وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Janji Allah. Allah tidak menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَعْدَ اللَّهِwa'da llaahijanji Allah
- لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَlaa yukhlifu llaahu wa'dahu wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuunaAllah tidak menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَعْدَwa'dajanji
- اللَّهِllaahiAllah
- لَاlaatidak
- يُخْلِفُyukhlifumenyalahi
- اللَّهُllaahuAllah
- وَعْدَهُwa'dahujanji-Nya
- وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
- أَكْثَرَaktsarakebanyakan
- النَّاسِn-naasimanusia
- لَاlaatidak
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Penutup (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuuna) muncul sebelas kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:187, 12:21, 12:40, 12:68, 16:38, 30:6, 30:30, 34:28, 34:36, 40:57, dan 45:26.
Penjelasan pilihan kata
Bagian pertama (وَعْدَ اللَّهِ, wa'da llaahi) yang berarti "janji Allah" terdiri atas (وَعْدَ, wa'da) yang berakar و-ع-د dan nama Allah. Rangkaian ini muncul lima belas kali di sebelas surah, yaitu di 4:122, 10:4, 10:55, 18:21, 28:13, 30:6, 30:60, 31:9, 31:33, 35:5, 39:20, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Sepuluh di antaranya didahului kata sesungguhnya dan disusul kata benar, yaitu 10:55, 18:21, 28:13, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Lima sisanya berdiri sebagai kalimat tersendiri, yaitu 4:122, 10:4, 30:6, 31:9, dan 39:20. Tiga dari lima itu disusul (حَقًّا, haqqan) yang berarti "benar", yaitu 4:122, 10:4, dan 31:9, sedangkan di 30:6 dan 39:20 rangkaian itu berdiri tanpa tambahan. Terjemahan menuliskan "Janji Allah." di 30:6 sama dengan di 39:20, dan tidak membukanya dengan kata penunjuk, karena ayat ini tidak memuat kata penunjuk seperti (ذَٰلِكَ, dzaalika) atau (تِلْكَ, tilka) yang di ayat lain diterjemahkan dengan kata penunjuk di depan kalimat. Teks Arab memberi tanda jeda sesudah wa'da llaahi, dan terjemahan menjadikan jeda itu titik.
Kata (يُخْلِفُ, yukhlifu) yang berarti "menyalahi" berakar خ-ل-ف. Kata kerja dari akar ini dalam bentuk yang sama muncul di empat belas ayat, yaitu 2:80, 3:9, 3:194, 9:77, 13:31, 14:22, 20:58, 20:86, 20:87, 20:97, 22:47, 30:6, 34:39, dan 39:20. Tiga belas di antaranya berada di ayat yang juga memuat janji atau perjanjian, dan satu, yaitu 34:39, tidak. Di 34:39, (فَهُوَ يُخْلِفُهُ, fa-huwa yukhlifuhu) yang berarti "maka Dia akan menggantinya" menyangkut apa yang diinfakkan, dan terjemahan memakai "mengganti". Dengan demikian "menyalahi" dipakai bila objeknya janji, dan "mengganti" bila objeknya harta yang dibelanjakan.
Kata (وَعْدَهُ, wa'dahu) yang berarti "janji-Nya" terdiri atas wa'da dan akhiran (هُ, -hu) yang berarti "-Nya", dan akhiran itu menunjuk Allah yang disebut sebagai pelaku kata kerja sebelumnya. Bentuk ini muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:152, 22:47, 30:6, dan 39:74. Di 3:152 dan 39:74 kata kerjanya (صَدَقَ, shadaqa), seperti (صَدَقَنَا وَعْدَهُ, shadaqanaa wa'dahu) di 39:74 yang berarti "telah memenuhi janji-Nya kepada kami", dan di 22:47 dan 30:6 kata kerjanya yukhlifa atau yukhlifu yang dinegasikan. Di 22:47, (وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ, wa-lan yukhlifa llaahu wa'dahu) memakai lan dan bukan laa, dan terjemahan memakai "tidak akan menyalahi". Di 30:6 kata penyangkalnya laa, sehingga terjemahan memakai "tidak menyalahi" tanpa "akan", seperti di 3:9, 13:31, dan 39:20.
Allah sebagai pelaku yang tidak menyalahi muncul di tujuh ayat, yaitu 2:80, 3:9, 3:194, 13:31, 22:47, 30:6, dan 39:20. Objeknya tiga macam: perjanjian di 2:80, kata (الْمِيعَادَ, l-mii'aada) yang berarti "janji" di 3:9, 3:194, 13:31, dan 39:20, serta janji-Nya di 22:47 dan 30:6. Rangkaian (لَا يُخْلِفُ اللَّهُ, laa yukhlifu llaahu) dengan Allah sebagai pelaku langsung sesudah kata kerjanya muncul dua kali, yaitu di 30:6 dan 39:20.
Penutup (وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ, wa-laakinna aktsara n-naasi laa ya'lamuuna) yang berarti "tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" muncul sebelas kali di tujuh surah, yaitu di 7:187, 12:21, 12:40, 12:68, 16:38, 30:6, 30:30, 34:28, 34:36, 40:57, dan 45:26. Kata (أَكْثَرَ النَّاسِ, aktsara n-naasi) muncul seluruhnya di tujuh belas ayat, dan penutupnya ada tiga macam: tidak mengetahui di sebelas ayat tadi, (لَا يُؤْمِنُونَ, laa yu'minuuna) yang berarti "tidak beriman" di 11:17, 13:1, dan 40:59, serta (لَا يَشْكُرُونَ, laa yasykuruuna) yang berarti "tidak bersyukur" di 2:243, 12:38, dan 40:61. Kata kerja "mengetahui" di kesebelas ayat itu tidak diikuti objek, sehingga terjemahan juga tidak menuliskan apa yang tidak diketahui. Kalimat tentang janji disusul penutup "tidak mengetahui" di empat ayat, yaitu 10:55, 16:38, 28:13, dan 30:6; di 10:55 dan 28:13 subjeknya kebanyakan mereka, dan di 16:38 serta 30:6 kebanyakan manusia.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian 30:2 sampai 30:6 dengan tiga bagian: sebuah sebutan, sebuah jaminan, dan sebuah pengamatan. Sebutannya ialah janji Allah, jaminannya ialah bahwa Allah tidak menyalahi janji-Nya, dan pengamatannya ialah bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui. Ayat ini tidak menunjuk kalimat mana di ayat sebelumnya yang dimaksud sebagai janji, sebab kata janji belum muncul di 30:2 sampai 30:5. Dapat dibaca bahwa sebutan itu menunjuk kabar tentang kemenangan dan pertolongan, karena letaknya langsung sesudah 30:5, tetapi pembacaan itu bersifat kemungkinan.
Bagian yang paling bergerak ialah pengamatan di ujung. Sampai 30:5 pembicaraan menyangkut bangsa Romawi dan orang-orang beriman, lalu 30:6 meluas menjadi manusia. Kalimat tentang janji di 10:55, 16:38, dan 28:13 disusul penutup serupa, dan dengan demikian ayat ini mengikuti pola yang berulang dalam Al-Qur'an: janji disebut, lalu ketidaktahuan kebanyakan orang dicatat. Ayat 30:6 tidak menyebut apa yang tidak mereka ketahui, dan penutup yang sama dipakai di 30:30 sesudah kalimat tentang agama yang lurus, sehingga ketidaktahuan itu tidak perlu dibatasi pada janji.
Dalam surah yang sama dua bagian ayat ini kembali. Rangkaian wa'da llaahi muncul lagi di 30:60 dalam (فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, fa-shbir inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "maka bersabarlah, sesungguhnya janji Allah benar", dan penutup tidak mengetahui muncul lagi di 30:30. Dengan demikian pembukaan surah dan bagian-bagian sesudahnya saling menjawab lewat kalimat yang sama.
Ayat sesudahnya memakai kata kerja yang sama tanpa penyangkalan. Di 30:7, (يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا, ya'lamuuna zhaahiran) yang berarti "mereka mengetahui yang tampak" menyebut sesuatu yang diketahui.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menuliskan nama Allah pada janji dan pada pihak yang tidak menyalahinya, sehingga pemilik janji dan pelaku yang menepatinya disebut dengan nama yang sama. Janji antarmanusia dapat terpisah dari orang yang menepatinya, sebab pembuat janji, pelaksana, dan perantara bisa berbeda orang. Di 30:6 ketiganya tidak dipisah, dan celah tempat janji dapat hilang tidak tertulis. Pembaca yang pernah menerima janji lewat perantara yang gagal tahu persis celah itu. Apa yang terasa pada pembaca ketika sebuah janji ditulis tanpa pihak ketiga di antaranya?
- Janji Allah disebut dalam dua cara. Di 3:152 dan 39:74 kata kerjanya memenuhi, dan di 30:6 serta 22:47 kata kerjanya menyalahi dengan penyangkalan di depannya. Cara pertama menceritakan sebuah janji yang sudah terbukti, sedangkan cara kedua menutup kemungkinan bahwa janji itu dilanggar. Dua ayat itu tidak saling menggantikan: yang satu berbicara sesudah janji terbukti, dan yang lain dapat dibaca berbicara sebelum atau selama menunggu. Pembaca yang sedang menunggu dapat memperhatikan bentuk kalimat mana dari kedua itu yang lebih sering dibutuhkannya.
- Di sebelas ayat penutup tidak mengetahui tidak menyebut objeknya, dan 30:6 salah satunya. Pembaca dapat mengisi bagian kosong itu dengan hal yang baru saja dibaca, padahal kalimatnya tidak menunjuk ke sana. Di 30:30 penutup yang sama datang sesudah kalimat tentang agama yang lurus, dan di 7:187 sesudah kalimat tentang ilmu yang ada pada Allah. Kosongnya objek membiarkan ketidaktahuan itu seluas yang dibutuhkan. Hal apa yang pertama kali diisikan pembaca ke tempat kosong itu, dan dari mana isian itu berasal?
- Kata kebanyakan menyiratkan bahwa ada yang tidak termasuk di dalamnya, tetapi ayat ini tidak menggambarkan mereka. Pembaca penutup ini dapat dengan mudah menempatkan dirinya di barisan yang mengetahui, padahal teks tidak meminta penempatan itu. Di 30:60 janji Allah disebut benar dan pembicaraan berlanjut dengan perintah bersabar kepada penerima ayat itu, bukan dengan pujian bagi yang mengetahui. Atas dasar apa seseorang yakin bahwa dirinya tidak sedang berada di barisan kebanyakan?
- Ayat 30:7 menyebut mereka mengetahui yang tampak dari kehidupan dunia, dengan kata kerja yang sama dengan 30:6 tetapi tanpa penyangkalan. Dua ayat berurutan itu memuat ketidaktahuan dan pengetahuan dalam akar kata yang sama. Orang yang menganggap dirinya tidak tahu apa-apa dan orang yang menganggap dirinya tahu segalanya dapat memperhatikan bahwa pengetahuan dan ketidaktahuan tertulis berdampingan di dua ayat itu. Bagian mana dari pengetahuan pembaca yang berhenti pada yang tampak, dan bagian mana yang menyentuh janji Allah?
- Di 22:47 orang-orang meminta azab disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, dan ayat itu melanjutkan bahwa sehari di sisi Tuhanmu seperti seribu tahun menurut perhitungan kalian. Di 30:6 jaminan yang sama berdiri tanpa kalimat tentang hitungan waktu. Dua ayat itu menaruh jaminan tentang janji di samping dua sikap yang berbeda terhadap waktu. Orang yang menunggu sesuatu yang dijanjikan kepadanya dapat memperhatikan perhitungannya sendiri tentang kapan sebuah janji dianggap terlambat, dan siapa yang memegang jam itu.