إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَىٰ أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
Sesungguhnya kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk negeri ini karena mereka selalu berbuat fasik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَىٰ أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِinnaa munziluuna 'alaa ahli haadzihi l-qaryati rijzan mina s-samaa'isesungguhnya kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk negeri ini
- بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَbi-maa kaanuu yafsuquunakarena mereka selalu berbuat fasik
Terjemahan per kata (12 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- مُنْزِلُونَmunziluunayang menurunkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَهْلِahlikalangan
- هَٰذِهِhaadzihiini
- الْقَرْيَةِl-qaryatinegeri
- رِجْزًاrijzanazab
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَفْسُقُونَyafsuquunaberbuat fasik
Inti bacaan
Konsekuensi yang jelas: 'azab dari langit. karena mereka selalu berbuat fasik', penyebab yang tegas dikaitkan dengan pola perilaku yang konsisten, bukan kejadian acak.
Penjelasan pilihan kata
'Haadzihi' (demonstrativa dekat) benar 'ini': para utusan berbicara tentang negeri yang sedang mereka datangi langsung.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan alasan kehancuran yang akan menimpa, bukan sewenang-wenang, melainkan akibat kefasikan yang berkelanjutan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut sebabnya bersamaan dengan ancamannya. Bukan hukuman tanpa keterangan. Alasannya diberikan.
- Kata selalu dipakai, bukan kata pernah. Bukan satu perbuatan. Kebiasaan yang menetap.
- Yang mengucapkan para utusan, dan negerinya disebut ini. Allah merekam mereka sedang berdiri di sana. Bukan berbicara dari jauh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-z-l, a-h-l, q-r-y, r-j-z, s-m-w, k-w-n, f-s-q): munziluun diterjemahkan 'menurunkan' (akar n-z-l); rijz diterjemahkan 'azab' (akar r-j-z); yafsuquun diterjemahkan 'berbuat fasik' (akar f-s-q). Selaras.