اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Kitab, dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah itu lebih besar. Allah mengetahui apa yang kalian perbuat.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَutlu maa uuhiya ilayka mina l-kitaabi wa-aqimi sh-shalaatabacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Kitab, dan tegakkanlah salat
- إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِinna sh-shalaata tanhaa 'ani l-fahsyaa'i wa-l-munkarisesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
- وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُwa-la-dzikru llaahi akbarusungguh, mengingat Allah itu lebih besar
- وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَwa-llaahu ya'lamu maa tashna'uunaAllah mengetahui apa yang kalian perbuat
Terjemahan per kata (21 kata)
- اتْلُutlubacalah
- مَاmaaapa yang
- أُوحِيَuuhiyadiwahyukan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- مِنَminadari
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- وَأَقِمِwa-aqimidan tegakkanlah
- الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
- إِنَّinnasesungguhnya
- الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
- تَنْهَىٰtanhaamencegah
- عَنِ'anidari
- الْفَحْشَاءِl-fahsyaa'iperbuatan keji
- وَالْمُنْكَرِwa-l-munkaridan kemungkaran
- وَلَذِكْرُwa-la-dzikrudan sungguh mengingat
- اللَّهِllaahiAllah
- أَكْبَرُakbarulebih besar
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- مَاmaaapa yang
- تَصْنَعُونَtashna'uunakalian perbuat
Inti bacaan
Bentuk (تَنْهَىٰ, tanhaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:45.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اتْلُ, utlu) yang berarti "bacalah", kata kerja perintah kepada satu orang dari akar ت-ل-و. Rangkaian (اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ, utlu maa uuhiya ilayka) muncul dua kali, yaitu di 18:27 dan 29:45, dan di 18:27 awalannya memakai wa, (وَاتْلُ, wa-tlu). Kata (أُوحِيَ, uuhiya) yang berarti "diwahyukan" berbentuk pasif, sehingga pelaku pewahyuan tidak disebut di 29:45. Di 18:27 benda yang dibacakan diberi pemilik, (مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ, min kitaabi rabbika) yang berarti "dari Kitab Tuhanmu", sedangkan di 29:45 bunyinya (مِنَ الْكِتَابِ, mina l-kitaabi) yang berarti "dari Kitab", dengan kata sandang al- dan tanpa pemilik.
Kata (وَأَقِمِ, wa-aqimi) yang berarti "dan tegakkanlah" berakar ق-و-م dan ditujukan kepada satu orang. Rangkaian (وَأَقِمِ الصَّلَاةَ, wa-aqimi sh-shalaata) muncul tiga kali, yaitu di 11:114, 20:14, dan 29:45. Di 20:14 rangkaian itu disusul (لِذِكْرِي, li-dzikrii) yang berarti "untuk mengingat-Ku". Tanpa awalan wa, (أَقِمِ الصَّلَاةَ, aqimi sh-shalaata) muncul lima kali, yaitu di 11:114, 17:78, 20:14, 29:45, dan 31:17. Kata (الصَّلَاةَ, sh-shalaata) berakar ص-ل-و, dan terjemahan memakai "salat" tanpa kata pengganti seperti "sembahyang", karena akar yang sama dikaitkan juga dengan burung di 24:41, (قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ, qad 'alima shalaatahu wa-tasbiihahu) yang berarti "sungguh telah mengetahui salatnya dan tasbihnya", dan dengan Allah di 33:43, (هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ, huwa lladzii yushallii 'alaykum) yang berarti "Dialah yang bersalat atas kalian".
Kata kerja (تَنْهَىٰ, tanhaa) yang berarti "mencegah" berakar ن-ه-ي, dan bentuk persis ini muncul satu kali, yaitu di 29:45. Pelakunya adalah salat sendiri, karena kata (الصَّلَاةَ, sh-shalaata) berdiri tepat sebelum kata kerja itu. Di 31:17, (وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ, wa-nha 'ani l-munkari) yang berarti "dan cegahlah dari yang mungkar", perintah mencegah ditujukan kepada seorang anak, tepat sesudah perintah menegakkan salat, sedangkan di 29:45 pelaku pencegahan adalah salat. Pasangan (الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ, l-fahsyaa'i wa-l-munkari) muncul tiga kali, yaitu di 16:90, 24:21, dan 29:45. Di 16:90 Allah melarangnya, (وَيَنْهَىٰ, wa-yanhaa) yang berarti "dan melarang", dan di 24:21 setan menyuruhnya, (يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ, ya'muru bi-l-fahsyaa'i wa-l-munkari) yang berarti "menyuruh kepada yang keji dan mungkar".
Kata (ذِكْرُ, dzikru) yang berarti "mengingat" berakar ذ-ك-ر, dan di rangkaian (وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ, wa-la-dzikru llaahi akbaru) yang berarti "dan sungguh mengingat Allah itu lebih besar" didahului penegas (لَ, la). Rangkaian utuh itu muncul satu kali, yaitu di 29:45. Bentuk (ذِكْرِ اللَّهِ, dzikri llaahi) di rangkaian lain muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 5:91, 13:28, 24:37, 39:22, 39:23, 57:16, 62:9, dan 63:9. Di 5:91, (عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ, 'an dzikri llaahi wa-'ani sh-shalaati) yang berarti "dari mengingat Allah dan dari salat", mengingat Allah dan salat disebut sebagai dua hal yang terpisah. Kata (أَكْبَرُ, akbaru) yang berarti "lebih besar" tidak diikuti kata pembanding di 29:45. Di 9:72, (وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ, wa-ridhwaanun mina llaahi akbaru) yang berarti "dan keridaan dari Allah lebih besar", pembandingnya juga tidak disebut.
Kata (تَصْنَعُونَ, tashna'uuna) yang berarti "kalian perbuat" berakar ص-ن-ع dan ditujukan kepada banyak orang. Bentuk persis ini muncul satu kali, yaitu di 29:45, dan bentuk (يَصْنَعُونَ, yashna'uuna) muncul lima kali di empat surah, yaitu di 5:14, 5:63, 16:112, 24:30, dan 35:8. Di kelima ayat itu terjemahan memakai "perbuat", dan 29:45 kini memakai padanan yang sama. Di 5:62, (لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, la-bi'sa maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "sungguh seburuk-buruk apa yang mereka kerjakan", kata kerjanya berasal dari akar ع-م-ل, dan 5:63 memakai (لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ, la-bi'sa maa kaanuu yashna'uuna) pada rumusan penutup yang sama, sehingga kedua akar itu tidak dipertukarkan.
Tafsiran
Ayat ini mengubah arah surah dari perumpamaan dan tanda ke perintah. Ayat 29:44 menutup dengan tanda bagi orang-orang mukmin, dan 29:45 memuat dua perintah kepada satu orang: membacakan apa yang diwahyukan dan menegakkan salat. Perintah pertama berdiri tanpa alasan, sedangkan perintah kedua disusul tiga kalimat: salat mencegah dari yang keji dan mungkar, mengingat Allah lebih besar, dan Allah mengetahui apa yang diperbuat.
Akar membaca muncul tiga kali dalam kelompok ayat ini dengan tiga keadaan yang berbeda. Di 29:45 bentuknya perintah, (اتْلُ, utlu). Di 29:48 bentuknya penyangkalan atas masa lalu, (تَتْلُو, tatluu) yang berarti "membaca". Di 29:51 bentuknya pasif, (يُتْلَىٰ, yutlaa) yang berarti "dibacakan", dan Kitab dibacakan kepada pihak lain. Urutan itu memperlihatkan orang yang diperintah membaca, orang yang dinyatakan belum pernah membaca, dan orang yang menerima bacaan.
Kalimat terakhir mengubah sasaran bicara. Kedua kata kerja perintah di awal ayat ditujukan kepada satu orang, sedangkan (تَصْنَعُونَ, tashna'uuna) ditujukan kepada banyak orang. Kata kerja pengetahuan dengan Allah sebagai pelaku muncul juga di 29:42 dan 29:52, masing-masing dengan sasaran yang berbeda dari 29:45.
Cara salat mencegah tidak diuraikan, dan yang tertulis adalah hasil yang dituju. Pembanding bagi kata lebih besar dibiarkan terbuka, sehingga pembacaan "lebih besar daripada salat" maupun "lebih besar daripada hal lain" belum dipilih oleh teks.
Renungan dan Hikmah
- Di 31:17 perintah mencegah dari yang mungkar ditujukan kepada seorang anak, sedangkan di 29:45 kata kerja mencegah memakai salat sebagai pelakunya. Perintah di 29:45 hanya satu untuk salat, yaitu menegakkannya, dan hasil mencegah disebut sebagai pekerjaan salat itu. Ayat ini menutup dengan pernyataan bahwa Allah mengetahui apa yang diperbuat orang banyak, sehingga hasil itu diletakkan di hadapan pengetahuan-Nya. Apakah tegaknya sebuah salat terlihat pada apa yang tidak lagi dikerjakan sesudahnya?
- Ayat 29:45 menyebut mengingat Allah lebih besar tanpa menyebut apa yang dilampauinya. Di 20:14 salat ditegakkan untuk mengingat Allah, dan di 5:91 mengingat Allah dan salat disebut sebagai dua hal yang terpisah. Dari ketiga ayat itu dapat dibaca bahwa salat dan ingatan kepada Allah berjalan berdampingan tanpa menjadi satu benda, dan 29:45 tidak menentukan mana yang menjadi ukuran bagi yang lain. Pembaca dapat membayangkan sebuah salat yang ditegakkan lengkap sementara ingatan kepada Allah tidak ikut hadir. Apa yang tersisa dari salat seperti itu menurut ayat ini?
- Dua perintah di awal 29:45 ditujukan kepada satu orang, lalu kalimat terakhir berbicara kepada banyak orang tentang apa yang mereka perbuat. Pembaca yang membaca ayat ini sendirian tetap termasuk dalam kata kalian, karena Allah menurut ayat itu mengetahui perbuatan banyak orang, dan seorang pembaca adalah bagian dari banyak orang itu. Perpindahan dari satu ke banyak ini terjadi dalam satu ayat tanpa kata penghubung yang menjelaskannya. Ketika pembaca sedang sendirian dengan bacaannya, siapa yang termasuk dalam kata kalian di akhir ayat?
- Perintah membacakan wahyu di 29:45 berdiri tanpa alasan, sedangkan perintah menegakkan salat diberi tiga alasan berturut-turut. Ayat ini tidak menyebut sebab perbedaan itu, dan pembaca tidak perlu menebaknya. Alasan-alasan itu mengarah ke satu sisi: hasil yang dituju, kedudukan mengingat Allah, dan pengetahuan Allah atas perbuatan. Pembaca dapat memeriksa bagian-bagian hidupnya yang berjalan karena alasan yang disebutkan ayat seperti itu, dan bagian lain yang berjalan karena kebiasaan yang alasannya tidak pernah ditanyakan. Alasan apa yang dimiliki sebuah kebiasaan yang sudah lama dijalani?
- Pasangan keji dan mungkar muncul di tiga ayat dengan tiga pihak berbeda: setan menyuruhnya di 24:21, Allah melarangnya di 16:90, dan salat mencegahnya di 29:45. Dalam kalimat-kalimat itu pasangan yang sama selalu berada di antara suara yang menyuruh dan suara yang melarang. Ketiga ayat tidak menyatakan suara mana yang lebih sering didengar lebih dulu oleh manusia, dan pembaca tidak dapat menarik jawabannya dari ayat. Apakah, dalam sehari yang dijalani seorang pembaca, suara yang menyuruh dan suara yang melarang itu hadir bergantian, atau salah satunya lebih sering datang lebih dulu?
- Kata kerja pengetahuan dengan Allah sebagai pelaku muncul di 29:42, 29:45, dan 29:52 dengan tiga sasaran: apa yang diseru manusia selain Dia, apa yang diperbuat banyak orang, dan apa yang ada di langit dan di bumi. Sasaran di tengah menyangkut perbuatan orang-orang yang diajak bicara ayat itu, dan sasaran lainnya menyangkut pihak lain dan seluruh alam. Pembaca yang biasa memeriksa dirinya lewat pertanyaan tentang apa yang dilihat Allah dapat memperhatikan sasaran mana yang paling sering dipakainya. Dari tiga sasaran itu, mana yang paling jarang dijadikan bahan memeriksa diri?