الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Yaitu orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَalladziina shabaruu wa-'alaa rabbihim yatawakkaluunayaitu orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhan mereka
Terjemahan per kata (5 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- صَبَرُواshabaruubersabar
- وَعَلَىٰwa-'alaadan atas
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- يَتَوَكَّلُونَyatawakkaluunabertawakal
Inti bacaan
Bentuk (يَتَوَكَّلُونَ, yatawakkaluuna) muncul 5 kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:2, 16:42, 16:99, 29:59, dan 42:36.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang" tanpa kata penghubung di depannya dan tanpa kata kerja pokok sesudahnya. Seluruh ayat terdiri atas satu anak kalimat, sehingga ayat ini terbaca menyambung langsung dengan kata terakhir 29:58, (الْعَامِلِينَ, l-'aamiliina) yang berarti "orang-orang yang beramal". Terjemahan memakai "Yaitu" untuk menandai sambungan itu.
Kata (صَبَرُوا, shabaruu) yang berarti "mereka bersabar" berakar ص-ب-ر dan berbentuk kata kerja untuk orang ketiga jamak laki-laki. Bentuk ini muncul 15 kali di 13 surah, yaitu 6:34, 7:137, 11:11, 13:22, 16:42, 16:96, 16:110, 23:111, 25:75, 28:54, 29:59, 32:24, 41:35, 49:5, dan 76:12. Rangkaian (الَّذِينَ صَبَرُوا, alladziina shabaruu) yang berarti "orang-orang yang bersabar" ada di 6 ayat dari 5 surah, yaitu 11:11, 13:22, 16:42, 16:96, 29:59, dan 41:35. Di lima ayat dari lima belas itu kata ini berdampingan dengan balasan, yaitu 11:11 dan 28:54 dengan (أَجْرٌ, ajrun) yang berarti "pahala", 16:96 dengan (أَجْرَهُمْ, ajrahum) yang berarti "pahala mereka", 23:111 dengan (جَزَيْتُهُمُ, jazaytuhumu) yang berarti "Aku membalas mereka", dan 76:12 dengan (وَجَزَاهُمْ, wa-jazaahum) yang berarti "dan Dia membalas mereka". Di 29:59 balasannya tidak ada di ayat yang sama, karena sudah disebut di 29:58. Terjemahan memakai "bersabar" di semua ayat itu.
Kata (يَتَوَكَّلُونَ, yatawakkaluuna) yang berarti "mereka bertawakal" berakar و-ك-ل dan berbentuk kata kerja untuk orang ketiga jamak laki-laki pula. Bentuk persis ini muncul 5 kali di 4 surah, yaitu 8:2, 16:42, 16:99, 29:59, dan 42:36, dan kelimanya didahului (وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ, wa-'alaa rabbihim) yang berarti "dan atas Tuhan mereka". Kelima ayat itu menyebut tujuan tawakal dengan rabbihim, "Tuhan mereka", dan tidak dengan nama Allah. Terjemahan memakai "kepada" untuk 'alaa karena "bertawakal atas" tidak lazim dalam bahasa Indonesia.
Akar و-ك-ل yang sama membentuk (بِوَكِيلٍ, bi-wakiilin) yang berarti "sebagai wakil", dan bentuk ini muncul 5 kali di 4 surah, yaitu 6:66, 6:107, 10:108, 39:41, dan 42:6. Kelimanya berada dalam kalimat yang menyangkal bahwa Rasul adalah wakil atas manusia, misalnya (وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ, wa-maa anta 'alayhim bi-wakiilin) yang berarti "dan engkau bukanlah wakil atas mereka" di 39:41. Kata wakil dan kata bertawakal sama-sama memakai 'alaa, sehingga dari pasangan itu terbaca bahwa bertawakal berarti menaruh sebuah urusan pada pihak yang berperan sebagai wakil atasnya. Terjemahan mempertahankan "bertawakal" karena kata itu sudah dikenal pembaca, dan maknanya dapat dibaca dari pasangan tadi.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pertanyaan yang ditinggalkan 29:58, yaitu siapa orang-orang yang beramal itu. Jawabannya dua sifat, bersabar dan bertawakal kepada Tuhan mereka, tanpa daftar amal lain. Di 13:22 orang-orang yang bersabar disusul daftar yang panjang, yaitu menegakkan salat, menginfakkan sebagian rezeki secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, dan menolak keburukan dengan kebaikan. Di 11:11 sabar dan mengerjakan amal-amal saleh dipasangkan sebagai dua hal yang sejajar. Ayat 29:59 memasangkan sabar dengan tawakal, dan tawakal ditujukan kepada Tuhan mereka. Ayat ini juga tidak menyebut apa yang disabari, jadi bahan kesabaran itu tetap terbuka.
Susunan 29:58 sampai 29:59 mengulang susunan 16:41 sampai 16:42. Ayat 16:41 menyebut (لَنُبَوِّئَنَّهُمْ, la-nubawwi'annahum) yang berarti "pasti akan Kami tempatkan mereka" bagi orang yang berpindah karena Allah setelah dizalimi, dan 16:42 menyambungnya dengan (الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ, alladziina shabaruu wa-'alaa rabbihim yatawakkaluuna) yang berarti "orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhan mereka". Rangkaian itu muncul 2 kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:42 dan 29:59, dan keduanya berada tepat sesudah ayat yang memuat kata kerja penempatan yang sama. Perbedaannya ada di ayat sebelumnya: 16:41 menyebut perpindahan karena Allah dan penempatan di dunia, sedangkan 29:58 menyebut iman dan amal saleh serta penempatan di kamar-kamar taman.
Ayat 28:80 menyusun tiga bahan yang sama dengan arah yang lain. Pahala Allah disebut lebih baik bagi yang beriman dan beramal saleh, dan (وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ, wa-laa yulaqqaahaa illaa sh-shaabiruuna) yang berarti "dan tidak akan memperolehnya kecuali orang-orang yang sabar". Dalam 29:56 sampai 29:59 bahan itu tersebar: perintah mengabdi, kematian dan kembali, pahala bagi yang beriman dan beramal, lalu sifat penerimanya. Ayat 39:10 menaruh bumi yang luas dan orang-orang yang sabar dalam satu ayat, dan rangkaian empat ayat ini menaruhnya berurutan. Di rangkaian itu, tujuan disebut lebih dulu daripada kata kerjanya pada dua ayat, yaitu iyyaaya sebelum fa-'buduuni di 29:56 dan 'alaa rabbihim sebelum yatawakkaluuna di 29:59.
Renungan dan Hikmah
- Di 13:22 sabar disusul daftar panjang yang diucapkan tentang Tuhan mereka: mencari wajah-Nya, menegakkan salat, menginfakkan rezeki, dan menolak keburukan dengan kebaikan. Di 29:59 daftar itu menyusut menjadi dua sifat, sabar dan tawakal kepada Tuhan mereka. Dua ayat itu tidak saling menggantikan, dan perbedaan panjangnya tidak menyatakan bahwa daftar di 13:22 salah. Pembaca yang biasa menjawab pertanyaan tentang amalnya dengan deretan kegiatan dapat memperhatikan bahwa ayat ini menamai mereka yang beramal dengan dua sifat. Bila hanya dua sifat yang boleh disebut tentang diri pembaca di hadapan Tuhan, sifat mana yang akan dipilih, dan apakah keduanya terlihat dalam hari-hari yang tidak sempat diumumkan?
- Ayat ini menyebut sabar dan tawakal sebagai dua sifat dari orang yang sama, dengan Tuhan mereka sebagai tujuan tawakal. Ayat ini tidak menentukan urutan waktu di antara kedua sifat itu, dan tidak menyebut tawakal berhenti ketika kesabaran selesai. Orang yang pernah melewati masa sulit dapat memperhatikan bahwa kedua sifat itu disebut berdampingan untuk orang yang sama. Setelah bagian yang sulit lewat, apakah tawakal pembaca ikut berhenti bersama kesabarannya, atau masih diarahkan kepada Tuhan yang sama?
- Di 39:41 Rasul dinyatakan bukan wakil atas manusia, dan di 42:6 Allah Sang Penjaga atas mereka disebut sebelum kalimat yang sama, bahwa engkau bukanlah wakil atas mereka. Kata wakil yang dinyatakan bukan milik Rasul itu berakar sama dengan kata bertawakal di 29:59. Orang yang merasa harus menjadi wakil atas hasil pekerjaannya sendiri, atas pilihan orang lain, atau atas nasib orang yang disayangi dapat memperhatikan bahwa Al-Qur'an memakai akar yang sama untuk menyangkal peran itu pada Rasul dan untuk menaruh urusan pada Tuhan. Urusan mana yang selama ini dipegang sendiri sebagai wakilnya, padahal ayat ini mengarahkan tawakal kepada Tuhan mereka?
- Di 16:96 apa yang ada pada manusia disebut akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah disebut kekal, lalu disusul kalimat bahwa orang-orang yang bersabar pasti dibalas dengan pahala mereka. Kalimat yang sama menyebut sabar dan ukuran waktu dalam ayat yang sama, yang lenyap dan yang kekal. Ayat 29:59 menyebut sabar tanpa ukuran waktu itu, dan 29:58 sebelumnya menyebut kekal bagi mereka di taman. Pembaca yang sedang bersabar menunggu sesuatu dapat memperhatikan di timbangan mana kesabarannya diletakkan, di timbangan yang lenyap atau di timbangan yang kekal. Apa yang sebenarnya sedang ditunggu hari ini, dan apakah benda itu termasuk yang disebut akan lenyap?
- Di 32:24 pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dijadikan di antara mereka ketika mereka bersabar, dan mereka senantiasa yakin pada tanda-tanda Kami. Ayat 29:59 menyebut sabar bersama tawakal, dan 32:24 menyebut sabar bersama yakin. Dua ayat itu berbicara tentang kelompok yang berbeda, tetapi keduanya menaruh sabar di samping sifat yang diarahkan kepada Pemberi petunjuk. Orang yang ingin memimpin keluarga, tim, atau dirinya sendiri dapat memperhatikan bahwa sabar tidak berdiri sendiri di 32:24 maupun di 29:59. Sifat apa yang selama ini menemani kesabaran pembaca, dan apakah sifat itu mengarah kepada Tuhan atau kepada keadaan yang sedang dihadapi?
- Ayat 29:59 tidak menyebut apa yang disabari. Ayat 16:110 menyebut kesabaran sesudah ujian dan berjuang, dan 49:5 menyebut kesabaran dalam menunggu, tetapi 29:59 tidak memuat keterangan semacam itu. Dua pilihan yang tersedia bagi pembaca adalah mengisi bahan kesabaran itu dengan keadaannya sendiri, atau membiarkan kosong seperti dalam ayat. Pembaca yang sedang menahan diri dalam suatu urusan dapat bertanya bahan apa yang ia masukkan ke dalam kata sabar, dan apakah bahan itu dinamai oleh ayat atau oleh dirinya sendiri. Bila ayat tidak menamai bahan kesabaran, siapa yang berhak menamainya?