قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا ۖ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Orang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, mereka itu orang-orang yang rugi."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًاqul kafaa bi-llaahi baynii wa-baynakum syahiidankatakanlah, cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian
- يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِya'lamu maa fii s-samaawaati wa-l-ardhiDia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi
- وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَwa-lladziina aamanuu bi-l-baathili wa-kafaruu bi-llaahi ulaa'ika humu l-khaasiruunaorang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, mereka itu orang-orang yang rugi
Terjemahan per kata (19 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- كَفَىٰkafaacukuplah
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- بَيْنِيbayniiantaraku
- وَبَيْنَكُمْwa-baynakumdan antara kalian
- شَهِيدًاsyahiidansaksi
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- بِالْبَاطِلِbi-l-baathilidengan kebatilan
- وَكَفَرُواwa-kafaruudan mereka kufur
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الْخَاسِرُونَl-khaasiruunaorang-orang yang rugi
Inti bacaan
Rangkaian (قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ, qul kafaa bi-llaahi) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:43, 17:96, dan 29:52.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ, qul kafaa bi-llaahi) yang berarti "katakanlah, cukuplah Allah". Rangkaian itu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 13:43, 17:96, dan 29:52. Kata kerja (كَفَىٰ, kafaa) yang berarti "cukuplah" berakar ك-ف-ي, akar yang sama dengan yakfihim di 29:51. Awalan (بِ, bi-) pada (بِاللَّهِ, bi-llaahi) mengikuti kata kerja itu dan menyebut siapa yang dinyatakan cukup. Rangkaian kafaa bi-llaahi muncul enam belas kali di tujuh surah, yaitu di 4:6, 4:45, 4:70, 4:79, 4:81, 4:132, 4:166, 4:171, 10:29, 13:43, 17:96, 29:52, 33:3, 33:39, 33:48, dan 48:28.
Pada enam ayat, yaitu 4:79, 4:166, 10:29, 13:43, 17:96, dan 48:28, kata (شَهِيدًا, syahiidan) yang berarti "saksi" menyusul langsung sesudah kafaa bi-llaahi, seperti (كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا, kafaa bi-llaahi syahiidan). Di 29:52 ungkapan (بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ, baynii wa-baynakum) yang berarti "antara aku dan kalian" diselipkan lebih dulu, sehingga bunyinya (كَفَىٰ بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا, kafaa bi-llaahi baynii wa-baynakum syahiidan) dan kata saksi jatuh di ujung. Ungkapan bayni wa-baynakum muncul enam kali di lima surah, yaitu di 6:19, 6:58, 13:43, 17:96, 29:52, dan 46:8. Di 6:58 ungkapan itu menyertai urusan yang diputuskan, (لَقُضِيَ الْأَمْرُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ, la-qudhiya l-amru baynii wa-baynakum) yang berarti "tentu selesailah segala perkara antara aku dan kalian", dan di sana urusan itu berkaitan dengan hal yang diminta disegerakan.
Kalimat kedua, (يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, ya'lamu maa fii s-samaawaati wa-l-ardhi), berarti "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi". Rangkaian itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:52 dan 64:4. Rangkaian yang lebih pendek, (يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ, ya'lamu maa fii s-samaawaati), muncul enam kali di enam surah, yaitu di 3:29, 5:97, 29:52, 49:16, 58:7, dan 64:4. Di 64:4 kalimat itu disusul (وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ, wa-ya'lamu maa tusirruuna wa-maa tu'linuuna) yang berarti "dan Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan", lalu ditutup (بِذَاتِ الصُّدُورِ, bi-dzaati sh-shuduuri) yang berarti "tentang isi dada". Di 29:52 kalimat itu berhenti pada langit dan bumi.
Kalimat ketiga memuat dua perbuatan, (وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ, wa-lladziina aamanuu bi-l-baathili wa-kafaruu bi-llaahi), yang berarti "orang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah". Kata kerja (آمَنُوا, aamanuu) berakar أ-م-ن, dan objeknya di sini (بِالْبَاطِلِ, bi-l-baathili) yang berarti "kebatilan". Kebatilan menjadi objek iman di tiga ayat, yaitu 16:72, 29:52, dan 29:67. Di 29:67 bunyinya (أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَكْفُرُونَ, a-fa-bi-l-baathili yu'minuuna wa-bi-ni'mati llaahi yakfuruuna) yang berarti "maka apakah terhadap kebatilan mereka beriman, sedangkan terhadap nikmat Allah mereka kufur", dan 16:72 memuat pertanyaan yang sama dengan nikmat sebagai pasangan kufurnya. Di 29:52 pasangan kufurnya adalah Allah sendiri, yaitu (وَكَفَرُوا بِاللَّهِ, wa-kafaruu bi-llaahi).
Ayat ini ditutup dengan (أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ, ulaa'ika humu l-khaasiruuna) yang berarti "mereka adalah orang-orang yang rugi". Kata (الْخَاسِرُونَ, l-khaasiruuna) berakar خ-س-ر, dan susunan penutup ini muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 2:27, 2:121, 7:178, 8:37, 9:69, 29:52, 39:63, dan 63:9. Pelaku yang disebut sebelumnya berbeda di tiap ayat. Di 39:63 bunyinya (وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ, wa-lladziina kafaruu bi-aayaati llaahi) yang berarti "dan orang-orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah", di 2:121 label itu menyusul kekufuran terhadap Kitab, dan di 63:9 label itu menyusul lalainya harta dan anak dari (ذِكْرِ اللَّهِ, dzikri llaahi) yang berarti "mengingat Allah", dalam ayat yang ditujukan kepada orang-orang beriman. Label rugi di 29:52 jatuh pada mereka yang melakukan dua perbuatan di atas sekaligus.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 29:51 dengan pernyataan, sesudah ayat itu bertanya. Pihak yang diajak bicara pun bergeser. Di 29:50 dan 29:51 pihak yang meminta tanda disebut mereka, sedangkan di 29:52 mereka disapa langsung sebagai kalian lewat ungkapan antara aku dan kalian.
Rumus pembukanya muncul di tiga surah dengan tiga lanjutan yang berbeda. Di 13:43 kesaksian Allah disusul orang yang di sisinya ada ilmu tentang Kitab, di 17:96 disusul pernyataan bahwa Dia waskita dan melihat hamba-hamba-Nya, dan di 29:52 disusul pernyataan bahwa Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Ketiga ayat itu sama-sama menaruh Allah sebagai saksi antara pembicara dan penolaknya, tetapi alasan yang diberikan untuk kesaksian itu berlainan. Alasan di 29:52 menyangkut seluruh isi langit dan bumi, tanpa menyebut manusia atau Kitab.
Kalimat ketiga menyebut siapa yang berhadapan dengan kesaksian itu, yaitu mereka yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, dan kepada mereka dijatuhkan label rugi. Di rangkaian ayat ini penolak diberi nama berbeda dari ayat ke ayat: kafir di 29:47, orang yang berbuat batil di 29:48, zalim di 29:49, rugi di 29:52, dan kafir lagi di 29:54. Ayat 29:53 kembali ke orang-orang yang meminta azab disegerakan, dan penghubungnya dengan 29:52 hanya huruf wa di awalnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menaruh Allah sebagai saksi antara aku dan kalian, yaitu antara dua pihak. Ayat tidak menyebut hakim atau pihak ketiga yang dipilih bersama, dan tidak meminta pihak lawan menyetujui pilihan itu. Di 6:58 ungkapan antara aku dan kalian juga dipakai, dan di sana disusul pernyataan bahwa Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim. Orang yang pernah berselisih dengan orang lain dapat menimbang siapa yang diharapkan menjadi saksi, dan apakah saksi itu akan mengetahui lebih banyak daripada yang bisa diceritakan kedua belah pihak. Siapa yang selama ini dibayangkan sebagai saksi dalam perselisihan itu?
- Kalimat bahwa Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi berhenti di sana dalam ayat ini. Di 64:4 kalimat yang sama berlanjut ke apa yang dirahasiakan dan apa yang ditampakkan, lalu ke isi dada. Dari ruang yang paling luas, rangkaian itu menyempit ke tempat yang paling kecil dan tertutup. Penyempitan itu bisa diikuti sampai ke dada sendiri, yang dalam rangkaian itu berdiri di deret yang sama dengan langit dan bumi sebagai hal yang diketahui. Apa yang ada di sana dan belum pernah diucapkan?
- Ayat ini menyebut dua perbuatan berdampingan: memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah. Di 16:72 dan 29:67 kebatilan juga disebut bersama kekufuran, dan di sana nikmat Allah yang dikufuri. Dalam ketiga ayat itu kebatilan dan kekufuran berjalan berdampingan, dan ayat tidak menyatakan mana yang lebih dulu. Ketiga ayat itu tidak menyebut penolakan sendirian, karena selalu ada sesuatu lain yang dipercaya pada saat yang sama. Apa yang dipercaya di tempat sesuatu yang ditolak?
- Kata rugi dijatuhkan kepada orang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, tetapi susunan yang sama dipakai di 63:9 kepada orang-orang beriman yang hartanya dan anak-anaknya melalaikan mereka dari mengingat Allah. Dua keadaan itu berjauhan, dan ayat-ayat itu tidak menyamakan keduanya. Namun keduanya memakai label yang sama, sehingga kerugian tidak selalu berarti penolakan terang-terangan. Apa yang menyita perhatian dari hal yang diakui penting, dan apakah hal itu sudah pernah disebut kepada diri sendiri?
- Permintaan di 29:50 menyangkut benda, yaitu tanda yang diturunkan. Di 29:51 jawabannya menyebut benda lain, yaitu Kitab yang dibacakan. Di 29:52 jawabannya berpindah dari benda ke seseorang: cukuplah Allah menjadi saksi. Urutan itu memperlihatkan dua macam jaminan, yang satu berupa sesuatu yang dapat dipegang atau didengar, yang lain berupa pihak yang menyaksikan. Keduanya bisa dibedakan dalam hidup sendiri: ada keyakinan yang bersandar pada sesuatu yang dapat ditunjuk, dan ada yang bersandar pada kehadiran seseorang yang melihat. Mana yang sedang dipakainya sekarang?
- Di 29:50 dan 29:51 pihak yang meminta tanda disebut mereka, orang ketiga yang dibicarakan. Di 29:52 pembicara berkata antara aku dan kalian, sehingga mereka berubah menjadi orang kedua yang diajak bicara. Perubahan itu terjadi dalam tiga ayat tanpa penjelasan. Orang yang pernah dikritik di belakang punggungnya lalu dikritik langsung dapat mengenali selisih itu: yang pertama menjadi bahan pembicaraan, yang kedua menjadi lawan bicara. Apa yang berubah dalam diri seseorang ketika ucapan tentang dirinya berpindah dari mereka menjadi kalian?