أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ ۗ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ

Apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan benar dan waktu yang ditentukan; dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْa-wa-lam yatafakkaruu fii anfusihimapakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka
  2. مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّىmaa khalaqa llaahu s-samaawaati wa-l-ardha wa-maa baynahumaa illaa bi-l-haqqi wa-ajalin musammanAllah tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang di antara keduanya, kecuali dengan benar dan waktu yang ditentukan
  3. وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَwa-inna katsiiran mina n-naasi bi-liqaa'i rabbihim la-kaafiruunadan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَتَفَكَّرُواyatafakkaruumereka merenungkan
  3. فِيfiidi
  4. أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
  5. مَاmaatidaklah
  6. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  7. اللَّهُllaahuAllah
  8. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  9. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  10. وَمَاwa-maadan apa yang
  11. بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
  12. إِلَّاillaakecuali
  13. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  14. وَأَجَلٍwa-ajalindan ajal
  15. مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
  16. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  17. كَثِيرًاkatsiiranbanyak
  18. مِنَminadari
  19. النَّاسِn-naasimanusia
  20. بِلِقَاءِbi-liqaa'ipada pertemuan
  21. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  22. لَكَافِرُونَla-kaafiruunabenar-benar orang-orang kafir

Inti bacaan

'Tidakkah mereka berpikir tentang diri mereka' (tafakkur ke dalam) dipasangkan dengan penciptaan langit-bumi 'dengan benar dan waktu yang ditentukan', perenungan batin dan pengamatan kosmos berjalan beriringan sebagai dua jalur menuju kesadaran. Konkretnya: gabungkan introspeksi (bertanya pada diri sendiri tentang tujuan hidup) dengan pengamatan realitas eksternal (bagaimana dunia benar-benar bekerja), jangan hanya merenung tanpa data, atau mengumpulkan data tanpa pernah merenung.

Penjelasan pilihan kata

'Ajalin musamman' ('waktu yang ditentukan', akar Ajl+smw) dipertahankan literal, sama seperti kemunculannya di 30:4 dan 29:53.

Tafsiran

Ayat ini menyingkap akar kelalaian di 30:7: kegagalan berpikir reflektif tentang tujuan penciptaan yang sebenarnya, bukan sekadar dunia sebagai ranah tanpa arah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya apakah mereka tidak berpikir tentang diri mereka sendiri. Bukan tentang langit. Perenungan yang paling dekat justru yang paling jarang dikerjakan, sebab ia tidak menuntut perjalanan ke mana pun.
  • Dua keterangan dilekatkan pada penciptaan: dengan benar, dan dengan waktu yang ditentukan. Yang satu tentang maksud, yang satu tentang batas. Sesuatu yang punya maksud dan punya ujung tidak bisa diperlakukan sebagai tempat menetap selamanya.
  • Allah menyebut banyak manusia kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka. Yang ditolak sebuah perjumpaan, bukan sebuah gagasan. Menolak akan bertemu memang lebih mudah daripada menolak keberadaan yang akan ditemui.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar f-k-r, n-f-s, kh-l-q, a-l-h, s-m-w, a-r-d, b-y-n, h-q-q, a-j-l, k-ts-r, n-w-s, l-q-y, r-b-b, k-f-r): a-wa lam yatafakkaruu fii anfusihim diterjemahkan 'tidakkah mereka berpikir tentang diri mereka' (akar f-k-r + akar n-f-s, prinsip tafakkur: perenungan ke dalam diri, sepasang ta'qiluun & siiruu fii l-ard); maa khalaqa llaah…illaa bi-l-haqq diterjemahkan 'tak menciptakan kecuali dengan benar' (akar kh-l-q + akar h-q-q, penciptaan bermaksud, cf. 21:16); liqaa' rabbihim diterjemahkan 'pertemuan dengan Tuhan' (akar l-q-y); kaafiruun diterjemahkan 'mengingkari' (akar k-f-r). gloss '(kejadian)' dibuang.