وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjuang untuk Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami; dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاwa-lladziina jaahaduu fiinaa la-nahdiyannahum subulanaadan orang-orang yang berjuang untuk Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami
  2. وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَwa-inna llaaha la-ma'a l-muhsiniinadan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  2. جَاهَدُواjaahaduumereka berjihad
  3. فِينَاfiinaapada Kami
  4. لَنَهْدِيَنَّهُمْla-nahdiyannahumsungguh Kami akan menunjukkan mereka
  5. سُبُلَنَاsubulanaajalan-jalan Kami
  6. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  7. اللَّهَllaahaAllah
  8. لَمَعَla-ma'abenar-benar bersama
  9. الْمُحْسِنِينَl-muhsiniinaorang-orang yang berbuat kebaikan

Inti bacaan

Kata (سُبُلَنَا, subulanaa) yang berarti "jalan-jalan Kami" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:12 dan 29:69.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا, wa-lladziina jaahaduu fiinaa) yang berarti "dan orang-orang yang berjuang untuk Kami". Kata (جَاهَدُوا, jaahaduu) berakar ج-ه-د dan muncul sebelas kali di tujuh surah, yaitu 2:218, 3:142, 8:72, 8:74, 8:75, 9:16, 9:20, 9:88, 16:110, 29:69, dan 49:15. Pada lima dari sebelas ayat itu perjuangan disebut berlangsung (فِي سَبِيلِ اللَّهِ, fii sabiili llaahi) yang berarti "di jalan Allah", yaitu 2:218, 8:72, 8:74, 9:20, dan 49:15. Pada 29:69 tempat perjuangan itu disebut (فِينَا, fiinaa), gabungan (فِي, fii) yang berarti "pada" dan (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Bagian pertama ayat ini tidak memuat kata sabiil, "jalan", sehingga terjemahan menulis "untuk Kami" dan tidak menulis "di jalan Kami", sedangkan kata per kata memberinya "pada Kami". Kata jalan baru muncul sesudahnya, pada bagian yang menyebut jalan-jalan yang ditunjukkan.

Janji dalam ayat ini dituturkan dengan (لَنَهْدِيَنَّهُمْ, la-nahdiyannahum) yang berarti "pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka". Kata ini tersusun dari (لَ, la) yang menegaskan di depan, (نَهْدِيَ, nahdiya) yang berarti "Kami tunjukkan", (نَّ, -nna) yang menegaskan di belakang, dan (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Kata kerjanya berakar ه-د-ي. Dua penegas itu, di depan dan di belakang, membuat terjemahan memakai kata "pasti". Bentuk la-nahdiyannahum muncul sekali, di ayat ini.

Jalan-jalan yang ditunjukkan itu disebut (سُبُلَنَا, subulanaa) yang berarti "jalan-jalan Kami". Kata ini tersusun dari (سُبُلَ, subula) yang berarti "jalan-jalan" dan (نَا, -naa) yang berarti "Kami", berakar س-ب-ل. Bentuk subulanaa muncul dua kali, yaitu di 14:12 dan 29:69. Di 14:12, (وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا, wa-qad hadaanaa subulanaa) berarti "dan Dia telah menunjukkan kepada kami jalan-jalan kami", dengan pemilik jalan-jalan itu adalah "kami" dalam ucapan di ayat tersebut. Di 29:69 pemiliknya Kami, pembicara ayat ini. Bentuk (سُبُلَ, subula) muncul empat kali di empat surah, yaitu 5:16, 14:12, 16:69, dan 29:69. Di tiga ayat, yaitu 5:16, 14:12, dan 29:69, bentuk itu menjadi sesuatu yang ditunjukkan oleh kata kerja dari akar ه-د-ي, misalnya (سُبُلَ السَّلَامِ, subula s-salaami) yang berarti "jalan-jalan keselamatan" di 5:16. Di 16:69 bentuk itu menjadi sesuatu yang ditempuh, (فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ, fa-slukii subula rabbiki) yang berarti "maka tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu". Di 29:69 ayat menyebut penunjukan jalan-jalan itu, dan menempuhnya tidak dituturkan. Teksnya juga tidak merinci jumlah atau bentuk jalan-jalan tersebut.

Bagian penutup, (وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ, wa-inna llaaha la-ma'a l-muhsiniina), berarti "dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan". Kata (إِنَّ, inna) berarti "sesungguhnya", (لَ, la) menegaskan sekali lagi, dan (مَعَ, ma'a) berarti "bersama". Susunan (مَعَ الْمُحْسِنِينَ, ma'a l-muhsiniina) muncul sekali, di 29:69. Kata (الْمُحْسِنِينَ, l-muhsiniina) berakar ح-س-ن dan di tempat lain didampingi kata mencintai, (يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ, yuhibbu l-muhsiniina) yang berarti "mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan", yang muncul lima kali di tiga surah, yaitu 2:195, 3:134, 3:148, 5:13, dan 5:93. Kata bersama mendampingi orang yang berbuat kebaikan pada 16:128, (إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ, inna llaaha ma'a lladziina ttaqaw wa-lladziina hum muhsinuuna) yang berarti "sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan", serta pada 29:69. Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung bagian ini dengan bagian pertama; ayat tidak memakai kata yang berarti "maka" atau "karena", sehingga teks tidak menyatakan bahwa orang yang berbuat kebaikan adalah sebutan lain bagi orang yang berjuang.

Tafsiran

Ayat ini menutup Surah 29 dengan janji, dan bentuk janjinya sudah dikenal dari dalam surah itu sendiri. Di surah ini janji yang ditegaskan dengan lam di depan dan nun di belakang kata kerjanya dibuka dengan wa-lladziina pada empat ayat: (لَنُكَفِّرَنَّ, la-nukaffiranna) di 29:7 yang berarti "pasti akan Kami hapus", (لَنُدْخِلَنَّهُمْ, la-nudkhilannahum) di 29:9 yang berarti "pasti akan Kami masukkan mereka", (لَنُبَوِّئَنَّهُمْ, la-nubawwi'annahum) di 29:58 yang berarti "pasti akan Kami tempatkan mereka", dan la-nahdiyannahum di 29:69. Tiga yang pertama ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan yang keempat kepada orang-orang yang berjuang. Isinya pun berbeda: penghapusan keburukan, masuk ke golongan orang saleh, tempat di taman, dan petunjuk jalan.

Akar ج-ه-د muncul di tiga ayat Surah 29 dan dipakai dengan tiga cara. Ayat 29:6 menyatakan (وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ, wa-man jaahada fa-innamaa yujaahidu li-nafsihi) yang berarti "dan siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh, sesungguhnya dia sedang berusaha untuk dirinya sendiri", dengan sasaran diri. Ayat 29:8 memakai (جَاهَدَاكَ, jaahadaaka) yang berarti "keduanya memaksamu" untuk tekanan agar mempersekutukan, dan 29:69 memakai jaahaduu dengan sasaran yang disebut fiinaa. Akar yang sama dengan tiga sasaran berbeda ini menunjukkan bahwa ayat penutup mengambil kata dari bagian awal surah dan menaruhnya dalam arah yang lain.

Ayat 29:12 memuat (اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا, ttabi'uu sabiilanaa) yang berarti "ikutilah jalan kami", sebuah tawaran dari pihak yang kufur kepada orang-orang beriman. Kata jalan dengan akhiran -naa muncul lagi di 29:69, dengan pemilik yang berbeda, yaitu Kami dan bukan orang-orang yang menawarkan di 29:12. Dua ayat itu memuat kata jalan milik dua pihak yang berlainan.

Ayat ini juga berpasangan dengan 29:68. Ayat 29:68 berakhir pada orang-orang kafir dan tempat tinggal, dan 29:69 berakhir pada orang-orang yang berbuat kebaikan dan kebersamaan Allah. Kata yang dipakai berbeda jenis: tempat yang didiami di ayat pertama, dan yang menemani di ayat kedua. Pada awal surah, 29:2 dan 29:3 menanyakan apakah manusia dibiarkan berkata telah beriman tanpa diuji, dan dapat dibaca bahwa 29:69 menjawab keadaan itu dengan memuat perjuangan dan petunjuk di akhir, tetapi teks tidak menghubungkan keduanya dengan kata penghubung.

Renungan dan Hikmah

  • Janji menunjukkan jalan itu ditegaskan dengan lam di depan dan nun di belakang, dua penegas pada satu kata kerja. Pembaca yang menunda gerak sampai ada jaminan dapat memperhatikan pada bagian mana ayat ini menaruh jaminan dan pada bagian mana menaruh perbuatan. Jaminan ada pada kata kerja yang tegas dari pihak Kami, dan perbuatan ada pada orang-orang yang berjuang. Jaminan apa yang sedang ditunggu pembaca sebelum bergerak, dan dari siapa jaminan itu diharapkan datang?
  • Dalam susunan kalimat, berjuang disebut lebih dulu dan penunjukan jalan menyusul. Dengan susunan itu, petunjuk di ayat ini berada di belakang perbuatan, bukan di depannya. Ayat tidak menyebut apa yang terjadi pada orang yang tidak berjuang dan tidak membahas hal itu. Pembaca yang menunggu peta lengkap sebelum melangkah dapat menimbang urutan kata ini. Bila petunjuk yang dijanjikan Allah mengikuti perjuangan, seberapa jauh pembaca sudah berjalan sebelum menuntut peta?
  • Ayat ini memakai bentuk jamak, jalan-jalan Kami, dan tidak memerinci berapa jumlahnya atau bagaimana bentuknya. Di 5:16 jalan-jalan yang ditunjukkan disebut jalan-jalan keselamatan, di 16:69 jalan-jalan yang ditempuh disebut jalan-jalan Tuhanmu, dan di 29:69 pemiliknya Kami. Pembaca yang mengharapkan petunjuk dalam satu bentuk tunggal dapat menanyakan apakah harapan itu datang dari ayat atau dari kebiasaannya. Bila Allah menyebut jalan-jalan tanpa daftar, apa yang hilang ketika petunjuk dibayangkan harus berupa satu garis lurus?
  • Ayat 29:6 menyatakan bahwa orang yang berusaha sungguh-sungguh berusaha untuk dirinya sendiri, dan 29:69 menyatakan bahwa orang yang berjuang pada Kami akan ditunjukkan jalan-jalan Kami. Dua ayat itu dapat dibaca memandang perjuangan dari dua arah: manfaatnya jatuh kepada pelakunya, dan perjuangannya menyangkut Allah. Pembaca yang berjuang demi sesuatu yang sangat pribadi dapat mendapati bahwa ayat penutup tidak membatalkan ayat pembuka, tetapi menambahkan siapa yang menjadi sasaran di ujung usaha itu. Bila keduanya benar, di titik mana usaha yang tampak untuk diri sendiri mulai menjadi usaha pada Allah?
  • Penutup ayat ini memakai kata bersama, bukan kata mencintai yang mendampingi orang-orang yang berbuat kebaikan di lima ayat lain. Kata bersama menyebut kehadiran di sisi orang yang disebut, dan 16:128 memakainya juga untuk orang yang bertakwa dan berbuat kebaikan. Ayat ini tidak menjelaskan bentuk kebersamaan itu. Pembaca yang menjalani perjuangan tanpa saksi dapat mencatat bahwa kalimat penutup surah menaruh Allah di sisinya dan tidak di ujung jalan. Bila Allah benar-benar bersama pada perjalanan itu, apa yang berubah pada cara pembaca menanggung bagian yang tidak dilihat siapa pun?
  • Dua ayat penutup surah menyebut dua jenis akhir yang berbeda: tempat tinggal bagi orang-orang kafir di 29:68, dan kebersamaan Allah dengan orang-orang yang berbuat kebaikan di 29:69. Satu akhir berupa tempat yang didiami, dan yang lain berupa pihak yang menemani. Ayat tidak membandingkan keduanya dengan satu ukuran. Pembaca yang menimbang apa yang dikejar dalam hidupnya dapat memperhatikan perbedaan jenis ini, apakah yang dicari sebuah tempat yang aman atau kehadiran pihak yang tidak meninggalkannya. Mana yang lebih sering disebut dalam doa kepada Allah?