وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ مِنْ شُرَكَائِهِمْ شُفَعَاءُ وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَ
Dan tidak ada bagi mereka pemberi syafaat dari sekutu-sekutu mereka, dan mereka kufur terhadap sekutu-sekutu mereka itu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ مِنْ شُرَكَائِهِمْ شُفَعَاءُwa-lam yakun lahum min shurakaa'ihim shufa'aa'udan tidak ada bagi mereka pemberi syafaat dari sekutu-sekutu mereka
- وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَwa-kaanuu bi-shurakaa'ihim kaafiriinadan mereka kufur terhadap sekutu-sekutu mereka itu
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar k-w-n, sh-r-k, sh-f-', k-f-r): shurakaa' diterjemahkan 'sekutu-sekutu' (akar sh-r-k); shufa'aa' diterjemahkan 'pemberi syafaat' (akar sh-f-'); kaafiriin diterjemahkan 'mengingkari' (akar k-f-r, tuhan palsu tak memberi syafaat, penyembahnya justru mengingkarinya, cf. 28:63-64). gloss '(pertolongan)/(berhala-berhala…)' + footnote dibuang.
Aplikasi
Tuhan-tuhan sesembahan yang diharapkan memberi syafaat justru diingkari balik oleh penyembahnya sendiri saat terbukti tak berdaya, pola kekecewaan pada 'sekutu' yang gagal menolong. Konkretnya: waspadai kepercayaan berlebihan pada perantara, patron, atau simbol status yang dianggap bisa menyelamatkan di saat krisis, sandaran yang sungguh teruji baru terlihat justru ketika sedang paling dibutuhkan, bukan saat semua baik-baik saja.