خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang mukmin.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّkhalaqa llaahu s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqiAllah menciptakan langit dan bumi dengan hak
  2. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَinna fii dzaalika la-aayatan li-l-mu'miniinasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang mukmin

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  5. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  6. إِنَّinnasesungguhnya
  7. فِيfiipada
  8. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  9. لَآيَةًla-aayatanbenar-benar tanda
  10. لِلْمُؤْمِنِينَli-l-mu'miniinabagi orang-orang beriman

Inti bacaan

Bentuk la-aayatan li-l-mu'miniina muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:77 dan 29:44.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (خَلَقَ اللَّهُ, khalaqa llaahu) yang berarti "Allah menciptakan", yaitu kata kerja lampau yang disusul nama pelakunya. Kata kerja (خَلَقَ, khalaqa) berakar خ-ل-ق. Rangkaian (خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ, khalaqa llaahu s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqi) muncul dua kali, yaitu di 29:44 dan 45:22. Bagian akhirnya, (السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ, s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqi), muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 6:73, 14:19, 16:3, 29:44, 39:5, 45:22, dan 64:3. Di 29:44, 14:19, dan 45:22 pelakunya disebut dengan nama Allah di kalimat itu sendiri, sedangkan di 6:73, 16:3, 39:5, dan 64:3 pelakunya ditunjuk oleh kata kerjanya atau oleh kata ganti "Dia".

Kata (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan hak" tersusun dari (بِ, bi) yang berarti "dengan" dan (الْحَقِّ, l-haqqi) dari akar ح-ق-ق. Ayat 29:44 tidak menerangkan arti hak dan tidak menambahkan kalimat penjelas sesudahnya, dan kalimat tentang tanda langsung menyusul. Ayat lain menaruh pendamping yang berbeda pada kata yang sama. Di 45:22 menyusul (وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ, wa-li-tujzaa kullu nafsin bi-maa kasabat) yang berarti "dan agar setiap jiwa dibalas dengan apa yang ia usahakan". Di 30:8 dan 46:3 menyusul (وَأَجَلٍ مُسَمًّى, wa-ajalin musamman) yang berarti "dan waktu yang ditentukan". Di 15:85 menyusul (وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ, wa-inna s-saa'ata la-aatiyatun) yang berarti "dan sesungguhnya Saat itu pasti datang".

Susunan (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) yang berarti "kecuali dengan hak" muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 6:151, 10:5, 15:8, 15:85, 17:33, 25:68, 30:8, 44:39, dan 46:3. Empat di antaranya, yaitu 15:85, 30:8, 44:39, dan 46:3, meniadakan penciptaan langit dan bumi kecuali dengan hak, sedangkan 29:44 menyatakan hal yang sama secara langsung tanpa peniadaan. Dua ayat lain meniadakan penciptaan dengan kata (بَاطِلًا, baathilan) yang berarti "sia-sia", yaitu 3:191 dan 38:27. Kata (بَاطِلًا, baathilan) muncul dua kali, yaitu di 3:191 dan 38:27, dan di keduanya kata kerjanya adalah kata kerja penciptaan.

Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "yang demikian itu" menunjuk penciptaan yang baru disebut. Kata (لَآيَةً, la-aayatan) yang berarti "benar-benar tanda" tersusun dari penegas (لَ, la) dan (آيَةً, aayatan), kata benda tunggal tak tentu dari akar أ-ي-ي, sehingga ayat ini menyebut satu tanda. Rangkaian (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً, inna fii dzaalika la-aayatan) muncul dua puluh kali di sembilan surah, yaitu 2:248, 3:49, 11:103, 15:77, 16:11, 16:13, 16:65, 16:67, 16:69, 26:8, 26:67, 26:103, 26:121, 26:139, 26:158, 26:174, 26:190, 27:52, 29:44, dan 34:9. Dua di antaranya ditutup dengan (لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ, la-aayatan li-l-mu'miniina) yang berarti "benar-benar tanda bagi orang-orang mukmin", yaitu 15:77 dan 29:44. Kata (لِلْمُؤْمِنِينَ, li-l-mu'miniina) berakar أ-م-ن dan menunjuk orang-orang yang beriman.

Surah ini memakai rumusan penutup yang serupa dengan sebutan penerima yang lain. Di 29:24 bunyinya (لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, la-aayaatin li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "benar-benar tanda-tanda bagi kaum yang beriman", dengan bentuk jamak. Di 29:51 bunyinya (لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, la-rahmatan wa-dzikraa li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "benar-benar rahmat dan pelajaran bagi kaum yang beriman". Kata kerja penciptaan yang sama muncul sebagai pertanyaan di 29:61, (مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha) yang berarti "siapa yang menciptakan langit dan bumi", dan di sana tidak ada (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi): ayat itu menyebut penundukan matahari dan bulan, dan jawaban "Allah" datang dari pihak yang ditanya.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari gambar sarang laba-laba di 29:41 sampai 29:43 ke pernyataan langsung tentang langit dan bumi, tanpa gambar dan tanpa kata penghubung. Ayat 29:41 menyebut rumah laba-laba paling lemah di antara rumah, sedangkan 29:44 tidak memakai kata kuat atau kukuh untuk langit dan bumi dan memakai kata hak. Teks tidak menyusun perbandingan antara kedua ayat itu, dan pembaca dapat menyusunnya sendiri dari urutannya.

Kata hak di ayat ini dibiarkan tanpa isi yang disebut. Ayat-ayat lain mengisinya dengan balasan, waktu yang ditentukan, atau datangnya Saat, dan 29:44 tidak mengambil salah satunya. Sesudah kata hak, kalimat berganti ke tanda, sehingga hak dan tanda berdiri berdampingan dalam satu ayat pendek.

Penerima tanda di ayat ini disebut orang-orang mukmin, tepat sesudah 29:43 menyebut orang-orang berilmu. Kedua sebutan itu berdampingan tanpa penghubung, dan ayat-ayat tersebut tidak menyatakan bahwa keduanya satu kelompok. Dalam surah ini tanda disebut lebih dulu dan penerimanya disebut belakangan, di 29:24, 29:44, dan 29:51. Ayat sesudahnya, 29:45, berganti ke perintah membacakan wahyu dan menegakkan salat, sehingga 29:44 berdiri di antara perumpamaan dan perintah, dan kalimat penutup tentang tanda bagi orang-orang mukmin menjadi bagian ayat ini yang paling dekat dengan pembaca.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyatakan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak, lalu langsung beralih ke tanda, tanpa menerangkan isi kata hak itu. Di ayat lain kata yang sama diberi pendamping yang berbeda-beda, yaitu balasan bagi setiap jiwa di 45:22, waktu yang ditentukan di 30:8, dan datangnya Saat di 15:85. Pembaca yang mengisi kata hak dengan isinya sendiri sedang mengerjakan sesuatu yang di 29:44 tidak dikerjakan oleh teks. Isi apa yang paling cepat dimasukkan pembaca ke dalam kata itu, dan dari mana isi tersebut berasal?
  • Ayat ini menyebut dua hal secara terpisah: Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak, dan pada hal itu terdapat tanda bagi orang-orang mukmin. Tanda disebut terdapat di sana, dan penerimanya disebut orang yang beriman. Ayat tidak menyatakan bahwa langit dan bumi baru menjadi tanda setelah ada yang menerimanya. Pembaca dapat membedakan keberadaan sebuah tanda dari penerimaannya. Apakah langit yang tampak di atas kepala sudah terbaca sebagai tanda, atau baru terbaca ketika dilihat oleh orang yang beriman?
  • Ayat 29:41 menyebut rumah laba-laba paling lemah di antara rumah, dan 29:44 menyebut langit dan bumi diciptakan Allah dengan hak. Ayat 29:44 tidak menyebut langit dan bumi kukuh, kuat, atau tahan lama, dan tidak menjelaskan hubungan hak dengan kekuatan. Pembaca yang biasa menilai tempat bersandar lewat kekuatannya dapat memeriksa apakah ukuran itu sama dengan ukuran yang dipakai ayat. Apa yang berubah pada pilihan tempat bersandar, bila ukurannya diganti dari kuat menjadi hak?
  • Di 3:191 orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta memikirkan penciptaan langit dan bumi, mengucapkan, "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia." Ayat 29:44 memberi pernyataan tentang penciptaan, sedangkan 3:191 memberi ucapan orang yang sampai pada pernyataan serupa sesudah memikirkannya. Kedua ayat tidak disamakan, karena sudut bicaranya berbeda. Pembaca dapat bertanya di titik mana ia berdiri di antara keduanya: menerima pernyataan itu lebih dulu, atau sedang berjalan melalui pemikiran menuju ucapan seperti itu?
  • Ayat 29:44 menyebut satu tanda untuk seluruh penciptaan langit dan bumi, sedangkan 29:24 menyebut tanda-tanda dalam bentuk jamak untuk satu peristiwa ketika Allah menyelamatkan tokoh kisah itu dari api. Di 29:15 kapal Nuh dijadikan tanda, dan di 29:35 sisa sebuah negeri disebut tanda yang nyata. Surah ini menamai tanda untuk peristiwa penyelamatan, untuk sisa negeri, dan untuk langit dan bumi, tanpa menyatakan mana yang lebih dekat kepada pembaca. Di antara ketiga jenis itu, mana yang paling mudah luput karena terlalu besar atau terlalu biasa?
  • Di 38:27 gagasan bahwa langit dan bumi diciptakan dengan sia-sia disebut sebagai dugaan orang-orang yang kufur. Ayat 29:44 tidak menyebut gagasan lawan itu, tetapi pernyataan positifnya menempati tempat yang sama. Pembaca dapat memeriksa apakah pandangannya tentang alam pernah bertumpu pada dugaan semacam itu, yang tidak diucapkan tetapi bekerja dalam cara memperlakukan benda di sekitarnya. Bila langit dan bumi diciptakan Allah dengan hak seperti yang dikatakan 29:44, apa yang berubah pada cara pembaca memperlakukan sesuatu yang dianggapnya tidak berarti?