وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ مِنْ شُرَكَائِهِمْ شُفَعَاءُ وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَ

Dan tidak ada bagi mereka pemberi syafaat dari sekutu-sekutu mereka, dan mereka kufur terhadap sekutu-sekutu mereka itu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ مِنْ شُرَكَائِهِمْ شُفَعَاءُwa-lam yakun lahum min syurakaa'ihim syufa'aa'udan tidak ada bagi mereka pemberi syafaat dari sekutu-sekutu mereka
  2. وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَwa-kaanuu bi-syurakaa'ihim kaafiriinadan mereka kufur terhadap sekutu-sekutu mereka itu

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلَمْwa-lamdan tidak
  2. يَكُنْyakunia menjadi
  3. لَهُمْlahumbagi mereka
  4. مِنْmindari
  5. شُرَكَائِهِمْsyurakaa'ihimsekutu-sekutu mereka
  6. شُفَعَاءُsyufa'aa'upara pemberi syafaat
  7. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  8. بِشُرَكَائِهِمْbi-syurakaa'ihimdengan sekutu-sekutu mereka
  9. كَافِرِينَkaafiriinaorang-orang kafir

Inti bacaan

Susunan wa-lam yakun lahum muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 24:6, 26:197, dan 30:13, dan tiap ayat menafikan hal yang berbeda.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ, wa-lam yakun lahum) yang berarti "dan tidak ada bagi mereka". Kata kerja yakun berakar ك-و-ن, dan lam di depannya meniadakan isi kalimat. Susunan wa-lam yakun lahum muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 24:6, 26:197, dan 30:13. Di 24:6, (وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ, wa-lam yakun lahum syuhadaa'u) meniadakan para saksi, dan di 26:197, (أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً, a-wa-lam yakun lahum aayatan) meniadakan sebuah tanda lewat kalimat tanya. Di 30:13 yang ditiadakan adalah pemberi syafaat, dalam kalimat berita. Ketiga ayat itu menyebut pihak yang kekurangan dengan kata lahum, "bagi mereka", tepat sesudah kata kerjanya.

Kata (مِنْ شُرَكَائِهِمْ, min syurakaa'ihim) yang berarti "dari sekutu-sekutu mereka" tersusun dari min yang berarti "dari", syurakaa' yang berarti "sekutu-sekutu", dan akhiran -him yang berarti "mereka". Akar syurakaa' adalah ش-ر-ك. Bentuk syurakaa'ihim dengan akhiran -him muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 6:136, 30:13, dan 68:41. Di 6:136, (لِشُرَكَائِهِمْ, li-syurakaa'ihim) menunjuk bagian ternak dan tanaman yang disisihkan untuk sekutu-sekutu itu, sedangkan di 68:41, (فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ, fa-l-ya'tuu bi-syurakaa'ihim) yang berarti "maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutu mereka" menantang pemilik sekutu untuk menghadirkannya. Terjemahan memakai "sekutu-sekutu mereka" di ketiga ayat, dan di 30:13 tidak ditambah kata "berhala" atau "tuhan", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Kata min diterjemahkan "dari", sehingga ayat ini berbicara tentang pemberi syafaat yang berasal dari kalangan sekutu itu.

Kata (شُفَعَاءُ, syufa'aa'u) yang berarti "para pemberi syafaat" berakar ش-ف-ع dan berbentuk jamak. Bentuk dengan akhiran -u tanpa tambahan apa pun ini hanya muncul di 30:13. Kata jamak yang sama dengan akhiran -a, syufa'aa'a, dengan atau tanpa kata ganti di belakangnya, muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 6:94, 7:53, dan 39:43. Di 7:53, (فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ, fa-hal lanaa min syufa'aa'a) yang berarti "maka adakah bagi kami pemberi syafaat" diucapkan sebagai pertanyaan dalam ucapan orang-orang pada hari takwilnya datang, dan di 6:94, (وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ, wa-maa naraa ma'akum syufa'aa'akumu) yang berarti "dan Kami tidak melihat bersama kalian para pemberi syafaat kalian" menyatakan ketiadaan itu dengan kata Kami sebagai pembicaranya. Di 30:13 kata ini tidak ditanyakan dan tidak diucapkan siapa pun, melainkan dicatat sebagai keadaan. Terjemahan memakai "pemberi syafaat" di semua tempat itu. Pihak yang mengaku memilikinya terdengar di 10:18, (هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ, haa'ulaa'i syufa'aa'unaa 'inda llaahi) yang berarti "mereka ini para pemberi syafaat kami di sisi Allah".

Bagian terakhir ayat ini adalah (وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَ, wa-kaanuu bi-syurakaa'ihim kaafiriina) yang berarti "dan mereka kufur terhadap sekutu-sekutu mereka". Kata kaanuu adalah bentuk lampau dari kata kerja yang sama dengan yakun di awal ayat, yaitu ك-و-ن, sedangkan kaafiriina berakar ك-ف-ر dan menunjuk orang yang melakukan perbuatan kufur. Terjemahan menyatukan keduanya menjadi "mereka kufur", seperti di 46:6, (وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ, wa-kaanuu bi-'ibaadatihim kaafiriina) yang berarti "dan kufur terhadap pengabdian mereka". Huruf bi- sesudah akar kufur diterjemahkan "terhadap" di 35:14, (يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ, yakfuruuna bi-syirkikum) yang berarti "mereka akan kufur terhadap kemusyrikan kalian", dan di 29:25, (يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ, yakfuru ba'dhukum bi-ba'dhin) yang berarti "sebagian kalian akan kufur terhadap sebagian yang lain". Karena itu "kufur terhadap" adalah padanan tetap untuk akar ini bersama bi- di empat ayat tersebut. Kata ganti -him pada syurakaa'ihim sama dengan -him pada min syurakaa'ihim di awal ayat, sehingga pemilik sekutu itu terbaca sebagai pihak yang sama dengan lahum, dan sekutu itu menjadi sasaran kufurnya. Ayat ini tidak menyebut waktu kufur itu terjadi.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan 30:12, yang menyebut para pendosa berputus asa, dan isinya dapat dibaca sebagai bahan keputusasaan itu, meskipun ayat ini tidak memakai kata sebab. Isinya dua kehilangan yang berbeda arahnya. Kehilangan pertama datang dari luar, yaitu pemberi syafaat dari kalangan sekutu tidak ada. Kehilangan kedua datang dari dalam, yaitu orang yang pernah memiliki sekutu itu sekarang kufur terhadapnya. Penutur ayat tidak menjelaskan hubungan keduanya, dan pembaca dapat melihat bahwa yang pertama menyatakan ketiadaan penolong sedangkan yang kedua menyatakan putusnya ikatan.

Arah kufur di ayat ini berbeda dari beberapa ayat lain tentang sekutu. Di 10:28, (وَقَالَ شُرَكَاؤُهُمْ, wa-qaala syurakaa'uhum) yang berarti "dan sekutu-sekutu mereka berkata", sekutu itu sendiri berbicara dan menolak penyembahan kepada mereka, dan di 35:14 kata kerja kufurnya dipakai untuk pihak yang diseru. Di 30:13 tidak ada ucapan sekutu yang dikutip, dan ayat ini mencatat sikap pemiliknya terhadap sekutu itu. Bila ayat-ayat itu dibaca berdampingan, putusnya hubungan terlihat dari dua sisi, sisi sekutu di 10:28 dan sisi pemilik di 30:13, tanpa menyatakan bahwa keduanya menceritakan adegan yang sama.

Ayat ini meniadakan syafaat yang bersumber dari sekutu, karena frasa min syurakaa'ihim menyebut asalnya, dan tidak menyebut syafaat yang bersumber dari tempat lain. Di 10:3, (مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ, maa min syafii'in illaa min ba'di idznihi) yang berarti "tidak ada pemberi syafaat kecuali setelah izin-Nya" meletakkan izin pada Allah, dan di 39:44, (قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا, qul li-llaahi sy-syafaa'atu jamii'an) yang berarti "katakanlah, milik Allahlah syafaat seluruhnya" menyebut pemiliknya. Dua ayat itu menyebut dari sisi lain apa yang di 30:13 hanya tampak sebagai ketiadaan, dan ketiganya tidak berbicara tentang satu peristiwa yang sama.

Dalam surah ini sekutu muncul lagi sebagai pokok pertanyaan di 30:40, (هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ, hal min syurakaa'ikum) yang berarti "adakah di antara sekutu-sekutu kalian". Ayat 30:40 menyebut Allah yang menciptakan, memberi rezeki, mematikan, dan menghidupkan, lalu bertanya adakah sekutu yang dapat berbuat sesuatu dari semua itu. Ayat 30:13 menyebut ketiadaan sekutu pada hari itu, dan 30:40 menanyakan kemampuan sekutu sekarang. Keduanya tidak menyebut satu sama lain, dan 30:14 sampai 30:16 melanjutkan ke pembagian nasib.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 30:13 meniadakan pemberi syafaat dari kalangan sekutu, dan frasa asalnya, min syurakaa'ihim, menyebut dari mana pemberi syafaat itu semestinya datang. Bila sebuah sandaran tidak pernah diuji, bobotnya baru terlihat ketika sandaran itu diperlukan, dan pada hari yang digambarkan ayat ini waktu untuk mencari ganti tidak disebut tersedia. Di 10:18 ada orang yang menyebut sesembahan mereka sebagai pemberi syafaat di sisi Allah, dan ucapan itu dikutip dari keadaan sebelum hari yang dibicarakan 30:13. Seseorang dapat membayangkan daftar hal yang kini dipegangnya sebagai penolong, lalu bertanya, mana di antaranya yang pernah benar-benar diuji di luar keadaan nyaman?
  • Kalimat kedua di ayat ini tidak bercerita tentang sekutu yang meninggalkan pemiliknya. Pemiliknya sendiri yang kufur terhadap sekutu itu, dan ini mengubah gambaran kehilangan dari ditinggalkan menjadi meninggalkan. Kesetiaan yang sudah lama dijalani dapat dibayangkan bertahan sampai akhir, sedangkan ayat ini mencatat kesetiaan itu berbalik pada hari yang digambarkannya. Seseorang dapat memperhatikan kesetiaan mana dalam hidupnya yang dijaga karena kebiasaan, dan apa yang tersisa darinya bila alasan menjaganya hilang?
  • Ayat 30:13 meniadakan pemberi syafaat dari sekutu, tetapi tidak meniadakan syafaat dari seluruh keberadaan. Di 39:44 syafaat disebut milik Allah seluruhnya, dan di 10:3 pemberi syafaat disebut ada sesudah izin-Nya. Dua ayat itu berbicara tentang pemilik dan izin, tidak tentang sekutu, sehingga ketiganya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa yang ditiadakan di 30:13 adalah sumbernya, tidak perkara syafaat itu sendiri. Orang yang selama ini mencari pelindung ke banyak pintu dapat bertanya, kepada pintu mana sebenarnya permintaan itu diarahkan, dan siapa pemilik kuncinya menurut ayat-ayat itu?
  • Ayat ini membuka dengan lahum, "bagi mereka", dan sesudahnya tidak datang apa-apa yang bisa dipegang. Di 24:6 kata yang sama dipakai untuk orang yang tidak punya saksi, dan di 26:197 untuk orang yang tidak punya tanda, sehingga di ketiga ayat itu lahum menyorot pihak yang tangannya kosong. Dalam 30:13 pihak itu juga tidak disebut ada yang menolongnya. Seseorang yang hidupnya penuh dengan hubungan, jabatan, dan nama baik dapat memeriksa apakah daftar itu masih berarti pada hari ketika tidak satu pun dari daftar itu disebut sebagai penolong, seperti yang digambarkan ayat ini?
  • Ayat ini mengandung dua negasi yang tidak sama bentuknya, yang satu berisi ketiadaan dan yang lain berisi penolakan. Ketiadaan menimpa dari luar, penolakan keluar dari dalam, dan keduanya terjadi pada hari yang sama menurut urutan ayat 30:12 sampai 30:14. Pembaca yang biasa menyalahkan keadaan karena penolong tidak datang akan menemukan bahwa ayat ini juga mencatat bagian yang diperbuat pemiliknya sendiri. Orang dapat bertanya pada dirinya, dalam kekecewaan terakhir yang dialaminya, berapa bagian yang datang dari luar dan berapa bagian dari keputusannya sendiri sebelumnya?
  • Di 30:40 Allah disebut sebagai yang menciptakan, memberi rezeki, mematikan, dan menghidupkan, lalu ditanyakan apakah ada di antara sekutu-sekutu itu yang dapat berbuat sesuatu dari semua itu. Pertanyaan itu menyangkut kehidupan sekarang, sedangkan 30:13 menyebut hari yang akan datang, dan teks tidak mengaitkan keduanya. Pembaca dapat membaca keduanya berdampingan: soal tentang kemampuan sekutu menyangkut hidup sekarang, dan gambaran tentang ketiadaan mereka menyangkut hari itu. Bila soal itu diajukan kepadanya hari ini, sekutu mana yang akan ditunjuknya, dan sanggupkah ia menyebut satu perbuatan yang benar-benar telah dikerjakan sekutu itu?