وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَوْلَا أَجَلٌ مُسَمًّى لَجَاءَهُمُ الْعَذَابُ وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan mereka minta kepadamu agar azab disegerakan; dan sekiranya bukan lantaran waktu yang telah ditetapkan, niscaya azab itu datang kepada mereka; dan ia pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِwa-yasta'jiluunaka bi-l-'adzaabidan mereka minta kepadamu agar azab disegerakan
  2. وَلَوْلَا أَجَلٌ مُسَمًّى لَجَاءَهُمُ الْعَذَابُwa-lawlaa ajalun musamman la-jaa'ahumu l-'adzaabudan sekiranya bukan lantaran waktu yang telah ditetapkan, niscaya azab itu datang kepada mereka
  3. وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَwa-la-ya'tiyannahum baghtatan wa-hum laa yasy'uruunadan ia pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَيَسْتَعْجِلُونَكَwa-yasta'jiluunakadan mereka meminta engkau menyegerakan
  2. بِالْعَذَابِbi-l-'adzaabidengan azab
  3. وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
  4. أَجَلٌajalunajal
  5. مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
  6. لَجَاءَهُمُla-jaa'ahumusungguh akan datang kepada mereka
  7. الْعَذَابُl-'adzaabuazab
  8. وَلَيَأْتِيَنَّهُمْwa-la-ya'tiyannahumdan sungguh akan datang kepada mereka
  9. بَغْتَةًbaghtatandengan tiba-tiba
  10. وَهُمْwa-humdan mereka
  11. لَاlaatidak
  12. يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari

Inti bacaan

Rangkaian (بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, baghtatan wa-hum laa yasy'uruuna) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:95, 12:107, 26:202, 29:53, dan 43:66.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ, wa-yasta'jiluunaka bi-l-'adzaabi) yang berarti "dan mereka meminta kepadamu agar azab disegerakan". Kata kerja (وَيَسْتَعْجِلُونَكَ, wa-yasta'jiluunaka) tersusun dari awalan (وَ, wa) yang berarti "dan", kata kerja yasta'jilu yang berakar ع-ج-ل, akhiran (ونَ, -uuna) yang berarti "mereka", dan akhiran (كَ, -ka) yang berarti "engkau". Bentuk (وَيَسْتَعْجِلُونَكَ, wa-yasta'jiluunaka) dengan akhiran -ka, tanpa memperhatikan awalan wa, muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 13:6, 22:47, 29:53, dan 29:54. Tiga di antaranya berobjek (بِالْعَذَابِ, bi-l-'adzaabi) yang berarti "azab", yaitu 22:47, 29:53, dan 29:54, sedangkan 13:6 berobjek (بِالسَّيِّئَةِ, bi-s-sayyi'ati) yang berarti "keburukan". Kata (الْعَذَابِ, l-'adzaabi) memakai kata sandang al-, sehingga azab yang diminta disegerakan terbaca sebagai azab tertentu yang sudah dibicarakan.

Bentuk yang ditujukan kepada kalian, (مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ, maa tasta'jiluuna bihi) yang berarti "apa yang kalian minta disegerakan", muncul dua kali di satu surah, yaitu di 6:57 dan 6:58. Di 6:57 bunyinya (مَا عِنْدِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ, maa 'indii maa tasta'jiluuna bihi) yang berarti "aku tidak memiliki apa yang kalian minta disegerakan". Kalimat itu menaruh yang diminta di luar kuasa pembicara. Di 29:53 jawaban atas permintaan serupa berupa keterangan tentang waktu.

Keterangan itu dibuka (وَلَوْلَا أَجَلٌ مُسَمًّى, wa-lawlaa ajalun musamman) yang berarti "dan sekiranya tidak ada waktu yang telah ditetapkan". Kata (أَجَلٌ, ajalun) berakar أ-ج-ل dan (مُسَمًّى, musamman) berakar س-م-و. Pasangan (أَجَلٌ مُسَمًّى, ajalun musamman), dengan akhiran kata yang berbeda, muncul dua puluh kali di enam belas surah, yaitu di 2:282, 6:2, 6:60, 11:3, 13:2, 14:10, 16:61, 20:129, 22:5, 22:33, 29:53, 30:8, 31:29, 35:13, 35:45, 39:5, 39:42, 42:14, 46:3, dan 71:4. Dalam banyak ayat itu pasangan ini disebut sebagai batas, seperti (إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى, ilaa ajalin musamman) yang berarti "sampai waktu yang sudah ditentukan" di 35:45. Di 29:53 dan 20:129 pasangan ini berdiri sesudah kata penghalang. Di 20:129 bunyinya (وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ, wa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbika) yang berarti "dan sekiranya tidak ada suatu kalimat yang telah mendahului dari Tuhanmu", lalu disusul ajal yang ditentukan. Rangkaian wa-lawlaa kalimatun sabaqat min rabbika muncul lima kali di lima surah, yaitu di 10:19, 11:110, 20:129, 41:45, dan 42:14. Di 29:53 penghalangnya adalah ajal itu sendiri, tanpa kata kalimat yang mendahului.

Bagian jawab dari pengandaian itu dibuka (لَجَاءَهُمُ الْعَذَابُ, la-jaa'ahumu l-'adzaabu) yang berarti "niscaya azab itu datang kepada mereka". Awalan (لَ, la-) menegaskan, dan kata kerja (جَاءَ, jaa'a) berakar ج-ي-أ. Sesudahnya (وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ, wa-la-ya'tiyannahum) yang berarti "dan ia pasti akan datang kepada mereka" memakai kata kerja lain untuk hal yang sama, yaitu ya'tii yang berakar أ-ت-ي, lengkap dengan awalan la- dan akhiran penegas (نَّ, -nna). Bentuk (يَأْتِيَنَّهُمْ, ya'tiyannahum) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:53. Dalam satu ayat, datangnya azab disebut dua kali dengan dua kata kerja, yang pertama sebagai pengandaian yang tertahan dan yang kedua sebagai kepastian.

Ayat ditutup dengan (بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, baghtatan wa-hum laa yasy'uruuna) yang berarti "dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari". Rangkaian itu muncul lima kali di lima surah, yaitu di 7:95, 12:107, 26:202, 29:53, dan 43:66. Di 7:95 tindakan Kami yang berlangsung tiba-tiba, (فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً, fa-akhadznaahum baghtatan) yang berarti "maka Kami timpa mereka secara tiba-tiba", di 26:202 hal yang datang menyambung azab pada ayat sebelumnya, dan 12:107 serta 43:66 menyebut kiamat. Kata (يَشْعُرُونَ, yasy'uruuna) berakar ش-ع-ر. Rangkaian (وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ, wa-hum laa yasy'uruuna), dengan akhiran kata yang berbeda, muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu di 7:95, 12:15, 12:107, 26:202, 27:18, 27:50, 28:9, 28:11, 29:53, dan 43:66. Lima di antaranya didahului baghtatan, yaitu 7:95, 12:107, 26:202, 29:53, dan 43:66, dan lima sisanya tidak.

Tafsiran

Ayat ini menjawab permintaan agar azab disegerakan dengan tiga keterangan berurutan: ada waktu yang ditetapkan yang menahan datangnya azab, azab itu pasti datang, dan datangnya tidak akan disadari. Ayat ini tidak menggambarkan wujud azab. Ayat ini hanya menulis kapan azab datang dan dalam keadaan apa orang yang meminta berada ketika azab itu datang.

Permintaan yang sama dijawab dengan arah yang berbeda di empat ayat. Di 13:6 jawabannya menyebut contoh-contoh siksaan yang telah berlalu sebelum mereka, lalu menyebut bahwa Tuhanmu memiliki ampunan sekaligus keras hukuman-Nya. Di 22:47 jawabannya menyatakan bahwa Allah tidak menyalahi janji-Nya dan bahwa sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut hitungan kalian. Di 29:53 jawabannya adalah ajal yang ditetapkan beserta datangnya yang tiba-tiba, dan di 29:54 jawabannya adalah Jahanam yang meliputi orang-orang yang kufur. Di 6:57 dan 6:58 pembicara menjawab permintaan yang bentuknya serupa dengan pernyataan bahwa yang diminta tidak ada padanya. Lima jawaban itu tidak saling menggantikan, dan masing-masing menjawab satu sisi permintaan yang sama: kapan, siapa yang memegang, dan bagaimana datangnya.

Posisi ayat ini sesudah 29:52 memperlihatkan perpindahan dari kata rugi ke kata azab. Ayat 29:52 menutup dengan label bagi mereka yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, dan 29:53 mulai membicarakan permintaan yang diajukan kepada pembicara. Ayat berikutnya, 29:54, mengulang kalimat pembuka 29:53 dan memberi lanjutan yang lain.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut dua hal dalam satu napas: azab tertahan oleh ajal yang ditetapkan, dan azab itu pasti datang. Di 35:45 Allah disebut menangguhkan manusia sampai waktu yang sudah ditentukan, lalu ketika ajal mereka datang, Allah melihat hamba-hamba-Nya. Penundaan dan kepastian tidak saling meniadakan dalam kedua ayat itu. Orang yang menunggu akibat dari sesuatu yang sudah diperbuatnya dapat membedakan antara akibat yang tertunda dan akibat yang tidak ada. Apa yang selama ini disangka tidak ada hanya karena belum tiba waktunya?
  • Permintaan agar azab disegerakan dijawab di 22:47 dengan keterangan bahwa Allah tidak menyalahi janji-Nya dan bahwa sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut hitungan kalian. Di 29:53 jawabannya berupa ajal yang ditetapkan. Dua ayat itu menyebut dua cara menghitung waktu, yang satu menurut hitungan manusia dan yang lain menurut hitungan di sisi Tuhan. Orang yang merasa sesuatu terlalu lama datang dapat menimbang hitungan mana yang dipakai ketika menyebutnya lambat. Dengan hitungan siapa kata lambat itu diucapkan?
  • Ayat ini menutup dengan keadaan yang tidak disadari saat sesuatu datang: sedang mereka tidak menyadari. Ayat tidak mengatakan mereka tidak tahu atau tidak percaya, tetapi tidak menyadari pada saat itu. Rangkaian yang sama dipakai di 12:15, 27:18, 27:50, 28:9, dan 28:11 untuk hal-hal yang berbeda dari azab, sehingga kata tidak menyadari menunjuk keadaan di saat suatu peristiwa berlangsung dan tidak menunjuk jenis peristiwanya. Pembaca dapat bertanya hal apa yang sedang terjadi di sekitarnya sekarang dan belum disadari. Bagaimana hal itu bisa diketahui sebelum peristiwa itu selesai?
  • Di 6:57 pembicara menjawab permintaan yang serupa dengan pernyataan bahwa pembicara tidak memiliki apa yang diminta disegerakan, dan putusan milik Allah. Di 29:53 permintaan itu ditujukan kepadamu, lalu dijawab dengan keterangan tentang ajal. Dalam kedua ayat itu yang diminta dipercepat berada di luar kuasa orang yang dimintai. Orang yang pernah dimintai sesuatu yang bukan wewenangnya dapat membandingkan dua jawaban itu: menyebut siapa yang memegang, atau menerangkan bahwa waktunya sudah ditetapkan. Apa yang paling sering diminta darinya dan sebenarnya berada di tangan pihak lain?
  • Ayat ini memuat pengandaian yang tidak terjadi, yaitu azab itu niscaya telah datang kalau tidak ada ajal yang ditetapkan. Pengandaian itu dijawab dengan kepastian: azab itu pasti akan datang. Kata kerja untuk datang berganti dari yang pertama ke yang kedua dalam satu ayat. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara sesuatu yang nyaris terjadi dan sesuatu yang pasti terjadi, dan menimbang kebiasaan apa dalam hidupnya yang sedang berada di tahap pertama. Bagian mana dari yang disangka batal sebenarnya hanya tertahan?
  • Ayat ini menjelaskan waktu dan keadaan, dan tidak menjelaskan wujud azab. Gambaran wujud baru muncul pada ayat-ayat sesudahnya, seperti 29:55 yang menyebut azab menutupi mereka dari atas dan dari bawah kaki. Orang yang mencari rincian akan mendapati ayat ini menahan diri, dan pembaca dapat menimbang apa yang dilakukan dengan keterangan yang tidak lengkap: mengisinya dengan dugaan sendiri atau membiarkan ayat berhenti di tempatnya. Apa yang biasanya diisi pada bagian yang dibiarkan kosong oleh ayat?