وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu dengannya menghidupkan bumi setelah matinya?" pasti mereka akan berkata, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah." Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengerti.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءًwa-la-in sa'altahum man nazzala mina s-samaa'i maa'andan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menurunkan air dari langit
  2. فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُfa-ahyaa bihi l-ardha min ba'di mawtihaa la-yaquulunna llaahulalu dengannya menghidupkan bumi setelah matinya, pasti mereka akan berkata, Allah
  3. قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَquli l-hamdu li-llaahi bal aktsaruhum laa ya'qiluunakatakanlah, segala puji bagi Allah. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengerti

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
  2. سَأَلْتَهُمْsa'altahumengkau bertanya kepada mereka
  3. مَنْmanorang yang
  4. نَزَّلَnazzalamenurunkan
  5. مِنَminadari
  6. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  7. مَاءًmaa'anair
  8. فَأَحْيَاfa-ahyaalalu Dia menghidupkan
  9. بِهِbihidengannya
  10. الْأَرْضَl-ardhabumi
  11. مِنْmindari
  12. بَعْدِba'disesudah
  13. مَوْتِهَاmawtihaamatinya
  14. لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
  15. اللَّهُllaahuAllah
  16. قُلِqulikatakanlah
  17. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  18. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  19. بَلْbalbahkan
  20. أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
  21. لَاlaatidak
  22. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti

Inti bacaan

Frasa (مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا, min ba'di mawtihaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:63, sedangkan frasa ba'da mawtihaa tanpa huruf min muncul 9 kali (2:164, 2:259, 16:65, 30:19, 30:24, 30:50, 35:9, 45:5, 57:17).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ, wa-la-in sa'altahum man) yang berarti "dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang". Rangkaian ini muncul 6 kali di 4 surah, yaitu 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, 43:9, dan 43:87. Terjemahan memulai ayat ini dengan "dan sungguh", sama dengan terjemahan wa-la-in di 29:61, 31:25, 43:9, dan 43:87.

Isi pertanyaannya dimulai dengan (نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً, nazzala mina s-samaa'i maa'an) yang berarti "menurunkan air dari langit". Rangkaian dengan nazzala ini muncul dua kali, di 29:63 dan 43:11. Rangkaian yang hampir sama dengan kata kerja lain, (أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً, anzala mina s-samaa'i maa'an), muncul 10 kali di 9 surah, yaitu 2:22, 6:99, 13:17, 14:32, 16:10, 16:65, 20:53, 22:63, 35:27, dan 39:21. Terjemahan memakai "menurunkan" untuk kedua kata kerja itu, seperti di 16:65 dan 43:11. Kata maa'an berakar م-و-ه dan berarti "air". Kata ini tidak didahului kata sandang al-, sehingga ayat menyebut air yang belum ditunjuk lebih jauh.

Kata kerja berikutnya (فَأَحْيَا بِهِ, fa-ahyaa bihi) yang berarti "lalu dengannya menghidupkan" tersusun dari fa yang berarti "lalu", ahyaa yang berarti "menghidupkan", huruf bi yang berarti "dengan", dan -hi yang berarti "-nya", yaitu air. Rangkaian ini muncul 4 kali di 4 surah, yaitu 2:164, 16:65, 29:63, dan 45:5. Objeknya (الْأَرْضَ, l-ardha) yang berarti "bumi", dan keterangan waktunya (مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا, min ba'di mawtihaa) yang berarti "setelah matinya". Frasa ba'da mawtihaa, tanpa huruf min di depannya, muncul 9 kali di 6 surah, yaitu 2:164, 2:259, 16:65, 30:19, 30:24, 30:50, 35:9, 45:5, dan 57:17. Frasa dengan huruf min, min ba'di mawtihaa, hanya ada di 29:63. Terjemahan memakai "setelah" di keduanya. Akhiran -haa pada mawtihaa kembali ke bumi, sehingga terjemahan memakai "matinya", yaitu mati milik bumi, bukan mati milik air.

Jawabannya sama dengan 29:61, (لَيَقُولُنَّ اللَّهُ, la-yaquulunna llaahu) yang berarti "pasti mereka akan berkata, Allah", dan muncul 5 kali di 4 surah, yaitu 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, dan 43:87. Terjemahan memakai "berkata", padanan akar ق-و-ل, seperti di 29:61 dan 43:87. Sesudah jawaban itu datang perintah (قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ, quli l-hamdu li-llaahi) yang berarti "katakanlah, segala puji bagi Allah". Rangkaian ini muncul 3 kali dengan bunyi yang persis sama, yaitu di 27:59, 29:63, dan 31:25. Rangkaian yang didahului wa juga ada di 17:111 dan 27:93, dan di 23:28 rangkaian itu didahului fa. Hanya di 29:63 dan 31:25 perintah itu menyusul jawaban "Allah". Terjemahan memakai "segala puji" untuk al-hamdu seperti di 17:111, 23:28, 27:59, 27:93, dan 31:25.

Kalimat penutup (بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ, bal aktsaruhum laa ya'qiluuna) yang berarti "akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengerti" memiliki pasangan dengan kata kerja lain. Dengan ya'qiluuna, (أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ, aktsaruhum laa ya'qiluuna) muncul 3 kali, di 5:103, 29:63, dan 49:4. Dengan ya'lamuuna, (بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ, bal aktsaruhum laa ya'lamuuna) yang berarti "bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui", muncul 6 kali di 5 surah, yaitu 16:75, 16:101, 21:24, 27:61, 31:25, dan 39:29. Ayat 31:25 dan 29:63 memuat urutan yang sama, yaitu pertanyaan, jawaban "Allah", perintah memuji, lalu penutup dengan bal aktsaruhum, dan kata kerja terakhir berbeda: ya'lamuuna di 31:25 dan ya'qiluuna di 29:63. Kata kerja ya'qiluuna berakar ع-ق-ل. Rangkaian laa ya'qiluuna muncul 12 kali di 9 surah, yaitu 2:170, 2:171, 5:58, 5:103, 8:22, 10:42, 10:100, 29:63, 36:68, 39:43, 49:4, dan 59:14. Terjemahan memakai "mengerti" untuk akar ini seperti di 2:164, 6:151, dan 57:17, dan memakai "mengetahui" untuk akar ع-ل-م.

Tafsiran

Pertanyaan tentang air yang menghidupkan bumi mati menerima jawaban yang sama dengan pertanyaan di 29:61 tentang penciptaan langit dan bumi serta penundukan matahari dan bulan. Perbedaannya ada pada apa yang menyusul jawaban itu. Di 29:61 menyusul pertanyaan kepada mereka, sedangkan di 29:63 menyusul perintah kepada penanya untuk mengucapkan pujian, lalu pernyataan tentang kebanyakan mereka.

Perintah memuji mengubah arah ayat. Sampai kalimat jawaban, penanya hanya menerima ucapan mereka. Sesudah itu penanya diminta berbicara dan mengucapkan pujian kepada Allah, tanpa menyanggah jawaban mereka. Jawaban mereka tidak dibantah, dan perintah memuji menyusul sesudah jawaban itu. Ayat 31:25 menyusun urutan yang sama, dan 39:38 mengambil jalan lain, yaitu perintah mengajukan tantangan.

Pernyataan penutup memakai kata kebanyakan, bukan semua, sehingga ayat membiarkan ada di antara mereka yang tidak termasuk. Ayat tidak menyebut berapa banyak dan siapa. Ayat ini memakai kata kerja mengerti, sedangkan 31:25 memakai mengetahui, dan ayat sesudahnya, 29:64, memakai mengetahui pada penutupnya. Jawaban "Allah" menunjukkan mereka tahu, dan pernyataan ayat ini dapat dibaca menyangkut sesuatu sesudah tahu, yaitu mengerti apa yang mengikuti dari jawaban itu. Ayat tidak merinci isi pengertian yang kurang itu.

Air yang menghidupkan bumi di ayat ini juga bersambung dengan rezeki di 29:60 dan 29:62. Di 45:5 yang diturunkan Allah dari langit disebut (مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا, min rizqin fa-ahyaa) yang berarti "berupa rezeki, lalu menghidupkan", dan bumi dihidupkan sesudah matinya. Ayat 29:63 sendiri tidak memakai kata rezeki, jadi sambungan itu merupakan bacaan lintas ayat, bukan pernyataan 29:63. Dengan bacaan itu, 29:60 tentang makhluk yang diberi rezeki, 29:62 tentang rezeki yang dilapangkan dan disempitkan, dan 29:63 tentang air yang menghidupkan bumi menyentuh pokok yang sama dari tiga sisi.

Renungan dan Hikmah

  • Bumi dalam ayat ini disebut mati lebih dulu, lalu dihidupkan dengan air yang diturunkan dari langit. Bumi itu tidak disebut berbuat apa pun sebelum dihidupkan. Pembaca yang pernah melewati masa kering dalam hidupnya, tanpa gagasan, tanpa tenaga, atau tanpa semangat, dapat melihat gambar ini sebagai pengingat bahwa kematian bumi dan penghidupannya dipisahkan dalam kalimat, yang pertama sebagai keadaan bumi dan yang kedua sebagai perbuatan Allah dengan air. Apa dalam hidup pembaca yang masih menunggu air, dan sudahkah masa menunggu itu dibedakan dari kegagalan?
  • Sesudah mereka menjawab Allah, penanya tidak diminta membantah. Penanya diminta mengucapkan segala puji bagi Allah. Pembaca yang berdebat dengan orang lain tentang pokok yang sebenarnya mereka sepakati dapat mencatat bahwa ayat ini memberi urutan lain: kesepakatan disusul ucapan memuji. Ayat tidak mengatakan pujian itu mengakhiri perdebatan. Dalam percakapan terakhir pembaca tentang Allah, apakah pembicaraan berhenti di titik kesepakatan lalu memuji, atau terus mencari titik beda?
  • Penutup ayat memakai kata kebanyakan mereka, tidak semua mereka. Ayat membiarkan ada yang tidak termasuk, dan tidak menyebut siapa atau berapa. Pembaca yang cenderung menggeneralisasi orang lain, dengan berkata mereka semua, dapat memperhatikan bahwa ayat yang menilai kebanyakan orang pun tidak memakai kata semua. Ayat ini menyisakan celah bagi sebagian orang dan tetap membicarakan kekurangan mengerti. Apakah pembaca menyisakan celah yang sama bagi orang yang dinilainya?
  • Penutup 29:63 memakai tidak mengerti, sedangkan 31:25 yang memuat pertanyaan dan jawaban sama memakai tidak mengetahui. Perbedaan itu dapat dibaca sebagai pembedaan antara mengetahui jawabannya dan mengerti apa yang mengikutinya. Menurut ayat ini, kebanyakan mereka tidak mengerti. Pembaca yang dapat menyebut banyak hal tentang Allah dari hafalan, tetapi sulit menyebut perubahan dalam caranya mengambil keputusan, dapat bertanya apakah dirinya lebih banyak mengetahui atau mengerti. Apa yang sudah diketahui pembaca tentang Allah dan belum dimengertinya?
  • Di 45:5 yang diturunkan dari langit disebut rezeki, lalu bumi dihidupkan dengannya. Ayat 29:63 memakai kata air, sedangkan 29:60 dan 29:62 memakai kata rezeki. Pembaca yang membayangkan rezeki terutama sebagai angka di rekening dapat memperhatikan bahwa 45:5 menyebut air yang turun sebagai rezeki juga. Ayat-ayat ini tidak menyamakan rekening dengan hujan. Apa yang diterima pembaca dalam sehari yang tidak pernah muncul dalam hitungan penghasilannya?
  • Penanya dalam ayat ini memegang dua peran, bertanya dan mengucapkan pujian. Penanya bertanya kepada mereka, mendengar jawabannya, lalu mengucapkan kalimat pujian yang dialamatkan kepada Allah. Pembaca yang terbiasa menjadi penanya dalam percakapan tentang iman, menguji dan menimbang jawaban orang lain, dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak membiarkan penanya berhenti sebagai penguji. Penanya diminta berbicara juga, dan ucapannya berupa pujian. Kapan terakhir pembaca bertanya tentang Allah lalu menutup percakapan dengan ucapan yang dialamatkan kepada-Nya?