وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan kebenaran ketika ia datang kepadanya? Bukankah dalam Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُwa-man azhlamu mimmani ftaraa 'alaa llaahi kadziban aw kadzdzaba bi-l-haqqi lammaa jaa'ahudan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan kebenaran ketika ia datang kepadanya
  2. أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَa-laysa fii jahannama matswan li-l-kaafiriinabukankah dalam Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. أَظْلَمُazhlamulebih zalim
  3. مِمَّنِmimmanidaripada siapa
  4. افْتَرَىٰftaraamengada-ada
  5. عَلَى'alaaatas
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. كَذِبًاkadzibankebohongan
  8. أَوْawatau
  9. كَذَّبَkadzdzabamendustakan
  10. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  11. لَمَّاlammaaketika
  12. جَاءَهُjaa'ahudatang kepadanya
  13. أَلَيْسَa-laysabukankah
  14. فِيfiidi
  15. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  16. مَثْوًىmatswantempat tinggal
  17. لِلْكَافِرِينَli-l-kaafiriinabagi orang-orang yang kufur

Inti bacaan

Pertanyaan retoris yang tajam: 'siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan kebenaran ketika ia datang?', dua bentuk pelanggaran serius yang setara bobotnya.

Penjelasan pilihan kata

Dua bentuk kesalahan disandingkan sejajar: mengada-adakan kebohongan dan mendustakan kebenaran, dua sisi dari penolakan yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian teguran dengan pertanyaan retoris tajam: puncak kezaliman adalah memalsukan atas nama Allah atau menolak kebenaran yang telah datang jelas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan mengarang dan mendustakan sebagai satu bobot. Yang menambah dan yang menolak. Keduanya disebut sejajar.
  • Kebenaran itu disebut datang, bukan dicari. Ia sampai kepadanya sendiri. Menolaknya berarti menolak yang sudah tiba.
  • Pertanyaannya tidak menyebut nama siapa pun. Allah membiarkannya terbuka. Yang merasa dapat mengisinya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar zh-l-m, f-r-y, a-l-h, k-dz-b, h-q-q, j-y-a, l-y-s, ts-w-y, k-f-r): iftaraa alaa llaah kadhiban diterjemahkan 'mengada-adakan kebohongan terhadap Allah' (akar f-r-y + akar k-dz-b); kadhdhaba bi-l-haqq diterjemahkan 'mendustakan kebenaran' (akar k-dz-b + akar h-q-q, dua kezaliman terbesar: dusta atas Allah & tolak kebenaran); mathwaa diterjemahkan 'tempat tinggal' (akar ts-w-y).