كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Setiap jiwa akan merasakan kematian; kemudian kepada Kami kalian dikembalikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِkullu nafsin dzaa'iqatu l-mawtisetiap jiwa akan merasakan kematian
- ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَtsumma ilaynaa turja'uunakemudian kepada Kami kalian dikembalikan
Terjemahan per kata (7 kata)
- كُلُّkullusetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- ذَائِقَةُdzaa'iqatuakan merasakan
- الْمَوْتِl-mawtikematian
- ثُمَّtsummakemudian
- إِلَيْنَاilaynaakepada Kami
- تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan
Inti bacaan
Kepastian universal: 'Setiap jiwa akan merasakan kematian; kemudian kepada Kami kalian dikembalikan', pengingat yang menyeluruh tanpa pengecualian tentang siklus akhir kehidupan yang pasti dihadapi semua orang.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyeimbangkan seruan berhijrah di 29:56: betapapun luas bumi tempat mencari perlindungan, kematian tetap pasti dan kembali kepada Allah tidak terhindarkan.
Tafsiran
Ayat ini mengingatkan batas dari solusi berhijrah: bumi luas untuk hidup, namun kematian tetap menjadi kepastian akhir bagi setiap jiwa.
Renungan dan Hikmah
- Allah menaruh kepastian ini tepat sesudah seruan berhijrah. Bumi memang luas. Ujungnya tetap satu.
- Kata merasakan dipakai, bukan kata mengalami. Mati bukan peristiwa yang dilihat dari luar. Ia dirasakan sendiri.
- Kalimat keduanya menyambung tanpa jeda: lalu dikembalikan. Allah tidak berhenti di kematian. Yang disebut terakhir bukan mati, melainkan pulang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-l-l, n-f-s, dz-w-q, m-w-t, r-j-'): kull nafs dhaa'iqat al-mawt diterjemahkan 'setiap jiwa merasakan kematian' (akar n-f-s + akar dz-w-q + akar m-w-t, cf. 21:35, 3:185); turja'uun diterjemahkan 'dikembalikan' (akar r-j-'). Selaras.