وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ

Dan pada hari Saat itu terjadi, para pendosa berputus asa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَwa-yawma taquumu s-saa'atu yublisu l-mujrimuunadan pada hari Saat itu terjadi, para pendosa berputus asa

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَيَوْمَwa-yawmadan pada hari
  2. تَقُومُtaquumuberdiri
  3. السَّاعَةُs-saa'atuhari Kiamat
  4. يُبْلِسُyublisuberputus asa
  5. الْمُجْرِمُونَl-mujrimuunapara pendosa

Inti bacaan

Bentuk kata kerja (يُبْلِسُ, yublisu) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:12.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ, wa-yawma taquumu s-saa'atu) yang berarti "dan pada hari Saat itu terjadi". Rangkaian ini muncul lima kali di tiga surah, yaitu di 30:12, 30:14, 30:55, 40:46, dan 45:27, dan setiap kali rangkaian itu disusul isi yang berbeda. Di 30:12 isinya (يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ, yublisu l-mujrimuuna), di 30:14 (يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ, yawma'idzin yatafarraquuna) yang berarti "pada hari itu mereka terpisah-pisah", di 30:55 (يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ, yuqsimu l-mujrimuuna) yang berarti "para pendosa bersumpah", di 40:46 (أَدْخِلُوا, adkhiluu) yang berarti "masukkanlah", dan di 45:27 (يَوْمَئِذٍ يَخْسَرُ الْمُبْطِلُونَ, yawma'idzin yakhsaru l-mubthiluuna) yang berarti "pada hari itu rugilah orang-orang yang membatalkan". Tiga dari lima ada di Surah 30.

Kata (تَقُومُ, taquumu) berakar ق-و-م. Dengan pelaku seorang manusia kata itu berarti berdiri, misalnya (حِينَ تَقُومُ, hiina taquumu) yang berarti "ketika engkau berdiri" di 26:218 dan 52:48. Di 30:12 pelakunya adalah (السَّاعَةُ, s-saa'atu), sebuah saat, dan terjemahan memakai "terjadi" sebab sebuah saat tidak berdiri seperti seseorang. Kata saa'ah berakar س-و-ع, dan bentuk persis s-saa'atu muncul tiga belas kali di delapan surah, yaitu di 6:31, 6:40, 12:107, 22:55, 30:12, 30:14, 30:55, 34:3, 40:46, 45:27, 45:32, 54:1, dan 54:46. Terjemahan menulisnya dengan huruf awal besar, Saat, untuk saat yang tertentu itu. Di 30:55 akar yang sama muncul tanpa kata sandang dalam ayat yang sama, (غَيْرَ سَاعَةٍ, ghayra saa'atin) yang berarti "kecuali sesaat", dan terjemahan memakai "sesaat" untuk lama waktu itu, sehingga satu ayat memuat Saat yang tertentu dan sesaat yang sebentar.

Kata (يُبْلِسُ, yublisu) yang berarti "berputus asa" berakar ب-ل-س, dan bentuk kata kerja ini hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:12. Akar yang sama muncul empat kali lagi sebagai sebutan bagi keadaan: (مُبْلِسُونَ, mublisuuna) di 6:44, 23:77, dan 43:75, serta (مُبْلِسِينَ, mublisiina) di 30:49. Di 6:44, (فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ, fa-idzaa hum mublisuuna) yang berarti "maka seketika mereka putus asa", keputusasaan datang sesudah mereka diambil tiba-tiba, dan di 43:75, (وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ, wa-hum fiihi mublisuuna) yang berarti "dan mereka berputus asa di dalamnya", keputusasaan itu berlangsung di dalam azab. Di 30:49, (لَمُبْلِسِينَ, la-mublisiina) yang berarti "benar-benar telah berputus asa", keputusasaan menyebut keadaan sebelum sesuatu diturunkan kepada mereka. Terjemahan memakai "berputus asa" untuk kelima bentuk itu.

Kata (الْمُجْرِمُونَ, l-mujrimuuna) yang berarti "para pendosa" berakar ج-ر-م dan berbentuk sebutan bagi pelaku yang berbuat dosa. Bentuk persis ini muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu di 8:8, 10:17, 10:50, 10:82, 18:53, 26:99, 28:78, 30:12, 30:55, 32:12, 36:59, 55:41, dan 55:43. Terjemahan memakai "pendosa" di 30:12 dan 30:55. Di kedua ayat itu sebutan ini menjadi pelaku sesudah rangkaian pembuka yang sama, dan disusul dua keadaan, berputus asa di 30:12 dan bersumpah di 30:55.

Ayat ini tidak menyebut sebab keputusasaan itu, tidak menyebut kapan Saat itu terjadi, dan tidak menyebut apa yang menyusul sesudah mereka berputus asa. Ayat juga tidak menyatakan bahwa para pendosa itu sama dengan orang-orang yang berbuat jahat di 30:10, meskipun kedua sebutan berasal dari kata yang menyebut perbuatan.

Tafsiran

Ayat ini mulai menguraikan hari yang di 30:11 disebut sebagai tempat kembali. Ayat 30:11 menyebut kepada-Nya kalian dikembalikan tanpa menyebut harinya, dan 30:12 menyebut harinya sebagai hari Saat itu terjadi. Ayat pertama yang menggambarkan hari itu menulis keadaan batin para pendosa, yaitu berputus asa, sebelum menulis hukuman atau pengadilan. Keputusan dan perincian datang di ayat-ayat sesudahnya.

Ayat 30:12 dan 30:14 memakai pembuka yang sama, dan ayat 30:13 berada di antara keduanya. Ayat 30:12 menyebut para pendosa berputus asa, 30:13 menyebut tak ada pemberi syafaat bagi mereka dari sekutu-sekutu mereka, dan 30:14 menyebut pada hari itu mereka terpisah-pisah. Dengan susunan itu pembuka diulang sebelum isi bergeser dari keadaan satu kelompok ke pembagian menjadi dua kelompok, yang diuraikan di 30:15 dan 30:16.

Ayat ini juga menutup bagian yang dimulai di 30:7. Bagian itu menyebut sikap manusia terhadap akhirat, pertemuan dengan Tuhan, dan tanda-tanda Allah, lalu 30:11 menyebut pengembalian, dan 30:12 menyebut hari pengembalian dengan keadaan para pendosa. Ayat ini tidak menyatakan bahwa para pendosa itu orang-orang yang sama dengan yang disebut di 30:7 sampai 30:10, sehingga hubungan itu bersifat bacaan yang mungkin.

Ayat ini juga kontras dengan penggunaan akar yang sama di 30:49. Di 30:48 Allah mengirim angin, hujan keluar, dan hujan turun kepada hamba-hamba-Nya sehingga mereka bergembira, dan 30:49 menyebut bahwa sebelum sesuatu diturunkan kepada mereka, yang menurut urutan ayat dapat dibaca hujan, mereka telah berputus asa. Keputusasaan di surah ini karena itu muncul dua kali, sekali dalam urutan yang berakhir pada hujan dan kegembiraan, dan sekali pada hari Saat itu terjadi, yang di ayat ini tidak disusul apa pun yang meredakannya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat pertama yang menggambarkan hari itu menulis keadaan para pendosa, berputus asa, sebelum ada pembagian atau perincian. Putusan baru muncul di 30:14 sampai 30:16, dan yang menyusul 30:12 lebih dulu adalah ayat tentang sekutu yang tidak menolong. Di 30:11 kalian dikembalikan kepada-Nya, jadi pengembalian itu disebut lebih dulu daripada keadaan batin orang-orangnya. Pembaca yang membayangkan hari itu sebagai peristiwa hukuman saja dapat memperhatikan bahwa ayat memulai dari keadaan hati. Keadaan hati seperti apa yang paling pantas ditakuti pembaca pada hari seperti itu?
  • Surah yang sama memakai akar kata untuk putus asa di 30:49, yaitu sebelum sesuatu diturunkan kepada mereka, yang menurut urutan ayat dapat dibaca hujan, dan 30:48 menyebut Allah yang mengirim angin hingga mereka bergembira. Keputusasaan di sana berada di tengah urutan yang berakhir pada kegembiraan. Di 30:12 urutan itu tidak ditulis, dan ayat berhenti pada keputusasaan para pendosa tanpa menyebut apa yang menyusul. Pembaca dapat membandingkan keduanya tanpa menyimpulkan lebih dari yang tertulis: ada putus asa yang diikuti hujan, dan ada putus asa yang tidak diikuti apa pun di ayat ini. Apa yang dibayangkan pembaca datang sesudah putus asa pada hari yang disebut ayat ini?
  • Pembuka yang sama dipakai lima kali, dan tiap kali isinya berbeda: putus asa di 30:12, terpisah-pisah di 30:14, bersumpah di 30:55, perintah masuk di 40:46, dan rugi di 45:27. Di 45:27 pembuka itu didahului pernyataan bahwa milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Satu hari digambarkan dengan banyak adegan, dan tidak satu adegan pun dinyatakan mewakili seluruh hari. Pembaca yang membawa satu gambaran saja tentang hari itu dapat memeriksa adegan mana yang sudah lama ada di benaknya dan adegan mana yang belum pernah terbayang. Adegan mana di antara kelima itu yang paling jarang pembaca bayangkan?
  • Di 30:55 para pendosa bersumpah bahwa mereka tidak tinggal kecuali sesaat, dan kata yang dipakai untuk sesaat itu berakar sama dengan Saat yang membuka ayat. Satu ayat memuat Saat yang tertentu dan sesaat yang sebentar, dan yang kedua adalah ukuran mereka atas lamanya tinggal. Sumpah itu memperlihatkan bagaimana para pendosa menilai waktu yang sudah dijalani, tanpa ayat menyebut angka. Pembaca dapat memperhatikan ukuran waktu yang dipakainya sendiri untuk hidup yang sudah dijalani, dan apakah ukuran itu akan terasa sama pada hari yang disebut ayat ini. Berapa lama hidup ini akan terasa di sana?
  • Ayat 30:10 menyebut mereka orang-orang yang berbuat jahat, dan 30:12 menyebut para pendosa. Kedua sebutan itu menamai orang lewat apa yang dikerjakannya, dan tidak lewat gelar atau asal. Ayat tidak menyatakan bahwa kedua sebutan itu menunjuk kelompok yang sama. Pembaca dapat membayangkan namanya sendiri disusun dari perbuatan yang ia lakukan, dan bukan dari jabatan, keturunan, atau tempat tinggalnya. Nama apa yang akan terbentuk bila pembaca dinamai hanya dari apa yang dikerjakannya dalam sebulan terakhir?
  • Di 10:7 orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami disebut merasa puas dengan kehidupan dunia, dan di samping mereka disebut orang-orang yang lalai terhadap tanda-tanda Kami. Di 30:8 banyak manusia kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka, dan di 30:12 hari itu disambut keputusasaan. Tiga ayat itu dapat dibaca berurutan: tidak mengharapkan, lalu berputus asa. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, sebab ayat 30:12 tidak menyebut harapan sama sekali. Pembaca dapat menimbang apakah ada hal yang dulu diharapkannya dan sekarang tidak lagi dibayangkannya sebagai pertemuan. Apa yang diharapkan pembaca dari pertemuan dengan Tuhan?