قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا ۖ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Orang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi."

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًاqul kafaa bi-llaahi baynii wa-baynakum syahiidankatakanlah, cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian
  2. يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِya'lamu maa fii s-samaawaati wa-l-ardhiDia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi
  3. وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَwa-lladziina aamanuu bi-l-baathili wa-kafaruu bi-llaahi ulaa'ika humu l-khaasiruunaorang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. كَفَىٰkafaacukuplah
  3. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  4. بَيْنِيbayniiantaraku
  5. وَبَيْنَكُمْwa-baynakumdan antara kalian
  6. شَهِيدًاsyahiidansaksi
  7. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  8. مَاmaaapa yang
  9. فِيfiidi
  10. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  11. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  12. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  13. آمَنُواaamanuuberiman
  14. بِالْبَاطِلِbi-l-baathilidengan kebatilan
  15. وَكَفَرُواwa-kafaruudan mereka kufur
  16. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  17. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  18. هُمُhumumerekalah
  19. الْخَاسِرُونَl-khaasiruunaorang-orang yang rugi

Inti bacaan

Klaim kesaksian yang cukup: 'Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian', pembelaan diri yang tidak bergantung pada validasi manusia, melainkan pada otoritas yang lebih menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Nabi Muhammad)' dari sumber internal dihapus.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi 29:51: jika tanda-tanda tambahan tetap dituntut, cukuplah Allah sendiri sebagai saksi kebenaran, tanpa perlu bukti lain.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menyebut diri-Nya sebagai saksi. Bukan mencari saksi lain. Cukup satu.
  • Yang dijadikan penengah justru yang diperselisihkan. Bukan pihak ketiga. Yang disebut itu sendiri.
  • Kalimat ini datang sesudah mereka menuntut tanda. Allah tidak menambah tanda. Ia menambah kesaksian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.