وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
Dan kepada Madyan, Kami utus saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata, "Wahai kaumku, sembahlah Allah, dan harapkanlah hari akhir, dan janganlah berbuat kerusakan di bumi."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًاwa-ilaa madyana akhaahum syu'aybandan kepada Madyan, Kami utus saudara mereka, Syu'aib
- فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَfa-qaala yaa qawmi 'buduu llaaha wa-rjuu l-yawma l-aakhiraia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, dan harapkanlah hari akhir
- وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَwa-laa ta'tsaw fii l-ardhi mufsidiinadan janganlah berbuat kerusakan di bumi
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَإِلَىٰwa-ilaadan kepada
- مَدْيَنَmadyanaMadyan
- أَخَاهُمْakhaahumsaudara mereka
- شُعَيْبًاsyu'aybanSyuaib
- فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- اعْبُدُوا'buduumengabdilah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- وَارْجُواwa-rjuudan harapkanlah
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- الْآخِرَl-aakhirayang akhir
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَعْثَوْاta'tsawkalian berbuat kejahatan
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- مُفْسِدِينَmufsidiinadengan membuat kerusakan
Inti bacaan
Pesan Syu'aib yang komprehensif: 'sembahlah Allah, dan harapkanlah hari akhir, dan janganlah berbuat kerusakan di bumi', kombinasi orientasi spiritual dan tanggung jawab lingkungan dalam satu pesan yang terpadu.
Penjelasan pilihan kata
'Kami utus' melengkapi kata kerja yang elips dalam struktur Arab sendiri ('wa-ilaa madyana akhaahum...'): kelengkapan gramatikal yang diperlukan, bukan tambahan tafsir tambahan.
Tafsiran
Ayat ini beralih ke ringkasan kisah Syu'aib, seruan yang sama seperti Ibrahim: tauhid, kesadaran akhirat, dan larangan kerusakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merangkum seruan Syu'aib menjadi tiga kalimat. Sembah, harap, jangan rusak. Ringkas tetapi lengkap.
- Larangan merusak bumi ditaruh sejajar dengan perintah menyembah. Bukan urusan yang terpisah. Keduanya satu paket.
- Syu'aib disebut Allah saudara mereka sendiri. Bukan pendatang. Yang menegur orang dalam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-kh-w, q-w-l, q-w-m, '-b-d, a-l-h, r-j-w, y-w-m, a-kh-r, '-ts-w, a-r-d, f-s-d): i'buduu llaah diterjemahkan 'sembahlah Allah' (akar '-b-d, seruan tauhid, cf. 23:23/32); irjuu l-yawm al-aakhir diterjemahkan 'harapkanlah hari akhir' (akar r-j-w); laa ta'thaw fii l-ard mufsidiin diterjemahkan 'jangan berbuat kerusakan di bumi' (akar '-ts-w + akar f-s-d). gloss '(Kami utus)/(yaitu)/(pahala)' dibuang.