إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَىٰ أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
Sesungguhnya kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk negeri ini karena mereka selalu berbuat fasik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَىٰ أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِinnaa munziluuna 'alaa ahli haadzihi l-qaryati rijzan mina s-samaa'isesungguhnya kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk negeri ini
- بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَbi-maa kaanuu yafsuquunakarena mereka selalu berbuat fasik
Terjemahan per kata (12 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- مُنْزِلُونَmunziluunayang menurunkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَهْلِahlikalangan
- هَٰذِهِhaadzihiini
- الْقَرْيَةِl-qaryatinegeri
- رِجْزًاrijzanazab
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَفْسُقُونَyafsuquunaberbuat fasik
Inti bacaan
Bunyi (بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ, bi-maa kaanuu yafsuquuna) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:59, 6:49, 7:163, 7:165, dan 29:34.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا مُنْزِلُونَ, innaa munziluuna) yang berarti "sesungguhnya kami akan menurunkan". Kata (مُنْزِلُونَ, munziluuna) berakar ن-ز-ل dan berupa bentuk pelaku jamak dari kata kerja anzala, "menurunkan". Bentuk itu muncul dua kali, yaitu di 29:34 dan di 56:69, (نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ, nahnu l-munziluuna) yang berarti "Kami yang menurunkan", tentang air dari awan. Bunyi lengkap (إِنَّا مُنْزِلُونَ, innaa munziluuna) hanya ada di 29:34. Di 29:31 para utusan memakai bentuk pelaku serupa untuk perbuatan lain, yaitu (مُهْلِكُو, muhlikuu) yang berarti "yang akan membinasakan", sehingga satu keputusan diucapkan dengan dua kata kerja, "membinasakan" di 29:31 dan "menurunkan azab" di 29:34. Terjemahan memakai "akan menurunkan" karena 29:35 sudah memakai kata kerja lampau, (تَرَكْنَا, taraknaa) yang berarti "Kami tinggalkan", sehingga 29:34 terbaca mendahuluinya. Huruf (عَلَىٰ, 'alaa) sesudah munziluuna berarti "atas", sama dengan (فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا, fa-anzalnaa 'alaa lladziina zhalamuu) di 2:59 yang berarti "maka Kami turunkan atas orang-orang yang zalim", dan sasarannya di sini (أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ, ahli haadzihi l-qaryati) yang berarti "penduduk negeri ini", rangkaian tiga kata yang sama dengan 29:31 dan hanya ada di dua ayat itu.
Kata (رِجْزًا, rijzan) yang berarti "azab" berakar ر-ج-ز dan muncul sepuluh kali di sembilan ayat, yaitu 2:59, 7:134 (dua kali), 7:135, 7:162, 8:11, 29:34, 34:5, 45:11, dan 74:5. Terjemahan memakai "azab" di 2:59, 7:134, 7:135, 7:162, dan 29:34, sedangkan di 8:11 dan 74:5 kata ini terbaca "kekejian" dan "perbuatan keji". Di 34:5 dan 45:11 kata azab ('adzaabun) ditulis berdampingan dengannya, (عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ, 'adzaabun min rijzin) yang berarti "azab berupa siksaan", sehingga rijz dan 'adzaab tidak dapat dianggap kata yang sama di seluruh korpus. Terjemahan "azab" untuk rijzan di 29:34 mengikuti 2:59, 7:134, 7:135, dan 7:162, dan ayat ini tidak merinci wujudnya. Bunyi (رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ, rijzan mina s-samaa'i) yang berarti "azab dari langit" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:59, 7:162, dan 29:34. Di 7:162 kata kerjanya (فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ, fa-arsalnaa 'alayhim) yang berarti "maka Kami timpakan kepada mereka", dan di 2:59 (فَأَنْزَلْنَا, fa-anzalnaa) yang berarti "maka Kami turunkan".
Bunyi (بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ, bi-maa kaanuu yafsuquuna) yang berarti "karena mereka selalu berbuat fasik" muncul lima kali di empat surah, yaitu 2:59, 6:49, 7:163, 7:165, dan 29:34. Kata kerja (يَفْسُقُونَ, yafsuquuna) berakar ف-س-ق dan hanya muncul dalam bunyi itu. Kata (بِمَا, bi-maa) tersusun dari bi- yang berarti "dengan" dan maa yang berarti "apa", dan di sini menjadi "karena". Terjemahan memakai "selalu berbuat fasik" di 6:49, 7:163, 7:165, dan 29:34. Kerangka yang sama dipakai dengan sifat zalim di 7:162, (بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ, bi-maa kaanuu yazhlimuuna) yang berarti "karena mereka selalu berbuat zalim", dan kerangka itu di 2:59, 7:162, dan 29:34 mengikuti azab dari langit.
Tafsiran
Ayat ini mengucapkan keputusan atas penduduk negeri itu untuk kedua kalinya dalam surah ini, dengan sasaran yang sama dan kata kerja serta alasan yang berbeda. Di 29:31 para utusan berkata kepada Ibrahim bahwa mereka akan membinasakan penduduk yang zalim. Di 29:34 mereka berkata bahwa mereka akan menurunkan azab dari langit karena penduduknya selalu berbuat fasik. Ayat ini tidak dibuka dengan kata kerja berkata, dan pembacaan bahwa Lut yang mendengarnya berasal dari urutan 29:33 ke 29:34.
Di 29:31 alasan datang dalam kalimat tersendiri yang dibuka dengan inna, sedangkan di 29:34 alasan menjadi bagian dari kalimat yang sama lewat bi-maa. Dalam satu ayat keputusan dan sebabnya berjalan bersama tanpa jeda. Ayat ini juga tidak merinci perbuatan penduduk itu. Perbuatan mereka diuraikan di 29:28 dan 29:29, sedangkan 29:34 hanya mengikatnya dalam satu frasa.
Wujud azab itu tidak disebut di sini. Ayat lain menyebut batu untuk kaum Lut, misalnya (إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا, innaa arsalnaa 'alayhim haashiban) di 54:34 yang berarti "sesungguhnya Kami mengirim atas mereka badai batu", dan 29:40 menyebut badai batu sebagai satu dari empat jenis hukuman yang menimpa berbagai kaum. Ayat 29:34 tidak menyatakan bahwa rijz sama dengan badai batu, sehingga kaitan itu tinggal sebagai pembacaan yang boleh dicoba.
Dalam alur surah, saat azab itu turun tidak dituturkan. Setelah ucapan yang menggunakan kata "akan" di 29:34, 29:35 langsung memakai kata kerja lampau dan menyebut tanda yang telah ditinggalkan. Peristiwa yang ada di antara keduanya dibiarkan tanpa penuturan, dan yang terlihat hanya sebelum dan sesudahnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:34 menyebut arah azab itu, yaitu dari langit, dan tidak menyebut rupanya. Di 2:59 dan 7:162 azab dari langit disebut juga untuk kelompok lain, sehingga arah itu dipakai lebih dari satu kali. Di 29:22 tertulis bahwa kalian sama sekali tidak dapat luput di bumi dan tidak di langit, dan tidak ada bagi kalian pelindung dan penolong selain Allah. Dua ayat itu berada di bagian surah yang berbeda dan berbicara kepada pihak yang berbeda, dan keduanya menyebut langit ketika berbicara tentang perkara yang tidak dapat dihindari. Dari arah mana pembaca biasa menunggu kabar buruk, dan arah mana yang tidak pernah masuk hitungannya?
- Ayat ini menyebut sebab azab itu dengan mereka selalu berbuat fasik. Frasa yang sama dipakai di 6:49 sesudah azab yang menimpa orang-orang yang mendustakan tanda-tanda, dan di 7:163 sesudah Kami menguji penduduk sebuah negeri yang berada di dekat laut. Akibatnya berbeda-beda, azab di satu tempat dan ujian di tempat lain, sementara frasa sebabnya tetap. Pada ayat-ayat itu sebabnya disebut dengan satu frasa tanpa merinci perbuatannya satu per satu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat itu menaruh sebab pada sesuatu yang berlangsung terus. Satu kebiasaan kecil yang diulang setiap hari, ke arah mana kebiasaan itu sedang membawa pembaca?
- Sebelum keputusan di 29:34 diucapkan, kaum itu sudah lebih dulu mendengar seorang penegur. Di 29:28 dan 29:29 Lut menegur kaumnya tentang perbuatan mereka, dan jawaban mereka adalah permintaan agar azab Allah didatangkan. Di 17:15 tertulis, "Dan Kami tidak akan menyiksa hingga Kami mengutus seorang rasul." Ayat 17:15 berbicara tentang tindakan Kami secara umum, sedangkan 29:28 sampai 29:34 menuturkan satu kaum, dan 37:133 menyebut Lut termasuk para rasul. Urutan penegur lebih dulu dan keputusan kemudian tampak pada rangkaian ini. Penegur yang datang sebelum akibat meninggalkan ucapannya pada pendengar. Apa yang pembaca lakukan dengan ucapan penegur terakhir yang pernah mendatanginya?
- Para utusan di 29:34 berbicara tentang azab yang akan diturunkan, dan waktunya tidak disebut dalam ayat ini. Di 11:81 utusan-utusan Tuhanmu memberi tahu Lut bahwa waktu yang dijanjikan bagi kaum itu adalah subuh, lalu bertanya, "Bukankah subuh itu sudah dekat?" Pertanyaan itu mengisi jarak antara pengumuman dan kejadian dengan satu kata, dekat. Di antara jarak yang belum ada batasnya dan jarak yang sudah diberi batas, mana yang lebih berat bagi pembaca yang sedang menunggu hasil pemeriksaan atau jawaban sebuah permohonan?
- Di 29:29 kaum itu meminta, "Datangkanlah kepada kami azab Allah," dengan kata 'adzaab, dan di 29:34 para utusan menyebut kata lain, rijz. Dua kata itu tidak diperlakukan sebagai kembar: di 34:5 dan 45:11 keduanya ditulis berdampingan dalam azab dari rijz. Ayat 29:34 tidak menyatakan bahwa penurunan rijz itu menjawab permintaan di 29:29, dan kedua ayat dipisahkan oleh doa Lut, penenangan, dan janji penyelamatan. Kata yang diucapkan dengan ringan dalam sebuah tantangan dapat dijawab dengan kata lain. Kata apa yang pernah pembaca ucapkan dengan ringan, dan apa yang terjadi bila kata itu dijawab sesuai bunyinya?
- Ayat ini memberi dua keterangan, yaitu sebab dan arah, dan tidak memberi rupa azabnya. Rupa itu disebut di ayat lain: di 54:34 Kami mengirim atas mereka badai batu kecuali keluarga Lut, dan di 29:40 badai batu menjadi satu dari empat cara hukuman bagi berbagai kaum karena dosanya. Ayat 29:34 tidak menyatakan bahwa rijz sama dengan badai batu. Pembaca yang menerima peringatan tanpa gambaran rinci dapat menimbang bagaimana peringatan semacam itu bekerja bila sebab dan arahnya jelas tetapi rupanya tidak. Apakah sebab yang jelas cukup untuk menggerakkan pembaca, atau gambaran rinci yang sebenarnya dibutuhkan?