فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ
Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka dibahagiakan di dalam taman.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِfa-ammaa lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatimaka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh
- فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَfa-hum fii rawdhatin yuhbaruunamereka dibahagiakan di dalam taman
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَأَمَّاfa-ammaaadapun
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- فِيfiidalam
- رَوْضَةٍrawdhatintaman
- يُحْبَرُونَyuhbaruunadibahagiakan
Inti bacaan
Akar ر-و-ض hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu rawdhatin di 30:15 dan rawdhaati di 42:22.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat ini dibuka dengan (فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا, fa-ammaa lladziina aamanuu) yang berarti "maka adapun orang-orang yang beriman". Awalan fa menyambung ayat ini dengan pemisahan di 30:14, dan ammaa membuka bagian pertama dari dua bagian yang dibandingkan. Rangkaian fa-ammaa lladziina aamanuu muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:26, 4:173, 4:175, 9:124, 30:15, dan 45:30. Surah 4 memuatnya dua kali, sehingga enam kemunculan itu jatuh di lima surah. Dengan lanjutan wa-'amiluu sh-shaalihaati, rangkaian ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 4:173, 30:15, dan 45:30. Pasangan bagian keduanya, (وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-ammaa lladziina kafaruu) yang berarti "dan adapun orang-orang yang kufur", ada di 2:26 dan 45:31, selain di ayat sesudah ini.
Kata (وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "dan mengerjakan amal-amal saleh" tersusun dari dua kata. Kata (عَمِلُوا, 'amiluu) berakar ع-م-ل dan berbentuk lampau untuk banyak orang, sedangkan (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) berakar ص-ل-ح dan berbentuk jamak perempuan dengan kata sandang al-. Kata "amal-amal" dalam terjemahan berasal dari akar kata kerja 'amiluu, dan sh-shaalihaati sendiri menjadi "saleh". Karena aamanuu dan 'amiluu sama-sama kata kerja lampau yang disambung wa, keduanya terbaca sebagai dua perbuatan yang disebut berdampingan, dan terjemahan mengikuti urutan Arabnya, "beriman" lalu "mengerjakan".
Kata (فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ, fa-hum fii rawdhatin) yang berarti "mereka di dalam taman" memakai fa untuk menyambung bagian pertama dengan kelanjutannya. Kata rawdhatin berakar ر-و-ض dan tanpa kata sandang, sehingga terjemahan memakai "taman" tanpa "itu". Akar ر-و-ض hanya muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu rawdhatin di 30:15 dan rawdhaati di 42:22. Di 42:22, (فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ, fii rawdhaati l-jannaati) memasang rawdhaati bersama kata lain untuk taman, yaitu jannaati dari akar ج-ن-ن. Terjemahan memakai "taman" untuk kedua kata itu, jadi kedua kata dibedakan oleh akarnya dan tidak oleh terjemahannya. Di 30:15 tidak ada kata sifat sesudah rawdhatin, sehingga terjemahan tidak menambahkan "subur" atau "surga".
Kata kerja terakhir adalah (يُحْبَرُونَ, yuhbaruuna) yang berarti "mereka dibahagiakan". Akarnya ح-ب-ر, dan bentuknya kata kerja yang menerima perbuatan, tanpa menyebut siapa yang berbuat. Akar ini muncul dua kali sebagai kata kerja, yaitu yuhbaruuna di 30:15 dan (تُحْبَرُونَ, tuhbaruuna) di 43:70 yang diterjemahkan "dibahagiakan" juga. Kata "bergembira" adalah kata kerja yang dikerjakan pelakunya sendiri, sehingga tidak cocok dengan bentuk yang menerima perbuatan. Kata itu juga sudah dipakai untuk akar ف-ر-ح di 30:4, (يَفْرَحُ, yafrahu) yang berarti "bergembira", dengan pelaku orang-orang beriman. Di 30:32, (فَرِحُونَ, farihuuna) dari akar yang sama diterjemahkan "bangga". Dengan "dibahagiakan" untuk akar ح-ب-ر, tiga akar itu mendapat tiga padanan yang berbeda dalam satu surah. Akar ح-ب-ر membentuk juga kata benda ahbaar di 5:44, 5:63, 9:31, dan 9:34, dengan makna lain yang tidak dipakai di sini.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pemisahan di 30:14 dengan kelompok pertama, dan kalimatnya bergerak dari apa yang dikerjakan orang itu ke tempat dan keadaan mereka. Di 30:12 kata kerja untuk para pendosa adalah (يُبْلِسُ, yublisu) yang berarti "berputus asa", bentuk aktif. Di 30:15 kata kerja untuk orang beriman berbentuk pasif, sehingga dua ayat itu menaruh dua keadaan batin pada hari yang sama dalam dua bentuk kata kerja yang berbeda, yang pertama aktif dan yang kedua pasif.
Dua ayat lain memakai rangkaian awal yang sama persis dengan 30:15, yaitu 4:173 dan 45:30, tetapi menyambungnya dengan lanjutan yang berbeda. Di 4:173 sesudahnya datang (فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ, fa-yuwaffiihim ujuurahum) yang berarti "maka Dia menyempurnakan pahala mereka", dan di 45:30 datang (فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ, fa-yudkhiluhum rabbuhum) yang berarti "maka Tuhan mereka memasukkan mereka". Kedua kalimat itu memakai kata kerja aktif, dan 45:30 menyebut pelakunya, Tuhan mereka. Di 30:15 lanjutannya berupa keterangan tempat dan kata kerja pasif, dan pelaku yang membahagiakan tidak disebut. Tiga ayat itu tidak saling menjelaskan, tetapi bila dibaca berdampingan, sudut lanjutannya berlainan: pahala di 4:173, rahmat di 45:30, taman dengan kebahagiaan di 30:15.
Surah ini sudah pernah menyebut kegembiraan orang beriman, yaitu di 30:4, pada hari yang disebut di ayat-ayat sebelumnya dan yang berbeda dari hari di 30:15. Kalimat di sana memakai kata kerja aktif, dengan orang beriman sebagai pelaku yang bergembira, sedangkan di 30:15 kegembiraan orang beriman diberi kata kerja pasif. Tidak ada ayat yang menjelaskan perbedaan itu, dan pembaca hanya dapat mencatat bahwa surah ini menyebut kegembiraan orang beriman dengan dua kata kerja yang berbeda, satu yang dikerjakan pelakunya dan satu yang diterimanya.
Dalam urutan ayat, 30:15 berdiri bersebelahan dengan 30:16, dan keduanya sama-sama diawali ammaa dan sama-sama berakhir pada keterangan tempat dengan kata kerja yang menerima perbuatan. Di 30:15 tempatnya taman dan kata kerjanya yuhbaruuna, sedangkan di 30:16 tempatnya azab dan kata kerjanya muhdharuuna. Karena itu ayat ini membentuk separuh pertama dari sepasang ayat, dan separuh keduanya ada di ayat berikut.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja di ayat ini menaruh orang beriman sebagai pihak yang dibahagiakan, tanpa menyebut siapa pelakunya. Bagi yang mengukur kebahagiaan dari seberapa keras diusahakannya, bentuk pasif di sini menggambarkan kebahagiaan yang sampai kepada orang itu. Di 45:30 pelakunya disebut, yaitu Tuhan mereka yang memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya, dan itu tidak disamakan dengan 30:15 karena ayat ini tidak menyebut pelakunya. Seseorang dapat memperhatikan kebahagiaan terbaik yang pernah dialami, lalu bertanya, berapa bagian darinya yang dikerjakan sendiri dan berapa bagian yang datang tanpa diminta?
- Ayat ini menyebut dua perbuatan, beriman dan mengerjakan amal saleh, dengan satu kata sambung di antaranya. Dua perbuatan itu muncul berdampingan juga di 4:173 dan 45:30, sehingga pasangan itu bukan kebetulan satu ayat. Pembaca yang cenderung memisahkan keyakinan dari kebiasaan sehari-hari dapat melihat bagaimana teks menaruh keduanya dalam satu kalimat dan menutupnya dengan satu kata kerja pasif. Apa yang tersisa dari sebuah keyakinan bila dalam sebulan terakhir tidak ada satu pun pekerjaan yang dapat disebut sebagai buahnya?
- Ayat ini menyebut taman tanpa satu kata sifat pun, tidak subur, tidak luas, tidak indah, dan hanya tempatnya yang diberi nama. Pembaca dapat memperhatikan gambaran apa yang spontan muncul untuk mengisi kekosongan itu. Teks tidak mengisinya, dan 42:22 yang memuat kata lain untuk taman menyambungnya dengan keterangan bahwa bagi mereka ada apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Orang dapat bertanya pada dirinya sendiri, bila ayat ini tidak memberinya gambar, gambar apa yang dipasangnya, dan apakah gambar itu berasal dari ayat atau dari keinginan yang belum diperiksa?
- Di 30:4 orang-orang beriman bergembira pada hari yang disebut di sana, dan Allah disebut sebagai pemilik urusan sebelum dan sesudah. Di 30:15 orang-orang yang beriman dibahagiakan di dalam taman. Surah ini memakai dua kata yang berbeda untuk kegembiraan orang beriman, yang pertama dikerjakan pelakunya dan yang kedua diterimanya, pada dua hari yang berbeda. Orang yang menunggu dirinya merasa gembira sebelum berani mengaku bahagia dapat melihat bahwa teks tidak menyamakan keduanya. Apakah bahagia yang dirasakan pada hari-hari biasa sudah termasuk jenis yang disebut ayat ini, atau jenis yang lain?
- Ayat 30:12 menyebut para pendosa berputus asa, dan 30:15 menyebut orang beriman dibahagiakan, dua keadaan batin yang diletakkan pada hari yang sama. Dua kalimat itu tidak memuat uraian lanjutan tentang bagaimana keputusasaan atau kebahagiaan itu terasa. Orang yang mudah mengira bahwa perasaan batin tidak punya arti di hadapan peristiwa besar akan menemukan bahwa teks menyebut perasaan itu sebagai bagian dari peristiwanya. Bagaimana seseorang memperlakukan kesedihan dan kegembiraannya hari ini bila keduanya ternyata termasuk hal yang disebut ayat tentang hari itu?
- Kata fa pada fa-hum menyambung bagian pertama ayat dengan kelanjutannya, dan di antara keduanya tidak ada kata yang menyebut jangka waktu. Yang tertulis hanya dua hal berurutan, orang itu beriman dan mengerjakan amal saleh, lalu mereka dibahagiakan di dalam taman. Orang yang menilai sebuah pekerjaan dari seberapa cepat hasilnya tampak akan berhadapan dengan kalimat yang melompat dari pekerjaan ke keadaan tanpa menghitung hari. Seseorang dapat memperhatikan pekerjaan baik mana yang pernah dihentikannya karena hasilnya tak kunjung kelihatan, dan bertanya, apakah ayat ini memberinya alasan untuk berhenti atau alasan untuk melanjutkan?