وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ ۖ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ
Mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda-tanda dari Tuhannya?" Katakanlah, "Tanda-tanda itu hanya ada di sisi Allah, sedangkan aku hanya pemberi peringatan yang jelas."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِwa-qaaluu lawlaa unzila 'alayhi aayaatun min rabbihimereka berkata, mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda-tanda dari Tuhannya
- قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌqul innamaa l-aayaatu 'inda llaahi wa-innamaa anaa nadziirun mubiinunkatakanlah, tanda-tanda itu hanya ada di sisi Allah, sedangkan aku hanya pemberi peringatan yang jelas
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- آيَاتٌaayaatuntanda-tanda
- مِنْmindari
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
- الْآيَاتُl-aayaatutanda-tanda
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَإِنَّمَاwa-innamaadan hanya
- أَنَاanaaaku
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Susunan (إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ, innamaa l-aayaatu 'inda llaahi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:109 dan 29:50.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata", dan ayat ini tidak menyebut siapa yang dimaksud dengan mereka. Isi ucapan itu, (لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ, lawlaa unzila 'alayhi aayaatun min rabbihi), berarti "mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda-tanda dari Tuhannya". Rangkaian (لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ, lawlaa unzila 'alayhi) muncul enam kali di lima surah, yaitu di 6:8, 10:20, 11:12, 13:7, 13:27, dan 29:50. Apa yang diminta berbeda di tiap ayat: (مَلَكٌ, malakun) yang berarti "malaikat" di 6:8, (آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ, aayatun min rabbihi) yang berarti "suatu tanda dari Tuhannya" di 10:20, 13:7, dan 13:27, (كَنْزٌ, kanzun) yang berarti "harta" di 11:12, dan tanda-tanda dalam bentuk jamak di 29:50. Pada tiga ayat yang meminta tanda, yaitu 10:20, 13:7, dan 13:27, kata yang dipakai tunggal, sedangkan 29:50 memakai (آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ, aayaatun min rabbihi) dengan (آيَاتٌ, aayaatun) jamak.
Kata (لَوْلَا, lawlaa) di sini berarti "mengapa tidak", yaitu menuntut sesuatu yang belum terjadi. Kata yang sama muncul di 29:53 sebagai (وَلَوْلَا, wa-lawlaa) yang berarti "dan sekiranya tidak ada", yaitu menyebut sesuatu yang menahan terjadinya hal lain. Dua ayat yang berjarak tiga ayat itu memakai bunyi yang sama untuk dua tugas yang berlainan, dan terjemahan memakai "mengapa tidak" di 29:50 serta "sekiranya" di 29:53 supaya tugasnya terbaca.
Kata kerja (أُنْزِلَ, unzila) yang berarti "diturunkan" menyebut apa yang diturunkan dan tidak menyebut siapa yang menurunkan. Di ayat sesudahnya kata kerja dari akar yang sama muncul dengan pelaku yang disebut, yaitu (أَنْزَلْنَا, anzalnaa) yang berarti "Kami menurunkan". Terjemahan memakai "diturunkan" di 29:50 dan "menurunkan" di 29:51, sehingga perpindahan dari permintaan yang tidak menyebut pelaku ke pernyataan yang memakai kata Kami ikut terbaca. Akhiran (عَلَيْهِ, 'alayhi) yang berarti "kepadanya" menunjuk satu pihak tunggal yang tidak disebut namanya. Di 25:21 permintaan serupa diarahkan kepada pengucapnya sendiri, (لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا, lawlaa unzila 'alaynaa) yang berarti "mengapa tidak diturunkan kepada kami".
Jawabannya dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", lalu (إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ, innamaa l-aayaatu 'inda llaahi) yang berarti "tanda-tanda itu hanya ada di sisi Allah". Kata (عِنْدَ, 'inda) yang berarti "di sisi" menaruh tanda-tanda pada Allah. Susunan itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:109 dan 29:50. Di 6:109 jawaban yang sama menyusul ucapan bersumpah, (لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ بِهَا, la-in jaa'at-hum aayatun la-yu'minunna bihaa) yang berarti "sungguh jika datang suatu tanda kepada mereka, pastilah mereka beriman kepadanya", lalu disusul pertanyaan (وَمَا يُشْعِرُكُمْ, wa-maa yusy'irukum) yang berarti "dan apa yang membuat kalian menyadari". Di 29:50 jawaban itu menyusul pertanyaan tentang mengapa tanda tidak diturunkan. Kerangka yang sama dipakai untuk ilmu, yaitu (إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ, innamaa l-'ilmu 'inda llaahi) yang berarti "ilmu ada pada Allah", dan susunan itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 46:23 dan 67:26.
Penutupnya (وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ, wa-innamaa anaa nadziirun mubiinun) berarti "sedangkan aku adalah pemberi peringatan yang jelas". Susunan itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:50 dan 67:26. Pasangan (نَذِيرٌ مُبِينٌ, nadziirun mubiinun), dengan akhiran kata yang berbeda, ada di sebelas ayat pada sepuluh surah, yaitu 7:184, 11:25, 22:49, 26:115, 29:50, 38:70, 46:9, 51:50, 51:51, 67:26, dan 71:2. Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) berarti "pemberi peringatan" untuk satu pelaku, dan sifat (مُبِينٌ, mubiinun) berarti "yang jelas". Kalimat ini memuat dua pernyataan yang dihubungkan huruf wa, dan tiap pernyataan dibuka dengan innamaa: yang pertama tentang tempat tanda-tanda, yang kedua tentang peran pembicara. Pembicara menyebut dirinya dengan (أَنَا, anaa) yang berarti "aku". Peran yang sama dinyatakan di 11:12 dengan (إِنَّمَا أَنْتَ نَذِيرٌ, innamaa anta nadziirun) yang berarti "engkau adalah pemberi peringatan", dan di 13:7 dengan (إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ, innamaa anta mundzirun) yang berarti "engkau adalah pemberi peringatan". Dalam kedua ayat itu peran tersebut dinyatakan tentang orang yang diajak bicara, sedangkan di 29:50 pembicara sendiri yang menyatakannya.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua suara berurutan, yaitu ucapan yang dikutip dan jawaban yang diperintahkan untuk diucapkan kembali. Ucapan itu meminta tanda-tanda dari Tuhan pihak yang dibicarakan, dan jawabannya tidak memenuhi permintaan itu dalam ayat yang sama. Jawabannya terdiri dari dua pernyataan, yaitu tanda-tanda berada di sisi Allah dan pembicara adalah pemberi peringatan yang jelas.
Permintaan dengan susunan ini muncul di enam ayat dan tiap ayat memberi jawaban yang berbeda. Di 6:8 permintaan akan malaikat dijawab dengan pernyataan bahwa bila malaikat diturunkan, urusan itu diputuskan dan mereka tidak lagi ditangguhkan. Di 10:20 jawabannya menyebut bahwa yang gaib milik Allah, lalu mengajak menunggu bersama pembicara. Di 11:12 permintaan akan harta atau malaikat dijawab dengan peran pemberi peringatan dan dengan pernyataan bahwa Allah adalah wakil atas segala sesuatu. Di 13:7 jawabannya juga peran pemberi peringatan, disusul pernyataan bahwa setiap kaum punya pemberi petunjuk, dan di 13:27 jawabannya tentang Allah yang menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada yang bertobat. Ayat 29:50 menggabungkan dua unsur yang di enam ayat itu tersebar, yaitu tempat tanda-tanda dan peran pembicara. Tak satu pun dari keenam ayat menyatakan bahwa permintaan itu dipenuhi dalam ayat yang sama.
Ayat 29:49 menyebut tanda-tanda yang sudah berada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu, dan 29:51 bertanya apakah Kitab yang dibacakan kepada mereka belum mencukupi. Ayat 29:50 berada di antara keduanya, sehingga permintaan akan tanda yang baru diapit oleh dua ayat yang menyebut Kitab, yang satu sebagai tanda-tanda yang jelas dan yang lain sebagai sesuatu yang sudah diturunkan dan dibacakan.
Renungan dan Hikmah
- Permintaan di ayat ini diarahkan kepada pihak lain: tanda diminta turun kepadanya, tidak kepada para pengucapnya. Di 25:21 orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami meminta malaikat diturunkan kepada kelompok mereka sendiri, atau agar mereka melihat Tuhan mereka, sehingga di sana permintaan itu mengarah ke diri sendiri, sedangkan di 29:50 permintaan itu mengarah ke pihak lain. Ada selisih antara tanda yang diharapkan datang kepada orang lain dan tanda yang datang kepada diri sendiri, dan selisih itu layak ditimbang. Kapan terakhir ada sesuatu yang ditunggu dari orang lain supaya tidak perlu dialami sendiri?
- Jawaban bahwa tanda-tanda berada di sisi Allah memindahkan pertanyaan dari mengapa tanda tidak diturunkan ke siapa yang memegangnya. Di 6:109 ada sumpah akan beriman bila suatu tanda datang, dan jawaban yang sama disusul pertanyaan apa yang membuat mereka menyadari bahwa ketika tanda itu datang mereka tetap tidak akan beriman. Ayat itu tidak menjelaskan lebih jauh. Orang yang pernah berkata akan berubah bila mendapat bukti tertentu dapat menimbang apakah janji itu sudah diuji pada bukti yang sekarang ada di tangannya. Apa yang sudah ada dan belum pernah dipakai untuk menguji janji itu?
- Kalimat yang menaruh tanda-tanda di sisi Allah punya padanan di 46:23 dan 67:26, yang menaruh ilmu di sisi Allah dengan susunan kata yang sama. Pengetahuan dan tanda sama-sama disebut berada di sisi-Nya, dan di 67:26 pembicaranya menutup dengan menyebut dirinya pemberi peringatan yang jelas, seperti di 29:50. Dalam ketiga ayat itu pernyataan tentang tempat ilmu atau tanda disusul pernyataan tentang batas peran pembicara. Susunan itu bisa diperhatikan pada diri sendiri: adakah pengetahuan yang selama ini disebut milik sendiri padahal kalimat ini menaruhnya di sisi Allah?
- Pembicara di ayat ini menyebut perannya dengan jelas: pemberi peringatan, dan jelas pula sifatnya. Di 11:12 ayat yang memuat permintaan serupa menutup dengan pernyataan bahwa Allah adalah wakil atas segala sesuatu, sehingga peran pemberi peringatan dan peran wakil dipisahkan. Orang yang diminta melakukan lebih dari bagiannya dapat bercermin pada pemisahan itu: ada yang menyampaikan, dan ada yang mengurus segala sesuatu. Bagian mana dari beban yang dipikul seseorang sebenarnya berada di tangan pihak lain?
- Di 10:20 permintaan serupa dijawab dengan ajakan menunggu, karena yang gaib milik Allah, dan pembicaranya menyebut dirinya termasuk orang yang menunggu bersama mereka. Jawaban di 29:50 tidak memuat ajakan itu dan menyebut siapa yang memegang tanda. Dua jawaban itu memperlihatkan dua sikap terhadap hal yang belum terjadi: menunggu bersama yang bertanya, atau menyebut pemegang apa yang ditanyakan. Sikap mana yang lebih sering diambil ketika orang lain menuntut sesuatu yang di luar kuasanya, dan apa yang terjadi pada percakapan sesudahnya?
- Ayat ini memakai kata mereka tanpa menyebut siapa yang berkata, sehingga permintaan itu terbuka bagi siapa pun yang pernah mengucapkan hal serupa. Di 13:7 dan 13:27 penanyanya disebut orang-orang yang kufur, tetapi di 29:50 label itu tidak dipasang. Pembaca dapat memeriksa apakah pernah meminta tanda yang lebih banyak, dengan lantang atau dalam hati, sambil membaca ayat sebelumnya yang menyebut tanda-tanda sudah berada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Apa yang diminta saat itu, dan kepada siapa permintaan itu diarahkan?