أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ ۗ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ
Apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan; dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْa-wa-lam yatafakkaruu fii anfusihimapakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka
- مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّىmaa khalaqa llaahu s-samaawaati wa-l-ardha wa-maa baynahumaa illaa bi-l-haqqi wa-ajalin musammanAllah tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan
- وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَwa-inna katsiiran mina n-naasi bi-liqaa'i rabbihim la-kaafiruunadan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka
Terjemahan per kata (22 kata)
- أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
- يَتَفَكَّرُواyatafakkaruumereka merenungkan
- فِيfiidi
- أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
- مَاmaatidaklah
- خَلَقَkhalaqamenciptakan
- اللَّهُllaahuAllah
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- وَمَاwa-maadan apa yang
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- إِلَّاillaakecuali
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- وَأَجَلٍwa-ajalindan ajal
- مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
- مِنَminadari
- النَّاسِn-naasimanusia
- بِلِقَاءِbi-liqaa'ipada pertemuan
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- لَكَافِرُونَla-kaafiruunabenar-benar orang-orang kafir
Inti bacaan
Rangkaian (وَأَجَلٍ مُسَمًّى, wa-ajalin musamman) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:8 dan 46:3.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا, a-wa-lam yatafakkaruu) yang berarti "apakah mereka tidak berpikir". Bentuk ini tersusun dari huruf tanya (أَ, a), huruf sambung (وَ, wa), kata penafian (لَمْ, lam), dan kata kerja (يَتَفَكَّرُوا, yatafakkaruu) yang berakar ف-ك-ر. Rangkaian utuh a-wa-lam yatafakkaruu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:184 dan 30:8, dan di keduanya kalimat berikutnya dibuka dengan (مَا, maa) penafian: (مَا بِصَاحِبِهِمْ مِنْ جِنَّةٍ, maa bi-shaahibihim min jinnatin) di 7:184 dan (مَا خَلَقَ اللَّهُ, maa khalaqa llaahu) di 30:8. Di antara kata kerja dan kalimat sesudahnya tidak ada penghubung seperti (أَنَّ, anna) yang berarti "bahwa", sehingga terjemahan 30:8 memisahkan pertanyaan dari pernyataan. Pertanyaan berhenti pada diri mereka, dan Allah tidak menciptakan langit dan bumi berdiri sebagai kalimat sendiri.
Hal yang dipikirkan ditunjuk oleh (فِي أَنْفُسِهِمْ, fii anfusihim) yang berarti "tentang diri mereka". Kata anfus adalah jamak dari nafs, berakar ن-ف-س, dan akhiran -him menunjuk pelaku berpikir itu sendiri. Rangkaian fii anfusihim muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu di 3:154, 4:63, 4:65, 5:52, 11:31, 25:21, 30:8, 41:53, dan 58:8. Di 3:191, (وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, wa-yatafakkaruuna fii khalqi s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "serta memikirkan penciptaan langit dan bumi", kata kerja berpikir disusul fii dan hal yang dipikirkan, yaitu penciptaan. Urutan yang sama ada di 30:8, tetapi hal yang dipikirkan adalah diri, dan penciptaan baru muncul sesudah pertanyaan sebagai pernyataan tersendiri. Terjemahan memakai "tentang" untuk fii sesudah kata kerja berpikir agar urutan itu terbaca.
Pernyataan itu dimulai dengan (مَا خَلَقَ اللَّهُ, maa khalaqa llaahu) yang berarti "Allah tidak menciptakan". Rangkaian ini muncul enam kali di lima surah, yaitu di 2:228, 7:185, 10:5, 10:6, 16:48, dan 30:8, tetapi maa berarti penafian hanya di 10:5 dan 30:8. Penandanya adalah (إِلَّا, illaa) di akhir kalimat, sedangkan di 2:228, 7:185, 10:6, dan 16:48 maa berarti "apa yang", misalnya (مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ, maa khalaqa llaahu fii arhaamihinna) di 2:228. Objek langsung di 30:8 adalah (السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, s-samaawaati wa-l-ardha) beserta (وَمَا بَيْنَهُمَا, wa-maa baynahumaa) yang berarti "serta apa yang di antara keduanya". Rangkaian wa-maa baynahumaa illaa bi-l-haqqi, (وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ, wa-maa baynahumaa illaa bi-l-haqqi), muncul tiga kali, yaitu di 15:85, 30:8, dan 46:3.
Kata (الْحَقِّ, l-haqqi) berakar ح-ق-ق dan bersandang al-, sehingga ia kata benda tertentu, dan terjemahan memakai "dengan kebenaran" untuk (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi). Frasa (إِلَّا بِالْحَقِّ, illaa bi-l-haqqi) muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu di 6:151, 10:5, 15:8, 15:85, 17:33, 25:68, 30:8, 44:39, dan 46:3. Di 6:151, 17:33, dan 25:68 frasa itu menyertai larangan membunuh jiwa, di 15:8 menyertai turunnya para malaikat, dan di 10:5, 15:85, 30:8, 44:39, serta 46:3 menyertai penciptaan. Di 44:38, (وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ, wa-maa khalaqnaa s-samaawaati wa-l-ardha wa-maa baynahumaa laa'ibiina) yang berarti "dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dengan main-main", penciptaan yang sama dinafikan dari main-main, lalu 44:39 menyambung dengan (مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ, maa khalaqnaahumaa illaa bi-l-haqqi) yang berarti "tidaklah Kami ciptakan keduanya, kecuali dengan kebenaran". Di 44:38 dan 44:39 kebenaran pada penciptaan berdiri berhadapan dengan main-main.
Kebenaran di 30:8 disusul oleh (وَأَجَلٍ مُسَمًّى, wa-ajalin musamman) yang berarti "dan waktu yang ditentukan". Kata ajal berakar أ-ج-ل, dan (مُسَمًّى, musamman) berakar س-م-و, berbentuk kata sifat yang dikenai perbuatan, sehingga terjemahan memakai "yang ditentukan". Karena ajalin berakhiran sama dengan al-haqqi, keduanya terbaca sebagai dua hal yang sama-sama dimasuki huruf bi-: penciptaan itu berlangsung dengan kebenaran dan dengan waktu yang ditentukan. Bentuk (أَجَلٍ مُسَمًّى, ajalin musamman) muncul enam belas kali di tiga belas surah, yaitu di 2:282, 11:3, 13:2, 14:10, 16:61, 22:5, 22:33, 30:8, 31:29, 35:13, 35:45, 39:5, 39:42, 42:14, 46:3, dan 71:4, dan terjemahan memakai "waktu yang ditentukan" di 13:2, 14:10, serta 46:3. Rangkaian wa-ajalin musamman sesudah bi-l-haqqi hanya ada di 30:8 dan 46:3. Perbedaan keduanya terletak pada pelaku: Allah di 30:8, dan Kami di 46:3. Di 39:5 kedua sebutan itu hadir dalam satu ayat tetapi terpisah, (خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ, khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqi) untuk penciptaan dan (كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى, kullun yajrii li-ajalin musamman) untuk peredaran matahari dan bulan.
Kalimat penutup dibuka dengan (وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ, wa-inna katsiiran mina n-naasi) yang berarti "dan sesungguhnya banyak di antara manusia". Rangkaian ini muncul tiga kali, yaitu di 5:49, 10:92, dan 30:8, dan ketiganya disusul sebutan yang berbeda untuk keadaan manusia itu, yaitu (لَفَاسِقُونَ, la-faasiquuna) di 5:49, (لَغَافِلُونَ, la-ghaafiluuna) di 10:92, dan (لَكَافِرُونَ, la-kaafiruuna) di 30:8. Kata katsiiran berarti "banyak", berbeda dari (أَكْثَرَ النَّاسِ, aktsara n-naasi) di 30:6 yang berarti "kebanyakan manusia", dan terjemahan menjaga dua ukuran itu tetap terpisah. Sasaran kufur di sini ditunjuk oleh (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ, bi-liqaa'i rabbihim) yang berarti "terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka". Rangkaian itu muncul tiga kali, yaitu di 6:154, 30:8, dan 32:10. Di 32:10, (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ, bi-liqaa'i rabbihim kaafiruuna) disusun seperti di 30:8 tanpa huruf la-, sedangkan di 6:154, (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ, bi-liqaa'i rabbihim yu'minuuna), sasaran yang sama menjadi sasaran iman. Huruf la- pada la-kaafiruuna menegaskan kalimat, dan terjemahan menyatakannya dengan "benar-benar".
Ayat ini tidak menyebut hasil berpikir tentang diri, dan pertanyaannya dibiarkan tanpa jawaban tertulis. Ayat juga tidak menyatakan bahwa banyak manusia di kalimat penutup adalah kelompok yang sama dengan mereka di awal ayat.
Tafsiran
Ayat ini menjawab keadaan yang digambarkan 30:7 dengan sebuah pertanyaan yang menunjuk ke dalam. Di 30:7 pelaku yang sama mengetahui yang tampak dari kehidupan dunia dan lalai terhadap akhirat, lalu 30:8 bertanya apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka. Jawaban atas pertanyaan itu tidak tertulis. Sesudahnya datang dua pernyataan, yang pertama tentang cara dan batas penciptaan langit dan bumi, dan yang kedua tentang sikap banyak manusia terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka.
Ayat 30:9 dibuka dengan pertanyaan yang bentuknya sama, (أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ, a-wa-lam yasiiruu fii l-ardhi) yang berarti "tidakkah mereka bepergian di bumi", tetapi arahnya ke luar. Dengan begitu 30:8 dan 30:9 terbaca sebagai dua ajakan berurutan, yang pertama ke dalam diri dan yang kedua ke bumi. Pertanyaan pertama diikuti pernyataan tentang penciptaan, dan pertanyaan kedua diikuti perincian tentang orang-orang yang mendahului mereka.
Pernyataan tentang penciptaan memuat dua ciri dengan satu huruf bi-, yaitu kebenaran dan waktu yang ditentukan. Ciri pertama menempatkan penciptaan berhadapan dengan main-main, sebagaimana 44:38 dan 44:39, dan ciri kedua menempatkannya dalam batas waktu. Dua ciri itu dapat dibaca sebagai persiapan bagi kalimat penutup, sebab sesuatu yang berbatas waktu mempunyai ujung, dan kalimat penutup menyebut pertemuan. Ayat tidak menarik hubungan itu dengan kata sebab, sehingga hubungannya hanya terbaca dari urutan: penciptaan yang berbatas, lalu pernyataan tentang sikap terhadap pertemuan.
Kalimat penutup melebarkan sasaran dari mereka kepada banyak manusia. Ayat 30:6 sudah memakai kebanyakan manusia untuk yang tidak mengetahui, dan 30:8 memakai banyak di antara manusia untuk yang kufur terhadap pertemuan. Kedua ayat tidak menyatakan bahwa kelompoknya sama, dan keduanya menyebut sebagian manusia, tidak semuanya. Ayat 30:11 dan 30:12 kemudian menyebut apa yang menyusul, yaitu kepada-Nya kalian dikembalikan dan hari ketika Saat itu terjadi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini mengajukan pertanyaan tentang diri sendiri dan tidak menuliskan jawabannya. Sesudah pertanyaan itu langsung datang pernyataan bahwa Allah tidak menciptakan langit dan bumi kecuali dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan, sehingga pembaca tidak menerima hasil berpikir yang sudah jadi. Pembaca yang biasa mencari kesimpulan pada ringkasan pihak lain dapat mengamati bagaimana rasanya ketika sebuah ayat berhenti pada pertanyaan dan menyerahkan sisanya kepada yang membaca. Apa yang ditemukan pembaca bila pertanyaan itu dijawab dengan jujur, tanpa menengok bagaimana orang lain menjawabnya?
- Ayat 30:8 mengajak berpikir tentang diri, dan ayat berikutnya mengajak bepergian di bumi dengan pembuka pertanyaan yang sama. Di 41:53 tanda-tanda Kami ditempatkan di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, jadi dua arah itu muncul berdampingan di tempat lain juga. Urutan di Surah 30 menaruh diri lebih dulu. Pembaca yang terbiasa mengumpulkan data dari luar sebelum bertanya tentang diri dapat menimbang urutan yang dipakai ayat ini, dan apa yang terlewat bila urutannya dibalik. Kapan terakhir pembaca bertanya tentang diri sendiri sebelum bertanya tentang keadaan di sekelilingnya?
- Allah tidak menciptakan langit dan bumi kecuali dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan, dan sebutan waktu yang ditentukan dipakai di ayat lain untuk peredaran matahari dan bulan (31:29, 35:13), untuk apa yang ditetapkan di rahim (22:5), dan untuk penangguhan Allah atas manusia (16:61, 35:45). Satu sebutan menjangkau benda langit, awal kehidupan, dan tenggang bagi manusia, sehingga langit dan bumi dalam ayat ini tidak dikecualikan dari batas waktu. Pembaca yang memperlakukan sebagian hal dalam hidupnya seolah tanpa batas dapat memeriksa hal apa saja itu. Apa yang berubah bila sebutan waktu yang ditentukan berlaku juga bagi hal-hal tersebut?
- Ayat menyebut banyak di antara manusia kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka, sedangkan 30:6 memakai kebanyakan untuk mereka yang tidak mengetahui, dan kedua ayat tidak menyebut semua manusia. Pembaca tidak dapat berlindung di balik dugaan bahwa ayat hanya berbicara tentang orang lain, dan ayat juga tidak meminta pembaca menyimpulkan bahwa pembaca termasuk di dalamnya. Pertanyaan itu dibiarkan terbuka. Di antara orang-orang yang disebut banyak itu, di mana pembaca menempatkan sikapnya sendiri terhadap pertemuan dengan Tuhan?
- Pertemuan yang diingkari disebut sebagai pertemuan dengan Tuhan mereka, dengan akhiran mereka pada kata Tuhan. Mereka mengingkari pertemuan dengan pihak yang menurut ayat adalah Tuhan mereka sendiri. Di 6:154 sasaran yang sama, pertemuan dengan Tuhan mereka, menjadi sasaran iman, sehingga hal yang sama dapat diterima atau diingkari. Di 30:11 Allah disebut memulai penciptaan lalu mengembalikannya, dan kepada-Nya kalian dikembalikan. Bagaimana pembaca membayangkan pertemuan dengan pihak yang memulai penciptaan dan yang kepada-Nya semua dikembalikan?
- Di 44:38 penciptaan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya dinafikan dari main-main, dan di 44:39 dinyatakan dengan kebenaran, sehingga kebenaran di 30:8 berdiri berhadapan dengan main-main. Kalau penciptaan itu sungguh-sungguh dan berbatas waktu, kalimat penutup ayat menyebut sikap banyak manusia terhadap pertemuan yang menutupnya. Pembaca yang pernah memperlakukan sebagian hidupnya sebagai selingan yang tidak dihitung dapat bertanya bagian mana itu, dan siapa yang memutuskan bahwa bagian itu tidak dihitung. Adakah bagian dari hari pembaca yang diperlakukan sebagai main-main, padahal penciptaan di sekelilingnya tidak?