بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
Bahkan, ia adalah tanda-tanda yang jelas di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Tidaklah mengingkari tanda-tanda Kami, kecuali orang-orang zalim.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَbal huwa aayaatun bayyinaatun fii shuduuri lladziina uutuu l-'ilmabahkan, ia adalah tanda-tanda yang jelas di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu
- وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَwa-maa yajhadu bi-aayaatinaa illaa zh-zhaalimuunatidaklah mengingkari tanda-tanda Kami, kecuali orang-orang zalim
Terjemahan per kata (14 kata)
- بَلْbalbahkan
- هُوَhuwaia
- آيَاتٌaayaatuntanda-tanda
- بَيِّنَاتٌbayyinaatunbukti-bukti nyata
- فِيfiidi dalam
- صُدُورِshuduuridada
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُوتُواuutuudiberi
- الْعِلْمَl-'ilmapengetahuan
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَجْحَدُyajhadumengingkari
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- إِلَّاillaakecuali
- الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
Inti bacaan
Susunan (آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ, aayaatun bayyinaatun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:97 dan 29:49.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan", lalu kata ganti (هُوَ, huwa) yang berarti "ia" menunjuk sesuatu yang tunggal. Di 29:47 ayat sebelumnya menyebut (الْكِتَابَ, l-kitaaba) yang berarti "Kitab", dan ayat ini tidak menyebut nama lain, sehingga huwa terbaca menunjuk Kitab itu. Susunan (بَلْ هُوَ, bal huwa) muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu di 3:180, 21:5, 24:11, 29:49, 32:3, 34:27, 46:24, 54:25, dan 85:21. Di 32:3 susunan itu menjawab ucapan yang dikutip, (أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ, am yaquuluuna ftaraahu) yang berarti "ataukah mereka berkata, dia mengada-adakannya", lalu bersambung ke (بَلْ هُوَ الْحَقُّ, bal huwa l-haqqu) yang berarti "bahkan, ia adalah kebenaran". Di 29:48 yang dibicarakan adalah keraguan orang yang berbuat batil, dan 29:49 menjawabnya dengan susunan yang sama, yaitu pernyataan tentang apa Kitab itu. Terjemahan memakai "bahkan" di kedua tempat.
Tentang Kitab itu ayat ini menyatakan (آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ, aayaatun bayyinaatun) yang berarti "tanda-tanda yang jelas". Kata ganti huwa tunggal, sedangkan (آيَاتٌ, aayaatun) jamak, sehingga Kitab itu disebut banyak tanda dan tidak disebut satu tanda. Pasangan kata ini muncul dua kali dalam susunan yang persis sama, yaitu di 3:97 dan 29:49. Di 3:97 bunyinya (فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ, fiihi aayaatun bayyinaatun) yang berarti "di dalamnya ada tanda-tanda yang jelas", dan "di dalamnya" menunjuk tempat yang disebut di ayat sebelumnya. Dengan akhiran kata yang berbeda, pasangan ini ada di delapan ayat, yaitu 2:99, 3:97, 17:101, 22:16, 24:1, 29:49, 57:9, dan 58:5. Di enam ayat yang lain tanda-tanda yang jelas itu diturunkan atau dianugerahkan. Di 3:97 tanda-tanda itu berada di sebuah tempat, dan di 29:49 tanda-tanda itu berada di dalam dada.
Kata (فِي صُدُورِ, fii shuduuri) yang berarti "di dalam dada" memakai (صُدُورِ, shuduuri), bentuk jamak untuk dada. Rangkaian fii shuduuri, dengan atau tanpa kata ganti di ujungnya, muncul dua belas kali di delapan surah, yaitu di 3:29, 3:154, 7:43, 15:47, 17:51, 29:10, 29:49, 40:56, 40:80, 59:9, 59:13, dan 114:5. Pada sebelas ayat lainnya dada berisi dendam di 7:43 dan 15:47, kesombongan di 40:56, rasa takut di 59:13, keperluan di 40:80, keinginan di 59:9, bisikan di 114:5, sesuatu yang terasa besar di 17:51, serta isi hati yang diketahui atau diuji Allah di 3:29, 3:154, dan 29:10. Tak satu pun dari sebelas ayat itu menyebut tanda-tanda berada di dalam dada. Surah ini sendiri memuat rangkaian itu dua kali, yaitu di 29:10 dan 29:49. Di 29:10 bunyinya (بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ, bi-maa fii shuduuri l-'aalamiina) yang berarti "tentang apa yang ada di dalam dada seisi alam", dan yang disebut lebih mengetahui isinya adalah Allah. Di 29:49 isi dada itu disebut: tanda-tanda.
Pemilik dada itu disebut (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, lladziina uutuu l-'ilma) yang berarti "orang-orang yang diberi ilmu". Kata kerja (أُوتُوا, uutuu) berarti "mereka diberi" dan tidak menyebut siapa pemberinya. Rangkaian ini muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu di 16:27, 17:107, 22:54, 28:80, 29:49, 30:56, 34:6, 47:16, dan 58:11. Di delapan ayat yang lain orang-orang itu bertindak atau mengalami sesuatu: mereka berkata di 16:27, 28:80, dan 30:56, mengetahui di 22:54, memandang di 34:6, menyungkur sujud ketika bacaan dibacakan kepada mereka di 17:107, ditanyai di 47:16, dan diangkat derajatnya di 58:11. Di 29:49 tak ada tindakan mereka yang dicatat, dan mereka disebut sebagai tempat tanda-tanda itu berada. Terjemahan memakai "diberi ilmu" seperti di 22:54, 30:56, 34:6, 47:16, dan 58:11. Di surah yang sama, 29:43 memakai (الْعَالِمُونَ, l-'aalimuuna) yang berarti "orang-orang yang berilmu" untuk mereka yang memahami perumpamaan. Dua bentuk itu berbeda, karena yang satu menyebut orang yang berilmu dan yang lain menyebut orang yang diberi ilmu, dan terjemahan menjaga perbedaan itu.
Kalimat penutupnya (وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ, wa-maa yajhadu bi-aayaatinaa illaa zh-zhaalimuuna) berarti "tidaklah mengingkari tanda-tanda Kami, kecuali orang-orang zalim". Pembukanya, (وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا, wa-maa yajhadu bi-aayaatinaa illaa), muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 29:47, 29:49, dan 31:32. Ketiganya sama sampai kata illaa dan berbeda pada kata sesudahnya: (الْكَافِرُونَ, l-kaafiruuna) yang berarti "orang-orang kafir" di 29:47, (الظَّالِمُونَ, zh-zhaalimuuna) yang berarti "orang-orang zalim" di 29:49, dan (كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ, kullu khattaarin kafuurin) yang berarti "setiap pengkhianat yang sangat kufur" di 31:32. Susunan (إِلَّا الظَّالِمُونَ, illaa zh-zhaalimuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:49.
Kata kerja (يَجْحَدُ, yajhadu) berakar ج-ح-د, dan akar ini muncul dua belas kali di sepuluh surah, yaitu di 6:33, 7:51, 11:59, 16:71, 27:14, 29:47, 29:49, 31:32, 40:63, 41:15, 41:28, dan 46:26. Sepuluh di antaranya menyebut tanda-tanda sebagai yang diingkari, sedangkan 16:71 menyebut nikmat dan 27:14 memakai kata ganti. Kezaliman bersanding dengan akar ini di tiga ayat. Di 6:33 bunyinya (وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ, wa-laakinna zh-zhaalimiina bi-aayaati llaahi yajhaduuna) yang berarti "tetapi orang-orang zalim itu mengingkari tanda-tanda Allah". Di 27:14 pengingkaran itu terjadi karena (ظُلْمًا, zhulman) yang berarti "kezaliman", padahal mereka meyakininya. Di 29:49 pelakunya disebut zh-zhaalimuuna.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 29:48 dari arah yang berbeda. Ayat 29:48 menyebut membaca kitab dan menuliskannya dengan tangan kanan, lalu menyebut keraguan orang yang berbuat batil. Ayat 29:49 menyebut tempat lain, yaitu dada orang-orang yang diberi ilmu, dan di tempat itu tanda-tanda yang jelas berada. Di antara kedua ayat tidak ada kata yang menghubungkan tangan dengan dada, sehingga ayat ini tidak menyatakan bagaimana tanda-tanda itu sampai ke sana. Ayat ini juga tidak menyebut siapa orang-orang yang diberi ilmu itu dan tidak menyebut apa isi ilmu mereka.
Tiga ayat berurutan memberi tiga nama kepada pihak yang berhadapan dengan Kitab. Di 29:47 yang mengingkari disebut orang-orang kafir, di 29:48 yang akan ragu disebut (الْمُبْطِلُونَ, l-mubthiluuna) yang berarti "orang-orang yang berbuat batil", dan di 29:49 yang mengingkari disebut orang-orang zalim. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa ketiga nama menunjuk satu kelompok yang sama. Susunannya hanya memperlihatkan bahwa penolakan dan keraguan terhadap Kitab diberi nama yang berbeda di tiap ayat. Kata kerja yang dipakai pun berbeda, yaitu (لَارْتَابَ, la-rtaaba) yang berarti "niscaya akan ragu" di 29:48 dan yajhadu di 29:49, sehingga ayat ini membicarakan pengingkaran dan tidak membicarakan keraguan.
Kata aayaat dipakai dua kali dengan arah berlawanan di ayat yang bersebelahan. Di 29:49 tanda-tanda sudah ada dan tersimpan di dalam dada. Di 29:50 ucapan yang dikutip meminta (لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ, lawlaa unzila 'alayhi aayaatun) yang berarti "mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda-tanda". Permintaan itu datang sesudah ayat yang menyebut tanda-tanda sebagai sesuatu yang telah ada, dan 29:49 sendiri tidak menjawabnya. Jawabannya dimulai di 29:50 dan berlanjut ke 29:51.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh tanda-tanda yang jelas di dalam dada, tempat yang tidak bisa dilihat orang lain. Di 29:10 pertanyaannya terbuka: bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada seisi alam? Kedua ayat berada dalam satu surah dan menyebut tempat yang sama, yang satu sebagai tempat tanda-tanda dan yang lain sebagai tempat yang isinya diketahui Allah. Orang yang membaca keduanya bersama dapat menimbang bahwa apa yang tersimpan di dalam dirinya, entah tanda atau hal lain, berada dalam pengetahuan Allah walaupun tak seorang pun melihatnya. Apa yang sekarang ada di dalam dadanya dan belum pernah diceritakan kepada siapa pun?
- Kitab di ayat ini disebut tanda dalam bentuk jamak, sehingga yang dihitung ada banyak. Orang yang menunggu satu tanda untuk menyelesaikan semua pertanyaannya akan membaca ayat ini sebagai daftar yang sudah panjang. Di 29:50 permintaan akan tanda dijawab dengan pernyataan bahwa tanda-tanda ada di sisi Allah, dan jawaban itu tidak menyebut jumlahnya. Pembaca dapat menghitung berapa tanda yang sudah dikenalnya selama ini, lalu melihat apakah daftar itu pernah dituliskan atau hanya diingat samar-samar. Berapa tanda di dalam daftar itu yang belum pernah disebutkan satu per satu?
- Kata kerja pada frasa orang-orang yang diberi ilmu memakai bentuk yang menyebut penerima dan tidak menyebut pemberi. Orang yang terbiasa memandang ilmunya sebagai hasil jerih payah sendiri dapat berhenti sejenak pada kata diberi, karena ayat ini tidak memilih kata dapat atau mencari. Ayat ini tidak menyatakan siapa yang memberi, sehingga pembaca tidak perlu menebaknya dari ayat ini. Di 58:11 Allah disebut mengangkat orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat, dan ayat itu juga tidak menyebut cara mereka memperolehnya. Seseorang dapat memeriksa bagian mana dari pengetahuannya yang diterima tanpa diminta, dan bagian mana yang disusun sendiri?
- Dada yang sama dapat berisi hal yang sangat berlainan. Di 7:43 dan 15:47 dendam dicabut dari dada, di 59:13 rasa takut berada di dalamnya, dan di 29:49 tanda-tanda yang jelas berada di sana. Ayat 40:56 menyebut orang yang membantah tanda-tanda Allah tanpa keterangan, dan dada mereka berisi kesombongan yang tidak akan mereka capai. Dua ayat itu menaruh tanda-tanda dan kesombongan di tempat yang sama, dan dari luar keduanya tak terlihat. Pembaca dapat bertanya apa yang sedang menempati dadanya sendiri saat membaca ayat ini, dan apakah isi itu berada di sana karena dipilih atau karena dibiarkan.
- Ayat 29:49 hanya menyebut sisi dalam dari orang-orang yang diberi ilmu, yaitu dada yang berisi tanda-tanda. Di 17:107 kelompok yang sama disebut dari sisi luar: ketika bacaan dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur dengan wajah mereka dalam keadaan tunduk. Dua ayat itu tidak saling menjelaskan, dan tidak ada kata yang menyatakan bahwa isi dada menyebabkan sujud itu. Meski begitu, pembaca dapat menaruh keduanya berdampingan: yang satu tentang apa yang ada, yang lain tentang apa yang tampak. Apakah ada bagian dalam dirinya yang tidak pernah tampak dari luar, dan apakah pernah dipikirkan siapa yang mungkin melihatnya?
- Ayat 29:48 menyebut keraguan dan 29:49 menyebut pengingkaran, dan keduanya memakai kata kerja yang berbeda. Orang yang sedang ragu belum tentu orang yang mengingkari, dan ayat ini membicarakan yang kedua. Tanda-tanda itu disebut jelas, sedangkan yang mengingkarinya disebut orang-orang zalim. Seseorang yang sedang bertanya-tanya tentang sesuatu dapat memisahkan dua keadaan dalam dirinya: sedang mencari penjelasan, atau sudah menolak apa yang terlihat. Mana yang lebih sering terjadi, dan bagaimana hal itu bisa diketahui?