يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ
Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka mengabdilah kepada-Ku saja.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌyaa 'ibaadiya lladziina aamanuu inna ardhii waasi'atunwahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas
- فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِfa-iyyaaya fa-'buduunimaka mengabdilah kepada-Ku saja
Terjemahan per kata (9 kata)
- يَاyaawahai
- عِبَادِيَ'ibaadiyahamba-hamba-Ku
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- إِنَّinnasesungguhnya
- أَرْضِيardhiibumi-Ku
- وَاسِعَةٌwaasi'atunyang luas
- فَإِيَّايَfa-iyyaayamaka hanya kepada-Ku
- فَاعْبُدُونِfa-'buduunimaka mengabdilah kepada-Ku
Inti bacaan
Perintah (فَاعْبُدُونِ, fa-'buduuni) muncul 3 kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:25, 21:92, dan 29:56.
Penjelasan pilihan kata
Seruan (يَا عِبَادِيَ, yaa 'ibaadiya) yang berarti "wahai hamba-hamba-Ku" berakar ع-ب-د, dan akar yang sama menutup ayat ini lewat (فَاعْبُدُونِ, fa-'buduuni) yang berarti "maka mengabdilah kepada-Ku". Terjemahan memakai "hamba" dan "mengabdilah" karena dua kata itu bersaudara dalam bahasa Indonesia, sejalan dengan akar Arabnya. Perintah (فَاعْبُدُونِ, fa-'buduuni) muncul 3 kali di 2 surah, yaitu 21:25, 21:92, dan 29:56. Di 21:25 perintah itu menyusul pernyataan (إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ, illaa anaa fa-'buduuni) yang berarti "kecuali Aku, maka mengabdilah kepada-Ku", dan di 21:92 menyusul (وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ, wa-anaa rabbukum fa-'buduuni) yang berarti "dan Aku adalah Tuhan kalian, maka mengabdilah kepada-Ku". Di 29:56 pernyataan yang mendahuluinya berbunyi lain, yaitu tentang bumi, tetapi tetap memuat akhiran "-Ku" pada kata bumi.
Seruan yang dimulai (يَا عِبَادِ, yaa 'ibaadi) muncul 5 kali di 3 surah, yaitu 29:56, 39:10, 39:16, 39:53, dan 43:68. Di 39:10 dan 39:53 seruan itu didahului (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", sedangkan di 29:56, 39:16, dan 43:68 tidak ada kata itu, sehingga terjemahan 29:56 langsung berbunyi "Wahai hamba-hamba-Ku" tanpa "Katakanlah". Sapaan di 29:56 dibatasi oleh (الَّذِينَ آمَنُوا, lladziina aamanuu) yang berarti "yang beriman", dan terjemahan memakai "yang beriman" untuk kata kerja dari akar ا-م-ن itu.
Ayat ini menyatakan bahwa bumi itu luas lewat (إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ, inna ardhii waasi'atun) yang berarti "sesungguhnya bumi-Ku luas". Kata (أَرْضِي, ardhii) yang berarti "bumi-Ku" muncul 1 kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:56, sedangkan bumi disebut milik Allah di dua ayat lain, yaitu 4:97, (أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً, ardhu llaahi waasi'atan) yang berarti "bumi Allah luas", dan 39:10, (وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ, wa-ardhu llaahi waasi'atun) yang berarti "dan bumi Allah luas". Sifat bentuk perempuan (وَاسِعَةٌ, waasi'atun) muncul 3 kali di 3 surah, yaitu 4:97, 29:56, dan 39:10, dan ketiganya menyifati bumi. Terjemahan memakai "luas" di ketiga ayat itu, dan awalan fa pada (فَإِيَّايَ, fa-iyyaaya) yang berarti "maka kepada-Ku" menjadikan pernyataan tentang bumi ini alasan bagi perintah sesudahnya.
Susunan (فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ, fa-iyyaaya fa-'buduuni) yang berarti "maka kepada-Ku saja mengabdilah" menaruh (إِيَّايَ, iyyaaya) yang berarti "kepada-Ku" sebelum kata kerja. Kata iyyaaya muncul 5 kali di 4 surah, yaitu 2:40, 2:41, 7:155, 16:51, dan 29:56. Di empat ayat di antaranya kata itu disusul perintah berakhiran -ni, yaitu (وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ, wa-iyyaaya fa-rhabuuni) di 2:40, (وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ, wa-iyyaaya fa-ttaquuni) di 2:41, (فَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ, fa-iyyaaya fa-rhabuuni) di 16:51, dan (فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ, fa-iyyaaya fa-'buduuni) di 29:56. Terjemahan ketiga ayat pertama memakai "hanya kepada-Ku", dan 29:56 memakai "saja" dengan fungsi yang sama. Kata sejenis, (إِيَّاهُ, iyyaahu), muncul dalam pembatasan di 12:40 dan 17:23, sesudah (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", pada larangan mengabdi kecuali kepada-Nya.
Tafsiran
Ayat ini beralih dari gambaran azab di 29:55 ke sapaan kepada hamba-hamba yang beriman. Urutan seperti itu ada juga di 39:16. Ayat 39:16 membuka dengan gambaran (لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ, lahum min fawqihim zhulalun mina n-naari wa-min tahtihim zhulalun) yang berarti "bagi mereka dari atas mereka ada lapisan-lapisan api, dan dari bawah mereka ada lapisan-lapisan pula", lalu menyatakan bahwa Allah menakuti hamba-hamba-Nya dengannya, dan ditutup dengan (يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ, yaa 'ibaadi fa-ttaquuni) yang berarti "wahai hamba-hamba-Ku, bertakwalah kepada-Ku". Ayat 29:55 sampai 29:56 mengikuti urutan itu, gambaran dari atas dan bawah, sapaan hamba, perintah kepada-Ku. Bedanya, 39:16 menyebut tujuan gambaran itu, sedangkan 29:56 tidak menyebutnya, dan sapaan di 29:56 diberi batas yang beriman.
Kelima seruan hamba membawa isi yang berbeda-beda. Di 43:68 isinya tidak ada ketakutan atas kalian, di 39:53 janganlah berputus asa, di 39:10 dan 39:16 bertakwalah, dan di 29:56 mengabdilah. Ayat 29:56 menaruh alasan di antara sapaan dan perintah, yaitu luasnya bumi, dan alasan itu tidak diikuti keterangan tentang apa yang menyempitkan keadaan para hamba itu. Di 4:97 luasnya bumi dikaitkan dengan orang yang mengaku tertindas dan dengan kata kerja berpindah, (أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا, a-lam takun ardhu llaahi waasi'atan fa-tuhaajiruu fiihaa) yang berarti "bukankah bumi Allah luas, sehingga kalian dapat berpindah di dalamnya". Di 29:56 kata kerja berpindah tidak ada, dan kata (فَ, fa) yang berarti "maka" menghubungkan luasnya bumi langsung dengan mengabdi. Karena itu ayat ini dapat dibaca sebagai kelonggaran bagi pengabdian yang sulit dijalankan di satu tempat, tetapi pembacaan itu bersandar pada 4:97, bukan pada kata-kata 29:56 sendiri.
Perintah mengabdi di sini belum disertai balasan. Balasan dan sifat penerimanya baru muncul di 29:58 dan 29:59, sesudah 29:57 menyebut kematian dan kembali kepada Kami.
Renungan dan Hikmah
- Di 4:97 pertanyaan tentang luasnya bumi Allah diajukan kepada orang yang mengaku tertindas, sehingga pernyataan 29:56 tentang bumi yang luas dapat terdengar seperti pertanyaan yang sama kepada pembaca yang merasa tak punya pilihan. Ayat 29:56 sendiri tidak merinci apa yang menekan para hamba itu, jadi tekanan itu tetap menjadi urusan pembaca, bukan urusan ayat. Orang yang berkata bahwa ia terpaksa tinggal, bekerja, atau diam di suatu tempat dapat memperhatikan bahwa 4:97 membalas pengakuan tertindas dengan pertanyaan tentang luasnya bumi, sedangkan 29:56 menyebut luasnya bumi tanpa menunggu pengakuan semacam itu. Tempat mana yang selama ini disebut tidak mungkin ditinggalkan, dan apakah sudah pernah dihitung seberapa luas bumi yang dimiliki Allah di luar tempat itu?
- Seruan yang sama, (يَا عِبَادِيَ, yaa 'ibaadiya), dipakai di 29:56 untuk yang beriman dan di 39:53 untuk yang melampaui batas atas dirinya sendiri, dan di 39:53 mereka diminta jangan berputus asa dari rahmat Allah, sebab Allah mengampuni dosa semuanya dan Dia Sang Pengampun, Sang Pengasih. Dua kelompok itu berbeda dan tidak dapat dicampur, tetapi kata hamba menautkan keduanya kepada pihak yang memanggil. Pembaca yang menilai dirinya sudah terlalu jauh untuk disapa dapat membandingkan keadaannya dengan sapaan di 39:53. Apa yang berubah dalam cara pembaca memperkenalkan diri kepada Allah bila kata pertama yang ia dengar dari-Nya adalah hamba-Ku?
- Urutan dalam ayat ini adalah panggilan, alasan, lalu perintah: wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bumi-Ku luas, maka mengabdilah kepada-Ku. Perintah itu datang setelah pihak yang memanggil menyebut sesuatu yang dimilikinya dan sekaligus dipijak para hamba itu, yaitu bumi. Ayat sebelumnya, 29:55, memuat perintah tanpa panggilan di depannya dan tanpa alasan di tengahnya, sedangkan 29:56 memuat ketiganya. Pembaca dapat membayangkan sebuah tugas dari hari ini datang dengan urutan yang sama, panggilan sebagai hamba, lalu alasan, dan baru perintah. Pekerjaan mana dalam hari ini yang akan terasa berbeda bila ketiganya tiba berurutan seperti dalam ayat ini?
- Susunan iyyaaya yang disusul perintah dipakai di 2:40 untuk takut, di 2:41 untuk bertakwa, di 16:51 untuk takut lagi, dan di 29:56 untuk mengabdi. Di 16:51 Allah disebut berkata, janganlah kalian mengambil dua tuhan, lalu hanya kepada-Ku hendaklah kalian takut. Tiga sikap yang berbeda, takut, bertakwa, dan mengabdi, ditujukan ke arah yang sama dengan susunan kalimat yang sama. Pembaca dapat menanyakan kepada diri sendiri ke mana ketiganya mengalir dalam kehidupan sehari-hari: kepada siapa rasa takut paling sering diarahkan, kepada siapa takwa disandarkan ketika memutuskan sesuatu, dan untuk siapa pekerjaan sehari-hari dikerjakan? Apakah ketiga arah itu bertemu pada satu alamat, atau masing-masing mengalir ke tempat yang berbeda?
- Bumi disebut milik pada tiga ayat, bumi-Ku di 29:56 dan bumi Allah di 4:97 serta 39:10. Sebidang tanah lazim disebut milik perorangan, dengan sertifikat atas nama pembeli dan pagar yang dipasang penghuni. Ayat-ayat itu menyebut kepemilikan dengan cara lain: yang luas itu bumi milik pihak yang memanggil para hamba. Pembaca yang menyebut sebidang tanah sebagai kepunyaannya dapat bertanya bagaimana ayat ini menyebut tanah yang sama, dan apakah penyebutan itu mengubah cara pembaca memperlakukan tanah, tetangga, atau tempat singgah. Tempat mana yang selama ini disebut milik sendiri, dan bagaimana tempat itu terdengar bila disebut dengan nama pemilik seperti dalam ayat?
- Di 39:10 dua pernyataan diletakkan berdampingan: bagi orang yang berbuat baik di dunia ini ada kebaikan, dan bumi Allah itu luas. Ayat itu dibuka dengan seruan wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan kalian. Seruan, kebaikan di dunia ini, dan luasnya bumi tersusun dalam satu ayat tanpa dijelaskan hubungannya. Ayat 29:56 menaruh seruan dan luasnya bumi dalam satu ayat pula, dengan perintah mengabdi di ujungnya. Pembaca yang sedang menunggu hasil dari kebaikan yang sudah dikerjakan dapat memperhatikan bahwa 39:10 menyebut kebaikan di dunia ini dan luasnya bumi dalam satu rangkaian, tanpa menyebut bahwa yang pertama menunggu yang kedua. Di mana pembaca menaruh kebaikan yang sudah dikerjakan tetapi belum terlihat hasilnya, di dunia ini, atau di tempat lain?