يَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ

Mereka minta kepadamu agar azab disegerakan; dan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِyasta'jiluunaka bi-l-'adzaabimereka minta kepadamu agar azab disegerakan
  2. وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَwa-inna jahannama la-muhiithatun bi-l-kaafiriinadan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. يَسْتَعْجِلُونَكَyasta'jiluunakamereka meminta engkau menyegerakan
  2. بِالْعَذَابِbi-l-'adzaabidengan azab
  3. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  4. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  5. لَمُحِيطَةٌla-muhiithatunbenar-benar meliputi
  6. بِالْكَافِرِينَbi-l-kaafiriinapada orang-orang yang kufur

Inti bacaan

Kalimat (وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ, wa-inna jahannama la-muhiithatun bi-l-kaafiriina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:49 dan 29:54.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ, yasta'jiluunaka bi-l-'adzaabi) yang berarti "mereka meminta kepadamu agar azab disegerakan". Bunyi yang sama membuka 29:53, dengan awalan (وَ, wa) yang berarti "dan" di depannya. Kata kerja (يَسْتَعْجِلُونَكَ, yasta'jiluunaka) berakar ع-ج-ل, dan bentuk dengan akhiran -ka muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 13:6, 22:47, 29:53, dan 29:54. Dua di antaranya berurutan, yaitu 29:53 dan 29:54, dan di dua ayat itu permintaan yang sama menerima dua lanjutan yang berbeda. Terjemahan memakai kalimat yang sama untuk keduanya, dengan "dan" hanya di 29:53.

Kalimat kedua, (وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ, wa-inna jahannama la-muhiithatun bi-l-kaafiriina), berarti "dan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir". Kalimat ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:49 dan 29:54. Di 9:49 kalimat itu menyusul (أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا, alaa fii l-fitnati saqathuu) yang berarti "ketahuilah, ke dalam fitnah mereka telah jatuh". Di 29:54 kalimat itu menyusul permintaan agar azab disegerakan. Rangkaian (بِالْكَافِرِينَ, bi-l-kaafiriina) yang berarti "pada orang-orang kafir" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 2:19, 9:49, dan 29:54. Di 2:19 bunyinya (وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ, wa-llaahu muhiithun bi-l-kaafiriina) yang berarti "dan Allah meliputi orang-orang kafir", sehingga pelaku yang meliputi di 2:19 adalah Allah, sedangkan di 9:49 dan 29:54 pelakunya Jahanam. Terjemahan ayat ini memakai "orang-orang kafir" seperti di 29:47 dan 29:68, sedangkan terjemahan 2:19 dan 9:49 memakai "orang-orang yang kufur" untuk bentuk Arab yang sama.

Kata (لَمُحِيطَةٌ, la-muhiithatun) yang berarti "benar-benar meliputi" tersusun dari awalan (لَ, la) yang menegaskan dan (مُحِيطَةٌ, muhiithatun) yang berakar ح-و-ط. Kata ini menyebut pelaku yang meliputi dan tidak memakai kata kerja yang menandai waktu. Di 29:53 datangnya azab ditandai dengan dua kata kerja, yang satu sebagai pengandaian dan yang lain sebagai kepastian, sedangkan di 29:54 hubungan Jahanam dengan orang-orang kafir disebut tanpa kata kerja. Akar yang sama muncul sebagai kata kerja lampau di 18:29, (أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا, ahaatha bihim suraadiquhaa) yang berarti "dindingnya mengepung mereka", untuk api yang disediakan bagi orang-orang zalim. Di 18:29 kata kerja itu berbentuk lampau, sedangkan di 29:54 akar yang sama berbentuk kata benda.

Kata (جَهَنَّمَ, jahannama) yang berarti "Jahanam" muncul dua kali di surah ini, yaitu di 29:54 dan 29:68. Di keduanya kata sesudahnya adalah (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) atau bentuk dengan awalan, yaitu (بِالْكَافِرِينَ, bi-l-kaafiriina) di 29:54 dan (لِلْكَافِرِينَ, li-l-kaafiriina) di 29:68. Di 29:68 kata Jahanam muncul dalam pertanyaan (أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى, a-laysa fii jahannama matswan) yang berarti "bukankah di Jahanam ada tempat tinggal", sehingga di 29:54 Jahanam disebut sebagai yang meliputi dan di 29:68 sebagai tempat tinggal.

Tafsiran

Ayat ini mengulang permintaan di 29:53 dan memberi lanjutan yang lain. Ayat 29:53 menjawab dengan ajal yang menahan dan dengan datangnya azab secara tiba-tiba. Ayat 29:54 menjawab dengan satu keadaan, yaitu Jahanam meliputi orang-orang kafir. Kata azab diganti nama tempat, dan kata kerja yang menandai datangnya sesuatu diganti kata yang menyebut hubungan.

Dua jawaban itu tidak disusun sebagai pilihan. Ayat 29:53 berbicara tentang apa yang tertahan dan apa yang akan datang, sedangkan 29:54 berbicara tentang apa yang meliputi. Jika keduanya dibaca bersama, permintaan agar azab disegerakan dijawab dengan dua sisi dari satu persoalan: azab yang waktunya sudah ditetapkan, dan tempat yang meliputi. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan bagaimana kedua sisi itu bertemu.

Kalimat yang sama di 9:49 berdiri sesudah ucapan tentang orang yang meminta izin dan sudah jatuh ke dalam fitnah, sedangkan di 29:54 berdiri sesudah permintaan agar azab disegerakan. Di dua tempat itu kalimatnya sama, tetapi yang mendahuluinya berbeda: yang satu tindakan yang sudah terjadi, yang lain permintaan atas sesuatu yang belum terjadi. Ayat 29:55 sesudahnya menyambung dengan penunjuk hari, lalu menyebut azab menutupi mereka dari atas dan dari bawah kaki.

Renungan dan Hikmah

  • Permintaan agar azab disegerakan dijawab dengan pernyataan bahwa Jahanam meliputi orang-orang kafir. Di 22:47 permintaan yang sama dijawab dengan pernyataan bahwa Allah tidak menyalahi janji-Nya, sehingga ada dua jawaban untuk satu permintaan: satu tentang janji, satu tentang keadaan. Orang yang meminta sesuatu dipercepat dapat bertanya apakah yang diminta itu benar-benar belum ada. Adakah sesuatu yang ditunggu datang sebenarnya sudah berada di sekeliling, hanya belum terlihat?
  • Kata meliputi di ayat ini tidak menyebut arah, tidak dari atas, tidak dari bawah, dan tidak dari samping. Arah baru muncul di 29:55, yang menyebut azab menutupi mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka. Dua ayat itu berdekatan, tetapi hanya yang kedua memerinci sisi-sisinya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat yang lebih pendek menyebut keadaan secara utuh, sedangkan ayat sesudahnya memecahnya menjadi sisi-sisi. Seberapa sering sebuah keadaan hanya terasa nyata setelah dirinci?
  • Kalimat bahwa Jahanam meliputi orang-orang kafir muncul di 9:49 sesudah ucapan tentang ke dalam fitnah mereka telah jatuh, dan di 29:54 sesudah permintaan agar azab disegerakan. Di dua tempat itu kalimatnya sama, tetapi pendengarnya menerimanya dengan bobot yang berbeda karena apa yang mendahuluinya berbeda. Pembaca dapat mengingat kalimat yang pernah diterimanya dalam dua keadaan yang berlainan, lalu menimbang apakah kalimat itu berubah makna atau hanya berubah letaknya. Kalimat apa yang terdengar berbeda tergantung pada apa yang diucapkan sebelumnya?
  • Hubungan meliputi disebut dengan dua pelaku yang berbeda dalam rangkaian yang sama. Di 2:19 Allah yang meliputi orang-orang kafir, dan di 9:49 serta 29:54 Jahanam yang meliputi mereka. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan hubungan antara Allah dan Jahanam dalam hal ini, sehingga pembaca tidak perlu menyimpulkannya. Dari ketiga ayat itu terlihat bahwa satu hubungan dapat dikaitkan dengan pelaku yang berbeda dalam ayat yang berbeda. Siapa atau apa yang dikira sedang meliputi hidupnya sekarang?
  • Ayat 29:53 dan 29:54 membuka dengan permintaan yang sama, dan tiap ayat memberi lanjutan sendiri. Di 6:58 permintaan serupa dijawab dengan pernyataan bahwa Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim. Ketiga ayat itu menunjukkan bahwa satu permintaan dapat dijawab dengan hal-hal yang berbeda tanpa mengubah permintaannya. Orang yang berkali-kali mengajukan permintaan yang sama dapat memperhatikan jawaban yang selama ini diterima, dan apakah semuanya dijawab dari sisi yang sama. Apa yang berubah dari jawaban ketika permintaannya sama?
  • Surah ini menyebut Jahanam dua kali. Di 29:54 Jahanam meliputi orang-orang kafir, dan di 29:68 pertanyaan tentang tempat tinggal di dalamnya menyusul pertanyaan siapa yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya. Dua ayat itu menaruh Jahanam dalam dua susunan kalimat: sebagai pernyataan dan sebagai pertanyaan. Pembaca dapat membandingkan bagaimana tiap bentuk itu sampai kepadanya. Mana yang lebih menggerakkan, pernyataan atau pertanyaan?