وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami serta pertemuan akhirat, mereka itu dihadirkan dalam azab.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِwa-ammaa lladziina kafaruu wa-kadzdzabuu bi-aayaatinaa wa-liqaa'i l-aakhiratiadapun orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami serta pertemuan akhirat
  2. فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَfa-ulaa'ika fii l-'adzaabi muhdharuunamereka itu dihadirkan dalam azab

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. وَكَذَّبُواwa-kadzdzabuudan mendustakan
  5. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  6. وَلِقَاءِwa-liqaa'idan pertemuan
  7. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  8. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  9. فِيfiidalam
  10. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  11. مُحْضَرُونَmuhdharuunaorang-orang yang dihadirkan

Inti bacaan

Mereka yang 'mendustakan tanda-tanda Kami serta mengingkari pertemuan akhirat' tetap berada dalam azab, penolakan terhadap tanda-tanda dan penolakan terhadap pertanggungjawaban berjalan beriringan sebagai satu paket sikap. Konkretnya: menyangkal bukti/tanda yang tersedia dan menyangkal konsekuensi jangka panjang atas tindakan biasanya datang bersamaan sebagai satu pola penyangkalan diri, periksa keduanya sekaligus, bukan satu per satu.

Penjelasan pilihan kata

Tiga tambahan kurung dari sumber internal dihapus: '(mengingkari)', '(hari)', dan '(neraka)'. 'Muhdaruuna' ('dihadirkan', akar HDr) dipertahankan sebagai kata kerja pasif, bukan disederhanakan jadi 'tetap berada'.

Tafsiran

Ayat ini menutup pembagian nasib dengan kelompok kedua, bukan sekadar berada dalam azab, melainkan dihadirkan secara aktif ke dalamnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua hal berurutan: mendustakan tanda-tanda, dan mendustakan pertemuan akhirat. Keduanya disebut bersama. Menolak tanda dan menolak pertanggungjawaban ternyata berjalan berpasangan, sebab yang satu memudahkan yang lain.
  • Kata yang dipakai mereka dihadirkan dalam azab, bukan berada di dalamnya. Ada yang membawa. Perbedaan sekecil itu mengubah gambarannya dari tempat yang mereka masuki menjadi keadaan yang mereka dihadapkan kepadanya.
  • Ayat ini menutup pembagian yang dibuka pada ayat sebelumnya tentang orang beriman. Dua nasib disebut berdampingan. Allah tidak menyebut yang satu tanpa yang lain, sehingga pembacanya selalu melihat kedua ujungnya sekaligus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.