وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan?" pasti mereka akan berkata, "Allah." Maka bagaimana mereka dipalingkan?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَwa-la-in sa'altahum man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha wa-sakhkhara sy-syamsa wa-l-qamaradan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan
- لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَla-yaquulunna llaahu fa-annaa yu'fakuunapasti mereka akan berkata, Allah. Maka bagaimana mereka dipalingkan
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- سَأَلْتَهُمْsa'altahumengkau bertanya kepada mereka
- مَنْmanorang yang
- خَلَقَkhalaqamenciptakan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- وَسَخَّرَwa-sakhkharadan Dia menundukkan
- الشَّمْسَsy-syamsamatahari
- وَالْقَمَرَwa-l-qamaradan bulan
- لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
- اللَّهُllaahuAllah
- فَأَنَّىٰfa-annaamaka bagaimana
- يُؤْفَكُونَyu'fakuunamereka dipalingkan
Inti bacaan
Rangkaian (فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, fa-annaa yu'fakuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:61 dan 43:87.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ, wa-la-in sa'altahum man) yang berarti "dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang". Rangkaian ini tersusun dari wa yang berarti "dan", la- yang di data morfologi tercatat sebagai penegas, in yang berarti "jika", sa'alta yang berarti "engkau bertanya", dan -hum yang berarti "mereka". Rangkaian utuhnya muncul 6 kali di 4 surah, yaitu 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, 43:9, dan 43:87. Tanpa kata man, (وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ, wa-la-in sa'altahum) muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 9:65 dan keenam ayat tadi. Terjemahan memakai "engkau" untuk satu orang yang bertanya, dan ayat tidak menyebut namanya.
Pertanyaannya memuat dua kata kerja untuk satu pelaku. Kata kerja pertama (خَلَقَ, khalaqa) yang berarti "menciptakan" bersama objeknya (مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha) muncul empat kali di empat surah, yaitu 29:61, 31:25, 39:38, dan 43:9. Di tiga yang lain pertanyaan berhenti di sana. Ayat 29:61 menambahkan kata kerja kedua, (وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ, wa-sakhkhara sy-syamsa wa-l-qamara) yang berarti "dan menundukkan matahari dan bulan". Kata sakhkhara berakar س-خ-ر, dan terjemahan memakai "menundukkan" untuk akar ini seperti di 13:2, 31:29, 35:13, dan 39:5, yaitu empat ayat lain tempat rangkaian yang sama muncul. Di keempat ayat itu rangkaiannya berupa pernyataan dan disusul (كُلٌّ يَجْرِي, kullun yajrii) yang berarti "masing-masing beredar". Di 29:61 rangkaian itu berada di dalam pertanyaan dan tidak disusul kata beredar.
Jawabannya ditulis (لَيَقُولُنَّ اللَّهُ, la-yaquulunna llaahu) yang berarti "pasti mereka akan berkata, Allah". Kata kerja yaquulu diapit la- di depan dan -nna di belakang, dua penanda penegas yang sama-sama tercatat di data morfologi, dan terjemahan memakai "pasti" untuk keduanya. Rangkaian la-yaquulunna llaahu muncul lima kali di empat surah, yaitu 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, dan 43:87. Kata la-yaquulunna sendiri muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 9:65, 11:8, 21:46, 29:10, 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, 43:9, dan 43:87, dan tiga di antaranya ada di surah ini. Di 29:10 isi ucapannya (إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ, innaa kunnaa ma'akum) yang berarti "sesungguhnya kami bersama kalian". Terjemahan memakai "berkata" karena akar kata kerjanya ق-و-ل, seperti di 29:10 dan 43:87, dan tidak menambahkan kata yang menyatakan jawaban.
Kalimat penutup (فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, fa-annaa yu'fakuuna) yang berarti "maka bagaimana mereka dipalingkan" muncul dua kali, di 29:61 dan 43:87. Tanpa fa, (أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ, annaa yu'fakuuna) muncul lima kali di lima surah, yaitu 5:75, 9:30, 29:61, 43:87, dan 63:4. Terjemahan memakai "bagaimana" untuk annaa seperti di 43:87, 5:75, 9:30, dan 63:4, dan tidak memakai "mengapa". Kata kerja yu'fakuuna berakar ا-ف-ك dan berbentuk yang tidak menyebut siapa yang memalingkan. Data morfologi menandai tiga belas kata kerja dari akar ini dengan bentuk semacam itu, tersebar di dua belas ayat, yaitu 5:75, 6:95, 9:30, 10:34, 29:61, 30:55, 35:3, 40:62, 40:63, 43:87, 51:9, dan 63:4, dan tak satu pun dari dua belas ayat itu menyebut pelakunya. Akar yang sama memberi (إِفْكًا, ifkan) di 29:17, yang diterjemahkan "kebohongan", dan (وَالْمُؤْتَفِكَاتِ, wa-l-mu'tafikaati) yang berarti "dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan" di 9:70. Ketiga kata itu berbagi akar, dan ayat-ayat tadi tidak menyatakan hubungan di antara maknanya.
Tafsiran
Pertanyaan dan jawaban yang sama membuka lima ayat, yaitu 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, dan 43:87. Perbedaannya ada pada apa yang menyusul jawaban itu. Di 29:61 dan 43:87 menyusul pertanyaan fa-annaa yu'fakuuna. Di 29:63 dan 31:25 menyusul perintah (قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ, quli l-hamdu li-llaahi) yang berarti "katakanlah, segala puji bagi Allah". Di 39:38 menyusul perintah (قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ, qul a-fa-ra'aytum) yang berarti "katakanlah, apakah kalian memperhatikan", yang membuka tantangan tentang apa yang mereka seru selain Allah. Karena itu 29:61 tidak membantah dan tidak memerintah. Ayat ini menerima jawaban mereka sebagai benar, lalu menanyakan hal lain, yang dapat dibaca sebagai jarak antara apa yang mereka akui dan ke mana mereka bergerak. Tujuan pemalingan itu tidak dirinci.
Ayat 29:65 dapat dibaca memperlihatkan wujud jarak semacam itu pada orang di kapal. Di sana mereka berdoa kepada Allah (مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, mukhlishiina lahu d-diina) yang berarti "dengan tulus dalam pertanggungjawaban kepada-Nya", lalu ketika Dia menyelamatkan mereka sampai ke darat, (إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ, idzaa hum yusyrikuuna) yang berarti "tiba-tiba mereka mempersekutukan". Ayat 29:61 tidak menyebut kapal, sehingga hubungan ini merupakan bacaan, bukan pernyataan teks.
Ayat 29:61 dan 29:63 sama-sama dijawab "Allah", dan 29:62 di antara keduanya berbicara tentang rezeki tanpa pertanyaan. Urutan 29:60 sampai 29:63 bergerak dari rezeki makhluk di bumi ke langit dan bumi, kembali ke rezeki, lalu ke air yang turun dari langit untuk menghidupkan bumi. Ayat tidak menyatakan alasan urutan itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat memakai kata pasti sebelum jawabannya diucapkan: pasti mereka akan berkata, Allah. Jawaban itu disebut pasti sebelum diucapkan, sehingga pertanyaan ini dapat dibaca tidak sedang mencari pengetahuan baru. Pembaca yang pernah mengajukan pertanyaan dengan jawaban yang sudah dikenalnya dapat mengingat suasananya, yaitu pertanyaan diajukan untuk melihat ke mana jawaban itu dibawa. Apa yang terjadi pada sebuah pengakuan tentang Allah yang benar sejak diucapkan, tetapi tidak pernah ditanya lebih jauh dari kalimat pertamanya?
- Pertanyaan itu menyebut dua pekerjaan, menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan, dan satu nama menjawab keduanya. Di 13:2, 31:29, 35:13, dan 39:5 menundukkan matahari dan bulan disebut sebagai perbuatan Allah dalam kalimat pernyataan. Pembaca yang menata harinya menurut terbit dan terbenamnya matahari dapat memperhatikan bahwa jadwal itu bergantung pada benda yang di ayat ini disebut tunduk, dan bukan pada sesuatu yang diatur pembaca sendiri. Seberapa sering jawaban atas pertanyaan ayat ini terpikir ketika jadwal itu disusun?
- Sesudah jawaban Allah diucapkan, ayat tidak menyanggah dan tidak memuji. Pertanyaan berikutnya mengandaikan jawaban itu benar, lalu menanyakan arah gerak orang yang menjawabnya. Pembaca yang pernah menyatakan hal yang benar lalu mendapati dirinya berjalan ke arah lain dapat memakai urutan ini sebagai cermin: pengakuan diterima apa adanya, dan yang ditanyakan adalah langkah sesudahnya. Sudahkah pernyataan itu diikuti sampai ke tempat yang ditunjuknya, atau berhenti di bibir?
- Kata kerja yu'fakuuna tidak menyebut siapa yang memalingkan, dan hal yang sama berlaku di sebelas ayat lain yang memuat kata kerja semacam itu. Pembaca yang menganggap dirinya berjalan lurus kepada apa yang diakuinya benar dapat memeriksa adakah sesuatu dalam hidupnya yang menggeser arah itu pelan-pelan tanpa pernah ditunjuk namanya. Ayat ini tidak mengatakan apa yang memalingkan, jadi daftarnya harus diisi pembaca sendiri. Dari arah mana pergeseran yang paling sering datang, dan mengapa arah itu jarang dicurigai?
- Penanya dalam ayat ini hanya mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban lawan bicaranya. Penanya itu tidak mengajukan dalil dan tidak membantah apa pun. Pembaca yang sedang berbeda pendapat dengan orang lain tentang Allah dapat memperhatikan bentuk percakapan ini, yang tidak menuntut lawan bicara mengaku kalah dan meminta lawan bicara memeriksa apa yang sudah dipegangnya. Kapan terakhir sebuah percakapan berakhir dengan pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban lisan, dan apa yang terjadi sesudahnya di dalam diri pembaca?
- Matahari dan bulan disebut tanpa keterangan tambahan, dan jawaban atas pertanyaan tentang keduanya adalah satu kata. Pembaca yang pernah memperhatikan matahari terbit atau bulan naik dapat mengingat bahwa pemandangan itu tidak disertai papan nama pelakunya. Ayat ini membiarkan nama itu diucapkan oleh orang yang ditanya, dan Dia disebut tanpa uraian apa pun. Berapa banyak dari yang dilihat pembaca hari ini masih ditanyakan siapa yang menjadikannya demikian?