وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan betapa banyak makhluk bergerak yang tidak membawa rezekinya. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian. Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَاwa-ka'ayyin min daabbatin laa tahmilu rizqahaadan betapa banyak makhluk bergerak yang tidak membawa rezekinya
  2. اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْallaahu yarzuquhaa wa-iyyaakumAllahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian
  3. وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-huwa s-samii'u l-'aliimuDia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَكَأَيِّنْwa-ka'ayyindan betapa banyak
  2. مِنْmindari
  3. دَابَّةٍdaabbatinmakhluk bergerak
  4. لَاlaatidak
  5. تَحْمِلُtahmilumembawa
  6. رِزْقَهَاrizqahaarezekinya
  7. اللَّهُallaahuAllah
  8. يَرْزُقُهَاyarzuquhaamemberinya rezeki
  9. وَإِيَّاكُمْwa-iyyaakumdan kalian
  10. وَهُوَwa-huwadan Dia
  11. السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
  12. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu

Inti bacaan

Kata ka'ayyin muncul tujuh kali di Al-Qur'an (3:146, 12:105, 22:45, 22:48, 29:60, 47:13, 65:8), dan hanya di 29:60 ia diikuti (دَابَّةٍ, daabbatin), "makhluk bergerak".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَكَأَيِّنْ, wa-ka'ayyin) yang berarti "dan betapa banyak". Kata ka'ayyin muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 3:146, 12:105, 22:45, 22:48, 29:60, 47:13, dan 65:8. Enam di antaranya didahului huruf wa, sedangkan 22:45 didahului fa. Terjemahan 29:60 memakai "dan" seperti 3:146, 12:105, 22:48, dan 65:8. Sesudah ka'ayyin selalu ada huruf min dan satu benda. Di 22:45, 22:48, 47:13, dan 65:8 bendanya (قَرْيَةٍ, qaryatin) yang berarti "negeri", di 3:146 (نَبِيٍّ, nabiyyin) yang berarti "nabi", dan di 12:105 (آيَةٍ, aayatin) yang berarti "tanda". Di 29:60 bendanya (دَابَّةٍ, daabbatin) yang berarti "makhluk bergerak", dan hanya di sini ka'ayyin diikuti makhluk bergerak.

Kata daabbatin dengan bentuk dan harakat persis ini muncul 12 kali di 10 surah, yaitu 2:164, 6:38, 11:6, 11:56, 16:49, 16:61, 24:45, 29:60, 31:10, 35:45, 42:29, dan 45:4. Terjemahan memakai "makhluk bergerak" seperti di 2:164, 16:49, 16:61, dan 31:10, tidak memakai "hewan" saja. Alasannya ada di 24:45: (وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَىٰ رِجْلَيْنِ, wa-minhum man yamsyii 'alaa rijlayni) yang berarti "dan di antara mereka ada yang berjalan dengan dua kaki" termasuk dalam kalimat yang menyebut tiap daabbah, bersama yang berjalan dengan perutnya dan yang berjalan dengan empat kaki. Ayat itu tidak membatasi jenisnya, dan padanan "makhluk bergerak" ikut tidak membatasinya. Dari dua belas tempat itu, dua memuat rezeki dalam kalimat yang sama. Salah satunya 11:6, (إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا, illaa 'alaa llaahi rizquhaa) yang berarti "melainkan rezekinya ada pada Allah". Di 11:6 rezeki menempel pada Allah lewat huruf 'alaa, sedangkan di 29:60 Allah menjadi pelaku kata kerja pemberi rezeki.

Kata kerja (تَحْمِلُ, tahmilu) berakar ح-م-ل dan di sini berarti "membawa". Bentuk ini, dengan awalan wa atau akhiran -hu, muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 2:248, 13:8, 16:7, 19:27, 29:60, 35:11, dan 41:47. Di 2:248, (تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ, tahmiluhu l-malaa'ikatu) berarti "dibawa oleh para malaikat". Di 16:7, (وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ, wa-tahmilu atsqaalakum) berarti "dan mengangkut beban-beban kalian". Di 19:27, (تَحْمِلُهُ, tahmiluhu) berarti "menggendongnya". Di 13:8, 35:11, dan 41:47 kata kerja ini membicarakan isi rahim seorang perempuan, misalnya (مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَىٰ, maa tahmilu kullu untsaa) di 13:8, dan terjemahannya memakai "mengandung". Di 29:60 objeknya rezeki, jadi padanannya "membawa". Terjemahan tidak memakai "mampu" atau "mengusahakan" karena tidak ada kata Arab yang melahirkan keduanya. Ayat ini menyatakan makhluk itu tidak membawa rezekinya. Ayat tidak menyatakan apakah makhluk itu sanggup, dan tidak menyatakan apakah makhluk itu mencari makan. Akhiran -haa pada (رِزْقَهَا, rizqahaa) yang berarti "rezekinya" kembali ke daabbatin, sehingga terjemahan memakai -nya.

Kata kerja (يَرْزُقُهَا, yarzuquhaa) yang berarti "memberinya rezeki" berakar ر-ز-ق, akar yang sama dengan rizqahaa. Dalam satu ayat, apa yang tidak dibawa makhluk itu dan apa yang diberikan Allah memakai akar yang sama. Akar ini muncul lima kali di surah 29, yaitu dua kali di 29:17, dua kali di 29:60, dan sekali di 29:62. Susunan (اللَّهُ يَرْزُقُ, allaahu yarzuqu), dengan atau tanpa wa di depannya, muncul tiga kali, di 2:212, 24:38, dan 29:60. Di 2:212 dan 24:38 penerimanya man yasyaa'u, "siapa yang Dia kehendaki", dan kalimatnya ditutup (بِغَيْرِ حِسَابٍ, bi-ghayri hisaabin) yang berarti "tanpa perhitungan". Di 29:60 penerimanya dua, yaitu makhluk itu dan kalian, tanpa kata yang membatasinya. Kata (وَإِيَّاكُمْ, wa-iyyaakum) yang berarti "dan kepada kalian" menaruh kalian sebagai penerima kedua dari kata kerja yang sama. Kata ini muncul empat kali, di 4:131, 17:31, 29:60, dan 60:1, dan di antara keempatnya 17:31 memakainya sesudah kata kerja rezeki, yaitu (نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ, nahnu narzuquhum wa-iyyaakum) yang berarti "Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian". Di 17:31 anak-anak disebut lebih dulu, dan di 29:60 makhluk bergerak. Terjemahan 29:60 memakai "kepada kalian" seperti 17:31.

Dua nama di ujung ayat, (السَّمِيعُ الْعَلِيمُ, s-samii'u l-'aliimu), berakar س-م-ع dan ع-ل-م, dan berarti "Yang Mendengar" dan "Sang Berilmu". Keduanya berdampingan tanpa huruf penyambung, jadi terjemahan menyambungnya dengan "lagi". Pasangan ini muncul 15 kali di 12 surah, yaitu 2:127, 2:137, 3:35, 5:76, 6:13, 6:115, 8:61, 10:65, 12:34, 21:4, 26:220, 29:5, 29:60, 41:36, dan 44:6. Dengan awalan (وَهُوَ, wa-huwa) pasangan itu muncul enam kali di empat surah, yaitu 2:137, 6:13, 6:115, 21:4, 29:5, dan 29:60. Surah ini memakainya dua kali, di 29:5 sesudah pernyataan tentang waktu yang Allah tetapkan dan di 29:60 sesudah pernyataan tentang rezeki. Terjemahan memakai "berilmu" untuk 'aliimu, seperti di 29:5 dan 29:62.

Tafsiran

Membaca 29:59 lalu 29:60 mempertemukan dua hal berurutan, yaitu orang yang bersabar dan (يَتَوَكَّلُونَ, yatawakkaluuna) yang berarti "bertawakal" kepada Tuhan mereka, lalu makhluk yang rezekinya tidak dibawanya. Ayat 29:60 sendiri membicarakan rezeki dan tidak memakai kata tawakal, sehingga hubungan keduanya merupakan bacaan dan tidak dinyatakan teks. Ayat 29:61 sesudahnya beralih ke pertanyaan tentang penciptaan.

Kalimat ayat ini tersusun dalam tiga bagian. Bagian pertama memperlihatkan makhluk yang banyak dan tidak membawa rezekinya. Bagian kedua menyebut Allah sebagai pemberi dan menaruh dua penerima. Bagian ketiga menyebut Dia dengan dua nama. Kata kalian berada di bagian kedua, sesudah makhluk itu, sehingga pembaca masuk ke daftar penerima tanpa lebih dulu diberi alasan. Ayat tidak mengatakan bahwa manusia pun tidak membawa rezekinya sendiri. Yang tertulis hanya bahwa Allah memberi rezeki kepada keduanya.

Ayat 29:17 menambahkan sisi lain. Di sana (فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ, fa-btaghuu 'inda llaahi r-rizqa) yang berarti "maka carilah rezeki di sisi Allah" berupa perintah mencari, dan perintah itu didahului pernyataan bahwa yang mereka sembah selain Allah tidak memiliki rezeki bagi mereka. Ayat 29:60 tidak memuat perintah dan tidak memuat alasan semacam itu, dan tidak mengatakan apakah makhluk bergerak itu mencari. Kedua ayat dapat dibaca menunjuk satu alamat. Di 29:17 Allah menjadi tempat rezeki dicari, dan di 29:60 Allah menjadi pihak yang memberi.

Dua nama di ujung ayat sama dengan penutup 29:5. Di 29:5 keduanya menyusul pernyataan bahwa waktu yang Allah tetapkan pasti datang, dan di 29:60 menyusul pemberian rezeki. Kedua nama itu tidak diikuti objek, sehingga tinggal sebagai penutup. Ayat 29:62 melanjutkan pokok rezeki dari sisi lain, tidak lagi tentang yang tidak dibawa, tetapi tentang pelapangan dan penyempitan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat membuka dengan seruan jumlah, betapa banyak, dan baru sesudah itu menyebut apa yang tidak mereka bawa. Seruan itu mengajak pembaca menghitung makhluk bergerak yang pernah dilihatnya, yang berjalan dengan perutnya, dengan dua kaki, atau dengan empat kaki, seperti disebut 24:45. Ayat tidak berkata semuanya, hanya betapa banyak, dan tentang yang banyak itu Allah disebut sebagai pemberi rezekinya. Pembaca yang biasa menghitung persediaannya satu per satu, berapa yang tersimpan dan berapa yang masuk bulan ini, dapat bertanya bagaimana hitungannya berubah bila lebih dulu dihitung jumlah makhluk yang tidak membawa rezekinya dan tetap disebut menerima dari Allah.
  • Kata kerja pemberi rezeki di ayat ini punya satu pelaku dan dua penerima, makhluk bergerak lebih dulu dan kalian sesudahnya. Di 6:38 makhluk bergerak disebut (أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ, umamun amtsaalukum) yang berarti "umat-umat seperti kalian". Ayat itu membicarakan hal lain, jadi keduanya tidak disamakan, tetapi sama-sama menaruh manusia di sebelah makhluk bergerak. Pembaca dapat memperhatikan kedudukannya dalam kalimat 29:60, yaitu penerima kedua dari pemberian Allah, dan bertanya seberapa sering dirinya dibayangkan sebagai pihak yang menerima, dan seberapa sering sebagai pihak yang mengumpulkan sendiri.
  • Kata kerja yang dipakai untuk rezeki yang tidak dibawa makhluk itu dipakai di 16:7 untuk beban-beban yang diangkut ke suatu negeri, dan di 13:8 untuk isi rahim. Di dua tempat itu ada sesuatu yang dipikul, sedangkan di 29:60 kata kerjanya diberi tanda tidak dan objeknya rezeki. Pembaca yang merasa memikul seluruh nafkah rumahnya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut dua pekerjaan, membawa dan memberi, dan menyebut pelaku yang kedua adalah Allah. Ayat tidak mengatakan apakah bekerja itu keliru. Berapa banyak dari beratnya hari yang terasa di pundak berasal dari pekerjaan memberi, yang di ayat ini disebut milik Dia?
  • Ayat 29:60 tidak memuat satu pun kata perintah. Isinya gambaran tentang makhluk, pernyataan tentang pemberi rezeki, dan dua nama. Ayat ini membiarkan pembaca menarik kesimpulannya sendiri. Pembaca yang terbiasa mencari tugas di setiap ayat dapat mencatat bahwa ayat ini memberi gambaran lebih dulu. Bagi pembaca yang cemas, ketiadaan perintah itu memberi ruang untuk membaca pelan-pelan, sebab tidak ada kewajiban baru yang menunggu di ujung kalimat. Apa yang tampak pada kekhawatirannya sendiri bila ayat yang dibaca tidak menyuruh apa-apa?
  • Ayat ini menutup dengan Dia sebagai Yang Mendengar lagi Sang Berilmu, dan tidak menyebut apa yang didengar. Makhluk bergerak dalam ayat ini tidak diceritakan berbicara, tetapi rezekinya disebut diberikan oleh Dia yang mendengar. Pembaca dapat membaca kedua nama itu sebagai penutup yang terbuka: ada hal yang tidak sempat diucapkan, ada kebutuhan yang belum terumuskan, dan penutup ayat tidak mensyaratkan keduanya diucapkan lebih dulu. Ayat ini tidak mengatakan hal itu, jadi ini bacaan. Kebutuhan mana dalam hidup pembaca yang belum pernah diucapkan kepada siapa pun, dan bagaimana rasanya membayangkan bahwa Dia disebut Yang Mendengar tepat di sana?
  • Di 29:17 rezeki dicari di sisi Allah, dan di 29:60 rezeki diberikan oleh Allah kepada makhluk yang tidak membawanya. Kedua ayat berada dalam satu surah dengan jarak empat puluh tiga ayat. Pembaca yang membaca keduanya berurutan menemukan dua sisi pada rezeki yang sama, sisi pencari di 29:17 dan sisi penerima di 29:60, dan keduanya menyebut Dia. Hubungan ini bacaan, sebab 29:60 tidak mengutip 29:17. Pembaca dapat menaruh pencariannya sendiri di antara dua ayat itu, sebagai hal yang ia kerjakan sambil menyadari siapa yang disebut memberi. Mungkinkah mencari dengan sungguh-sungguh dan tetap mengingat siapa yang disebut ayat memberi?