وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Kehidupan dunia ini tidak lain adalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itu kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌwa-maa haadzihi l-hayaatu d-dunyaa illaa lahwun wa-la'ibunkehidupan dunia ini tidak lain adalah senda gurau dan permainan
  2. وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُwa-inna d-daara l-aakhirata la-hiya l-hayawaanusesungguhnya negeri akhirat itu kehidupan yang sebenarnya
  3. لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَlaw kaanuu ya'lamuunaseandainya mereka mengetahui

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. هَٰذِهِhaadzihiini
  3. الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
  4. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. لَهْوٌlahwunsenda gurau
  7. وَلَعِبٌwa-la'ibundan permainan
  8. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  9. الدَّارَd-daaranegeri
  10. الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
  11. لَهِيَla-hiyasungguh ia
  12. الْحَيَوَانُl-hayawaanukehidupan sejati
  13. لَوْlawsekiranya
  14. كَانُواkaanuumereka adalah
  15. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Bentuk (الْحَيَوَانُ, l-hayawaanu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:64, dan kata hayaat dari akar yang sama muncul di awal ayat yang sama.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, wa-maa haadzihi l-hayaatu d-dunyaa) yang berarti "dan tidaklah kehidupan dunia ini". Kata (الْحَيَاةُ, l-hayaatu) yang berarti "kehidupan" berakar ح-ي-ي, dan (الدُّنْيَا, d-dunyaa) yang berarti "dunia" berakar د-ن-و. Rangkaian al-hayaatu d-dunyaa muncul 14 kali di 12 surah, yaitu 2:212, 3:185, 6:32, 6:70, 6:130, 7:51, 13:26, 29:64, 31:33, 35:5, 40:39, 45:35, 47:36, dan 57:20. Dengan kata (هَٰذِهِ, haadzihi) yang berarti "ini" di tengahnya, rangkaian itu muncul dua kali, yaitu di 29:64 dan 40:39. Di 40:39 bunyinya (إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ, innamaa haadzihi l-hayaatu d-dunyaa mataa'un) yang berarti "sesungguhnya kehidupan dunia ini kesenangan". Kata ini penunjuk yang dekat dengan pembicara dan pendengarnya, dan terjemahan memakai "ini" di kedua ayat. Rangkaian pembuka (وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا, wa-maa l-hayaatu d-dunyaa illaa) muncul tiga kali, yaitu di 3:185, 6:32, dan 57:20, dan 29:64 menyisipkan haadzihi di tengahnya. Terjemahan memakai "tidak lain" untuk pasangan wa-maa dan illaa, seperti di 57:20.

Illaa disusul dua kata, (لَهْوٌ, lahwun) yang berarti "senda gurau", dan (لَعِبٌ, la'ibun) yang berarti "permainan". Akar kata pertama ل-ه-و, dan akar kata kedua ل-ع-ب. Pasangan keduanya dipakai untuk menggambarkan kehidupan dunia di empat ayat, yaitu 6:32, 29:64, 47:36, dan 57:20. Di 6:70 dan 7:51 pasangan itu dikenakan pada hal lain, yaitu pertanggungjawaban orang-orang yang disebut di sana. Urutan lahw lebih dulu ada di 29:64 dan 7:51, sedangkan urutan la'ib lebih dulu ada di 6:32, 6:70, 47:36, dan 57:20. Terjemahan menjaga urutan Arab, sehingga ayat ini berbunyi "senda gurau dan permainan", sedangkan 6:32 berbunyi "permainan dan senda-gurau". Padanan "senda gurau" untuk lahw dipakai di 6:32 juga.

Kalimat kedua dibuka dengan (وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ, wa-inna d-daara l-aakhirata) yang berarti "dan sesungguhnya negeri akhirat". Kata (الدَّارَ, d-daara) yang berarti "negeri" berakar د-و-ر. Rangkaian d-daara l-aakhirata muncul 3 kali, yaitu di 28:77, 29:64, dan 33:29. Di 28:77 dan 33:29 negeri akhirat menjadi sesuatu yang dicari atau diinginkan, sedangkan di 29:64 negeri itu menjadi pokok yang dinyatakan sesuatu tentangnya. Dunia dinamai dengan kata "kehidupan", dan akhirat dinamai dengan kata "negeri". Pembagian kata yang sama ada di 40:39, tempat akhirat disebut (هِيَ دَارُ الْقَرَارِ, hiya daaru l-qaraari) yang berarti "dialah negeri tempat menetap".

Pernyataan tentang akhirat itu ditutup (لَهِيَ الْحَيَوَانُ, la-hiya l-hayawaanu). Awalan la- tercatat di data morfologi sebagai penegas, dan hiya kembali ke negeri akhirat. Kata (الْحَيَوَانُ, l-hayawaanu) berakar ح-ي-ي, akar yang sama dengan al-hayaatu di awal ayat, dan bentuk hayawaan muncul 1 kali, yaitu di 29:64, sehingga korpus tidak menyediakan pemakaian lain untuk dibandingkan. Terjemahan memakai "kehidupan" karena akarnya, lalu menambahkan "yang sebenarnya", yaitu tambahan yang tidak punya kata Arab sendiri dan membawa tekanan la- serta kedudukan hayawaan sebagai lawan lahw dan la'ib dalam ayat yang sama.

Penutup (لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ, law kaanuu ya'lamuuna) yang berarti "seandainya mereka mengetahui" muncul 8 kali di 6 surah, yaitu 2:102, 2:103, 16:41, 29:41, 29:64, 34:14, 39:26, dan 68:33. Di tujuh dari delapan ayat itu penutup berdiri tanpa objek, sedangkan di 34:14 objeknya disebut, (لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ, law kaanuu ya'lamuuna l-ghayba) yang berarti "seandainya mereka mengetahui yang gaib". Empat dari delapan ayat memasangkan penutup itu dengan pernyataan tentang akhirat, yaitu 16:41 (وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ, wa-la-ajru l-aakhirati akbaru) yang berarti "dan sungguh pahala akhirat lebih besar", 29:64, serta 39:26 dan 68:33 yang memuat (وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ, wa-la-'adzaabu l-aakhirati akbaru) yang berarti "dan sungguh azab akhirat lebih besar". Surah ini memakai penutup itu dua kali, di 29:41 sesudah (لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ, la-baytu l-'ankabuuti) yang berarti "sungguh rumah laba-laba", dan di 29:64.

Tafsiran

Dua kehidupan ditimbang dalam tiga pernyataan berurutan, sesudah empat ayat menyebut rezeki, penciptaan, dan air. Kehidupan dunia ini tidak lain senda gurau dan permainan, negeri akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, dan ada orang yang tidak mengetahuinya. Ayat tidak memuat perintah, sehingga ayat ini terbaca sebagai pernyataan tentang bobot.

Ayat ini tidak menyangkal apa yang disebut sebelumnya. Rezeki yang diberikan kepada makhluk bergerak di 29:60, pelapangan dan penyempitan di 29:62, dan air yang menghidupkan bumi di 29:63 semuanya terjadi di dunia yang di sini disebut senda gurau dan permainan. Ayat tidak mengatakan pemberian itu semu. Dapat dibaca bahwa pernyataan 29:64 menyangkut bobot dunia dibandingkan akhirat, sedangkan keberadaan pemberian di dunia tidak dipersoalkan.

Ayat 28:77 menempatkan dua hal itu berdampingan dengan cara lain. Di sana pencarian negeri akhirat digandeng dengan larangan melupakan bagian dari dunia, (وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا, wa-laa tansa nashiibaka mina d-dunyaa) yang berarti "dan janganlah engkau lupakan bagianmu dari dunia". Ayat 29:64 tidak memuat larangan itu. Keduanya tidak saling membatalkan, sebab 28:77 mengatur sikap, sedangkan 29:64 menimbang bobot dan tidak memuat kata yang menyuruh meninggalkan dunia.

Penutup ayat memakai mengetahui, sedangkan 29:63 mengakhiri ayatnya dengan tidak mengerti. Jawaban "Allah" di 29:63 menunjukkan mereka mengetahui sesuatu, dan 29:64 mengandaikan pengetahuan lain tanpa menyebut isinya. Ayat 40:39 menimbang dua kehidupan dengan susunan serupa, tetapi menyebut dunia sebagai (مَتَاعٌ, mataa'un) yang berarti "kesenangan" dan akhirat sebagai (هِيَ دَارُ الْقَرَارِ, hiya daaru l-qaraari) yang berarti "dialah negeri tempat menetap". Kedua ayat menaruh dunia di satu sisi dan akhirat di sisi lain, dengan kata yang berbeda untuk dunia.

Renungan dan Hikmah

  • Dunia dinamai dengan dua kata Arab, lahw dan la'ib, sedangkan akhirat dinamai dengan satu kata Arab, hayawaan. Pembaca yang menggambarkan dunianya sendiri dapat menghitung berapa banyak kata yang dipakainya untuk hari-hari biasa dan berapa untuk hari yang belum dilihatnya. Ayat tidak menyatakan kata mana yang lebih benar, dan memperlihatkan neraca yang dipakai. Kata apa yang paling sering dipakai pembaca ketika menggambarkan hidupnya, dan dari neraca mana kata itu diambil?
  • Pembaca yang menganggap serius setiap angka dalam penghasilannya sedang berdiri di dalam dunia yang oleh 29:64 disebut senda gurau dan permainan, dunia yang sama tempat Allah memberi rezeki di 29:60 dan melapangkan serta menyempitkannya di 29:62. Ayat-ayat yang menyebut Allah memberi dan melapangkan itu tidak menyebut dunia sebagai tempat tanpa bobot, dan 29:64 hanya menimbangnya terhadap yang akan datang. Seringan apa penghasilan bulan lalu terasa jika ditimbang dengan neraca ini?
  • Ayat memakai kata penunjuk dekat, ini, untuk kehidupan dunia. Penunjuk itu menaruh kehidupan yang disebut ayat tepat di tempat pembaca berdiri, sebab pembacaan ayat ini sendiri berlangsung di dalam kehidupan yang dinamainya senda gurau dan permainan. Pembaca yang memperhatikan hal itu mendapati bahwa kalimat ini dibaca dengan napas, waktu, dan perhatian yang termasuk ke dalam objek kalimatnya. Pada jam apa dalam sehari pembaca merasa paling jauh dari kalimat ini, dan pada jam apa paling dekat dengannya?
  • Kehidupan dunia dan kehidupan yang sebenarnya memakai akar kata yang sama, ح-ي-ي, dalam satu ayat. Dengan akar yang sama, keduanya dapat dibaca sebagai dua hal yang ditimbang pada satu neraca. Pembaca yang membayangkan akhirat sebagai tempat yang asing dan jauh dapat memperhatikan bahwa ayat memberinya kata dasar yang sama dengan kehidupan yang sedang dijalani pembaca. Apa yang berubah pada cara pembaca memandang hari ini jika yang dibandingkan memiliki akar yang sama?
  • Di 28:77 pencarian negeri akhirat dari apa yang dianugerahkan Allah digandeng dengan larangan melupakan bagian dari dunia. Ayat 29:64 tidak memuat larangan itu, tetapi tidak juga menyuruh meninggalkan dunia. Pembaca yang mengira ayat tentang senda gurau dan permainan menuntut penarikan diri dari pekerjaan, keluarga, atau kesenangan sehari-hari dapat memeriksa bahwa tuntutan itu tidak tertulis di ayat ini. Kesenangan sehari-hari mana dalam hidup pembaca yang selama ini dipertahankan hanya karena takut disebut main-main, padahal ayat membicarakan bobotnya?
  • Penutup ayat tidak menyebut apa yang akan diketahui kalau mereka mengetahui. Di 29:63 jawaban mereka, Allah, menunjukkan bahwa sesuatu sudah mereka ketahui, sedangkan pengetahuan yang diandaikan di 29:64 tidak diberi isi. Pembaca dapat mengisi ruang itu dengan apa yang sudah diketahuinya dan belum dijalaninya. Hal apa tentang negeri akhirat yang sudah dibaca pembaca berkali-kali, tetapi belum pernah mengubah satu keputusan pun?