اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah berilmu akan segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُallaahu yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u min 'ibaadihi wa-yaqdiru lahuAllah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan baginya
- إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌinna llaaha bi-kulli syay'in 'aliimunsesungguhnya Allah berilmu akan segala sesuatu
Terjemahan per kata (14 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- يَبْسُطُyabsuthumelapangkan
- الرِّزْقَr-rizqarezeki
- لِمَنْli-manbagi orang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- مِنْmindari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- وَيَقْدِرُwa-yaqdirudan Dia menyempitkan
- لَهُlahubaginya
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- بِكُلِّbi-kullipada segala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
Inti bacaan
Susunan (وَيَقْدِرُ لَهُ, wa-yaqdiru lahu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:62 dan 34:39, sedangkan pasangan kata kerja yabsuthu dan yaqdiru bersama rezeki ada di sembilan ayat.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ, allaahu yabsuthu r-rizqa) yang berarti "Allah melapangkan rezeki". Kata kerja yabsuthu berakar ب-س-ط dan terjemahan memakai "melapangkan" untuk kata ini di semua tempat rezeki menjadi objeknya. Rangkaian (يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ, yabsuthu r-rizqa li-man yasyaa'u) yang berarti "melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki" muncul 9 kali di 8 surah, yaitu 13:26, 17:30, 28:82, 29:62, 30:37, 34:36, 34:39, 39:52, dan 42:12. Pasangannya, (وَيَقْدِرُ, wa-yaqdiru) yang berarti "dan Dia menyempitkan", ada di kesembilan ayat yang sama. Di 6 ayat pasangan itu langsung menyusul kata yasyaa'u, yaitu 13:26, 17:30, 30:37, 34:36, 39:52, dan 42:12. Di 3 ayat lain, yaitu 28:82, 29:62, dan 34:39, di antara keduanya ada (مِنْ عِبَادِهِ, min 'ibaadihi) yang berarti "di antara hamba-hamba-Nya".
Dua ayat mengakhiri pasangan itu dengan kata tambahan. (وَيَقْدِرُ لَهُ, wa-yaqdiru lahu) yang berarti "dan menyempitkan baginya" muncul di dua ayat, yaitu 29:62 dan 34:39. Kata lahu terdiri dari huruf li dan akhiran -hu, dan huruf li itu sama dengan li pada li-man, sehingga terjemahan mengikat lahu ke man, yaitu orang tunggal yang disebut sebelumnya. Kata lahu dapat juga dibaca kembali ke rezeki, dan terjemahan memilih man tanpa menutup kemungkinan lain. Rezeki yang dibatasi muncul dengan rumus lain di 65:7, (قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ, qudira 'alayhi rizquhu) yang berarti "rezekinya disempitkan atasnya", dan di 89:16, (فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ, fa-qadara 'alayhi rizqahu) yang berarti "lalu Dia menyempitkan rezekinya atasnya". Kedua ayat itu memakai 'alayhi dan menyebut rezekinya sebagai objek. Ayat 29:62 memakai lahu dan rezekinya tidak diulang. Akar kata kerja di ketiga ayat itu sama, yaitu ق-د-ر.
Kata (عِبَادِهِ, 'ibaadihi) yang berarti "hamba-hamba-Nya" berakar ع-ب-د. Susunan (لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ, li-man yasyaa'u min 'ibaadihi) muncul tiga kali, di 28:82, 29:62, dan 34:39. Huruf min di sini berarti "di antara", yaitu bagian dari himpunan hamba-hamba. Akhiran -hi kembali ke Allah, yang disebut di awal ayat. Di surah yang sama, 29:56 memuat (يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا, yaa 'ibaadiya lladziina aamanuu) yang berarti "wahai hamba-hamba-Ku yang beriman". Di sana kata hamba diikuti keterangan, sedangkan di 29:62 kata hamba berdiri tanpa keterangan yang membatasinya.
Kalimat penutup (إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ, inna llaaha bi-kulli syay'in 'aliimun) yang berarti "sesungguhnya Allah berilmu akan segala sesuatu" muncul 4 kali, di 8:75, 9:115, 29:62, dan 58:7. Tanpa kata inna llaaha, (بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ, bi-kulli syay'in 'aliimun) muncul 16 kali di 13 surah, yaitu 2:29, 2:231, 2:282, 4:176, 5:97, 6:101, 8:75, 9:115, 24:35, 24:64, 29:62, 42:12, 49:16, 57:3, 58:7, dan 64:11. Di antara sembilan ayat yang memuat pasangan yabsuthu dan yaqdiru, hanya 29:62 dan 42:12 yang ditutup dengan kalimat itu, dan 42:12 memakai (إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ, innahu bi-kulli syay'in 'aliimun). Di tujuh ayat lain pasangan itu disusul hal berbeda, misalnya (فَهُوَ يُخْلِفُهُ, fa-huwa yukhlifuhu) yang berarti "maka Dia menggantinya" di 34:39. Terjemahan memakai "berilmu akan segala sesuatu" seperti di 42:12, 8:75, 9:115, dan 58:7. Data morfologi mencatat akar yang sama, ش-ي-أ, untuk yasyaa'u dan syay'in di ayat ini. Terjemahan memakai "kehendaki" untuk yang pertama dan "sesuatu" untuk yang kedua, dan ayat tidak menyatakan hubungan makna di antara keduanya.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan ukuran pada rezeki yang dibicarakan 29:60. Ayat 29:60 menyebut Allah memberi rezeki kepada makhluk bergerak dan kepada kalian, sedangkan 29:62 menyebut bahwa rezeki itu dilapangkan dan disempitkan. Keduanya dapat dibaca berjalan bersama, sebab 29:60 menyebut adanya pemberian dan 29:62 menyebut takarannya. Kedua kata kerja dalam 29:62 dikaitkan kepada pelaku yang sama dan tanpa kata penghubung yang mempertentangkannya, sehingga pelapangan dan penyempitan disebut berdampingan sebagai dua perbuatan satu pihak.
Dua ayat yang mengapitnya, 29:61 dan 29:63, berbentuk pertanyaan yang dijawab "Allah" oleh pihak yang ditanya. Ayat 29:62 berbentuk pernyataan langsung, dan Allah disebut di awal serta di akhir ayat. Pernyataan di tengah dua pertanyaan itu tidak meminta jawaban dan tidak mengutip ucapan siapa pun.
Pelapangan dan penyempitan dikaitkan kepada orang yang sama, sehingga satu orang dapat mengalami kedua keadaan. Ayat tidak menyebut kapan keduanya terjadi atau berapa lama. Kata penilai pun tidak ada, yaitu kata baik, buruk, hukuman, atau ganjaran yang ditempelkan pada pelapangan atau penyempitan. Penilaian semacam itu muncul di ayat lain sebagai ucapan manusia. Di 89:16 orang yang rezekinya dibatasi digambarkan berkata (رَبِّي أَهَانَنِ, rabbii ahaanani) yang berarti "Tuhanku telah menghinaku". Ayat itu membicarakan keadaan lain, dan 29:62 sendiri tidak memuat ucapan manusia, hanya dua kata kerja dan satu pernyataan tentang ilmu.
Penutupnya menyebut Allah berilmu akan segala sesuatu, tanpa kata penyebab yang menghubungkannya dengan pembagian rezeki. Pembaca dapat membacanya sebagai latar pembagian itu, tetapi hubungan tersebut merupakan bacaan dan bukan pernyataan ayat. Ayat 42:12 menutup pasangan yang sama dengan kalimat yang sama bentuknya, dan konteksnya berbeda: ayat itu dibuka dengan kunci-kunci langit dan bumi milik Allah, sedangkan 29:62 dibuka dengan nama Allah dan kata kerja pelapangan.
Renungan dan Hikmah
- Bila lahu dibaca kembali ke orang yang disebut, penyempitan mengenai orang yang sama dengan yang dilapangkan, sehingga yang dilapangkan dan yang disempitkan dapat menjadi satu orang. Ayat tidak menyebut urutan atau lama masing-masing keadaan. Pembaca yang pernah melewati bulan yang lapang dan bulan yang sempit dalam hidupnya dapat membaca ayat ini sebagai satu kalimat tentang dirinya, dengan Allah sebagai pelaku dua-duanya. Apakah kedua bulan itu pernah ditaruh berdampingan dalam ingatan, atau yang satu diingat sebagai nikmat dan yang lain sebagai kekeliruan?
- Kata yang dipakai ayat untuk penyempitan sama netralnya dengan kata untuk pelapangan. Pembaca yang menyebut penyempitan rezekinya sebagai aib atau sebagai tanda ditolak dapat memeriksa dari mana kata-kata itu datang, sebab 29:62 tidak memakainya dan di 89:16 kata semacam itu muncul sebagai ucapan manusia. Ayat ini memberi pembaca kata yang lebih sederhana, menyempitkan, dan kata itu dikaitkan kepada Allah tanpa penilaian. Dari mana penilaian pembaca tentang bagiannya sendiri berasal, bila ayat yang menyebutnya tidak memuat penilaian itu?
- Pembagian di ayat ini terikat pada kehendak, bagi orang yang Dia kehendaki, dan ayat tidak menyebut iman, amal, atau usaha sebagai pengukur. Di 34:39 pasangan kata kerja yang sama disusul pernyataan bahwa apa pun yang diinfakkan akan diganti-Nya, jadi pokok yang disambung berbeda dari 29:62. Pembaca yang terbiasa membaca timbunan hartanya sebagai nilai dirinya dapat mencatat bahwa ayat ini tidak menyediakan rumus untuk mengonversi satu ke yang lain. Berapa lama hitungan semacam itu dibawa tanpa pernah ditanyakan dari mana hitungan itu berasal?
- Orang yang dilapangkan dan orang yang disempitkan sama-sama disebut di antara hamba-hamba-Nya, dan kata hamba di sini berdiri tanpa keterangan yang membatasi. Di 29:56 kata yang sama diikuti yang beriman. Ayat 29:62 tidak membatasi, jadi yang menerima pelapangan dan yang menerima penyempitan sama-sama berada dalam himpunan yang disebut. Pembaca yang melihat orang lain lebih lapang atau lebih sempit dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menaruh seorang pun di luar himpunan itu. Sudahkah pembaca menempatkan dirinya dan orang yang paling berbeda nasibnya dengan dia di dalam himpunan yang sama?
- Pembaca yang membandingkan bagiannya dengan bagian orang lain bertemu ayat ini sebagai pernyataan tentang pembagi, yaitu Allah, yang berilmu akan segala sesuatu. Ayat tidak memuat angka dan tidak memuat perbandingan antar penerima. Ayat menyebut dua kata kerja dan satu pengetahuan. Pembaca dapat membaca penutup itu sebagai latar yang tidak dijelaskan, dan penutup itu tidak menjawab pertanyaan mengapa bagiannya berbeda. Kepada siapa pertanyaan perbandingan itu selama ini diajukan, dan sudahkah ia pernah diajukan kepada pembagi yang disebut ayat?
- Ayat ini dimulai dengan nama Allah, nama yang sama disebut lagi di bagian penutup, dan di antara keduanya ada kata kerja dan penerima. Tidak ada nama manusia, tidak ada hewan, tidak ada tempat. Dengan susunan itu, pelapangan dan penyempitan terbaca sebagai sesuatu yang dibingkai oleh Dia di awal dan di penutup. Pembaca yang biasa mencari penyebab rezekinya naik dan turun di luar dirinya dapat berhenti sejenak pada bingkai ini. Penyebab apa yang paling sering disebut pembaca, dan apakah penyebab itu pernah disandingkan dengan nama yang membingkai ayat ini?