مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Perumpamaan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, seandainya mereka mengetahui.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًاmatsalu lladziina ttakhadzuu min duuni llaahi awliyaa'a ka-matsali l-'ankabuuti ttakhadzat baytanperumpamaan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung adalah seperti laba-laba yang membuat rumah
- وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِwa-inna awhana l-buyuuti la-baytu l-'ankabuutisesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba
- لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَlaw kaanuu ya'lamuunaseandainya mereka mengetahui
Terjemahan per kata (19 kata)
- مَثَلُmatsaluperumpamaan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- كَمَثَلِka-matsaliseperti perumpamaan
- الْعَنْكَبُوتِl-'ankabuutilaba-laba
- اتَّخَذَتْttakhadzatia mengambil
- بَيْتًاbaytanrumah
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- أَوْهَنَawhanapaling lemah
- الْبُيُوتِl-buyuutirumah-rumah
- لَبَيْتُla-baytubenar-benar rumah
- الْعَنْكَبُوتِl-'ankabuutilaba-laba
- لَوْlawsekiranya
- كَانُواkaanuumereka adalah
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Susunan (وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ, wa-inna awhana l-buyuuti) ada satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:41.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ, matsalu lladziina ttakhadzuu min duuni llaahi awliyaa'a) yang berarti "perumpamaan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung". Kata (اتَّخَذُوا, ttakhadzuu) berarti "mereka menjadikan", dan (أَوْلِيَاءَ, awliyaa'a) berarti "pelindung-pelindung", dari akar و-ل-ي. Susunan (مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ, min duuni llaahi awliyaa'a) dengan nama Allah di tengahnya ada di 29:41 dan 45:10, yang berbunyi (مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ, maa ttakhadzuu min duuni llaahi awliyaa'a). Dengan akhiran -hi sebagai pengganti nama Allah, susunan ttakhadzuu min duunihi awliyaa'a ada di 39:3, 42:6, dan 42:9, dan di 39:3 bunyinya (وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ, wa-lladziina ttakhadzuu min duunihi awliyaa'a). Di 7:30 yang dijadikan pelindung disebut, (اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, ttakhadzuu sy-syayaathiina awliyaa'a min duuni llaahi) yang berarti "mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah", sedangkan 29:41 tidak menyebut siapa pelindung-pelindung itu.
Kata kerja yang sama dipakai dua kali dalam ayat ini, (اتَّخَذُوا, ttakhadzuu) untuk manusia dan (اتَّخَذَتْ, ttakhadzat) untuk laba-laba. Terjemahan memecahnya menjadi "menjadikan" dan "membuat" sesuai objeknya, pelindung dan rumah, sehingga pengulangan kata kerjanya hanya terlihat di teks Arab. Kata (الْعَنْكَبُوتِ, l-'ankabuuti) yang berarti "laba-laba" hanya muncul di ayat ini, pada perumpamaan dan pada penutupnya. Kata kerja ttakhadzat berakhiran -at, dan akhiran itu menandai pelaku berbentuk perempuan menurut tata bahasa. Terjemahan memakai "laba-laba yang membuat rumah" dan tidak menambahkan "betina", karena akhiran -at tidak selalu menyatakan jenis kelamin pelakunya. Di 49:14, (قَالَتِ الْأَعْرَابُ, qaalati l-a'raabu) yang berarti "orang-orang Arab Badui berkata", dan di 2:113, (وَقَالَتِ الْيَهُودُ, wa-qaalati l-yahuudu) yang berarti "dan orang Yahudi berkata", kata kerja berakhiran -at dipakai untuk sekelompok orang. Di 19:17, (فَاتَّخَذَتْ, fa-ttakhadzat) dipakai untuk seorang perempuan. Akhiran itu muncul pada kelompok dan pada perempuan, dan ayat ini tidak menyatakan jenis kelamin laba-laba.
Kata (بَيْتًا, baytan) yang berarti "rumah" muncul dalam bentuk tak tentu dua kali, yaitu di 29:41 dan 66:11. Di 66:11, (ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ, bni lii 'indaka baytan fii l-jannati) yang berarti "bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di taman", rumah itu diminta dari Tuhan oleh pembicaranya, sedangkan di 29:41 rumah itu dibuat laba-laba sendiri. Kalimat kedua, (وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ, wa-inna awhana l-buyuuti la-baytu l-'ankabuuti) yang berarti "sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba", memakai bentuk jamak (الْبُيُوتِ, l-buyuuti) "rumah-rumah" sebagai pembanding. Kata (أَوْهَنَ, awhana) berakar و-ه-ن dan bentuk ini hanya ada di 29:41. Akar yang sama dipakai untuk tulang di 19:4, (وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي, wahana l-'azhmu minnii) yang berarti "tulangku telah lemah", untuk ibu yang mengandung di 31:14, (وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ, wahnan 'alaa wahnin) yang berarti "lemah yang bertambah-tambah", untuk orang-orang yang tidak menjadi lemah di 3:146, (فَمَا وَهَنُوا, fa-maa wahanuu), dan untuk siasat orang yang kufur di 8:18, (مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ, muwhinu kaydi l-kaafiriina) yang berarti "pelemah siasat orang-orang yang kufur". Terjemahan memakai "lemah" untuk akar itu di tempat-tempat tersebut dan "paling lemah" di 29:41. Ayat ini menilai rumahnya tanpa merinci letak kelemahannya, sehingga terjemahan tidak menambahkan "mudah robek" atau keterangan sejenis.
Penutup (لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ, law kaanuu ya'lamuuna) yang berarti "seandainya mereka mengetahui" muncul delapan kali di enam surah, yaitu 2:102, 2:103, 16:41, 29:41, 29:64, 34:14, 39:26, dan 68:33. Di tujuh ayat, termasuk 29:41, bagian pengandaian itu menutup ayat tanpa kalimat akibat sendiri, sedangkan 34:14 menuliskan akibatnya. Kata "mereka" di 29:41 menunjuk orang-orang yang menjadikan pelindung selain Allah, dan ayat tidak menyatakan apa yang akan berbeda bila mereka mengetahui.
Tafsiran
Ayat ini membuka perumpamaan setelah rangkaian kisah bernama. Dari 29:14 sampai 29:40 tiap bagian memuat nama atau kaum, sedangkan 29:41 memuat gambar tanpa nama: orang-orang yang menjadikan pelindung selain Allah dan seekor laba-laba. Ayat 29:43 menyebut (وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ, wa-tilka l-amtsaalu) yang berarti "dan perumpamaan-perumpamaan itu" dalam bentuk jamak, sehingga 29:41 dapat dibaca sebagai salah satu perumpamaan yang dimaksud kalimat itu.
Perumpamaan ini bekerja dalam dua langkah. Kalimat pertama menyamakan dua tindakan, manusia menjadikan pelindung dan laba-laba membuat rumah. Kalimat kedua menilai hasil tindakan yang kedua: rumah itu rumah paling lemah. Ayat tidak menyatakan sendiri dalam hal apa pelindung-pelindung itu serupa dengan rumah itu. Kelemahan baru disebut pada kalimat kedua, sehingga hubungan antara pelindung dan rumah ditarik pembaca dari dua kalimat yang bersebelahan.
Surah ini sudah memakai kata kerja yang sama dan frasa min duuni llaahi di 29:25, ketika pembicara dalam kisah Ibrahim berkata, (اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا, ttakhadztum min duuni llaahi awtsaanan) yang berarti "kalian menjadikan berhala-berhala selain Allah". Di sana alasannya disebut, (مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ, mawaddata baynikum) yang berarti "rasa sayang di antara kalian", dan ayatnya ditutup (وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ, wa-maa lakum min naashiriina) yang berarti "dan tidak ada penolong bagi kalian". Ayat 29:41 menjadikan pelindung sebagai objek kata kerja itu dan menutup dengan perumpamaan tentang rumah. Dua ayat itu menaruh benda yang berbeda pada tempat yang sama dalam susunan kalimat, dan 29:25 berakhir pada tidak adanya penolong sedangkan 29:41 berakhir pada lemahnya rumah.
Pengandaian di ujung ayat tidak dijawab di sini. Ayat berikutnya berpindah ke pengetahuan Allah, dan jawaban atas "seandainya mereka mengetahui" tidak ditulis oleh ayat mana pun di sekitarnya.
Renungan dan Hikmah
- Perumpamaan ini memakai kata kerja yang sama untuk dua pelaku, manusia yang menjadikan pelindung dan laba-laba yang membuat rumah. Dalam kedua kasus tindakannya dikerjakan pelakunya sendiri, dan ayat tidak menyebut ada pihak lain yang menaruh pelindung atau rumah itu di tempatnya. Orang yang biasa membicarakan sandarannya sebagai sesuatu yang datang begitu saja, entah pekerjaan, jaringan, atau simpanan, dapat memeriksa kapan terakhir kali pilihan untuk bersandar pada hal itu dibuat dan apakah pilihan itu pernah ditinjau ulang. Selain Allah, siapa atau apa yang dengan sengaja dipasang pembaca sebagai tempat berlindung?
- Laba-laba dalam ayat ini bekerja: ia membuat rumahnya, tetapi ayat menilai rumah itu sebagai yang paling lemah di antara rumah-rumah. Ayat tidak mencela pekerjaannya dan tidak memuji hasilnya, dan kata paling lemah diletakkan pada rumah. Ayat menaruh rajinnya pekerjaan dan kuatnya hasil di dua kalimat yang berbeda. Pembaca yang menghitung kekuatan sandarannya dari banyaknya tenaga yang sudah dicurahkan dapat bertanya apakah ukuran itu mengukur kekuatan sandaran atau mengukur kerja yang telah dikeluarkan saja, dan bagian mana dari hidup yang dibangun dengan rajin tetapi belum pernah diuji bebannya?
- Ayat 29:41 menyebut pelindung-pelindung itu tanpa nama. Di 7:30 yang dijadikan pelindung adalah setan-setan, dan di 39:3 orang yang menjadikan pelindung selain Allah memberi alasan bahwa pelindung itu mendekatkan mereka kepada Allah. Karena 29:41 tidak mengisi kekosongan itu, pelindung tidak bisa dibatasi pada patung atau tokoh yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Pembaca dapat membuat daftar kepada siapa dan kepada apa ia pertama kali berpaling ketika keadaan genting, lalu bertanya apakah Allah ada di dalam daftar itu dan pada urutan ke berapa, serta siapa yang tidak pernah disebut sama sekali padahal selalu dihubungi lebih dulu?
- Penutup ayat, seandainya mereka mengetahui, tidak diikuti kalimat akibat. Pengandaian yang sama muncul di tujuh ayat lain, termasuk 29:64 di surah ini, dan hanya 34:14 yang menulis akibatnya, yaitu jin tidak akan tinggal dalam azab yang menghinakan. Kalimat yang berhenti di tengah memberi ruang untuk diisi, dan isiannya menunjukkan apa yang diyakini pembaca tentang pengetahuan yang belum dimilikinya. Pembaca dapat menuliskan isian itu dengan jujur: apa yang akan berubah dalam hidup bila sungguh diketahui rumah mana yang paling lemah, dan siapa saja yang akan terkejut oleh perubahan itu?
- Di 29:25, dalam kisah Ibrahim, apa yang diambil selain Allah dimaksudkan sebagai rasa sayang di antara mereka dalam kehidupan dunia, dan ayat itu ditutup dengan tidak adanya penolong. Perumpamaan 29:41 tidak menyebut manfaat apa pun yang dicari dari pelindung itu, sehingga manfaat yang disebut 29:25, yaitu kehangatan hubungan sehari-hari, tidak dibantah dan tidak diakui oleh 29:41. Pembaca dapat memisahkan apa yang diberikan sebuah sandaran pada hari-hari biasa dari apa yang diberikannya ketika dibutuhkan, lalu bertanya sandaran mana dalam hidupnya yang baru pernah diuji pada hari-hari biasa?
- Ayat 8:18 menyebut bahwa Allah melemahkan siasat orang-orang yang kufur, dan 29:41 menyebut rumah yang paling lemah dengan akar kata yang sama. Dalam Al-Qur'an kelemahan dapat melekat pada rencana maupun pada tempat berlindung, dan kedua ayat itu tidak menggambarkannya sebagai kurangnya tenaga. Pembaca yang menaruh keyakinan pada rencana yang disusunnya dapat bertanya apakah rencana itu diperlakukan sebagai rumah tempat berlindung, dan apa yang akan dilakukan bila hasil ujiannya ternyata mirip dengan rumah yang disebut paling lemah?