, ayat ini berada di antara penuturan pertama keputusan atas negeri itu di 29:31 dan penuturan kedua di 29:33 sampai 29:34. Pada penuturan pertama keputusan datang kepada Ibrahim lebih dulu, sedangkan pada penuturan kedua Lut mendengar penyelamatan bagi dirinya sebelum mendengar keputusan atas kaumnya. Ayat 29:32 sendiri tidak mencatat tanggapan Ibrahim atas jawaban itu, dan 29:33 langsung berpindah ke kedatangan para utusan kepada Lut.
Renungan dan Hikmah
- Di tengah keputusan atas sebuah negeri, ucapan Ibrahim di 29:32 hanya memuat satu nama, Lut, tanpa permintaan dan tanpa bantahan yang dicatat. Nama itu sudah dikenal dari 29:26, tempat Lut berkata, "Sesungguhnya aku berhijrah kepada Tuhanku," lalu menyebut Tuhannya Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah. Ayat 29:32 tidak menjelaskan mengapa Ibrahim menyebut nama itu, dan jawaban para utusan memperlihatkan bahwa nama itu memang sudah berada dalam pengetahuan mereka. Pembaca dapat membayangkan sebuah ruangan ketika keputusan besar sedang dibacakan, lalu satu nama disebut pelan di tengahnya. Nama siapa yang akan pembaca sebut di ruangan seperti itu, dan apa yang diharapkan terjadi sesudahnya?
- Jawaban para utusan berpusat pada pengetahuan: mereka lebih mengetahui siapa yang ada di negeri itu. Ibrahim menyebut satu nama, dan jawaban itu menyatakan bahwa isi negeri sudah diketahui sampai ke siapa saja yang ada di dalamnya. Di 17:55 Tuhanmu disebut lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi, dan di 28:37 Musa berkata bahwa Tuhannya lebih mengetahui siapa yang membawa petunjuk dari sisi-Nya. Dua ayat itu menaruh pengetahuan tentang siapa berada di mana pada Tuhan, dan di 29:32 pengetahuan semacam itu diucapkan para utusan tanpa menyebut sumbernya. Seandainya pengetahuan tentang isi sebuah tempat dipegang pihak lain, penilaian apa yang masih akan pembaca ucapkan dengan yakin tentang tempat itu dan orang-orang di dalamnya?
- Janji penyelamatan di 29:32 disampaikan bersama batasnya dalam satu kalimat: Lut dan keluarganya, kecuali istrinya. Para utusan tidak menunggu ditanya tentang siapa yang tidak termasuk. Di 7:83 dan 27:57 batas yang sama ikut ditulis di kalimat yang sama, sehingga janji dan pengecualiannya berjalan berdampingan di tiga tempat. Pengecualian yang disebut belakangan dapat terasa seperti pembatalan bagi yang sudah merasa tenang. Dalam ayat ini pengecualian itu hadir sejak awal, dan janjinya tetap utuh bagi mereka yang tercakup di dalamnya. Bila pembaca menulis ulang salah satu janjinya sendiri, bagian mana yang batasnya ingin disebut sejak kalimat pertama?
- Dari seluruh keluarga Lut, hanya istrinya yang dikecualikan di 29:32, dengan kalimat yang berhenti pada pengecualian itu sendiri. Di 66:10 Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang kufur dengan istri Nuh dan istri Lut, yang berada di bawah dua hamba saleh tetapi berkhianat, sehingga kedua hamba saleh itu tidak dapat mencukupkan mereka sedikit pun dari Allah. Ayat 66:10 menyebut sebab yang tidak ada di 29:32, dan keduanya berbeda konteks: yang satu perumpamaan, yang lain penuturan peristiwa. Di kedua ayat kedekatan dengan orang saleh tidak menyelamatkan istri itu. Di hadapan Allah, apa yang pembaca bawa sendiri selain kedekatan dengan orang yang dihormatinya?
- Kalimat pengecualian istri Lut diucapkan dua kali dalam surah ini dengan bunyi yang nyaris sama: kepada Ibrahim di 29:32 dengan akhiran -hu, dan kepada Lut di 29:33 dengan akhiran -ka. Di kedua ayat pengecualian itu berada di tengah janji, dan menurut urutan ayat, Ibrahim lebih dulu mendengarnya daripada Lut. Kabar tentang keluarga yang sudah berjalan ke tempat lain sebelum sampai kepada yang bersangkutan terasa berbeda dari kabar yang datang langsung. Bagaimana rasanya mendengar hal yang menyangkut keluarga sendiri dengan kata-kata yang sudah dipakai di tempat lain?
- Pengecualian di 29:32 disusun dengan kaanat mina l-ghaabiriina tanpa kata kerja penetapan seperti qaddarnaa di 15:60 dan 27:57, dan tanpa keterangan tertinggal dari apa. Di 29:21 tertulis bahwa Dia mengazab siapa yang Dia kehendaki dan merahmati siapa yang Dia kehendaki, tetapi 29:32 tidak menghubungkan pengecualian itu dengan kehendak tersebut. Di depan kenyataan tanpa sebab tertulis, dua jalan terbuka bagi pembaca: mengisi sebabnya sendiri atau membiarkannya sebagai batas yang tidak diberi penjelasan. Mana dari keduanya yang lebih jujur terhadap apa yang memang tertulis?