بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- بِنَصْرِ اللَّهِbi-nashri llaahikarena pertolongan Allah
- يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُyanshuru man yasyaa'uDia menolong siapa yang Dia kehendaki
- وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-huwa l-'aziizu r-rahiimuDia Sang Digdaya lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (8 kata)
- بِنَصْرِbi-nashridengan pertolongan
- اللَّهِllaahiAllah
- يَنْصُرُyanshurumenolong
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Kemenangan itu datang 'karena pertolongan Allah' yang 'menolong siapa yang Dia kehendaki', bukan otomatis hasil kalkulasi dan kerja keras bangsa Romawi semata, mengingatkan bahwa hasil akhir tidak sepenuhnya di tangan usaha manusia. Konkretnya: setelah berusaha maksimal, lepaskan kebutuhan untuk mengontrol hasil akhir sepenuhnya, kerja keras tetap wajib, tetapi kerendahan hati soal siapa yang menentukan hasil mencegah baik kesombongan saat menang maupun keputusasaan total saat kalah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menutup nubuat kemenangan Romawi dengan sumbernya, bukan kekuatan militer semata, melainkan pertolongan Allah yang berdaulat penuh menentukan siapa yang ditolong.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa kemenangan yang dijanjikan bersumber dari pertolongan Allah, bukan sekadar dinamika kekuasaan duniawi.
Renungan dan Hikmah
- Sebelum apa pun tentang kemenangan itu diuraikan, Allah menyebut sumbernya: pertolongan dari-Nya. Yang didahulukan asal-usulnya. Kabar gembira yang menyebutkan lebih dahulu dari mana ia datang menutup jalan bagi siapa pun untuk mengaku berjasa atasnya.
- Penutupnya menyebut Sang Digdaya lagi Sang Pengasih. Kekuatan dan kasih diletakkan berdampingan. Kemenangan yang disebut lahir dari keduanya sekaligus tidak bisa dibaca sebagai unjuk kekuatan semata.
- Kalimatnya menyebut Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Tidak ada daftar syarat yang dirinci. Yang ditegaskan bukan cara memperoleh pertolongan itu, melainkan bahwa ia bukan sesuatu yang bisa dituntut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').