اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya; kemudian kepada-Nya kalian dikembalikan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُallaahu yabda'u l-khalqa tsumma yu'iiduhuAllah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya
- ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَtsumma ilayhi turja'uunakemudian kepada-Nya kalian dikembalikan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-l-h, b-d-a, kh-l-q, '-w-d, r-j-'): yabda'u l-khalq diterjemahkan 'memulai penciptaan' (akar b-d-' + akar kh-l-q); yu'iiduhu diterjemahkan 'mengembalikannya' (akar '-w-d); turja'uun diterjemahkan 'dikembalikan' (akar r-j-'). gloss '(makhluk)/(menghidupkannya)' dibuang.
Aplikasi
'Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikannya', pola mencipta-mengembalikan dijadikan dasar argumen bahwa kebangkitan bukan hal aneh, karena penciptaan pertama (dari tiada) jauh lebih 'sulit' dibanding mengembalikan yang sudah pernah ada. Konkretnya: gunakan logika serupa untuk keraguan pribadi soal kemungkinan pemulihan diri, jika perubahan besar dari titik nol pernah terjadi sebelumnya, pemulihan dari kemunduran semestinya lebih masuk akal untuk dipercaya, bukan mustahil.