أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Tidak cukupkah bagi mereka bahwa Kami menurunkan Kitab kepadamu yang dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat rahmat dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْa-wa-lam yakfihim annaa anzalnaa 'alayka l-kitaaba yutlaa 'alayhimtidak cukupkah bagi mereka bahwa Kami menurunkan Kitab kepadamu yang dibacakan kepada mereka
  2. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَinna fii dzaalika la-rahmatan wa-dzikraa li-qawmin yu'minuunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat rahmat dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَكْفِهِمْyakfihimmencukupkan mereka
  3. أَنَّاannaabahwa Kami
  4. أَنْزَلْنَاanzalnaaKami menurunkan
  5. عَلَيْكَ'alaykaatasmu
  6. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  7. يُتْلَىٰyutlaadibacakan
  8. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  9. إِنَّinnasesungguhnya
  10. فِيfiidi
  11. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  12. لَرَحْمَةًla-rahmatanbenar-benar rahmat
  13. وَذِكْرَىٰwa-dzikraadan peringatan
  14. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  15. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Bentuk kata kerja masa kini dari akar ك-ف-ي, seperti (يَكْفِهِمْ, yakfihim), muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:137, 3:124, 29:51, dan 41:53.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ, a-wa-lam yakfihim) yang berarti "tidak cukupkah bagi mereka". Bentuk ini tersusun dari awalan (أَ, a-) yang berarti huruf tanya, (وَ, wa) yang berarti "dan", (لَمْ, lam) yang berarti "tidak", kata kerja (يَكْفِ, yakfi) yang berarti "mencukupkan", dan akhiran (هِمْ, -him) yang berarti "mereka". Kata kerja itu berakar ك-ف-ي. Bentuk masa kini dari akar ini muncul empat kali, yaitu di 2:137, 3:124, 29:51, dan 41:53. Tiga di antaranya berupa pertanyaan: (أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ, a-lan yakfiyakum) yang berarti "tidakkah cukup bagi kalian" di 3:124, (أَوَلَمْ يَكْفِ, a-wa-lam yakfi) yang berarti "tidakkah cukup" di 41:53, dan yakfihim di 29:51. Satu lagi, di 2:137, berupa pernyataan, (فَسَيَكْفِيكَهُمُ, fa-sayakfiikahumu) yang berarti "maka Dia akan mencukupimu terhadap mereka". Apa yang dinyatakan cukup berbeda di tiap ayat: di 3:124 Tuhan membantu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan, di 41:53 Tuhan menjadi saksi atas segala sesuatu, dan di 29:51 Kami menurunkan Kitab yang dibacakan kepada mereka.

Isi yang ditanyakan cukup itu adalah (أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ, annaa anzalnaa 'alayka l-kitaaba) yang berarti "bahwa Kami menurunkan Kitab kepadamu". Rangkaian (أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ, anzalnaa 'alayka l-kitaaba) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 16:64, 29:51, dan 39:41. Di 16:64 rangkaian itu disusul tujuan menjelaskan apa yang mereka perselisihkan dan ditutup (وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, wa-hudan wa-rahmatan li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "dan petunjuk serta rahmat bagi kaum yang beriman". Di 39:41 rangkaian itu disusul (لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ, li-n-naasi bi-l-haqqi) yang berarti "untuk manusia dengan hak". Di 29:51 rangkaian itu disusul (يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ, yutlaa 'alayhim) yang berarti "dibacakan kepada mereka". Di antara ketiga ayat itu, 29:51 menyebut Kitab dibacakan, sedangkan dua lainnya tidak.

Kata kerja yutlaa berakar ت-ل-و. Dalam surah ini akar itu muncul tiga kali, yaitu (اتْلُ, utlu) yang berarti "bacalah" di 29:45, (تَتْلُو, tatluu) yang berarti "engkau membaca" di 29:48, dan yutlaa di 29:51. Rangkaian yutlaa 'alayhim muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 17:107, 28:53, dan 29:51. Di 17:107 orang-orang yang diberi ilmu menyungkur dengan wajah mereka dalam keadaan tunduk ketika bacaan itu dibacakan, dan di 28:53 mereka berkata (آمَنَّا بِهِ, aamannaa bihi) yang berarti "kami beriman kepadanya". Di 29:51 tanggapan atas pembacaan itu tidak dicatat, dan ayat berhenti pada pertanyaan. Akhiran (عَلَيْكَ, 'alayka) yang berarti "kepadamu" menunjuk satu orang yang menerima, sedangkan akhiran (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "kepada mereka" menunjuk banyak orang yang mendengar.

Kalimat penutupnya, (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, inna fii dzaalika la-rahmatan wa-dzikraa li-qawmin yu'minuuna), berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat rahmat dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman". Awalan (لَ, la) pada (لَرَحْمَةً, la-rahmatan) yang berarti "benar-benar rahmat" menegaskan, dan (رَحْمَةً, rahmatan) tidak memakai kata sandang. Kerangka kalimat ini punya padanan di 29:24, yaitu (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, inna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman". Kalimat dengan isi tanda-tanda itu muncul lima kali di lima surah, yaitu di 16:79, 27:86, 29:24, 30:37, dan 39:52. Di 29:24 kata "yang demikian itu" menunjuk penyelamatan dari api, dan di 29:51 menunjuk penurunan serta pembacaan Kitab.

Kata (وَذِكْرَىٰ, wa-dzikraa) yang berarti "dan pelajaran" berakar ذ-ك-ر. Kata itu bersanding dengan rahmat di tiga ayat, yaitu 21:84, 29:51, dan 38:43. Di 21:84 bunyinya (رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ, rahmatan min 'indinaa wa-dzikraa) yang berarti "rahmat dari sisi Kami dan pengingat", dan di 38:43 (رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَىٰ, rahmatan minnaa wa-dzikraa) yang berarti "rahmat dari Kami dan pelajaran". Di kedua ayat itu keduanya menyertai keluarga yang diberikan kepada Ayyub, sebagaimana 21:83 dan 38:41 menyebut doanya. Penerimanya berbeda di tiap ayat: (لِلْعَابِدِينَ, li-l-'aabidiina) yang berarti "bagi orang-orang yang menyembah" di 21:84, (لِأُولِي الْأَلْبَابِ, li-ulii l-albaabi) yang berarti "bagi orang-orang yang berpikiran sehat" di 38:43, dan (لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "bagi kaum yang beriman" di 29:51. Terjemahan memakai "pelajaran" untuk dzikraa di 29:51 seperti di 38:43.

Tafsiran

Ayat ini menjawab 29:50 dengan pertanyaan. Ayat 29:50 meminta tanda-tanda dengan kata kerja yang tidak menyebut pelaku, dan 29:51 memakai kata kerja dari akar yang sama dengan pelaku yang disebut, yaitu Kami, serta dengan benda yang disebut, yaitu Kitab. Pertanyaan itu tidak mengulang permintaan di 29:50 dan tidak menolaknya. Pertanyaan itu menaruh sesuatu yang sudah diterima di depan permintaan baru, lalu menanyakan apakah itu telah cukup.

Ayat berikutnya memakai akar yang sama. Di 29:51 akar ك-ف-ي muncul sebagai pertanyaan tentang Kitab, dan di 29:52 akar itu muncul sebagai pernyataan tentang Allah yang menjadi saksi. Dua ayat berurutan itu tidak dihubungkan oleh kata penghubung, sehingga pembaca mendapat pertanyaan lebih dulu dan pernyataan sesudahnya.

Dua ayat lain memakai pertanyaan kecukupan yang sama. Di 41:53 pertanyaan itu menyusul janji memperlihatkan tanda-tanda di segenap penjuru dan pada diri sendiri, di 3:124 menyusul pembicaraan tentang bantuan malaikat yang diturunkan, dan di 29:51 menyusul permintaan akan tanda-tanda. Ketiga ayat menaruh kata cukup di hadapan sesuatu yang telah atau akan diberikan, dan tidak satu pun mencatat jawaban atas pertanyaan itu dalam ayat yang sama.

Pertanyaan di 29:51 tertuju kepada mereka, sedangkan kalimat penutupnya menyebut penerima rahmat dan pelajaran sebagai kaum yang beriman. Dengan susunan itu ayat membedakan pihak yang ditanya dan pihak yang disebut sebagai penerima. Ayat ini tidak menyatakan apakah kedua pihak itu orang yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Kata cukup di ayat ini diajukan sebagai pertanyaan, dan ukuran cukup itu diminta dari pihak yang ditanya. Di 3:124 pertanyaan serupa ditujukan kepada orang-orang beriman: tidakkah cukup bagi kalian bahwa Tuhan kalian membantu kalian dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan? Dua ayat itu sama-sama menaruh sesuatu yang sudah diberikan di depan pendengar dan menanyakan apakah itu telah mencukupi. Seseorang yang selalu menambah syarat sebelum merasa yakin dapat menimbang di mana garis cukup itu diletakkan, dan siapa yang menetapkannya. Apakah garis itu bergeser setiap kali syarat sebelumnya terpenuhi?
  • Kitab yang dibacakan disebut rahmat dan pelajaran sekaligus. Di 21:84 dan 38:43 dua kata itu menyertai keluarga yang diberikan kepada seorang hamba yang sebelumnya berdoa karena penyakit dan kepayahan, dan di 29:51 keduanya menyertai bacaan. Satu pemberian membawa dua hal: sesuatu yang meringankan dan sesuatu yang mengingatkan. Pemberian baik yang pernah diterima bisa diingat kembali, lalu ditimbang apakah yang tinggal hanya rasa lega atau juga ingatan tentang dari mana pemberian itu datang. Ayat ini tidak memerintahkan apa pun, hanya menaruh dua kata itu berdampingan.
  • Ayat ini menyebut Kitab diturunkan kepadamu dan dibacakan kepada mereka. Dua akhiran itu menaruh satu orang sebagai penerima dan banyak orang sebagai pendengar. Orang yang menerima sesuatu yang baik lalu membacakannya kepada orang lain dapat memperhatikan perpindahan itu: apa yang tiba pada satu orang menjadi bacaan bersama. Ayat ini menyebut siapa yang menerima dan siapa yang mendengar, dan tidak menyebut apa yang dirasakan pendengar. Apa yang terjadi pada sesuatu yang diterima satu orang ketika kemudian dibacakan kepada banyak orang?
  • Di 17:107 bacaan yang dibacakan kepada orang-orang yang diberi ilmu disusul sujud, dan di 28:53 disusul ucapan bahwa itu kebenaran dari Tuhan kami. Di 29:51 bacaan itu disusul pertanyaan yang jawabannya tidak dicatat. Tiga ayat itu memperlihatkan bahwa sesudah pembacaan ada tempat untuk sujud, untuk ucapan, dan untuk pertanyaan. Apa yang biasanya terjadi di dalam diri sesudah mendengar sebuah bacaan? Jawaban apa yang akan diberikan jika pertanyaan di ayat ini ditujukan kepada pembaca?
  • Tanda-tanda disebut lewat tiga jalur dalam tiga ayat: di segenap penjuru dan pada diri sendiri di 41:53, di dalam dada di 29:49, dan lewat bacaan di 29:51. Ketiganya tidak disebut saling menggantikan. Di 41:53 pertanyaan tentang kecukupan datang sesudah janji memperlihatkan tanda-tanda di luar dan di dalam diri, dan di sana Tuhanmu disebut saksi atas segala sesuatu. Jalur mana yang belum pernah diperhatikan oleh orang yang selama ini menunggu satu jalur saja?
  • Permintaan akan tanda di 29:50 dijawab dengan pernyataan, lalu di 29:51 dijawab lagi dengan pertanyaan. Sesudahnya 29:52 kembali ke pernyataan dan menyebut Allah sebagai saksi. Urutan itu memperlihatkan bahwa satu persoalan dapat didekati dengan lebih dari satu bentuk kalimat, dan ketiga ayat berdiri berdampingan tanpa kata yang mendamaikannya. Pertanyaan apa yang pernah diajukan kepada pembaca dan masih terbawa sampai sekarang, dan pernyataan apa yang sudah terlupa?