وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۖ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ
Dan ketika para utusan Kami datang kepada Lut, ia merasa gundah karena mereka dan merasa sempit dada karena mereka; dan mereka berkata, "Janganlah takut dan jangan bersedih; sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan keluargamu, kecuali istrimu; ia termasuk orang-orang yang tertinggal."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًاwa-lammaa an jaa'at rusulunaa luuthan sii'a bihim wa-dhaaqa bihim dzar'andan ketika para utusan Kami datang kepada Lut, ia merasa gundah karena mereka dan merasa sempit dada karena mereka
- وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْwa-qaaluu laa takhaf wa-laa tahzandan mereka berkata, janganlah takut dan jangan bersedih
- إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَinnaa munajjuuka wa-ahlaka illaa mra'ataka kaanat mina l-ghaabiriinasesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan keluargamu, kecuali istrimu, ia termasuk orang-orang yang tertinggal
Terjemahan per kata (23 kata)
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- أَنْanbahwa
- جَاءَتْjaa'atdatang
- رُسُلُنَاrusulunaarasul-rasul Kami
- لُوطًاluuthanLut
- سِيءَsii'amerasa susah
- بِهِمْbihimpada mereka
- وَضَاقَwa-dhaaqadan sempit
- بِهِمْbihimpada mereka
- ذَرْعًاdzar'ankesanggupan
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَاlaatidak
- تَخَفْtakhafengkau takut
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَحْزَنْtahzanengkau bersedih
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- مُنَجُّوكَmunajjuukayang menyelamatkanmu
- وَأَهْلَكَwa-ahlakadan keluargamu
- إِلَّاillaakecuali
- امْرَأَتَكَmra'atakaistrimu
- كَانَتْkaanatadalah
- مِنَminadari
- الْغَابِرِينَl-ghaabiriinaorang-orang yang tertinggal
Inti bacaan
Pasangan (وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا, wa-dhaaqa bihim dzar'an) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:77 dan 29:33.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا, wa-lammaa an jaa'at rusulunaa luuthan) yang berarti "dan ketika para utusan Kami datang kepada Lut". Kata (أَنْ, an) sesudah (لَمَّا, lammaa) muncul tiga kali, yaitu di 12:96, 28:19, dan 29:33, misalnya (فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ, fa-lammaa an jaa'a al-basyiiru) di 12:96 yang berarti "maka ketika pembawa kabar gembira itu datang". Ayat 11:77 menuturkan kedatangan yang sama kepada Lut tanpa kata itu. Terjemahan memakai "dan ketika" di kedua ayat tentang Lut dan tidak menyalin an sebagai kata tersendiri.
Kata (سِيءَ, sii'a) yang berarti "merasa gundah" berakar س-و-ء dan berupa bentuk kata kerja yang tidak menyebut pelakunya. Susunan (سِيءَ بِهِمْ, sii'a bihim) yang berarti "ia merasa gundah karena mereka" muncul dua kali, yaitu di 11:77 dan 29:33. Akar yang sama dipakai di 67:27, (سِيئَتْ وُجُوهُ, sii'at wujuuhu) yang berarti "muramlah wajah", dan dalam bentuk aktif (أَسَاءُوا, asaa'uu) yang berarti "berbuat jahat" di 30:10 dan 53:31. Kata (تَحْزَنْ, tahzan) di bagian akhir ayat ini berakar ح-ز-ن dan diterjemahkan "bersedih". Dua akar yang berbeda itu diberi dua padanan yang berbeda, "merasa gundah" dan "bersedih", supaya kata kerja pada keadaan Lut tidak tertukar dengan kata kerja pada ucapan para utusan. Terjemahan "merasa gundah" sama dengan 11:77.
Frasa (وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا, wa-dhaaqa bihim dzar'an) yang berarti "dan merasa sempit dada karena mereka" muncul dua kali, yaitu di 11:77 dan 29:33, dan kata (ذَرْعًا, dzar'an) hanya ada di dua ayat itu. Kata dada tidak tertulis dalam frasa ini, sedangkan di 15:97 bunyinya (يَضِيقُ صَدْرُكَ, yadhiiqu shadruka) yang berarti "dadamu menyempit" dan di 26:13 (وَيَضِيقُ صَدْرِي, wa-yadhiiqu shadrii) yang berarti "dan dadaku terasa sempit", dengan kata shadr untuk dada. Terjemahan memakai "sempit dada" untuk frasa utuh di 29:33, sama dengan 11:77, karena dzar'an tidak punya kontras di korpus yang dapat dipakai untuk menentukan artinya di luar frasa itu. Rincian kata per kata mencatat "kesanggupan" untuk dzar'an.
Kata (لَا تَخَفْ, laa takhaf) yang berarti "janganlah takut" muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 11:70, 20:21, 20:68, 27:10, 28:25, 28:31, 29:33, 38:22, dan 51:28. Tiga di antaranya diucapkan para utusan, yaitu kepada Ibrahim di 11:70 dan 51:28 serta kepada Lut di 29:33. Kata (وَلَا تَحْزَنْ, wa-laa tahzan) yang berarti "dan jangan bersedih" muncul empat kali di empat surah, yaitu 15:88, 16:127, 27:70, dan 29:33. Gabungan (لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ, laa takhaf wa-laa tahzan) hanya muncul di 29:33. Di 41:30 bunyinya dalam bentuk jamak, (أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا, allaa takhaafuu wa-laa tahzanuu) yang berarti "janganlah kalian takut dan jangan bersedih", dan ayat itu mengenai orang-orang yang berkata bahwa Tuhan mereka adalah Allah lalu teguh.
Kata (مُنَجُّوكَ, munajjuuka) yang berarti "yang akan menyelamatkanmu" berakar ن-ج-و dan berupa bentuk pelaku dengan akhiran (كَ, -ka) yang berarti "-mu". Bentuk itu hanya muncul di 29:33. Janji yang sama kepada Ibrahim di 29:32 memakai kata kerja, sedangkan di 15:59 dipakai bentuk pelaku seperti di sini, (لَمُنَجُّوهُمْ, la-munajjuuhum) yang berarti "pasti menyelamatkan mereka". Kata (وَأَهْلَكَ, wa-ahlaka) yang berarti "dan keluargamu" tersusun dari huruf waw yang berarti "dan", ahl yang berarti "keluarga", dan akhiran -ka yang berarti "-mu". Tulisan yang sama dipakai oleh kata kerja (أَهْلَكَ, ahlaka) yang berarti "membinasakan" di 53:50. Di 29:33 kata itu mengikuti munajjuuka dan didahului waw, sehingga terbaca "dan keluargamu". Tulisan ahlaka juga berarti "keluargamu" di 11:40, 20:132, dan 23:27.
Tafsiran
Ayat ini menuturkan kedatangan para utusan kepada Lut dengan susunan yang sama seperti 29:31 kepada Ibrahim, tetapi isi sambutannya berlainan. Kepada Ibrahim, para utusan datang dan langsung mengucapkan keputusan atas sebuah negeri. Kepada Lut, ayat lebih dulu mencatat keadaan Lut, yaitu gundah dan sempit dada karena para tamu, baru kemudian mencatat ucapan mereka, dan ucapan itu dibuka dengan penenangan. Keputusan atas negeri itu baru diucapkan di 29:34.
Ayat ini tidak menyatakan apa yang ditakuti atau disedihkan Lut. Di 11:77 keadaan yang sama disusul ucapan Lut sendiri, (هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ, haadzaa yawmun 'ashiibun) yang berarti "ini hari yang sangat sulit", sedangkan 29:33 tidak memuat ucapan Lut. Ayat ini juga tidak mencatat apakah Lut mengenali siapa tamunya. Di 11:81 para utusan memperkenalkan diri kepada Lut sesudah rangkaian peristiwa yang tidak ada di 29:33.
Janji penyelamatan kepada Lut dan keluarganya memuat pengecualian istri Lut. Bagian akhirnya, dari kata keluarga sampai kata tertinggal, sama dengan yang diucapkan kepada Ibrahim di 29:32 kecuali akhirannya: -hu pada 29:32 dan -ka pada 29:33, sehingga Lut mendengar pengecualian itu sebagai ucapan yang ditujukan kepadanya. Bagian awalnya berbeda, sebab 29:32 memakai kata kerja dan 29:33 memakai bentuk pelaku. Bunyi (إِلَّا امْرَأَتَكَ, illaa mra'ataka) muncul juga di 11:81, tetapi di sana bunyi itu berada dalam perintah kepada Lut yang berisi kepergian pada malam hari, sedangkan di 29:33 ia berada dalam janji penyelamatan.
Dalam alur surah, ayat ini menaruh dua larangan sesudah keadaan Lut, lalu dasar yang dibuka dengan kata inna, yaitu janji penyelamatan. Sesudahnya 29:34 memberi keputusan atas penduduk negeri, dan 29:35 menyebut tanda yang ditinggalkan. Lut dengan demikian mendengar janji bagi dirinya lebih dulu daripada keputusan atas kaumnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:33 mencatat keadaan Lut lebih dulu, yaitu gundah dan sempit dada karena para tamu, baru sesudah itu mencatat apa yang diucapkan kepadanya. Kedua keadaan itu ditulis tanpa alasan di ayat ini. Di 15:97 dada yang menyempit disebut terjadi karena apa yang diucapkan orang lain, dan 15:98 menyusulkan perintah bertasbih dengan memuji Tuhanmu. Ayat itu berbicara tentang orang dan sebab yang berbeda, sehingga tidak dipakai untuk menjelaskan kegundahan Lut, tetapi kedua ayat sama-sama menuliskan keadaan dada sebagai sesuatu yang layak dicatat. Sesak yang belum punya sebab pun mendapat tempat tertulis di ayat ini. Apakah sesak seperti itu pernah diberi tempat tertulis oleh pembaca sendiri sebelum dicari penyebabnya?
- Penenangan yang diucapkan kepada Lut memuat dua larangan yang berdampingan, jangan takut dan jangan bersedih. Gabungan itu hanya ada di 29:33 untuk satu orang, dan di 41:30 bentuk jamaknya diucapkan kepada orang-orang yang berkata bahwa Tuhan mereka adalah Allah, lalu teguh. Dua ayat itu berbeda penerimanya dan berbeda keadaannya, tetapi sama-sama menyebut takut dan sedih secara terpisah. Takut dan sedih disebut terpisah di ayat ini. Bila pembaca menyebut dua kata itu satu per satu untuk keadaannya sekarang, mana yang lebih menggambarkan, takut, sedih, atau keduanya sekaligus?
- Para utusan tidak berhenti pada larangan, dan menyusulkan dasarnya dengan kata inna: kami akan menyelamatkanmu dan keluargamu. Penenangan itu disertai sesuatu yang akan dikerjakan. Di 20:46 Dia berfirman kepada dua orang, "Janganlah kalian berdua khawatir! Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, Aku mendengar dan melihat." Penenangan di sana bertumpu pada kebersamaan, dan di 29:33 pada penyelamatan; dua ayat itu menyangkut orang dan keadaan yang berbeda. Ketika seseorang berkata jangan khawatir kepada pembaca, alasan apa yang membuat kalimat itu dapat dipegang, dan alasan apa yang membuatnya tinggal bunyi belaka?
- Kalimat yang menenangkan Lut tidak menyingkirkan bagian yang berat. Sesudah jangan takut dan jangan bersedih serta janji penyelamatan, kalimat yang sama masih memuat pengecualian: kecuali istrimu. Lut mendengarnya dengan akhiran -ka yang menunjuk dirinya sendiri, sedangkan pada Ibrahim di 29:32 akhirannya -hu. Penghiburan dan kabar yang sulit berada dalam satu napas dan tidak dipisah menjadi dua pertemuan. Pembaca yang pernah menghibur seseorang dapat bertanya apakah bagian yang sulit ikut disebut atau ditinggalkan di luar kalimat. Bila bagian itu sudah pasti, di urutan keberapa dalam kalimat penghiburan bagian itu pantas diletakkan?
- Kegundahan Lut disebut dengan bihim, "karena mereka", dua kali, yaitu karena para utusan yang datang. Beberapa kata sesudahnya, para utusan yang sama berkata bahwa mereka akan menyelamatkannya. Mereka menjadi sebab kegundahan Lut sekaligus pembawa janji keselamatannya, dan ayat ini tidak mencatat bahwa Lut mengetahui hal itu pada saat gundah. Di 11:77 kegundahan yang sama disusul pernyataan Lut bahwa hari itu sangat sulit. Pembaca dapat mengingat kedatangan seseorang yang terasa berat pada mulanya dan baru kemudian terbukti membawa jalan keluar. Apa yang mungkin terlewat bila perasaan pada saat kedatangan itu dijadikan ukuran terakhir?
- Lut mendengar janji bagi dirinya dan keluarganya di 29:33, sedangkan keputusan atas penduduk negeri baru diucapkan di 29:34. Di 29:30 Lut berseru kepada Tuhannya, "Tuhanku, tolonglah aku atas kaum yang berbuat kerusakan itu." Ayat 29:33 tidak menyatakan bahwa janji tersebut menjawab seruan itu, dan urutan yang tertulis hanya memperlihatkan bahwa penenangan untuk Lut lebih dulu daripada keputusan atas kaumnya. Jaminan bagi diri sendiri yang datang sebelum kabar buruk tentang orang di sekitar terdengar berbeda dari kabar buruk yang datang lebih dulu. Bila urutannya terbalik, apakah jaminan itu masih punya ruang untuk didengar?