فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ

Dalam beberapa tahun. Milik Allahlah urusan sebelum dan sesudah; dan pada hari itu orang-orang beriman bergembira,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فِي بِضْعِ سِنِينَfii bidh'i siniinadalam beberapa tahun
  2. لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُli-llaahi l-amru min qablu wa-min ba'dumilik Allahlah urusan sebelum dan sesudah
  3. وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَwa-yawma'idzin yafrahu l-mu'minuunadan pada hari itu orang-orang beriman bergembira

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فِيfiidalam
  2. بِضْعِbidh'ibeberapa
  3. سِنِينَsiniinatahun
  4. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  5. الْأَمْرُl-amruurusan
  6. مِنْmindari
  7. قَبْلُqablusebelumnya
  8. وَمِنْwa-mindan dari
  9. بَعْدُba'dusetelah itu
  10. وَيَوْمَئِذٍwa-yawma'idzindan pada hari itu
  11. يَفْرَحُyafrahubergembira
  12. الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman

Inti bacaan

Kata bidh' dalam (بِضْعِ سِنِينَ, bidh'i siniina) di 30:4 dan (بِضْعَ سِنِينَ, bidh'a siniina) di 12:42 muncul dua kali di Al-Qur'an, dan keduanya tidak menuliskan bilangan.

Penjelasan pilihan kata

Frasa (فِي بِضْعِ سِنِينَ, fii bidh'i siniina) yang berarti "dalam beberapa tahun" memuat kata (بِضْعِ, bidh'i) yang berarti "beberapa". Kata ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu (بِضْعَ سِنِينَ, bidh'a siniina) di 12:42 dan (بِضْعِ سِنِينَ, bidh'i siniina) di 30:4. Di 12:42 frasa itu menyebut lamanya seseorang tinggal di penjara, dan di 30:4 frasa itu menyebut rentang waktu yang di dalamnya sesuatu terjadi, dengan (فِي, fii) yang berarti "dalam". Kedua ayat memasangkan bidh' dengan (سِنِينَ, siniina) yang berarti "tahun" tanpa menuliskan bilangan, sehingga terjemahan memakai "beberapa" tanpa angka tertentu.

Kata (لِلَّهِ, li-llaahi) terdiri atas awalan (لِ, li) yang berarti "bagi" atau "milik" dan nama Allah. Disusul (الْأَمْرُ, l-amru) yang berarti "urusan". Susunan (لِلَّهِ الْأَمْرُ, li-llaahi l-amru) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:31 dan di 30:4. Di 13:31 susunan itu berbunyi (بَلْ لِلَّهِ الْأَمْرُ جَمِيعًا, bal li-llaahi l-amru jamii'an) yang berarti "bahkan milik Allah segala urusan", sesudah pengandaian tentang sebuah bacaan yang dengannya gunung digerakkan, bumi dibelah, dan orang mati diajak bicara. Susunan yang berdekatan ada di 82:19, (وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ, wa-l-amru yawma'idzin li-llaahi) yang berarti "dan urusan pada hari itu milik Allah", tempat kata yang sama dibatasi oleh hari yang disebut. Terjemahan memakai "urusan" di ketiga ayat. Kata Allah mendahului kata urusan di 30:4, dan akhiran -lah pada "Allahlah" menandai urutan itu.

Pasangan (مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ, min qablu wa-min ba'du) yang berarti "sebelum dan sesudah" memuat kata (بَعْدُ, ba'du) yang dengan bentuk akhir seperti ini muncul di sembilan ayat, yaitu 2:230, 5:115, 8:75, 26:120, 30:4, 33:52, 47:4, 57:10, dan 95:7. Di 30:3 ada kata yang berasal dari akar yang sama, (بَعْدِ, ba'di) dalam (مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ, min ba'di ghalabihim), dan di sana kata itu disusul kata benda yang menjadi titik hitungnya. Di 30:4 kata qablu dan ba'du berdiri tanpa kata benda sesudahnya, sehingga titik hitung "sebelum" dan "sesudah" tidak tertulis. Terjemahan membiarkannya kosong dan tidak menambahkan keterangan tentang apa yang terjadi sebelum atau sesudah.

Kata (وَيَوْمَئِذٍ, wa-yawma'idzin) yang berarti "dan pada hari itu" muncul satu kali dalam bentuk bersambung dengan wa- seperti ini, yaitu di 30:4. Kata "itu" menunjuk waktu yang sudah disebut, tetapi di ayat ini tidak ada hari yang diberi nama. Sebelum kata itu, ayat ini menuliskan rentang beberapa tahun dan urusan yang dimiliki sebelum dan sesudah, tanpa menamai hari apa pun. Terjemahan karena itu membiarkan "hari itu" tanpa nama dan tidak menambahkan keterangan seperti "hari kemenangan".

Kata (يَفْرَحُ, yafrahu) yang berarti "bergembira" berakar ف-ر-ح. Batang kata kerja yafrah- muncul lima kali di empat surah, yaitu di 3:120, 3:188, 10:58, 13:36, dan 30:4, dan kata per kata memakai "bergembira" di kelimanya. Kata kerjanya sendiri tidak memuat nilai baik atau buruk, sebab nilai itu datang dari pelaku dan dari hal yang dirayakan. Di 3:120 mereka yang senang ketika keburukan menimpa kalian bergembira karenanya. Di 3:188 pelakunya bergembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan suka dipuji atas apa yang tidak mereka kerjakan. Di 10:58, (فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا, fa-bi-dzaalika fa-l-yafrahuu) yang berarti "maka dengan itu hendaklah mereka bergembira" menautkan kegembiraan pada karunia Allah dan rahmat-Nya, dan di 13:36 kegembiraan itu tertaut pada apa yang diturunkan.

Pelaku kegembiraan di 30:4 ialah (الْمُؤْمِنُونَ, l-mu'minuuna) yang berarti "orang-orang beriman". Ayat ini berhenti sebelum menyebut dengan apa mereka bergembira, dan keterangan itu datang di 30:5 lewat awalan bi-. Ayat ini juga tidak menyebut apakah orang-orang beriman itu bagian dari bangsa yang dibicarakan di 30:2. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kata kerja bergembira masih menunggu keterangannya.

Tafsiran

Ayat ini memasang dua bingkai yang tidak ada di 30:2 dan 30:3, yaitu waktu dan pemilik urusan, lalu menaruh satu perasaan di dalamnya. Waktu datang lebih dulu lewat rentang beberapa tahun, pemilik urusan menyusul lewat pernyataan bahwa urusan sebelum dan sesudah adalah milik Allah, dan perasaan datang paling akhir lewat kegembiraan orang-orang beriman. Urutan itu menaruh pernyataan tentang pemilik urusan di antara waktu dan kegembiraan, tanpa kata yang menyatakan sebab.

Ayat ini juga membawa dua hal baru bagi surah ini. Nama Allah muncul di sini untuk pertama kalinya, sebab 30:1 sampai 30:3 tidak memuat nama itu. Orang-orang beriman dan sebuah perasaan juga baru muncul di sini, sedangkan ayat sebelumnya hanya memuat kabar tentang kekalahan dan kemenangan.

Pasangan "sebelum dan sesudah" dapat dibaca melingkupi kekalahan di 30:2 dan kemenangan di 30:3, sebab keduanya berurutan dalam kalimat yang sama. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, karena titik hitung kedua kata tidak tertulis. Pernyataan di 82:19 memperlihatkan perbedaan yang berguna: di sana urusan dimiliki Allah pada hari tertentu, sedangkan di 30:4 kepemilikan itu dibentangkan ke masa sebelum dan sesudah. Dua ayat itu membicarakan keadaan yang berbeda, sehingga yang satu tidak menggantikan yang lain.

Kegembiraan di ayat ini dapat dibaca sebagai kegembiraan atas kemenangan di 30:3, dan 30:5 mendukung pembacaan itu dengan menyebut pertolongan Allah sebagai sumbernya. Ayat 30:4 sendiri belum menuliskan pokok kegembiraan itu. Karena itu kegembiraan orang-orang beriman terbaca lahir dari keseluruhan rangkaian, bukan dari satu peristiwa tunggal, dan ayat tidak menyebut apakah mereka bergembira atas nasib bangsa yang dibicarakan di 30:2 atau atas hal lain.

Renungan dan Hikmah

  • Pernyataan bahwa urusan sebelum dan sesudah adalah milik Allah tidak mengatakan sebelum apa dan sesudah apa. Kosongnya titik rujukan membuat pernyataan itu cukup luas untuk memuat kekalahan dan kemenangan sekaligus. Pembaca yang sedang berada di tengah sebuah peristiwa dapat menandai titik hitung pada dirinya sendiri, entah hari ini, entah kegagalan terakhirnya, lalu menilai semua yang terjadi dari titik itu. Kalimat ini tidak memberi titik semacam itu. Bagian hidup mana yang selama ini dianggap pembaca sebagai titik nol, dan apakah urusan sebelum titik itu juga diakui sebagai milik Allah?
  • Ayat 30:4 menyebut orang-orang beriman bergembira dan baru di ayat berikutnya menyebut dengan apa. Di 10:58 sebabnya ditulis lebih dulu, yaitu karunia Allah dan rahmat-Nya, lalu perintah bergembira menyusul. Di 30:4 urutannya terbalik: perasaan hadir lebih dulu dan sebabnya menyusul, sehingga pembaca yang berhenti di tanda koma membawa kegembiraan yang belum punya alamat. Ada kalanya hati mengenali rasa gembira lebih dulu daripada sebabnya, dan ayat ini menunjukkan bahwa urutan semacam itu termuat dalam teks. Pembaca dapat bertanya, kegembiraan apa yang pernah dirasakan lebih dulu daripada alasannya, dan kepada siapa alasan itu akhirnya dikembalikan?
  • Rentang waktu di ayat ini tidak berbilangan, dan ayat 12:42 memakai frasa yang sama untuk lamanya tinggal di penjara. Dua ayat itu memuat dua keadaan yang jauh berbeda, satu tentang tinggal di penjara dan satu tentang masa sebelum kegembiraan orang-orang beriman, dan keduanya diukur dengan satuan yang sama, yaitu beberapa tahun. Orang yang menunggu sesuatu dengan batas waktu yang belum tertulis menghitung hari dengan cara yang berbeda dari orang yang memegang tanggal pasti. Apa yang dilakukan pembaca dengan masa tunggu yang bilangannya tidak pernah diberikan kepadanya?
  • Di 3:120 sekelompok orang bergembira ketika keburukan menimpa kalian, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah meliputi apa yang mereka kerjakan. Di 30:4 orang-orang beriman bergembira, dan ayat itu tidak memuat keburukan siapa pun sebagai pemicunya. Kata kerja yang sama menampung dua kegembiraan yang pemicunya berbeda. Pembaca dapat memperhatikan perasaan gembira yang muncul ketika mendengar kabar tentang orang lain, lalu bertanya apakah kegembiraan itu lahir dari kabar baik atau dari kabar buruk yang menimpa pihak lain.
  • Di 82:19 urusan pada hari itu milik Allah, sedangkan di 30:4 urusan sebelum dan sesudah milik-Nya. Kedua ayat membicarakan keadaan yang berbeda, tetapi sama-sama menaruh kepemilikan itu pada Allah dan memberinya batas waktu yang berbeda. Orang yang mengakui bahwa urusan pada hari ketika seseorang tak berkuasa bagi orang lain adalah milik-Nya masih dapat menyimpan anggapan bahwa hari-hari biasa berjalan dengan urusannya sendiri. Ayat 30:4 tidak memberi ruang bagi anggapan itu, sebab kata sebelum dan sesudah menjangkau hari-hari di luar hari yang tercatat.
  • Di 30:4 pernyataan tentang pemilik urusan berdiri di antara rentang waktu dan kegembiraan orang beriman. Ayat itu tidak mengatakan bahwa pernyataan pertama menyebabkan perasaan kedua, dan urutan saja tidak membuktikan sebab. Tetapi urutan itu memberi pembaca satu bahan untuk diperiksa pada dirinya sendiri: apakah rasa gembira yang datang dalam hidupnya biasanya didahului pengakuan tentang siapa yang memegang urusan, atau malah didahului hitungan untung-rugi? Pertanyaan itu hanya dapat dijawab oleh pembaca sendiri.