أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ ۗ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ

Apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan benar dan waktu yang ditentukan; dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْa-wa-lam yatafakkaruu fii anfusihimapakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka
  2. مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّىmaa khalaqa llaahu s-samaawaati wa-l-arda wa-maa baynahumaa illaa bi-l-haqqi wa-ajalin musammanAllah tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan benar dan waktu yang ditentukan
  3. وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَwa-inna katsiiran mina n-naasi bi-liqaa'i rabbihim la-kaafiruunadan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar f-k-r, n-f-s, kh-l-q, a-l-h, s-m-w, a-r-d, b-y-n, h-q-q, a-j-l, k-ts-r, n-w-s, l-q-y, r-b-b, k-f-r): a-wa lam yatafakkaruu fii anfusihim diterjemahkan 'tidakkah mereka berpikir tentang diri mereka' (akar f-k-r + akar n-f-s, prinsip tafakkur: perenungan ke dalam diri, sepasang ta'qiluun & siiruu fii l-ard); maa khalaqa llaah…illaa bi-l-haqq diterjemahkan 'tak menciptakan kecuali dengan benar' (akar kh-l-q + akar h-q-q, penciptaan bermaksud, cf. 21:16); liqaa' rabbihim diterjemahkan 'pertemuan dengan Tuhan' (akar l-q-y); kaafiruun diterjemahkan 'mengingkari' (akar k-f-r). gloss '(kejadian)' dibuang.

Aplikasi

'Tidakkah mereka berpikir tentang diri mereka' (tafakkur ke dalam) dipasangkan dengan penciptaan langit-bumi 'dengan benar dan waktu yang ditentukan', perenungan batin dan pengamatan kosmos berjalan beriringan sebagai dua jalur menuju kesadaran. Konkretnya: gabungkan introspeksi (bertanya pada diri sendiri tentang tujuan hidup) dengan pengamatan realitas eksternal (bagaimana dunia benar-benar bekerja), jangan hanya merenung tanpa data, atau mengumpulkan data tanpa pernah merenung.