وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

Dan engkau tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya, dan tidak menuliskannya dengan tangan kananmu; sekiranya demikian, niscaya orang-orang yang berbuat batil akan ragu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍwa-maa kunta tatluu min qablihi min kitaabindan engkau tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya
  2. وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَwa-laa takhuththuhu bi-yamiinikadan tidak menuliskannya dengan tangan kananmu
  3. إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَidzan la-rtaaba l-mubthiluunasekiranya demikian, niscaya orang-orang yang berbuat batil akan ragu

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كُنْتَkuntaengkau adalah
  3. تَتْلُوtatluumembaca
  4. مِنْmindari
  5. قَبْلِهِqablihisebelumnya
  6. مِنْmindari
  7. كِتَابٍkitaabinkitab
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. تَخُطُّهُtakhuththuhuengkau menulisnya
  10. بِيَمِينِكَbi-yamiinikadengan tangan kananmu
  11. إِذًاidzanjika demikian
  12. لَارْتَابَla-rtaabasungguh akan ragu
  13. الْمُبْطِلُونَl-mubthiluunaorang-orang yang membatalkan

Inti bacaan

Bukti penting tentang keotentikan: 'engkau tidak pernah membaca suatu kitab pun sebelumnya, dan tidak pula menuliskannya', argumen bahwa sumber pesan bukan dari pembelajaran literasi konvensional, melampaui penjelasan yang biasa.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(pula)' dan '(kebenaran)' dari sumber internal dihapus: 'al-mubtiluuna' ('orang-orang yang berbuat batil', akar bTl) dibiarkan sebagai kata benda mandiri tanpa objek tambahan.

Tafsiran

Ayat ini menyajikan argumen keaslian: ketidakmampuan membaca dan menulis sebelumnya menjadi bukti bahwa wahyu ini bukan hasil karangan atau salinan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai apa yang tak pernah ia lakukan sebagai bukti. Tak membaca, tak menulis. Yang menguatkan justru ketiadaannya.
  • Kata yang dipakai dengan tangan kananmu. Rinci. Yang disangkal bukan gagasan, melainkan gerakan tangan.
  • Allah menyebut sekiranya demikian, mereka akan ragu. Bersyarat. Keraguan yang mungkin muncul disebut lebih dahulu, lalu ditutup jalannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, t-l-w, q-b-l, k-t-b, kh-t-t, y-m-n, r-y-b, b-t-l): maa kunta tatluu min qablihi min kitaab wa laa takhuttuhu bi-yamiinik diterjemahkan 'tak pernah membaca kitab sebelumnya & tak menulisnya' (akar t-l-w + akar k-t-b + akar kh-t-t + akar y-m-n, status Nabi ummi = bukti Qur'an bukan karangannya; sepasang i'jaaz 17:88); irtaaba diterjemahkan 'ragu' (akar r-y-b); mubtiluun diterjemahkan 'orang yang membatalkan (pengingkar)' (akar b-t-l). gloss '(Nabi Muhammad)/(Al-Qur'an)/(engkau pernah membaca dan menulis,)/(bahwa ia dari Allah)' dibuang.