فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

Di negeri yang terdekat; dan mereka setelah kekalahan itu akan menang,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فِي أَدْنَى الْأَرْضِfii adnaa l-ardhidi negeri yang terdekat
  2. وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَwa-hum min ba'di ghalabihim sa-yaghlibuunadan mereka setelah kekalahan itu akan menang

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. فِيfiidi
  2. أَدْنَىadnaalebih dekat
  3. الْأَرْضِl-ardhibumi
  4. وَهُمْwa-humdan mereka
  5. مِنْmindari
  6. بَعْدِba'disesudah
  7. غَلَبِهِمْghalabihimkekalahan mereka
  8. سَيَغْلِبُونَsa-yaghlibuunamereka akan menang

Inti bacaan

Awalan sa- mendahului akar غ-ل-ب dua kali di Al-Qur'an, yaitu (سَتُغْلَبُونَ, sa-tughlabuuna) di 3:12 dan (سَيَغْلِبُونَ, sa-yaghlibuuna) di 30:3.

Penjelasan pilihan kata

Frasa pembuka (فِي أَدْنَى الْأَرْضِ, fii adnaa l-ardhi) yang berarti "di negeri yang terdekat" memuat kata (أَدْنَى, adnaa) yang berakar د-ن-و. Kata ini, dengan atau tanpa kata sandang al-, muncul di dua belas ayat, yaitu 2:61, 2:282, 4:3, 5:108, 7:169, 30:3, 32:21, 33:51, 33:59, 53:9, 58:7, dan 73:20. Arah maknanya ditentukan oleh apa yang berdampingan dengannya. Di 2:61, (لَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ, lladzii huwa adnaa bi-lladzii huwa khayrun) yang berarti "yang lebih rendah dengan yang lebih baik" menaruh adnaa di seberang kata khayr, sehingga terjemahan memakai "lebih rendah". Di 53:9, (قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ, qaaba qawsayni aw adnaa) yang berarti "jarak dua busur panah atau lebih dekat" menaruhnya di samping ukuran jarak, sehingga terjemahan memakai "lebih dekat". Di 58:7, (وَلَا أَدْنَىٰ مِنْ ذَٰلِكَ, wa-laa adnaa min dzaalika) yang berarti "dan tidak kurang dari itu" kata min menyebut pembandingnya, sehingga terjemahan memakai "kurang".

Di 30:3 tidak ada lawan seperti khayr, tidak ada ukuran seperti dua busur, dan tidak ada min. Kata adnaa langsung disusul (الْأَرْضِ, l-ardhi), sehingga terjemahan memakai "terdekat" dan tidak memakai "terendah". Terjemahan memakai "lebih rendah" di 2:61 karena kata khayr berada di seberangnya, dan ayat ini tidak memiliki lawan seperti itu. Ayat ini juga tidak menuliskan dari mana kedekatan itu diukur, sehingga pertanyaan "terdekat dari siapa" dibiarkan terbuka.

Kata (الْأَرْضِ, l-ardhi) di ayat ini diterjemahkan "negeri", padahal di sebagian besar tempat lain kata itu diterjemahkan "bumi". Terjemahan memakai "negeri" bila ayatnya menunjuk tanah tempat orang tinggal atau tempat sebuah peristiwa terjadi, seperti di 12:55, 12:56, 12:73, 14:14, dan 17:76. Ayat 30:3 membicarakan tempat sebuah kekalahan, sehingga "negeri" yang dipilih.

Kata (وَهُمْ, wa-hum) yang berarti "dan mereka" memakai kata ganti jamak laki-laki, sama dengan akhiran pada (غَلَبِهِمْ, ghalabihim) yang berarti "kekalahan mereka" dan akhiran jamak pada kata kerja terakhir ayat ini. Ketiganya menunjuk kembali ke nama di 30:2, sehingga pihak yang kalah dan pihak yang akan menang adalah pihak yang sama. Kata (غَلَبِهِمْ, ghalabihim) berupa kata benda dari akar غ-ل-ب dan muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:3. Terjemahan memakai "kekalahan itu" agar kata "mereka" tidak diulang dua kali dalam satu kalimat, dan kata per kata tetap mencatat arti kata Arabnya, yaitu "kekalahan mereka".

Kata (سَيَغْلِبُونَ, sa-yaghlibuuna) yang berarti "mereka akan menang" tersusun dari awalan (سَ, sa) yang berarti "akan" dan kata kerja (يَغْلِبُ, yaghlibu). Awalan sa- mendahului akar غ-ل-ب hanya dua kali di Al-Qur'an, yaitu (سَتُغْلَبُونَ, sa-tughlabuuna) di 3:12 yang berarti "kalian akan dikalahkan" dan (سَيَغْلِبُونَ, sa-yaghlibuuna) di 30:3. Keduanya memakai akar dan awalan yang sama tetapi menunjuk arah yang berlawanan: kata kerja di 3:12 menyebut pihak yang dikenai kekalahan, dan kata kerja di 30:3 menyebut pihak yang melakukan kemenangan. Di 30:2 dan 30:3 akar ini muncul tiga kali dalam dua ayat berurutan, sebagai kalah di (غُلِبَتِ, ghulibati), sebagai kekalahan di ghalabihim, dan sebagai menang di sa-yaghlibuuna.

Terjemahan memakai "menang" karena kata kerja aktif dari akar ini yang tidak disusul objek diterjemahkan "menang" di tempat lain, yaitu (أَوْ يَغْلِبْ, aw yaghlib) di 4:74 yang berarti "atau memperoleh kemenangan" dan (لَأَغْلِبَنَّ, la-aghlibanna) di 58:21 yang berarti "pasti menang". Bila objeknya tertulis, terjemahan memakai "mengalahkan", seperti (يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ, yaghlibuu mi'atayni) di 8:65 yang berarti "mengalahkan dua ratus". Di 30:3 tidak ada objek sesudah kata kerja, sehingga "menang" yang dipilih. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 30:4, yang memuat waktunya.

Tafsiran

Ayat ini membalik arah kabar di 30:2. Kata kerja di 30:2 menyebut mereka sebagai pihak yang dikenai kekalahan, dan kata kerja di 30:3 menyebut mereka sebagai pihak yang akan menang, dengan kata ganti yang sama menyambung keduanya. Kekalahan tidak dihapus dari kalimat. Kekalahan itu dipertahankan sebagai titik hitung lewat (مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ, min ba'di ghalabihim) yang berarti "setelah kekalahan mereka", sehingga kemenangan yang dikabarkan terhitung dari kekalahan itu dan tidak dari keadaan yang bersih.

Tempat disebut lebih dulu daripada pembalikan. Keterangan "negeri yang terdekat" dapat dibaca menempel pada kekalahan di 30:2, dan teks tidak menyatakan apakah keterangan itu juga berlaku bagi kemenangan. Ayat ini tidak menyebut nama negeri itu, dan tidak pula menyebut tempat kemenangan. Waktu juga belum ada: awalan sa- hanya menandai akan, dan rentang waktunya baru muncul di 30:4 lewat (فِي بِضْعِ سِنِينَ, fii bidh'i siniina) yang berarti "dalam beberapa tahun".

Dua ayat yang memakai awalan sa- untuk akar ini menunjuk arah berlawanan. Ayat 3:12 menyebut orang-orang kufur akan dikalahkan lalu digiring ke Jahanam, dan ayat 30:3 menyebut pihak yang baru dikalahkan akan menang. Awalan yang sama karena itu dapat membawa ancaman atau harapan, tergantung siapa subjeknya. Ayat 30:3 tidak memberi sifat apa pun kepada pihak yang akan menang, sehingga kabar ini tidak terbaca sebagai hukuman maupun hadiah. Ayat ini juga tidak menuliskan siapa yang akan dikalahkan oleh mereka, sehingga lawan di babak kedua tidak tertulis.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:3 menyebut kemenangan dengan memakai kekalahan sebagai titik hitungnya, yaitu setelah kekalahan mereka. Kekalahan itu tetap ada di dalam kalimat dan tidak dihapus oleh kabar yang datang sesudahnya. Orang yang pernah gagal dapat ingin kegagalan itu hilang dari cerita tentang dirinya, sedangkan kalimat ini menyimpannya sebagai bagian dari urutan. Di 3:140 hari-hari dipergilirkan di antara manusia, dan ayat itu menyebut bahwa Allah mengetahui orang-orang yang beriman. Ayat 3:140 membicarakan luka dan bukan bangsa Romawi, sehingga keduanya tidak disamakan. Bagian mana dari kisah hidup sendiri yang selama ini diceritakan tanpa babak kalahnya?
  • Ayat ini menyebut negeri yang terdekat tanpa menyebut namanya dan tanpa menyebut dari mana kedekatan itu diukur. Pendengar kabar dari jauh dapat mengisi bagian kosong itu dengan tempat yang paling dekat dengan dirinya, sehingga kabar tentang orang lain terasa berada di halaman rumah sendiri. Ayat 30:3 membiarkan titik acuan itu terbuka, dan pembaca yang mengisinya dengan tempatnya sendiri sedang menambahkan sesuatu yang tidak tertulis. Dari titik mana pembaca menghitung ketika mendengar kata dekat dan jauh dalam kabar tentang kekalahan orang lain?
  • Kata ganti mereka di 30:3 menunjuk pihak yang di 30:2 hanya dikenai perbuatan, dan kini pihak itu menjadi pelaku kata kerja menang. Di 58:21 pelaku kemenangan disebut dengan jelas: Allah menetapkan bahwa Dia dan rasul-rasul-Nya pasti menang. Dua ayat itu berbeda pembicara dan berbeda keadaan, dan 30:3 tidak menyebut Allah sebagai pelaku kemenangan itu. Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa kata kerja menang dapat dipegang oleh pihak yang berbeda di ayat yang berbeda, dan pelaku satu ayat tidak boleh dipindahkan ke ayat lain. Ketika sebuah kemenangan dikabarkan, siapa yang pertama kali disebut orang sebagai pelakunya?
  • Ayat 30:3 memberi arah, dari kalah ke menang, tetapi tidak memberi tanggal. Rentang waktunya datang satu ayat kemudian dalam bentuk beberapa tahun, disusul pernyataan bahwa urusan sebelum dan sesudah adalah milik Allah. Orang yang menerima kabar baik tanpa tanggal berada dalam keadaan menunggu yang ujungnya tidak terlihat, dan 30:3 tidak menghibur keadaan itu dengan kata apa pun. Batas baru tiba sesudah satu ayat berlalu. Kapan terakhir kali pembaca menerima janji yang arahnya jelas tetapi waktunya belum, dan bagaimana pembaca menunggunya?
  • Awalan yang sama membuka dua kabar yang arahnya bertolak belakang: di 3:12 orang-orang kufur akan dikalahkan lalu digiring ke Jahanam, dan di 30:3 pihak yang baru dikalahkan akan menang. Kabar tentang masa depan tidak punya arah bawaan, sebab arahnya ditentukan oleh siapa yang dibicarakan dan oleh apa yang tertulis di sekitarnya. Pembaca yang mendengar kata akan dapat memperhatikan bahwa dari kata itu saja belum terlihat apakah kabarnya baik atau buruk sampai pelakunya disebut. Ayat 3:12 menyebut akibat bagi pihak yang dikalahkan, sedangkan ayat 30:3 tidak memuat sebab apa pun bagi kekalahan maupun kemenangan.
  • Di 2:249 orang-orang yang yakin akan menemui Allah mengatakan bahwa betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Ayat 30:3 tidak memuat kata izin, kata sabar, atau kata iman, sehingga syarat apa pun bagi kemenangan tidak tertulis di sini. Pembaca yang membandingkan 2:249 dengan 30:3 mendapati peristiwa yang berbeda, dengan kemenangan yang disebut beralasan di satu tempat dan tanpa alasan di tempat lain, dan teks tidak memaksa keduanya diseragamkan. Apakah pembaca bersedia menerima kabar kemenangan tanpa mengetahui syaratnya?