فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
Dalam beberapa tahun. Milik Allahlah urusan sebelum dan sesudah; dan pada hari itu orang-orang beriman bergembira,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فِي بِضْعِ سِنِينَfii bidh'i siniinadalam beberapa tahun
- لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُli-llaahi l-amru min qablu wa-min ba'dumilik Allahlah urusan sebelum dan sesudah
- وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَwa-yawma'idzin yafrahu l-mu'minuunadan pada hari itu orang-orang beriman bergembira
Terjemahan per kata (12 kata)
- فِيfiidalam
- بِضْعِbidh'ibeberapa
- سِنِينَsiniinatahun
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الْأَمْرُl-amruurusan
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- وَمِنْwa-mindan dari
- بَعْدُba'dusetelah itu
- وَيَوْمَئِذٍwa-yawma'idzindan pada hari itu
- يَفْرَحُyafrahubergembira
- الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
Inti bacaan
'Milik Allahlah urusan sebelum dan sesudah' menempatkan kekalahan awal dan kemenangan berikutnya Romawi dalam satu kendali yang sama, kekalahan sementara bukan tanda ditinggalkan, kemenangan berikutnya bukan kebetulan murni. Konkretnya: saat menghadapi kemunduran yang tampak final, tahan diri dari kesimpulan prematur bahwa keadaan tidak akan pernah berbalik, evaluasi jangka panjang, bukan snapshot sesaat, yang menentukan makna sebuah peristiwa.
Penjelasan pilihan kata
'Bid'i siniina' ('beberapa tahun', akar bDE) dipertahankan literal: rentang waktu yang tidak dirinci pasti, konsisten dengan gaya nubuat Al-Qur'an yang tidak memberi kepastian tanggal.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kedaulatan Allah atas seluruh rangkaian peristiwa: kekalahan maupun kemenangan sama-sama berada dalam kendali-Nya, menjadi sumber kegembiraan bagi yang beriman.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut urusan sebelum dan sesudah sebagai milik-Nya. Kekalahan dan kemenangan masuk ke dalam satu genggaman yang sama. Yang berubah cuma bagian mana yang sedang terlihat oleh yang menyaksikan.
- Yang disebut dalam beberapa tahun, tanpa angka yang pasti. Rentangnya dibiarkan longgar. Sebuah kabar yang tidak menyebut tanggal menuntut kesabaran yang berbeda dari kabar yang bisa dihitung mundur.
- Kegembiraan orang-orang beriman disebut Allah pada hari itu, bukan sekarang. Ada jarak antara janji dan rasanya. Dan yang diminta selama jarak itu bukan gembira, melainkan tetap percaya bahwa urusannya memang ada yang memegang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-d-', s-n-w, a-l-h, a-m-r, q-b-l, b-'-d, f-r-h, a-m-n): bid' siniin diterjemahkan 'beberapa tahun' (akar b-d-' + akar s-n-w); li-llaah al-amr diterjemahkan 'milik Allah urusan' (akar '-m-r); yafrahu diterjemahkan 'bergembira' (akar f-r-h). gloss '(mereka menang)/(kemenangan bangsa Romawi)' + footnote dibuang.