وَعَادًا وَثَمُودَ وَقَدْ تَبَيَّنَ لَكُمْ مِنْ مَسَاكِنِهِمْ ۖ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ

Dan Ad dan Tsamud. Sungguh telah jelas bagi kalian dari tempat tinggal mereka. Setan menjadikan indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan itu, padahal mereka dahulu adalah orang-orang yang berpandangan tajam.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَعَادًا وَثَمُودَwa-'aadan wa-tsamuudadan Ad dan Tsamud
  2. وَقَدْ تَبَيَّنَ لَكُمْ مِنْ مَسَاكِنِهِمْwa-qad tabayyana lakum min masaakinihimsungguh telah jelas bagi kalian dari tempat tinggal mereka
  3. وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِwa-zayyana lahumu sy-syaythaanu a'maalahum fa-shaddahum 'ani s-sabiilisetan menjadikan indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan itu
  4. وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَwa-kaanuu mustabshiriinapadahal mereka dahulu adalah orang-orang yang berpandangan tajam

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَعَادًاwa-'aadandan Ad
  2. وَثَمُودَwa-tsamuudadan Tsamud
  3. وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
  4. تَبَيَّنَtabayyanajelas
  5. لَكُمْlakumbagi kalian
  6. مِنْmindari
  7. مَسَاكِنِهِمْmasaakinihimtempat tinggal mereka
  8. وَزَيَّنَwa-zayyanadan menghiasi
  9. لَهُمُlahumubagi mereka
  10. الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
  11. أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka
  12. فَصَدَّهُمْfa-shaddahummaka ia menghalangi mereka
  13. عَنِ'anidari
  14. السَّبِيلِs-sabiilijalan
  15. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  16. مُسْتَبْصِرِينَmustabshiriinaorang-orang yang dapat melihat

Inti bacaan

Urutan (زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ, zayyana lahumu sy-syaythaanu a'maalahum) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:48, 16:63, 27:24, dan 29:38.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan dua nama yang tidak disertai kata kerja, (وَعَادًا, wa-'aadan) yang berarti "dan Ad" dan (وَثَمُودَ, wa-tsamuuda) yang berarti "dan Tsamud". Pasangan (وَعَادًا وَثَمُودَ, wa-'aadan wa-tsamuuda) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 25:38 dan 29:38. Di 25:38 pasangan itu disusul "penduduk Rass" dan banyak generasi, sedangkan di 29:38 disusul kalimat tentang tempat tinggal. Di kedua ayat kata kerjanya tidak tertulis, sehingga terjemahan memulai dengan "Dan Ad dan Tsamud" dan tidak menambahkan "Kami binasakan" atau kata kerja lain.

Kalimat (وَقَدْ تَبَيَّنَ لَكُمْ, wa-qad tabayyana lakum) yang berarti "sungguh telah jelas bagi kalian" tersusun dari wa "dan", qad "sungguh", tabayyana "menjadi jelas", dan lakum "bagi kalian". Kata tabayyana berakar ب-ي-ن, akar yang sama dengan (آيَةً بَيِّنَةً, aayatan bayyinatan) yang berarti "tanda yang nyata" di 29:35 dan dengan (بِالْبَيِّنَاتِ, bi-l-bayyinaati) di 29:39. Urutan tabayyana lakum hanya muncul dua kali, yaitu di 14:45 dan 29:38. Di 14:45, (وَتَبَيَّنَ لَكُمْ, wa-tabayyana lakum) disusul "bagaimana Kami berbuat terhadap mereka", sehingga kejelasan itu menyangkut cara mereka diperlakukan, dan ayat yang sama menyebut (وَسَكَنْتُمْ فِي مَسَاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ, wa-sakantum fii masaakini lladziina zhalamuu anfusahum) yang berarti "dan kalian tinggal di tempat tinggal orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri". Di 29:38 sumber kejelasan itu disebut langsung: tempat tinggal mereka.

Kata (مَسَاكِنِهِمْ, masaakinihim) yang berarti "tempat tinggal mereka" berakar س-ك-ن, dan bentuk ini muncul tiga kali, yaitu di 20:128, 29:38, dan 32:26. Di 20:128 dan 32:26 kalimatnya sama, (يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ, yamsyuuna fii masaakinihim) yang berarti "mereka berjalan di tempat tinggal mereka", dan ditujukan kepada orang yang melewati tempat-tempat itu sesudah penghuninya dibinasakan. Di 46:25, dalam kisah Ad, kata yang sama berakhiran -uhum, (فَأَصْبَحُوا لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ, fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum) yang berarti "maka jadilah mereka tidak terlihat kecuali tempat-tempat tinggal mereka". Terjemahan 29:38 memakai "dari tempat tinggal mereka" dan tidak menambahkan "puing-puing", sebab ayat tidak menyebut keadaan tempat itu. Terjemahan memakai "tempat tinggal" juga untuk kata daar di 29:37, tetapi masaakin berbentuk jamak, sehingga menyebut tempat-tempat dan tidak satu tempat.

Kata kerja (وَزَيَّنَ, wa-zayyana) yang berarti "dan menjadikan indah" berakar ز-ي-ن. Pelakunya (الشَّيْطَانُ, sy-syaythaanu) yang berarti "setan", penerimanya (لَهُمُ, lahumu) yang berarti "bagi mereka", dan yang dijadikan indah (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) yang berarti "perbuatan-perbuatan mereka". Perbuatan itu disebut milik mereka sendiri, dan setan, menurut ayat, menjadikannya indah bagi pemiliknya. Urutan (زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ, zayyana lahumu sy-syaythaanu a'maalahum) muncul empat kali, dengan kata penyambung di depannya, yaitu di 8:48, 16:63, 27:24, dan 29:38.

Kata kerja berikutnya, (فَصَدَّهُمْ, fa-shaddahum) yang berarti "lalu menghalangi mereka", berakar ص-د-د, dan disusul (عَنِ السَّبِيلِ, 'ani s-sabiili) yang berarti "dari jalan itu". Urutan (فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ, fa-shaddahum 'ani s-sabiili) muncul dua kali, yaitu di 27:24 dan 29:38, dan di keduanya seluruh rangkaian dari zayyana sampai s-sabiili sama kata demi kata. Perbedaannya ada di ujung: di 27:24 kalimat berlanjut (فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ, fa-hum laa yahtaduuna) yang berarti "sehingga mereka tidak mendapat petunjuk", sedangkan di 29:38 berlanjut (وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ, wa-kaanuu mustabshiriina). Pasangan serupa dengan kata kerja yang tidak menyebut pelakunya ada di 13:33, (زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مَكْرُهُمْ وَصُدُّوا عَنِ السَّبِيلِ, zuyyina li-lladziina kafaruu makruhum wa-shudduu 'ani s-sabiili) yang berarti "dijadikan indah bagi orang-orang yang kufur makar mereka, dan mereka dihalangi dari jalan", dan di 40:37, (وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ, wa-shudda 'ani s-sabiili). Di dua ayat itu pelakunya tidak disebut, sedangkan di 27:24 dan 29:38 pelakunya disebut, yaitu setan. Ayat 29:38 tidak menyebut jalan apa yang dimaksud.

Kata terakhir, (مُسْتَبْصِرِينَ, mustabshiriina), hanya muncul di 29:38. Kata ini berakar ب-ص-ر, akar yang dipakai di tempat lain untuk melihat, misalnya (تُبْصِرُونَ, tubshiruuna) yang berarti "kalian melihat" di 52:15. Bentuknya kata benda pelaku jamak yang didahului kaanuu, sehingga kata ini menyifati keadaan mereka selama ini, bukan satu kali melihat. Terjemahan memakai "orang-orang yang berpandangan tajam". Karena bentuk ini tidak muncul di tempat lain, pilihan itu tidak bisa diuji lewat sebarannya, dan yang dapat ditunjuk hanya akarnya serta kedudukannya: sifat itu disematkan pada Ad dan Tsamud bersamaan dengan kenyataan bahwa mereka dihalangi dari jalan.

Tafsiran

Ayat ini menyapa pendengar kisah secara langsung dengan lakum, di tengah penuturan tentang kaum-kaum lampau yang selebihnya berbentuk laporan tentang orang lain. Sapaan itu menempatkan pendengar sebagai pihak yang menerima kejelasan, dan tidak membiarkannya berdiri sebagai penonton cerita. Surah ini sebelumnya sudah menyebut peninggalan yang dapat dibaca, yaitu di 29:35, tanda yang nyata yang ditinggalkan dari negeri Lut bagi kaum yang mengerti. Ayat 29:38 mengulang gagasan itu untuk Ad dan Tsamud, dengan tempat tinggal mereka sebagai sumbernya dan "kalian" sebagai penerimanya.

Ayat ini menaruh dua hal pada kaum yang sama, yaitu kemampuan melihat dan keadaan terhalang dari jalan. Rangkaian dari zayyana sampai s-sabiili sama dengan 27:24, sehingga pembaca membawa gambaran dari ayat itu ke sini. Ujung 29:38 mengubah gambarannya: sesudah rangkaian itu ayat menyebut kemampuan mereka, dan tidak menyebut kegagalan mereka mendapat petunjuk. Dengan demikian ayat ini tidak menjelaskan sebab terhalangnya mereka lewat kekurangan penglihatan.

Ayat ini tidak memuat kata kerja kehancuran. Kehancuran Ad dan Tsamud tidak diceritakan di sini. Yang dicatat adalah tempat tinggal mereka sebagai sumber kejelasan, perbuatan mereka sebagai hal yang dihiasi, dan jalan sebagai hal yang terhalang. Akibatnya diceritakan di ayat lain: 29:40 merangkum empat bentuk akibat bagi kaum-kaum yang disebut di surah ini, dan 7:78 serta 11:67 menyebut gempa dan suara menggelegar bagi Tsamud.

Dalam alur surah, ayat ini berada di antara penutup kisah Madyan di 29:37 dan daftar Qarun, Firaun, dan Haman di 29:39. Dua ayat itu sama-sama memuat kata kerja akibat atau penolakan, sedangkan 29:38 lebih banyak berbicara tentang keadaan sebelum dan sesudah peristiwa, yaitu perbuatan yang dihias, jalan yang terhalang, dan tempat yang tertinggal.

Renungan dan Hikmah

  • Menurut 29:38 kejelasan bagi pendengarnya datang dari tempat tinggal Ad dan Tsamud, dan menurut 14:45 pendengar yang disapa kisah itu pernah tinggal di tempat orang-orang yang menzalimi diri mereka. Di 20:128 dan 32:26 tempat-tempat itu dilewati sambil berjalan. Ayat-ayat itu menaruh bukti di tempat yang dilalui sehari-hari dan tidak di tempat yang harus dicari. Pembaca dapat memperhatikan jalan yang dilaluinya tiap hari lalu bertanya apa saja di sepanjang jalan itu yang dahulu dihuni orang lain dan kini hanya menjadi tempat lewat, dan apakah pembaca pernah berhenti sebentar untuk membaca keadaannya?
  • Ayat ini menyebut perbuatan itu sebagai milik Ad dan Tsamud, dan setan, menurut ayat, menjadikannya indah bagi mereka. Pembagian itu berguna bagi pembaca yang ingin menjelaskan sebuah kekeliruan dengan satu sebab saja: ayat menaruh perbuatan di satu pihak dan hiasannya di pihak lain, tanpa menyebut siapa yang lebih besar bagiannya. Hiasan itu ditujukan kepada pemiliknya, sehingga orang lain tidak harus melihat keindahan yang sama. Pembaca dapat menimbang pekerjaan yang menurutnya sudah baik dan bertanya kepada siapa saja pekerjaan itu tampak baik, serta apakah ada orang yang melihatnya berbeda dan belum pernah didengarkan?
  • Ayat ini menyebut Ad dan Tsamud sebagai orang-orang yang dahulu berpandangan tajam. Rangkaian yang sama di 27:24 menyebut orang-orang yang tunduk kepada matahari, (وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ, wa-qawmahaa yasjuduuna li-sy-syamsi min duuni llaahi) yang berarti "dan kaumnya tunduk kepada matahari selain Allah", dan di sana ujungnya adalah mereka tidak mendapat petunjuk. Ketajaman pandangan dan petunjuk adalah dua hal yang berbeda, dan orang yang tajam pandangannya dapat tetap terhalang dari jalan. Pembaca yang mengandalkan kecerdasan atau pengalaman untuk menilai arah hidup dapat bertanya apakah ketajaman itu sudah pernah diuji pada soal arah, dan siapa selain diri sendiri yang pernah diizinkan menunjukkan arah?
  • Kata kerja di 29:38 yang menjelaskan kesesatan itu hanya memiliki dua pelaku, yaitu setan yang menjadikan indah dan menghalangi, serta Ad dan Tsamud yang memiliki perbuatan. Allah tidak menjadi pelaku satu pun kata kerja di ayat ini. Di 13:33 dan 40:37 kata kerjanya tidak menyebut pelaku sama sekali, dan 29:40 menutup rangkaian kisah ini dengan (وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ, wa-maa kaana llaahu li-yazhlimahum) yang berarti "dan Allah tidaklah menzalimi mereka". Pembaca yang sedang mencari penyebab sebuah kesesatan, miliknya sendiri atau milik orang lain, dapat memperhatikan kepada siapa telunjuknya mengarah lebih dulu, dan apakah arah itu mengikuti pelaku yang disebut ayat atau mengikuti kebiasaan sendiri?
  • Kata lakum di 29:38 menyapa orang yang sedang mendengarkan, dan ayat tidak merinci siapa mereka. Karena tidak ada nama, tempat itu terbuka bagi siapa pun yang membaca ayat ini sekarang. Ayat juga tidak menyebut apa yang dilakukan pendengar setelah kejelasan itu sampai, dan tidak menyebut apakah mereka sudah melakukannya atau belum. Ayat hanya mencatat bahwa kejelasan itu sudah ada. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara mengetahui bahwa sesuatu sudah jelas dan bertindak atas kejelasan itu, lalu bertanya mana yang lebih sering terjadi pada diri sendiri, dan sudah berapa lama sebuah kejelasan dibiarkan tanpa tindak lanjut?
  • Ayat 29:38 menyebut jalan itu tanpa menyebut siapa pemiliknya. Di 7:86 Syu'aib menegur kaumnya karena (وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ, wa-tashudduuna 'an sabiili llaahi) yang berarti "dan menghalangi dari jalan Allah" orang yang beriman. Ayat 29:38 tidak menyatakan bahwa jalan yang dimaksud sama dengan jalan Allah di 7:86, dan hubungan keduanya dibiarkan terbuka. Pembaca dapat bertanya jalan mana yang dibayangkan ketika membaca kata jalan itu, dan apakah pernah diperiksa jalan itu milik siapa, atau pembaca hanya mengikuti kebiasaan sendiri?