أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Tidakkah mereka bepergian di bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan mereka telah mengolah bumi serta meramaikannya melebihi apa yang telah mereka ramaikan. Rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Allah sama sekali tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْa-wa-lam yasiiruu fii l-ardi fa-yanzhuruu kayfa kaana aaqibatu lladziina min qablihimtidakkah mereka bepergian di bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka
  2. كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَاkaanuu ashadda minhum quwwatan wa-atsaaruu l-arda wa-amaruuhaa aktsara mimmaa amaruuhaaorang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan mereka telah mengolah bumi serta meramaikannya melebihi apa yang telah mereka ramaikan
  3. وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِwa-jaa'atsum rusuluhum bi-l-bayyinaatirasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas
  4. فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَfa-maa kaana llaahu li-yazhlimahum wa-laakin kaanuu anfusahum yazhlimuunaAllah sama sekali tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri
Catatan pilihan kata (ringkas)

qwy/mtn per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi qwy/mtn: qawiyy diterjemahkan 'kuat', quwwah diterjemahkan 'kekuatan', matiin diterjemahkan 'kukuh'. 51:58 quwwah+matiin terbedakan. Registri kekuatan lengkap. Lih.. sebagian penerjemah: 'Have they not travelled in the earth and seen how was the final outcome of those who were before them? They were stronger than them in power, and they tilled the earth and inhabited1 it more than they have inhabited2 it; and their messengers came to them with clear signs; and God wronged3 them not, but they wronged4 their souls.5' qawiyy (q-w-y): kuat/berdaya. ⟶ akar ini. *'amira* = *'He, long'*; *'amara bi-makaanin* = *'He, resided in a place'*; *'amara* (tempat) = menjadi dihuni, *'in a flourishing state, '*. ** (hlm 2156) memikul, *''* DAN *'in a place'*. Ditambah *'umraan* dinyatakan ** ('reruntuhan/tanah terbengkalai', Lane hlm 716). diterjemahkan **Inti akar = BERTAHAN-BERLANGSUNG / TERUS TERPELIHARA, lawan BINASA & TERBENGKALAI.** Usia = lamanya orang bertahan; *'imaarah* = tempat yang terus dihuni & terpelihara. (Sejajar akar h-j-j: *qasada* memersatukan ziarah & argumen, HJJ.) ⟶ (putusan opsi-2): sebelumnya terjemahan lain memakai, 'memakmurkan' (9:17, 9:18, 30:9, 11:61) vs '' (9:19, kehilangan seluruh muatan akar). ⚠ 'Makmur' (KBBI) berkonotasi, sedangkan inti akar =; 'meramaikan' lebih dekat & konsisten. 9:17/9:18 '', 9:19 '', 30:9 '', 52:4 '', 11:61 ''.

Aplikasi

'Allah sama sekali tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi dirinya sendiri', keruntuhan bangsa-bangsa masa lalu yang lebih kuat dan makmur bukan nasib buta, melainkan akibat ketidakadilan internal mereka sendiri. Konkretnya: saat mendiagnosis kegagalan sebuah organisasi, bangsa, atau diri sendiri, cari dulu sumber kerusakan dari dalam (ketidakadilan, penyalahgunaan kekuasaan) sebelum menyalahkan faktor eksternal semata.