بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
الم
Alif Laam Miim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- المalif laam miimAlif Lam Mim
Terjemahan per kata (1 kata)
- المalif laam miimAlif Laam Miim
Inti bacaan
Rangkaian (الم, alif laam miim) muncul delapan kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:1, 3:1, 7:1, 13:1, 29:1, 30:1, 31:1, dan 32:1, dan enam di antaranya terdiri atas tiga huruf itu saja.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berisi satu butir tulisan, (الم, alif laam miim), yang tersusun dari tiga huruf: (ا, alif), (ل, laam), dan (م, miim). Kolom alih aksara menuliskannya sebagai tiga nama huruf yang dipisah spasi, dan terjemahan mengikutinya dengan menulis Alif Laam Miim. Terjemahan tidak mencari padanan arti, karena butir ini bukan kata yang bisa dicari artinya. Daftar analisis kata Al-Qur'an yang menjadi rujukan memberi butir ini penanda huruf pembuka tanpa akar dan tanpa bentuk dasar, sedangkan kata kerja dan kata benda di ayat sekitarnya punya akar, seperti (غُلِبَتِ, ghulibati) di 30:2 yang berakar غ-ل-ب.
Penanda huruf pembuka yang sama dipakai untuk 30 ayat, yaitu 2:1, 3:1, 7:1, 10:1, 11:1, 12:1, 13:1, 14:1, 15:1, 19:1, 20:1, 26:1, 27:1, 28:1, 29:1, 30:1, 31:1, 32:1, 36:1, 38:1, 40:1, 41:1, 42:1, 42:2, 43:1, 44:1, 45:1, 46:1, 50:1, dan 68:1. Dua di antaranya, 42:1 dan 42:2, berada dalam surah yang sama. Ayat 30:1 karena itu satu dari 30 tempat yang tulisannya tidak punya akar, dan terjemahan memperlakukan semuanya dengan cara yang sama, yaitu menuliskan nama hurufnya.
Dari 30 ayat itu, delapan dibuka dengan rangkaian yang sama dengan ayat ini, yaitu 2:1, 3:1, 7:1, 13:1, 29:1, 30:1, 31:1, dan 32:1. Enam di antaranya berhenti pada huruf ketiga, yaitu 2:1, 3:1, 29:1, 30:1, 31:1, dan 32:1, sehingga tulisannya sama dengan ayat ini dan terjemahan keenamnya pun sama, Alif Laam Miim. Ayat 7:1 menambahkan huruf (ص, shaad) dan 13:1 menambahkan huruf (ر, raa), sehingga keduanya diterjemahkan dengan empat nama huruf, Alif Laam Miim Saad dan Alif Laam Miim Raa. Itu sebabnya angka "enam" dan angka "delapan" dua-duanya benar, masing-masing untuk pertanyaan yang berbeda: enam ayat yang seluruhnya terdiri atas tiga huruf ini, dan delapan ayat yang dimulai dengan tiga huruf ini.
Lima ayat lain dimulai dengan dua huruf yang sama tetapi huruf ketiganya berbeda, yaitu 10:1, 11:1, 12:1, 14:1, dan 15:1, yang memuat (الر, alif laam raa). Dengan demikian ada tiga belas ayat yang dibuka dengan alif dan laam, yaitu 2:1, 3:1, 7:1, 10:1, 11:1, 12:1, 13:1, 14:1, 15:1, 29:1, 30:1, 31:1, dan 32:1. Terjemahan menjaga satu cara menulis untuk ketiga belasnya: nama huruf dengan vokal panjang dirangkap, tanpa tanda baca di antaranya, dan titik di ujung bila ayatnya berhenti di sana.
Ayat ini tidak memuat arti ketiga huruf itu, tidak memuat siapa yang mengucapkannya, dan tidak memakai kata penghubung yang menyambungnya ke 30:2, sehingga hubungan keduanya tidak tertulis. Terjemahan tidak mengisi satu pun dari ketiganya, dan titik di ujung terjemahan menandai bahwa ayat ini berhenti di sini.
Tafsiran
Ayat ini membuka surah tanpa menyampaikan kabar, dan kabar pertama baru datang di 30:2 lewat satu kata kerja tentang kekalahan. Tidak ada kata penghubung di antara keduanya. Pembaca menerima tiga huruf, lalu langsung menerima berita, dan teks tidak menerangkan apakah keduanya berkaitan.
Pola di sekitar ayat yang serupa memperjelas posisi 30:1. Dari tiga belas ayat yang dibuka dengan alif dan laam, sepuluh disusul penyebutan Kitab dalam rangkaian yang sama, baik di ayat itu sendiri maupun di ayat berikutnya. Enam ayat memuatnya di ayat yang sama, yaitu 10:1, 11:1, 12:1, 13:1, 14:1, dan 15:1. Empat ayat memuatnya di ayat sesudah huruf, yaitu (ذَٰلِكَ الْكِتَابُ, dzaalika l-kitaabu) di 2:2, ayat yang dibuka dengan (كِتَابٌ, kitaabun) di 7:2, (تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ, tilka aayaatu l-kitaabi l-hakiimi) di 31:2, dan (تَنْزِيلُ الْكِتَابِ, tanziilu l-kitaabi) di 32:2.
Tiga ayat tidak mengikuti pola itu. Ayat 3:2 membuka dengan (اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, allaahu laa ilaaha illaa huwa) yang berarti "Allah, tidak ada tuhan selain Dia". Ayat 29:2 membuka dengan pertanyaan (أَحَسِبَ النَّاسُ, a-hasiba n-naasu) yang berarti "apakah manusia mengira". Ayat 30:2 membuka dengan kabar kekalahan. Surah ini dan dua surah lain bergerak ke arah lain sesudah tiga huruf, dan arahnya berbeda pada tiap surah. Ayat 30:2 tidak menyebut Kitab, tidak menyebut Allah, dan tidak bertanya, sehingga huruf di 30:1 diikuti oleh peristiwa, bukan oleh pernyataan tentang wahyu.
Ayat ini sendiri tidak membuat klaim yang bisa diuji. Klaim pertama surah baru muncul di 30:2, dan klaim itu berupa kabar yang dapat dibandingkan dengan kelanjutannya di 30:3 sampai 30:6. Karena 30:1 tidak memuat klaim, tafsiran atasnya berhenti pada letaknya dan tidak menambahkan makna pada huruf-hurufnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 30:1 memberi pembaca tiga huruf dan tidak memberi apa pun untuk memahaminya. Di 2:255 tertulis bahwa mereka tidak meliputi sesuatu apa pun dari ilmu-Nya kecuali dengan apa yang Dia kehendaki, dalam ayat tentang Allah yang hidup lagi menegakkan. Ayat itu tidak menyebut huruf-huruf pembuka, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi ayat itu menyediakan satu cara membaca ketika sebuah teks tidak memberi keterangan: menerima bahwa ada bagian yang tidak diberikan. Apa yang biasanya dilakukan pembaca pada bagian teks yang tidak diterangkan, mengisinya atau membiarkannya?
- Terjemahan ayat ini hanya menuliskan nama ketiga huruf, dan menolak menaruh kata Indonesia di tempat yang tidak diisi teks Arab. Setiap arti yang diberikan kepada tiga huruf ini akan menjadi kalimat baru yang disandarkan pada Allah, padahal ayatnya tidak memuat kalimat itu. Dalam menerjemahkan ataupun membaca, godaan untuk mengisi kekosongan terasa wajar, karena kekosongan membuat orang merasa belum paham. Menahan diri di sini berarti membiarkan kekosongan itu tetap ada sampai teks sendiri mengisinya.
- Ayat yang tulisannya sama dibaca di enam surah, dan di tiap tempat ayat itu berdiri di depan isi yang berbeda. Di 3:2 ayat itu disusul penyebutan Allah, yang tidak ada tuhan selain Dia, di 29:2 oleh pertanyaan tentang manusia yang mengira dibiarkan berkata bahwa mereka beriman, dan di 30:2 oleh kabar kekalahan. Tiga huruf yang sama tidak membawa isi yang sama ke ketiganya. Pembaca yang menemui kalimat serupa di tiga tempat dapat bertanya apa yang tetap dan apa yang berubah ketika sesuatu yang sama dibaca di depan isi yang berbeda.
- Tiga huruf yang tidak menyampaikan apa pun menaruh pembaca pada posisi menunggu, dan yang ditunggu datang di 30:2 berupa kabar buruk yang pendek. Perhatian yang sudah dikumpulkan tanpa isi lalu langsung diisi oleh peristiwa kalah. Pembaca yang pernah menunggu pengumuman yang belum dibacakan dapat mengingat bahwa kalimat pertama sesudah jeda terasa lebih berat daripada kalimat yang sama tanpa jeda. Sebuah jeda tanpa isi dapat mengubah cara kabar pertama didengar.
- Ayat ini menyisakan pertanyaan yang tidak dijawab oleh 30:2, dan teks tidak memberi tanda bahwa pembaca harus menyelesaikan pertanyaan itu sebelum melanjutkan ke ayat berikutnya. Membaca terus dengan satu pertanyaan yang masih terbuka berbeda dari berhenti sampai pertanyaan itu beres. Orang yang berdoa kepada Tuhan sambil membawa pertanyaan tentang hidupnya yang belum terjawab mengenal dua kemungkinan itu: menunggu sampai terang, atau tetap berjalan sambil membawanya. Apakah pertanyaan semacam itu pernah dibiarkan tinggal terbuka tanpa dirasa sebagai kegagalan di hadapan Rabb?
- Di 30:6 teks menyebut bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui, sedangkan di 30:1 pembaca sendiri berada pada posisi tidak tahu, karena memang tidak ada yang diberitahukan. Dua keadaan itu tidak sama dan tidak boleh dicampur. Ayat 30:6 memuat sebuah penilaian atas manusia, sementara ayat 30:1 tidak menilai siapa pun. Orang yang mengaku tidak tahu di hadapan teks yang tidak memberi keterangan belum tentu termasuk golongan yang digambarkan di 30:6, dan teks tidak meminta pembaca menukar satu keadaan dengan keadaan lainnya.