أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ۚ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَكْفُرُونَ

Apakah mereka tidak melihat bahwa Kami menjadikan tanah suci yang aman, sedang manusia di sekitar mereka diculik? Maka apakah mereka percaya kepada yang batil dan kufur atas nikmat Allah?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْa-wa-lam yaraw annaa ja'alnaa haraman aaminan wa-yutakhaththafu n-naasu min hawlihimapakah mereka tidak melihat bahwa Kami menjadikan tanah suci yang aman, sedang manusia di sekitar mereka diculik
  2. أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَكْفُرُونَa-fa-bi-l-baathili yu'minuuna wa-bi-ni'mati llaahi yakfuruunamaka apakah mereka percaya kepada yang batil dan kufur atas nikmat Allah

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. أَنَّاannaabahwa Kami
  4. جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
  5. حَرَمًاharamantanah suci
  6. آمِنًاaaminanyang aman
  7. وَيُتَخَطَّفُwa-yutakhaththafudan diculik
  8. النَّاسُn-naasumanusia
  9. مِنْmindari
  10. حَوْلِهِمْhawlihimsekitar mereka
  11. أَفَبِالْبَاطِلِa-fa-bi-l-baathilimaka apakah pada kebatilan
  12. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  13. وَبِنِعْمَةِwa-bi-ni'matidan dengan nikmat
  14. اللَّهِllaahiAllah
  15. يَكْفُرُونَyakfuruunakufur

Inti bacaan

Kontras yang mencolok: 'tanah suci yang aman, sedang manusia di sekitar mereka diculik', nikmat keamanan yang dinikmati seharusnya memicu syukur, bukan justru dijadikan alasan mempercayai kebatilan.

Penjelasan pilihan kata

'Yutakhattafu' ('diculik', akar xTf) sama seperti akar yang muncul di 28:57, dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap kontras tajam: keamanan tanah suci yang mereka nikmati berdampingan dengan kekacauan di sekitarnya, namun tetap tidak bersyukur.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan aman di dalam dengan bahaya di luar. Pagarnya kelihatan. Yang di dalam tidak melihatnya.
  • Yang dinikmati keamanan, yang dibalas kekufuran. Nikmatnya nyata. Tanggapannya terbalik.
  • Pertanyaannya dua, bukan satu. Allah menagih dua kali. Percaya batil dan menolak nikmat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, j-'-l, h-r-m, a-m-n, kh-t-f, n-w-s, h-w-l, b-t-l, n-'-m, a-l-h, k-f-r): haram aamin diterjemahkan 'tanah suci yang aman' (akar h-r-m + akar '-m-n); yutakhattafu diterjemahkan 'diculik (disambar)' (akar kh-t-f); bi-l-baatil yu'minuun diterjemahkan 'percaya kepada yang batil' (akar b-t-l + akar '-m-n); yakfuruun diterjemahkan 'mengingkari' (akar k-f-r, penilaian terbalik: percaya batil, ingkari nikmat). gloss '(negeri mereka)/(setelah nyata kebenaran)' dibuang.