فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
Dalam beberapa tahun. Milik Allahlah urusan sebelum dan sesudah; dan pada hari itu orang-orang beriman bergembira,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فِي بِضْعِ سِنِينَfii bid'i siniinadalam beberapa tahun
- لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُlillaahi l-amru min qablu wa-min ba'dumilik Allahlah urusan sebelum dan sesudah
- وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَwa-yawma'idzin yafrahu l-mu'minuunadan pada hari itu orang-orang beriman bergembira
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar b-d-', s-n-w, a-l-h, a-m-r, q-b-l, b-'-d, f-r-h, a-m-n): bid' siniin diterjemahkan 'beberapa tahun' (akar b-d-' + akar s-n-w); li-llaah al-amr diterjemahkan 'milik Allah urusan' (akar '-m-r); yafrahu diterjemahkan 'bergembira' (akar f-r-h). gloss '(mereka menang)/(kemenangan bangsa Romawi)' + footnote dibuang.
Aplikasi
'Milik Allahlah urusan sebelum dan sesudah' menempatkan kekalahan awal dan kemenangan berikutnya Romawi dalam satu kendali yang sama, kekalahan sementara bukan tanda ditinggalkan, kemenangan berikutnya bukan kebetulan murni. Konkretnya: saat menghadapi kemunduran yang tampak final, tahan diri dari kesimpulan prematur bahwa keadaan tidak akan pernah berbalik, evaluasi jangka panjang, bukan snapshot sesaat, yang menentukan makna sebuah peristiwa.