فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ
Maka mereka mendustakannya, lalu gempa menimpa mereka, maka jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُfa-kadzdzabuuhu fa-akhadzat-humu r-rajfatumaka mereka mendustakannya, lalu gempa menimpa mereka
- فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَfa-ashbahuu fii daarihim jaatsimiinamaka jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggal mereka
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَكَذَّبُوهُfa-kadzdzabuuhulalu mereka mendustakannya
- فَأَخَذَتْهُمُfa-akhadzat-humumaka menimpa mereka
- الرَّجْفَةُr-rajfatugempa
- فَأَصْبَحُواfa-ashbahuumaka jadilah mereka
- فِيfiidalam
- دَارِهِمْdaarihimnegeri mereka
- جَاثِمِينَjaatsimiinamati bergelimpangan
Inti bacaan
Konsekuensi cepat: 'gempa menimpa mereka, maka jadilah mereka bergelimpangan', respons langsung terhadap penolakan yang konsisten terhadap peringatan yang jelas.
Penjelasan pilihan kata
'Jaatsimiina' ('bergelimpangan', akar jvm) dipertahankan literal.
Tafsiran
Ayat ini menutup ringkasan kisah Syu'aib dengan konsekuensi cepat: pendustaan langsung disusul kehancuran total.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua kejadian tanpa jarak. Mereka mendustakan. Lalu gempa menimpa.
- Tempat jatuhnya disebut rumah mereka sendiri. Bukan di jalan. Di tempat tinggalnya.
- Kisah ini diringkas Allah dalam satu ayat. Tanpa perundingan panjang. Ditolak, lalu selesai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, a-kh-dz, r-j-f, s-b-h, d-w-r, j-ts-m): kadhdhabuuhu diterjemahkan 'mendustakannya' (akar k-dz-b); rajfah diterjemahkan 'gempa' (akar r-j-f); jaathimiin diterjemahkan 'bergelimpangan (tersungkur)' (akar j-ts-m). gloss '(mayat-mayat yang)' dibuang.