وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami serta pertemuan akhirat, mereka itu dihadirkan dalam azab.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِwa-ammaa lladziina kafaruu wa-kadzdzabuu bi-aayaatinaa wa-liqaa'i l-aakhiratiadapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami serta pertemuan akhirat
  2. فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَfa-ulaa'ika fii l-'adzaabi muhdharuunamereka itu dihadirkan dalam azab

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. وَكَذَّبُواwa-kadzdzabuudan mendustakan
  5. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  6. وَلِقَاءِwa-liqaa'idan pertemuan
  7. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  8. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  9. فِيfiidalam
  10. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  11. مُحْضَرُونَmuhdharuunaorang-orang yang dihadirkan

Inti bacaan

Susunan fii l-'adzaabi muhdharuuna muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:16 dan 34:38, dan hanya di 30:16 susunan itu menyusul penolakan terhadap pertemuan akhirat.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-ammaa lladziina kafaruu) yang berarti "dan adapun orang-orang yang kufur". Awalan wa menyambung bagian kedua ini dengan bagian pertama di 30:15 yang dibuka dengan fa-ammaa. Rangkaian wa-ammaa lladziina kafaruu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:26, 30:16, dan 45:31, dan di ketiganya didahului oleh fa-ammaa lladziina aamanuu pada ayat yang sama atau ayat sebelumnya. Kata kerja kafaruu berakar ك-ف-ر dan berbentuk lampau untuk banyak orang. Akar yang sama muncul sebagai pelaku di 30:13, (كَافِرِينَ, kaafiriina) yang berarti "orang-orang yang kufur", sehingga dua ayat dalam satu surah ini memakai "kufur" untuk akar yang sama.

Kata (وَكَذَّبُوا, wa-kadzdzabuu) yang berarti "dan mendustakan" berakar ك-ذ-ب. Terjemahan memakai "mendustakan" untuk bentuk kata kerja yang menolak kebenaran dari pihak lain, dan "berdusta" untuk bentuk dasarnya. Pasangan kafaruu wa-kadzdzabuu bi-aayaatinaa muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 2:39, 5:10, 5:86, 22:57, 30:16, 57:19, dan 64:10. Surah 5 memuatnya dua kali. Lima dari tujuh ayat itu menyambungnya dengan ulaa'ika ash-haabu, penghuni api atau neraka, yaitu di 2:39, 5:10, 5:86, 57:19, dan 64:10. Ayat 22:57 menyambungnya dengan (فَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ, fa-ulaa'ika lahum 'adzaabun muhiinun) yang berarti "maka mereka itu mendapat azab yang menghinakan", dan 30:16 menyambungnya dengan susunan yang tidak dipakai di enam ayat lain, yang dibahas di bawah.

Kata (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "pada tanda-tanda Kami" tersusun dari bi yang berarti "pada", aayaat yang berarti "tanda-tanda", dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Sesudahnya datang (وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ, wa-liqaa'i l-aakhirati) yang berarti "dan pertemuan akhirat". Kata liqaa' berakar ل-ق-ي dan kata al-aakhirati berakar أ-خ-ر dengan kata sandang. Dua kata benda itu disambung wa di bawah satu bi, sehingga kata kerja kadzdzabuu menjangkau dua hal, tanda-tanda dan pertemuan. Terjemahan memakai kata "serta" untuk wa di tempat ini. Susunan kadzdzabuu bi-aayaatinaa wa-liqaa'i l-aakhirati ada juga di 7:147, tanpa kafaruu di depannya, dan liqaa'i l-aakhirati dengan kafaruu wa-kadzdzabuu tetapi tanpa aayaat ada di 23:33, (كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ, kafaruu wa-kadzdzabuu bi-liqaa'i l-aakhirati). Rangkaian liqaa'i l-aakhirati muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:147, 23:33, dan 30:16, dan hanya 30:16 yang memuat kafaruu, kadzdzabuu, aayaat, dan liqaa' sekaligus.

Bagian akhir ayat adalah (فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ, fa-ulaa'ika fii l-'adzaabi muhdharuuna) yang berarti "maka mereka itu dihadirkan dalam azab". Kata fii berarti "dalam", dan kata al-'adzaabi berakar ع-ذ-ب dengan kata sandang. Kata muhdharuuna berakar ح-ض-ر dan berbentuk pelaku yang menerima perbuatan, jadi artinya orang-orang yang dihadirkan, tanpa menyebut siapa yang menghadirkan. Bentuk muhdharuuna muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 30:16, 34:38, 36:32, 36:53, 36:75, 37:127, dan 37:158, dan terjemahan memakai "dihadirkan" di semuanya. Susunan fii l-'adzaabi muhdharuuna muncul dua kali, yaitu di 30:16 dan 34:38, (أُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ, ulaa'ika fii l-'adzaabi muhdharuuna). Di 36:53, (جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, jamii'un ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "semuanya dihadirkan di sisi Kami", tempat penghadirannya disebut dengan ladaynaa, sedangkan di 30:16 tempatnya azab.

Tafsiran

Ayat ini menutup pembagian yang diumumkan 30:14 dengan bagian kedua, dan susunannya berdampingan dengan 30:15. Keduanya dibuka ammaa, memuat dua kata kerja lampau tentang apa yang dilakukan kelompoknya, lalu berakhir pada keterangan tempat disusul kata yang menerima perbuatan. Di 30:15 tempatnya taman dan katanya yuhbaruuna, di 30:16 tempatnya azab dan katanya muhdharuuna. Sejajarnya bentuk itu membuat dua ayat terbaca sebagai satu kalimat panjang yang dipecah dua, dengan satu kalimat untuk tiap sisi.

Perbedaan kedua ayat ada di bagian sebab. Kelompok pertama disebut dengan iman dan amal, sedangkan kelompok kedua disebut dengan kufur dan mendustakan dua hal, yaitu tanda-tanda dan pertemuan akhirat. Pasangan tanda dan pertemuan itu muncul juga di tempat lain dengan akibat yang berlainan. Di 7:147, (حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ, habithat a'maaluhum) yang berarti "sia-sialah amal mereka" mengikuti pendustaan tanda dan pertemuan, dan di 18:105, (كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ, kafaruu bi-aayaati rabbihim wa-liqaa'ihi) yang berarti "kufur terhadap tanda-tanda Tuhan mereka dan pertemuan dengan-Nya" juga disusul (فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ, fa-habithat a'maaluhum). Di 29:23, (كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ, kafaruu bi-aayaati llaahi wa-liqaa'ihi), akibatnya berputus asa dari rahmat dan azab yang pedih. Di 30:16 akibatnya dihadirkan dalam azab. Empat ayat memakai pasangan yang sama, dan akibatnya ada tiga macam: amal yang sia-sia di 7:147 dan 18:105, putus asa dan azab yang pedih di 29:23, dan dihadirkan dalam azab di 30:16.

Sikap terhadap pertemuan sudah disebut jauh lebih awal dalam surah ini. Di 30:8, (وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ, wa-inna katsiiran mina n-naasi bi-liqaa'i rabbihim la-kaafiruuna) yang berarti "dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka" menyebut kufur terhadap pertemuan sebagai keadaan di dunia. Sikap yang sama muncul di 30:16, dan di sana sikap itu disusul tempat serta kata kerja yang menerima perbuatan, pada hari yang dibicarakan sejak 30:12. Keputusasaan para pendosa di 30:12 pun berada di hari yang sama, sehingga ayat 30:12 sampai 30:16 menjadi satu rangkaian: keadaan batin di 30:12, kehilangan sandaran di 30:13, pemisahan di 30:14, lalu dua tempat di 30:15 dan 30:16.

Di antara tujuh ayat yang memakai kafaruu wa-kadzdzabuu bi-aayaatinaa, lima menyebut kelompok itu penghuni, yaitu orang yang menetap, dan 22:57 menyebut azab bagi mereka. Ayat 30:16 sendiri menyebut mereka yang dihadirkan di tempat itu. Teks tidak menjelaskan alasan perbedaan itu, dan pembaca hanya dapat mencatat bahwa surah ini memilih kata kerja yang menerima perbuatan pada kedua sisi, sekali untuk taman dan sekali untuk azab.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut dua hal yang didustakan, dengan tanda-tanda lebih dulu dan pertemuan akhirat sesudahnya, urutan yang sama dengan 7:147. Di 30:8 banyak manusia disebut kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka, dan 30:16 menaruh sikap itu berdampingan dengan penolakan terhadap tanda-tanda. Seseorang dapat bertanya, tanda apa yang akhir-akhir ini dilewatinya begitu saja, dan apakah pernah dihitungnya bahwa kebiasaan melewatkan tanda itu berkaitan dengan sikapnya terhadap pertemuan yang disebut ayat ini?
  • Lima ayat lain tentang kelompok yang sama menyebut mereka penghuni api atau neraka, sedangkan 30:16 memakai kata dihadirkan. Penghuni adalah orang yang tinggal di tempatnya, sedangkan yang dihadirkan adalah orang yang dibawa ke sana tanpa disebut siapa yang membawa. Perbedaan itu menyentuh kebiasaan menganggap diri hanya lewat di suatu keadaan tanpa pernah terikat dengannya. Orang dapat bertanya, dalam kebiasaan buruk yang disebutnya sementara, adakah yang sebenarnya sudah menjadi tempat tinggal, dan adakah yang masih berupa kunjungan?
  • Tanda-tanda di ayat ini disebut dengan akhiran Kami, di 29:23 disebut tanda-tanda Allah, dan di 18:105 disebut tanda-tanda Tuhan mereka. Tiga ayat itu tidak saling menjelaskan, tetapi di ketiganya tanda disebut milik pihak yang menyebutnya atau pihak yang dinamai, dan kata kufur diarahkan kepada tanda itu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa teks memakai kata tanda untuk sesuatu yang dimiliki pihak lain, dan bukan pembaca. Apa yang dalam seminggu terakhir dianggapnya kebetulan, dan apakah pernah ditanyakannya milik siapa sesuatu yang disebut tanda oleh ayat-ayat tadi?
  • Di 30:12 para pendosa berputus asa, dan di 29:23 orang yang kufur terhadap tanda-tanda Allah dan pertemuan dengan-Nya disebut berputus asa dari rahmat, dengan kata kerja yang berbeda dari 30:12. Dua ayat itu tidak saling menjelaskan, tetapi keduanya menaruh keputusasaan dekat dengan penolakan tanda dan pertemuan. Seseorang dapat memeriksa apa yang dirasakannya ketika sebuah pintu tertutup, dan bertanya apakah ada keputusasaan yang selama ini diberi nama lain?
  • Kata mendustakan di ayat ini mengandaikan ada pihak lain yang membawa sesuatu, yaitu tanda-tanda dan kabar tentang pertemuan, lalu pihak yang menerima menolaknya. Teks tidak menulis bahwa kelompok ini kekurangan bukti. Yang tertulis adalah dua kata kerja berurutan, kufur lalu mendustakan, dengan dua hal sebagai sasaran. Orang yang terbiasa menilai sebuah peringatan dari siapa yang membawanya dan bukan dari isinya dapat memeriksa kebiasaan itu pada dirinya sendiri. Kabar apa yang akhir-akhir ini ditolaknya hanya karena terasa datang dari luar dirinya, dan adakah di antaranya yang sebenarnya tidak diperiksa isinya?
  • Ayat 30:8 sudah menyebut pertemuan dengan Tuhan mereka sebagai hal yang dikufuri banyak orang, sebelum 30:16 menyebutnya lagi sebagai pertemuan akhirat. Tujuh ayat berada di antaranya, sehingga pembaca yang membaca berurutan melewati tujuh ayat lain sebelum bertemu kembali dengan pertemuan itu. Orang yang menunda pertimbangan sampai ada keadaan mendesak dapat memperhatikan bahwa pernyataan itu sudah disebut di awal surah, jauh sebelum 30:16. Apa yang akan dipikirkannya tentang pertemuan itu bila mulai memikirkannya hari ini, bukan saat terdesak?