وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia. Namun, tidak ada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِwa-tilka l-amtsaalu nadhribuhaa li-n-naasiperumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia
  2. وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَwa-maa ya'qiluhaa illaa l-'aalimuunanamun tidak ada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَتِلْكَwa-tilkadan itu
  2. الْأَمْثَالُl-amtsaaluperumpamaan
  3. نَضْرِبُهَاnadhribuhaaKami membuatnya
  4. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  5. وَمَاwa-maadan tidaklah
  6. يَعْقِلُهَاya'qiluhaamemahaminya
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. الْعَالِمُونَl-'aalimuunaorang-orang yang berilmu

Inti bacaan

Bentuk ya'qiluhaa muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:43.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ, wa-tilka l-amtsaalu) yang berarti "dan perumpamaan-perumpamaan itu". Kata (تِلْكَ, tilka) yang berarti "itu" menunjuk benda yang sudah disebut, dan di sini benda itu adalah perumpamaan di 29:41. Gabungan (وَتِلْكَ, wa-tilka) muncul sebelas kali di sebelas surah, yaitu 2:230, 3:140, 6:83, 11:59, 18:59, 26:22, 29:43, 43:72, 58:4, 59:21, dan 65:1. Kata (الْأَمْثَالُ, l-amtsaalu) berakar م-ث-ل dan berbentuk jamak. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 29:43 dan 59:21. Ayat 29:41 hanya memuat bentuk tunggal, yaitu (مَثَلُ, matsalu) dan (كَمَثَلِ, ka-matsali), untuk satu perumpamaan tentang laba-laba. Terjemahan memakai jamak, "perumpamaan-perumpamaan itu", karena Arabnya jamak, dan ayat ini tidak merinci perumpamaan lain mana yang ikut ditunjuk.

Kata kerja (نَضْرِبُهَا, nadhribuhaa) yang berarti "Kami buat" berakar ض-ر-ب dan memuat akhiran -haa yang menunjuk perumpamaan-perumpamaan tadi. Bentuk (ضَرْبًا, dharban) di 37:93 berarti "pukulan", tetapi bila bendanya perumpamaan, terjemahan memakai "membuat", seperti di 14:24, (ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا, dharaba llaahu matsalan) yang berarti "Allah membuat perumpamaan". Susunan dengan Allah sebagai pelaku itu muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 14:24, 16:75, 16:76, 16:112, 39:29, 66:10, dan 66:11. Di 29:43 pelakunya memakai "Kami". Bentuk (نَضْرِبُهَا, nadhribuhaa) muncul dua kali, yaitu di 29:43 dan 59:21, dan di kedua ayat itu kata sesudahnya sama, (لِلنَّاسِ, li-n-naasi) yang berarti "untuk manusia".

Kata (يَعْقِلُهَا, ya'qiluhaa) yang berarti "memahaminya" berakar ع-ق-ل dan sekali lagi memuat -haa, yaitu perumpamaan-perumpamaan itu. Terjemahan memakai "memahami" karena kata kerjanya mempunyai benda yang dipahami. Akar ini dengan akhiran benda juga ada di 2:75, (عَقَلُوهُ, 'aqaluuhu) yang berarti "memahaminya". Dua kemunculan lain akar ini di surah yang sama tidak memuat benda, yaitu (لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, li-qawmin ya'qiluuna) di 29:35 dan (لَا يَعْقِلُونَ, laa ya'qiluuna) di 29:63. Bentuk (يَعْقِلُهَا, ya'qiluhaa) muncul satu kali, yaitu di 29:43. Awalan (وَ, wa) pada (وَمَا, wa-maa) diterjemahkan "Namun" karena kalimat kedua menyempitkan kalimat pertama yang tertuju kepada semua manusia.

Kata (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" menyempitkan pemahaman itu kepada (الْعَالِمُونَ, l-'aalimuuna) yang berarti "orang-orang yang berilmu". Kata ini berakar ع-ل-م dan menunjuk orang-orang yang memiliki sifat itu. Bentuk (الْعَالِمُونَ, l-'aalimuuna) muncul satu kali, yaitu di 29:43, dan kata sejenis ada di 30:22, (لِلْعَالِمِينَ, li-l-'aalimiina) yang berarti "bagi orang-orang yang berilmu". Akar yang sama sudah hadir dua ayat sebelumnya, yaitu (يَعْلَمُونَ, ya'lamuuna) di 29:41 yang berarti "mereka mengetahui" dan (يَعْلَمُ, ya'lamu) di 29:42 yang berarti "mengetahui", dengan Allah sebagai pelakunya. Ayat 29:49 memakai sebutan lain, (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, lladziina uutuu l-'ilma) yang berarti "orang-orang yang diberi ilmu", dan 29:43 tidak menyatakan bahwa kedua sebutan itu menunjuk kelompok yang sama. Terjemahan tidak menambahkan keterangan tentang asal ilmu itu.

Tafsiran

Ayat ini membagi tanggapan atas perumpamaan menjadi dua: perumpamaan dibuat untuk manusia, dan pemahamannya dicatat pada sekelompok orang saja. Pembagian itu datang sesudah 29:41, yang menutup perumpamaan laba-laba dengan pengandaian "seandainya mereka mengetahui", dan sesudah 29:42, yang menyebut Allah mengetahui apa yang mereka seru selain Dia. Tiga ayat berurutan itu memuat akar ع-ل-م yang sama, dan dapat dibaca sebagai rangkaian: pengetahuan yang diandaikan pada orang-orang di 29:41, pengetahuan Allah di 29:42, dan pengetahuan yang membuat perumpamaan dapat dipahami di 29:43. Ayat 29:43 tidak menyebut apakah orang-orang di 29:41 termasuk yang tidak memahami, sehingga kaitan kedua kelompok itu dibiarkan terbuka.

Kalimat pembuka yang sama muncul di 59:21, (وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ, wa-tilka l-amtsaalu nadhribuhaa li-n-naasi), dan di sana disusul (لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ, la'allahum yatafakkaruuna) yang berarti "agar mereka berpikir". Ayat 59:21 menyebut tujuan dalam bentuk harapan dan tidak menyebut siapa yang berhasil, sedangkan 29:43 menyebut siapa yang memahami dan tidak menyebut tujuan. Kedua ayat dapat dibaca berdampingan tanpa saling membatalkan, karena yang satu menghadap tujuan perumpamaan dan yang lain menghadap hasilnya.

Dalam surah ini sebutan bagi pihak yang menerima tanda berganti-ganti. Ayat 29:35 menyebut kaum yang mengerti, 29:43 menyebut orang-orang yang berilmu, 29:44 menyebut orang-orang mukmin, dan 29:49 menyebut orang-orang yang diberi ilmu. Ayat 29:63 mencatat sisi sebaliknya, yaitu kebanyakan dari mereka tidak mengerti. Tidak ada ayat yang menyatakan bahwa semua sebutan itu menunjuk kelompok yang sama, sehingga 29:43 dapat dibaca sebagai satu dari beberapa pintu masuk, yaitu pintu ilmu.

Renungan dan Hikmah

  • Perumpamaan di ayat ini dibuat untuk manusia tanpa menyaring pendengarnya, dan penyempitan baru datang pada kalimat berikutnya. Di 14:24 Allah disebut membuat perumpamaan lewat sebuah pohon, dan di 16:75 lewat seorang hamba dan seorang yang diberi rezeki, sehingga gambar-gambar itu diletakkan di depan siapa saja yang mau melihatnya. Pembaca dapat memperhatikan urutan ini: undangan dibuka lebar lebih dulu, lalu dicatat bahwa tidak semua yang diundang menangkap isinya. Apakah gambar yang paling gampang dilihat, seperti rumah laba-laba, sudah dengan sendirinya sampai kepada setiap orang yang melihatnya?
  • Di 29:63 orang-orang yang ditanya siapa yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan bumi menjawab "Allah", dan sesudah jawaban itu ayat mencatat bahwa kebanyakan mereka tidak mengerti. Kata kerja yang dipakai untuk kekurangan itu sama dengan kata kerja pemahaman di 29:43, tetapi kedua ayat tidak menjelaskan apa yang belum dipahami atau bagaimana cara memahaminya. Pembaca dapat membedakan dua hal yang mudah tertukar, yaitu mengucapkan nama yang benar dan memahami perumpamaan yang memuat nama itu. Bila jawaban "Allah" sudah tepat sedangkan pemahaman masih dicatat kurang, apa yang tersisa di antara jawaban itu dan kenyataan yang disebutkannya?
  • Ayat 29:41 sampai 29:43 memuat akar ع-ل-م yang sama pada tiga pihak yang berbeda: orang-orang yang diandaikan mengetahui, Allah yang mengetahui apa yang mereka seru selain Dia, dan orang-orang berilmu yang memahami perumpamaan. Ayat 29:43 tidak menyebut dari mana ilmu itu datang atau siapa yang menilai seseorang sebagai berilmu. Pembaca dapat memeriksa cara memakai kata berilmu: sebagai gelar yang sudah disandang, atau sebagai keadaan yang baru tampak ketika perumpamaan benar-benar dipahami? Siapa yang akhirnya menilai keadaan itu, bila 29:42 menyebut Dia mengetahui apa yang diserukan manusia?
  • Ayat 29:41 menutup dengan pengandaian "seandainya mereka mengetahui" tanpa menyebut apa yang akan terjadi bila pengandaian itu terpenuhi. Dua ayat sesudahnya tidak mengisi ruang itu dengan akibat, tetapi dengan pengetahuan Allah tentang apa yang mereka seru dan dengan pemahaman orang-orang berilmu. Kekurangan yang disebut di ayat itu terletak pada pengetahuan, dan ayat itu tidak menyebut kekurangan lain. Pembaca dapat bertanya apakah sebuah kelemahan yang kasatmata selalu cukup untuk membuat orang berpindah dari tempat berlindungnya, atau masih diperlukan sesuatu yang oleh ayat ini disebut ilmu.
  • Di 59:21 perumpamaan yang sama dibuat untuk manusia dengan harapan mereka berpikir, sedangkan 29:43 menyebut siapa yang memahaminya. Ayat 59:21 membuka dengan gunung yang tunduk terpecah karena takut kepada Allah seandainya Al-Qur'an diturunkan kepadanya, lalu memasang perumpamaan-perumpamaan itu di sebelah gambar tersebut. Kedua ayat tidak menyatakan apakah berpikir selalu berujung pada paham. Pembaca dapat menimbang cara menilai proses berpikirnya sendiri: sebagai jalan yang pantas ditempuh walaupun hasilnya belum pasti, atau sebagai sesuatu yang baru berharga setelah hasilnya tampak? Apakah sebuah harapan untuk berpikir sudah memadai bagi orang yang belum sampai pada paham?
  • Surah ini menyebut penerima tanda dengan beberapa nama: kaum yang mengerti di 29:35, orang-orang berilmu di 29:43, orang-orang mukmin di 29:44, dan orang-orang yang diberi ilmu di 29:49. Tidak ada ayat yang menyatakan bahwa nama-nama itu menunjuk kelompok yang sama atau saling mengecualikan. Pembaca dapat bertanya apakah pembaca menemukan dirinya di salah satu nama itu, dan apakah temuan itu cukup bila hanya berasal dari penilaian pembaca sendiri, sedangkan 29:42 menyebut Allah yang mengetahui apa yang diserukan manusia. Nama mana yang ditunggu untuk disandangkan kepada pembaca, dan oleh siapa?