كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Setiap jiwa akan merasakan kematian; kemudian kepada Kami kalian dikembalikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِkullu nafsin dzaa'iqatu l-mawtisetiap jiwa akan merasakan kematian
- ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَtsumma ilaynaa turja'uunakemudian kepada Kami kalian dikembalikan
Terjemahan per kata (7 kata)
- كُلُّkullusetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- ذَائِقَةُdzaa'iqatuakan merasakan
- الْمَوْتِl-mawtikematian
- ثُمَّtsummakemudian
- إِلَيْنَاilaynaakepada Kami
- تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan
Inti bacaan
Rangkaian (إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ, ilaynaa turja'uuna) muncul 2 kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:35 dan 29:57.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (كُلُّ نَفْسٍ, kullu nafsin) yang berarti "setiap jiwa" tersusun dari (كُلُّ, kullu) yang berarti "setiap" dan (نَفْسٍ, nafsin) yang berarti "jiwa", kata benda perempuan tunggal yang berakar ن-ف-س. Rangkaian ini muncul 18 kali di 15 surah, yaitu 2:281, 3:25, 3:30, 3:161, 3:185, 6:164, 10:30, 13:42, 16:111, 20:15, 21:35, 29:57, 39:70, 40:17, 45:22, 50:21, 74:38, dan 86:4. Di 29:57 rangkaian itu disusul (ذَائِقَةُ, dzaa'iqatu) yang berarti "yang akan merasakan". Bentuk ini berupa kata pelaku berakhiran perempuan, menyesuaikan nafsin, sehingga jiwa disebut sebagai pihak yang merasakan.
Kata (ذَائِقَةُ, dzaa'iqatu) berakar ذ-و-ق, dan rangkaian lengkapnya, (كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ, kullu nafsin dzaa'iqatu l-mawti) yang berarti "setiap jiwa akan merasakan kematian", muncul 3 kali di 3 surah, yaitu 3:185, 21:35, dan 29:57. Tiap ayat melanjutkannya dengan cara berbeda. Ayat 3:185 menyambungnya dengan penyempurnaan balasan pada hari kiamat, 21:35 dengan ujian lewat keburukan dan kebaikan lalu kembali, dan 29:57 langsung dengan kembali. Di seluruh Surah 29 akar ذ-و-ق hanya muncul dua kali, yaitu (ذُوقُوا, dzuuquu) di 29:55 dan dzaa'iqatu di 29:57, dan terjemahan memakai "merasakan" di keduanya. Yang dirasakan berbeda: di 29:55 perbuatan, (مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "apa yang kalian kerjakan", dan di 29:57 kematian.
Kata (الْمَوْتِ, l-mawti) yang berarti "kematian" berakar م-و-ت dan diawali kata sandang al-, sehingga terjemahan menuliskannya sebagai nama sebuah peristiwa, "kematian".
Kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" menaruh pengembalian sesudah kematian. Rangkaian (ثُمَّ إِلَيْنَا, tsumma ilaynaa) yang berarti "kemudian kepada Kami" muncul 3 kali di 2 surah, yaitu 10:23, 10:70, dan 29:57. Di dua ayat pertama kata sesudahnya berupa kata benda, (مَرْجِعُكُمْ, marji'ukum) yang berarti "tempat kembali kalian" di 10:23 dan (مَرْجِعُهُمْ, marji'uhum) yang berarti "tempat kembali mereka" di 10:70, sedangkan di 29:57 berupa kata kerja (تُرْجَعُونَ, turja'uuna) yang berarti "kalian dikembalikan". Kata kerja itu berakar ر-ج-ع dan berbentuk pasif, sehingga pihak yang mengembalikan tidak disebut. Rangkaian (إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ, ilaynaa turja'uuna) hanya ada 2 kali, yaitu di 21:35 dan 29:57. Di Surah 29 sendiri tujuan kembali ditulis dengan tiga kata ganti: (إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ, ilayya marji'ukum) yang berarti "kepada-Ku tempat kembali kalian" di 29:8, (إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, ilayhi turja'uuna) yang berarti "kepada-Nya kalian dikembalikan" di 29:17, dan "kepada Kami" di 29:57. Terjemahan mengikuti kata ganti pada tiap ayat.
Tafsiran
Ayat ini berpindah dari hamba-hamba yang beriman di 29:56 ke setiap jiwa, dan dari orang ketiga ke orang kedua di tengah kalimat. Bagian pertama berbicara tentang jiwa dengan kata ganti orang ketiga, sedangkan bagian kedua, sesudah tsumma, memakai turja'uuna yang ditujukan kepada "kalian". Kalimat yang dimulai sebagai pernyataan umum berakhir sebagai pernyataan kepada pendengarnya.
Dalam rangkaian ayat sekitarnya ada tiga sebutan yang berbeda. Ayat 29:55 membicarakan mereka yang meminta azab disegerakan, 29:56 menyapa yang beriman, dan 29:57 memakai "setiap". Kata itu mencakup kedua kelompok sebelumnya, dan pembedaan baru muncul lagi di 29:58, pada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh. Dengan demikian 29:57 menjadi titik yang dilewati keduanya.
Hubungan dengan perbuatan terlihat bila ayat ini dibaca bersama ayat lain dalam surah yang sama. Di 29:8 kembali diikuti pemberitaan, (فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, fa-unabbi'ukum bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "lalu Aku beritakan kepada kalian apa yang selama ini kalian kerjakan", dan di 29:55 apa yang dikerjakan itu dirasakan. Ayat 29:57 berhenti pada kembali dan tidak mencatat apa yang terjadi sesudahnya. Kelanjutan bagi yang beriman dan beramal saleh baru tertulis di 29:58.
Ayat 29:56 menyebut luasnya bumi, dan 29:57 langsung menyebut kematian setiap jiwa. Urutan itu dapat dibaca sebagai batas: seluas apa pun bumi, setiap jiwa tetap merasakan kematian. Pembacaan ini bersandar pada urutan dua ayat itu, karena 29:57 tidak memakai kata penghubung yang mengaitkannya dengan 29:56.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:55 menyebut mereka yang meminta azab disegerakan, 29:56 menyebut yang beriman, dan 29:57 memakai kata setiap tanpa menyebut kelompok mana pun. Di 2:281 rangkaian yang sama, (كُلُّ نَفْسٍ, kullu nafsin) yang berarti "setiap jiwa", muncul sesudah perintah untuk takut kepada hari ketika kalian dikembalikan kepada Allah, dan di situ disebutkan bahwa setiap jiwa disempurnakan apa yang diusahakannya tanpa dizalimi. Pembaca yang menempatkan diri sebagai orang yang hanya membaca kisah pihak lain dapat memperhatikan bahwa kata setiap tidak menyisakan pihak yang hanya membaca. Di bagian mana dari rangkaian ini pembaca menaruh dirinya, di kata setiap, atau di kata mereka pada ayat sebelumnya?
- Kata yang dipakai ayat ini menyebut jiwa sebagai pihak yang merasakan kematian, bukan pihak yang menyaksikannya. Orang dapat berada di dekat kematian orang lain, mengantar, menunggui, dan mengurus semuanya, dan tetap menjadi pengamat. Ayat ini menutup posisi pengamat itu dengan satu kata, merasakan, karena setiap jiwa, termasuk yang sedang mengamati, disebut sebagai pihak yang merasakan. Pembaca yang pernah berdiri di samping orang yang meninggal dapat memperhatikan sisi mana dari peristiwa itu yang selama ini diingat, sisi orang yang menunggu atau sisi yang pergi, dan mana di antara keduanya yang disebut ayat ini sebagai bagian pembaca?
- Di 32:11 urutan yang mirip diberi nama pelaku: malaikat maut yang ditugaskan atas kalian akan mewafatkan kalian, kemudian kepada Tuhan kalian, kalian dikembalikan. Ayat 29:57 tidak menyebut siapa yang mewafatkan dan tidak menyebut siapa yang mengembalikan, hanya menyebut tujuannya dengan kata Kami. Dua ayat itu tidak saling menafsirkan, tetapi keduanya sama-sama menaruh kata kemudian di antara kematian dan kembali, sehingga ada jarak yang tidak diisi keterangan di kedua ayat. Pembaca yang membayangkan kematian sebagai titik akhir dapat memperhatikan bahwa kedua ayat menaruhnya di tengah kalimat, bukan di ujungnya. Apa yang berubah dalam cara pembaca menghitung sisa hidupnya bila titik akhir kalimat itu ternyata terletak di kembali kepada Tuhan, bukan di mati?
- Di 29:17 kembali kepada-Nya didahului tiga kata kerja yang diarahkan ke Allah: carilah rezeki di sisi Allah, mengabdilah kepada-Nya, dan bersyukurlah kepada-Nya. Di 29:57 kembali kepada Kami berdiri sendiri tanpa kata kerja semacam itu. Pembaca dapat membandingkan: di 29:17 arah pulang disebut sesudah tiga arah yang dituju selama hidup, dan di 29:57 arah pulang disebut sebagai pernyataan yang berdiri sendiri. Orang yang sehari-hari meminta, mengabdi, dan bersyukur kepada pihak yang berbeda-beda dapat menanyakan, ketika arah pulang sudah satu, apakah ketiga pihak itu akan ditemui sebagai pihak yang sama, dan apakah ketiganya sudah bertemu pada satu alamat sebelum hari itu?
- Ayat 3:185 menyambung rangkaian setiap jiwa merasakan kematian dengan penyempurnaan balasan pada hari kiamat, sedangkan 29:57 menyambungnya dengan kembali dan berhenti di situ. Balasan baru ditulis di ayat berikutnya, 29:58, dengan kata pahala bagi orang-orang yang beramal. Urutan ini menaruh kembali lebih dulu, lalu menunda penyebutan balasan ke ayat sesudahnya, sedangkan 3:185 menyebut penyempurnaan balasan dalam kalimat yang sama. Usaha apa yang sekarang dikerjakan pembaca dengan hasil yang belum tertulis di mana pun, dan bagaimana rasanya membaca ayat yang berhenti sebelum hasil itu disebut?
- Kalimat ayat ini dimulai dengan pernyataan umum tentang setiap jiwa dan berakhir dengan pernyataan kepada kalian. Perpindahan itu terjadi sesudah satu kata, kemudian, tanpa tanda yang memberi aba-aba kepada pembaca. Orang yang membaca kalimat pertama sebagai keterangan tentang manusia pada umumnya baru menyadari di ujung kalimat bahwa kata kalian ikut menyebut dirinya. Kapan terakhir kali pembaca menemukan dirinya disapa langsung oleh sebuah kalimat yang mulai dibaca sebagai pernyataan tentang orang lain?