وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Janganlah kalian mendebat Ahlulkitab melainkan dengan cara yang lebih baik, kecuali terhadap orang-orang yang berbuat zalim di antara mereka. Dan katakanlah, "Kami beriman pada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada kalian. Tuhan kami dan Tuhan kalian adalah satu. Hanya kepada-Nya kami berserah diri."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْwa-laa tujaadiluu ahla l-kitaabi illaa bi-llatii hiya ahsanu illaa lladziina zhalamuu minhumjanganlah kalian mendebat Ahlulkitab melainkan dengan cara yang lebih baik, kecuali terhadap orang-orang yang berbuat zalim di antara mereka
- وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْwa-quuluu aamannaa bi-lladzii unzila ilaynaa wa-unzila ilaykumdan katakanlah, kami beriman pada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada kalian
- وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَwa-ilaahunaa wa-ilaahukum waahidun wa-nahnu lahu muslimuunaTuhan kami dan Tuhan kalian adalah satu, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تُجَادِلُواtujaadiluukalian membantah
- أَهْلَahlaahli
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- إِلَّاillaakecuali
- بِالَّتِيbi-llatiidengan yang
- هِيَhiyaia
- أَحْسَنُahsanulebih baik
- إِلَّاillaakecuali
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- وَقُولُواwa-quuluudan katakanlah kalian
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِالَّذِيbi-lladziidengan yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَيْنَاilaynaakepada kami
- وَأُنْزِلَwa-unziladan diturunkan
- إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
- وَإِلَٰهُنَاwa-ilaahunaadan Tuhan kami
- وَإِلَٰهُكُمْwa-ilaahukumdan Tuhan kalian
- وَاحِدٌwaahidunYang Esa
- وَنَحْنُwa-nahnudan kami
- لَهُlahubaginya
- مُسْلِمُونَmuslimuunaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Kata kerja (تُجَادِلُوا, tujaadiluu) muncul satu kali di Al-Qur'an, dan pasangan perintahnya (وَجَادِلْهُمْ, wa-jaadilhum) muncul satu kali pula, di 16:125; keduanya disusul (بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, bi-llatii hiya ahsanu).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَا تُجَادِلُوا, wa-laa tujaadiluu) yang berarti "dan janganlah kalian mendebat", larangan kepada banyak orang dari akar ج-د-ل. Bentuk (تُجَادِلُوا, tujaadiluu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:46. Bentuk perintahnya, (وَجَادِلْهُمْ, wa-jaadilhum) yang berarti "dan debatlah mereka", juga muncul satu kali, yaitu di 16:125, dan di kedua ayat itu kata kerjanya disusul (بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, bi-llatii hiya ahsanu). Di 16:125 perintah itu datang sesudah (ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ, ud'u ilaa sabiili rabbika) yang berarti "serulah ke jalan Tuhanmu", sedangkan di 29:46 perintah itu berbentuk larangan yang diberi pengecualian.
Kata (أَهْلَ الْكِتَابِ, ahla l-kitaabi) yang berarti "Ahlulkitab" tersusun dari (أَهْلَ, ahla) yang berarti "ahli" dan (الْكِتَابِ, l-kitaabi) yang berarti "Kitab". Bentuk persis ini muncul empat belas kali di empat surah, yaitu 3:64, 3:65, 3:70, 3:71, 3:98, 3:99, 4:171, 5:15, 5:19, 5:59, 5:65, 5:68, 5:77, dan 29:46. Di 29:46 tidak ada nama kelompok yang dirinci, dan terjemahan memakai sebutan itu tanpa daftar.
Susunan (إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, illaa bi-llatii hiya ahsanu) yang berarti "melainkan dengan cara yang lebih baik" muncul tiga kali, yaitu di 6:152, 17:34, dan 29:46. Di 6:152, (وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, wa-laa taqrabuu maala l-yatiimi illaa bi-llatii hiya ahsanu) yang berarti "dan janganlah kalian mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik", dan 17:34 memuat larangan yang sama. Tanpa kata melainkan, (بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ, bi-llatii hiya ahsanu) muncul enam kali di enam surah, yaitu 6:152, 16:125, 17:34, 23:96, 29:46, dan 41:34. Di 23:96 dan 41:34 kata kerjanya (ادْفَعْ, idfa') yang berarti "tolaklah". Kata (الَّتِي, llatii) yang berarti "yang" berbentuk perempuan menurut data morfologi, dan benda yang ditunjuknya tidak tertulis di ayat-ayat itu. Terjemahan menambahkan kata "cara" di 29:46 supaya "yang" memiliki benda dalam bahasa Indonesia. Padanan (أَحْسَنُ, ahsanu) adalah "lebih baik" di 29:46, 16:125, 23:96, dan 41:34, dan "terbaik" di 6:152 dan 17:34, untuk kata Arab yang sama dan tanpa pembanding yang disebut.
Kata (إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ, illaa lladziina zhalamuu minhum) yang berarti "kecuali terhadap orang-orang yang berbuat zalim di antara mereka" muncul dua kali, yaitu di 2:150 dan 29:46. Kata kerja (ظَلَمُوا, zhalamuu) berbentuk lampau dari akar ظ-ل-م, sehingga yang dikecualikan adalah orang yang sudah melakukan perbuatan zalim, dan (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "di antara mereka" menunjuk sebagian dari Ahlulkitab. Di 2:150 pengecualian yang sama dipakai pada (لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ, li-allaa yakuuna li-n-naasi 'alaykum hujjatun) yang berarti "agar tidak ada hujah bagi manusia atas kalian". Kata "terhadap" di terjemahan 29:46 ditambahkan oleh terjemahan, dan Arabnya tidak memuatnya, sehingga ayat ini tidak merinci apa yang dibolehkan bagi kelompok itu.
Kata (وَقُولُوا, wa-quuluu) yang berarti "dan katakanlah" ditujukan kepada banyak orang, dan isi ucapannya dibuka dengan (آمَنَّا, aamannaa) yang berarti "kami beriman". Kata ini muncul tiga kali di surah ini, yaitu di 29:2, 29:10, dan 29:46. Di 29:2, (أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا, an yaquuluu aamannaa) yang berarti "bahwa mereka berkata, 'Kami telah beriman'", ucapan itu dikaitkan dengan ujian, dan di 29:10, (مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ, man yaquulu aamannaa bi-llaahi) yang berarti "yang berkata, 'Kami beriman kepada Allah'", ucapan itu dikaitkan dengan gangguan. Bentuk perintah (وَقُولُوا آمَنَّا, wa-quuluu aamannaa) muncul satu kali, yaitu di 29:46, dan (قُولُوا آمَنَّا, quuluu aamannaa) muncul di 2:136. Kata (أُنْزِلَ إِلَيْنَا, unzila ilaynaa) yang berarti "diturunkan kepada kami" muncul tiga kali, yaitu di 2:136, 5:59, dan 29:46, dan (وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ, wa-unzila ilaykum) yang berarti "dan diturunkan kepada kalian" muncul satu kali di 29:46. Kedua kata kerja itu berbentuk pasif, sehingga pelaku penurunan tidak disebut.
Kata (وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ, wa-ilaahunaa wa-ilaahukum waahidun) yang berarti "dan Tuhan kami dan Tuhan kalian satu" tersusun dari dua sebutan dan satu keterangan. Kata (وَإِلَٰهُكُمْ, wa-ilaahukum) muncul dua kali, yaitu di 2:163 dan 29:46, dan (إِلَٰهٌ وَاحِدٌ, ilaahun waahidun) muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 2:163, 4:171, 5:73, 6:19, 14:52, 16:22, 16:51, 18:110, 21:108, 22:34, dan 41:6. Di 29:46 kata (وَاحِدٌ, waahidun) menjadi keterangan bagi dua sebutan sekaligus. Sebutan (رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ, rabbunaa wa-rabbukum) muncul dua kali, yaitu di 2:139 dan 42:15, dan terjemahan memakai "Tuhan" untuk kata itu dan untuk (إِلَٰهُنَا, ilaahunaa) di 29:46, padahal kata Arabnya berbeda.
Kata (مُسْلِمُونَ, muslimuuna) yang berarti "orang-orang yang berserah diri" berakar س-ل-م dan muncul lima belas kali di sembilan surah, yaitu 2:132, 2:133, 2:136, 3:52, 3:64, 3:80, 3:84, 3:102, 5:111, 11:14, 21:108, 27:81, 29:46, 30:53, dan 72:14. Rangkaian (وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ, wa-nahnu lahu muslimuuna) yang berarti "dan hanya kepada-Nya kami berserah diri" muncul empat kali di tiga surah, yaitu 2:133, 2:136, 3:84, dan 29:46. Terjemahan memakai "berserah diri" untuk kata itu dan tidak memakai sebutan yang menunjuk keanggotaan.
Tafsiran
Ayat ini mengatur cara berbicara kepada Ahlulkitab dalam tiga lapis. Lapis pertama larangan mendebat, yang dilonggarkan oleh satu pengecualian, yaitu cara yang lebih baik. Lapis kedua pengecualian lagi bagi orang yang berbuat zalim di antara mereka. Lapis ketiga perintah mengucapkan tiga kalimat. Dua kata kecuali berurutan dalam satu kalimat, dan teks tidak menjelaskan bagaimana keduanya berhubungan: pengecualian kedua dapat dibaca sebagai pelonggaran syarat cara yang lebih baik, dan dapat pula dibaca sebagai pelonggaran larangan itu sendiri. Ayat 29:46 tidak memilih salah satu pembacaan itu.
Ucapan yang diperintahkan tersusun simetris pada dua kalimat pertama dan berbelok pada kalimat ketiga. Pasangan kami dan kalian muncul dua kali: yang diturunkan kepada kami dan kepada kalian, lalu Tuhan kami dan Tuhan kalian. Kalimat ketiga hanya memakai kami, yaitu berserah diri kepada-Nya. Di 2:136 dan 3:84 kalimat penutup yang sama datang sesudah daftar nama, sedangkan di 29:46 ia datang sesudah pernyataan tentang Tuhan yang sama. Di 2:139, dalam suasana yang juga berupa perbantahan, pembicara menyebut Allah sebagai Tuhan kami dan Tuhan kalian, dan kalimat penutupnya memakai kata lain, yaitu memurnikan, bukan berserah diri.
Dalam surah ini ayat 29:46 berada di antara dua ayat yang membicarakan Kitab. Ayat 29:45 menyuruh satu orang membaca apa yang diwahyukan, dan ayat 29:47 menyebut orang-orang yang diberi Kitab beriman kepadanya. Larangan dan perintah di 29:46 ditujukan kepada banyak orang, berbeda dari dua perintah tunggal di 29:45, sehingga pembicaraan beralih dari satu pembaca ke kelompok yang berhadapan dengan Ahlulkitab. Ayat 29:51 menyebut Kitab itu dibacakan kepada mereka, sehingga Kitab menjadi titik temu yang terus muncul dari 29:45 sampai 29:51.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:46 menyebut cara yang lebih baik tanpa menyebut cara apa yang dikalahkannya, dan tanpa membatasi isinya pada satu bentuk tertentu. Di 16:125 perintah berdebat dengan cara yang lebih baik datang sesudah ajakan ke jalan Tuhan dengan hikmah dan pelajaran yang baik, sehingga cara itu berada di tengah sebuah ajakan. Pembaca yang sedang atau akan berdebat dapat mendaftar cara-cara yang sebenarnya tersedia, lalu memeriksa dengan ukuran apa satu di antaranya dipilih sebagai yang lebih baik. Siapa yang menentukan ukuran itu ketika perdebatan sudah memanas?
- Pengecualian kedua di ayat ini ditujukan kepada orang yang berbuat zalim, dan kata kerjanya berbentuk lampau, sehingga yang dipakai sebagai ukuran adalah perbuatan yang sudah terjadi. Ayat tidak menyebut perbuatan zalim apa yang dimaksud dan tidak menyebut siapa yang menetapkan seseorang masuk golongan itu. Pembaca yang hendak memakai pengecualian ini membutuhkan perbuatan yang dapat ditunjuk, dan kesan tidak cukup sebagai pengganti perbuatan itu. Ketika orang di seberang perdebatan terasa menjengkelkan, perbuatan apa yang sebenarnya dapat ditunjuk untuk memindahkannya ke golongan tersebut?
- Dua kalimat pertama dalam ucapan yang diperintahkan memakai pasangan kami dan kalian: yang diturunkan kepada kami dan kepada kalian, Tuhan kami dan Tuhan kalian. Kalimat ketiga memakai kami saja, yaitu berserah diri kepada-Nya. Ucapan itu dimulai dari bagian yang disebut milik bersama dan berakhir pada sikap pembicara sendiri. Dalam percakapan dengan orang yang berbeda keyakinan, titik temu dinyatakan lebih dulu, lalu pembicara menyatakan keadaannya tanpa meminta lawan bicara menyatakan hal yang sama. Kalimat mana yang lebih sering didahulukan pembaca ketika berbicara dengan orang seperti itu: yang menyebut kesamaan, atau yang menyebut diri sendiri?
- Kalimat "Kami beriman" muncul tiga kali dalam surah ini, dan tiap kali berada dalam suasana yang berbeda: di 29:2 dikaitkan dengan ujian, di 29:10 diucapkan orang yang kemudian menganggap gangguan manusia seperti azab Allah, dan di 29:46 diperintahkan sebagai ucapan kepada Ahlulkitab. Ketiganya tidak disamakan, karena pengucapnya dan keadaannya berlainan. Pembaca dapat bertanya pada suasana mana kalimat itu paling sering diucapkannya: ketika diuji, ketika terganggu, atau ketika bercakap dengan orang yang berbeda. Apakah kalimat yang sama terdengar sama dalam ketiga suasana itu?
- Ukuran lebih baik yang sama muncul di tiga bidang yang berjauhan: harta anak yatim di 6:152 dan 17:34, perdebatan di 16:125 dan 29:46, serta penolakan terhadap keburukan di 23:96 dan 41:34. Di 41:34 hasilnya disebut lewat orang yang tadinya bermusuhan dan kemudian seakan-akan menjadi teman akrab. Tiap ayat tidak menyatakan bahwa bidang-bidang itu sama, tetapi menaruh ukuran yang sama di dalamnya. Pembaca dapat memeriksa apakah ukuran itu diterapkan pada ketiga bidang dalam hidupnya, atau ukuran yang berbeda dipakai untuk harta, untuk perdebatan, dan untuk balasan atas keburukan. Di bidang mana ukurannya paling longgar?
- Ucapan di ayat ini menyebut dua arah: yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada kalian. Pembicara menyebut apa yang diterima pihak lain dengan kata kerja yang sama dengan yang dipakainya untuk dirinya sendiri, dan tidak menambahkan daftar nama seperti di 2:136. Pembaca dapat menimbang apa artinya menyebut apa yang diterima lawan bicara dengan kalimat sesederhana kalimat tentang diri sendiri. Seberapa sering apa yang diterima pihak lain disebut lebih dulu sebelum apa yang diterima diri sendiri?
- Ucapan yang diperintahkan berakhir pada keadaan pembicaranya sendiri: kami berserah diri kepada-Nya. Ayat ini tidak menutup dengan hasil yang diharapkan dari lawan bicara, dan tidak menyebut tanggapan apa pun dari mereka. Bagi pembaca yang terbiasa menilai sebuah percakapan dari siapa yang mengalah, urutan ini menaruh ukuran di tempat lain, yaitu pada sikap diri di hadapan Dia. Bila perdebatan berakhir tanpa ada yang berubah pendapat, apa yang masih dapat dikatakan pembaca tentang dirinya di hadapan Tuhan?